MANAGED BY:
RABU
20 JUNI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Kamis, 28 September 2017 13:37
Minim Anggaran, TMMD Tidak Sampai ke Perbatasan
SERAHKAN ALAT KERJA: Wabup saat menyerahkan sejumlah peralatan untuk menunjang kegiatan TMMD dari perwakilan TNI, polisi dan masyarakat dalam apel pembukaan TMMD kemarin. (FOTO : WIDAYAT/RADAR TARAKAN)

PROKAL.CO, MALINAU-Kegiatan TMMD di Kabupaten Malinau selama ini lebih fokus kepada pelaksanaannya di wilayah ibu kota Kabupaten Malinau. Yakni di wilayah Kecamatan Malinau Kota, Malinau Utara, Malinau Barat dan Mentarang saja. Sedangkan 11 kecamatan lainnya yang ada di daerah pedalaman, terpencil hingga wilayah perbatasan belum pernah tersentuh oleh pembangunan melalui kegiatan TMMD baik kegiatan fisik maupun non fisik. Hal itu dikarenakan untuk mencari akses yang lebih mudah, baik secara mobilisasi alat, tenaga maupun dari materialnya dengan waktu yang sangat terbatas, yaitu hanya satu bulan lamanya.

Dandim 0910/Malinau Letkol Inf Yudha Sandi Purwana mengakui, ingin melaksanakan kegiatan TMMD itu di daerah pedalaman dan perbatasan di Kabupaten Malinau. Hanya, yang menjadi persoalan sehingga belum bisa terwujud dikarenakan dukungan anggaran yang terbatas. Sebab, untuk sampai ke daerah perbatasan hanya dapat diakses melalui akses udara. Sementara dukungan sarana dan prasarana dari Angkatan Darat juga sangat terbatas.

Tapi  terbenturnya akses transportasi itu juga terkendala biaya pembelian material yang cukup mahal jika dibeli ditempat. Harga semen saja, saat jalan putus saja itu per zaknya menjadi harga Rp.800 ribu. Bisa dibayangkan mahalnya. Dengan keterbatasan anggaran, jika kegiatan TMMD dialihkan ke wilayah perbatasan, mobilisasinya sulit dan menjadi kendala utamanya. "Karena itu, kita berharap jika anggaran pemerintah daerah sudah sehat, maka tidak menutup kemungkinan bisa diarahkan ke wilayah perbatasan dan pedalaman," ujar Dandim.

Dandim pun menjelaskan, tiga sasaran kegiatan fisik TMMD di Kabupaten Malinau tahun 2017 ini juga berdasarkan usulan dari bottom up (dari bawah ke atas). Bukan serta merta kemauan Kodim di tiga desa itu yaitu di Lidung Kemenci, Desa Kaliamok dan Belayan. Melainkan menyerap aspirasi dari masyarakat, yang butuh atau perlu dibantu untuk penyelesaian pembangunannya.

Tapi, kalau usulan ke atas, berarti yang dibawah dalam hal ini Kodim dan pemerintah daerah sudah siap karena dari pimpinan diatas itu hanya merespon dan akan sangat senang sekali apabila TMMD sampai terlaksana di daerah perbatasan. Tapi yang perlu dipastikan dan pikirkan nanti berapa yang personil yang diberangkatkan, bagaimana alat transfortasinya, bagaimana dengan dukungan biaya sarana dan prasarananya dan lain sebagainya. "Kalau memang ada dukungan dari Pemkab Malinau dan bisa dialokasikan dananya, baru kita (Kodim) ajukan ke atas Mabes TNI. Kalau kita ajukan keatas dulu, ternyata pemerintah daerahnya tidak sanggup. Lalu bagaimana?," jelasnya.

Dijelaskan Yudha Sandi Perwana, sebenarnya program TMMD ini merupakan program dari TNI Angkatan Darat untuk membantu program pembangunan di daerah. Contohnya, jika ada proyek yang bila dikerjakan oleh pihak ketiga rekanan pemerintah dengan nilai Rp. 1 miliar maka dengan bekerjasama ke TNI AD maka kemungkinan hanya setengah dari anggaran yang disiapkan sudah terealisasi bangunannya. Karena dari pihak TNI AD sendiri juga mengeluarkan anggaran untuk uang saku dan uang makan anggota TNI yang bekerja.

Termasuk juga didukung kaporlap atau pakaian lapangan termasuk sepatu dan lainnya hingga bahan kontak seperti alat olahraga, quran dan lainnya. Jadi, bukan semata-mata dari Pemda saja. Namun TNI AD juga mengeluarkan anggaran untuk operasional prajuritnya yang bekerja itu.  Namun disinggung soal besarnya