MANAGED BY:
SENIN
11 DESEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV

RADAR KALTARA

Kamis, 28 September 2017 13:37
Minim Anggaran, TMMD Tidak Sampai ke Perbatasan
SERAHKAN ALAT KERJA: Wabup saat menyerahkan sejumlah peralatan untuk menunjang kegiatan TMMD dari perwakilan TNI, polisi dan masyarakat dalam apel pembukaan TMMD kemarin. (FOTO : WIDAYAT/RADAR TARAKAN)

PROKAL.CO, MALINAU-Kegiatan TMMD di Kabupaten Malinau selama ini lebih fokus kepada pelaksanaannya di wilayah ibu kota Kabupaten Malinau. Yakni di wilayah Kecamatan Malinau Kota, Malinau Utara, Malinau Barat dan Mentarang saja. Sedangkan 11 kecamatan lainnya yang ada di daerah pedalaman, terpencil hingga wilayah perbatasan belum pernah tersentuh oleh pembangunan melalui kegiatan TMMD baik kegiatan fisik maupun non fisik. Hal itu dikarenakan untuk mencari akses yang lebih mudah, baik secara mobilisasi alat, tenaga maupun dari materialnya dengan waktu yang sangat terbatas, yaitu hanya satu bulan lamanya.

Dandim 0910/Malinau Letkol Inf Yudha Sandi Purwana mengakui, ingin melaksanakan kegiatan TMMD itu di daerah pedalaman dan perbatasan di Kabupaten Malinau. Hanya, yang menjadi persoalan sehingga belum bisa terwujud dikarenakan dukungan anggaran yang terbatas. Sebab, untuk sampai ke daerah perbatasan hanya dapat diakses melalui akses udara. Sementara dukungan sarana dan prasarana dari Angkatan Darat juga sangat terbatas.

Tapi  terbenturnya akses transportasi itu juga terkendala biaya pembelian material yang cukup mahal jika dibeli ditempat. Harga semen saja, saat jalan putus saja itu per zaknya menjadi harga Rp.800 ribu. Bisa dibayangkan mahalnya. Dengan keterbatasan anggaran, jika kegiatan TMMD dialihkan ke wilayah perbatasan, mobilisasinya sulit dan menjadi kendala utamanya. "Karena itu, kita berharap jika anggaran pemerintah daerah sudah sehat, maka tidak menutup kemungkinan bisa diarahkan ke wilayah perbatasan dan pedalaman," ujar Dandim.

Dandim pun menjelaskan, tiga sasaran kegiatan fisik TMMD di Kabupaten Malinau tahun 2017 ini juga berdasarkan usulan dari bottom up (dari bawah ke atas). Bukan serta merta kemauan Kodim di tiga desa itu yaitu di Lidung Kemenci, Desa Kaliamok dan Belayan. Melainkan menyerap aspirasi dari masyarakat, yang butuh atau perlu dibantu untuk penyelesaian pembangunannya.

Tapi, kalau usulan ke atas, berarti yang dibawah dalam hal ini Kodim dan pemerintah daerah sudah siap karena dari pimpinan diatas itu hanya merespon dan akan sangat senang sekali apabila TMMD sampai terlaksana di daerah perbatasan. Tapi yang perlu dipastikan dan pikirkan nanti berapa yang personil yang diberangkatkan, bagaimana alat transfortasinya, bagaimana dengan dukungan biaya sarana dan prasarananya dan lain sebagainya. "Kalau memang ada dukungan dari Pemkab Malinau dan bisa dialokasikan dananya, baru kita (Kodim) ajukan ke atas Mabes TNI. Kalau kita ajukan keatas dulu, ternyata pemerintah daerahnya tidak sanggup. Lalu bagaimana?," jelasnya.

Dijelaskan Yudha Sandi Perwana, sebenarnya program TMMD ini merupakan program dari TNI Angkatan Darat untuk membantu program pembangunan di daerah. Contohnya, jika ada proyek yang bila dikerjakan oleh pihak ketiga rekanan pemerintah dengan nilai Rp. 1 miliar maka dengan bekerjasama ke TNI AD maka kemungkinan hanya setengah dari anggaran yang disiapkan sudah terealisasi bangunannya. Karena dari pihak TNI AD sendiri juga mengeluarkan anggaran untuk uang saku dan uang makan anggota TNI yang bekerja.

Termasuk juga didukung kaporlap atau pakaian lapangan termasuk sepatu dan lainnya hingga bahan kontak seperti alat olahraga, quran dan lainnya. Jadi, bukan semata-mata dari Pemda saja. Namun TNI AD juga mengeluarkan anggaran untuk operasional prajuritnya yang bekerja itu.  Namun disinggung soal besarnya uang saku yang berikan oleh Angkatan Darat, Dandim Malinau Letkol Inf Yudha Sandi Purwana menjelaskan bahwa uang saku itu indeksnya dari Angkatan Darat itu sama saja. Namun yang menjadi kendala utama yaitu dana sarana dan prasarana, uang makan juga memang menjadi kendala. Karena uang prajurit itu hanya Rp.26 ribu per hari per anggota untuk 3 kali makan. "Sekarang untuk di Malinau, nilai Rp.26 ribu kalau dibawa ke perbatasan ituu cukup nggak?" Kata Dandim dengan nada bertanya.

Menurut Dandim, agar kegiatan TMMD ini juga dapat sampai dan dirasakan hasil kegiatannya di daerah perbatasan itu memang perlu masukan dari bawah. Dalam hal ini, pemerintah daerah bisa membantu untuk mengalokasikan lagi indeks uang makan itu mendapat tambahan uang makan menambah Rp.24 ribu misalnya jadi 50 ribu. Kemudian membantu dana untuk sarana dan prasarana termasuk transportasi ke daerah perbatasan. "Memang harus ada sinkronisasi dulu dibawah baru diusulkan ke atas. Artinya, tergantungan dari dukungan saja. Dari Angkatan Darat juga terbatas. Kayak uang makan tadi sangat kecil," tuturnya.(ida/puu)


BACA JUGA

Senin, 11 Desember 2017 10:50

Perjalanan Ibadah Natal Bukan Sekadar Ibadah

MALINAU – Tahun ini, Bupati Malinau Dr. Yansen TP, M.Si kembali melaksanakan perjalanan ibadah…

Senin, 11 Desember 2017 10:47

Dapat Bantuan Provinsi, Kampung KB Harapkan Bimbingan

MALINAU - Suwarno, Kasi Pemerintahan Desa Malinau Hilir, mengungkapkan, Kampung KB yang berdiri sejak…

Senin, 11 Desember 2017 10:45

Tingkatkan Ekonomi Melalui Kerajinan

MALINAU – Dalam upaya menumbuhkan perekonomian warga melalui industri kerajinan,  Desa Long…

Jumat, 08 Desember 2017 11:23

Kunjungi Desa Terbersih di Dunia dan Tempat Kerajinan Perak

Tak terasa rombongan TP PKK Kabupaten Malinau sudah masuk hari ketiga kunjungan kerja (kunker) di Bali.…

Jumat, 08 Desember 2017 11:15

PDAM Malinau Raih Predikat Terbaik

MALINAU- Perusahaan Daerah  Air Minum (Apa’ Mening) Malinau kembali mendapatkan awards. Karena…

Jumat, 08 Desember 2017 11:03

Stok Mencukupi, Jelang Natal dan Tahun Baru

MALINAU-Ketersedian kebutuhan bahan pokok di Kabupaten Malinau khususnya menjelang  perayaan Natal…

Kamis, 07 Desember 2017 11:51

Gunung Agung Erupsi, TP PKK Kabupaten Malinau Ikut Prihatin

Usai bertemu dengan TP PKK Kabupaten Gianyar dan melihat cara pembuatan tenun ikat di Showroom Menggah…

Kamis, 07 Desember 2017 11:48

Kampung KB di Monev Tim Provinsi Kaltara

MALINAU-Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak  dan Pengedalian Penduduk (DP3APP) Provinsi…

Rabu, 06 Desember 2017 10:23

Christmas Cup Mulai Bergulir

MALINAU - Turnamen sepak bola Christmas Cup XVII tahun 2017 resmi dibuka Senin (4/12) sore. Pembukaan…

Rabu, 06 Desember 2017 10:21

Selain Belajar, TP PKK Kenalkan Kabupaten Malinau

Di hari kedua, Senin (27/11), pukul 06.00 pagi waktu Bali, di grup aplikasi pesan singkat rombongan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .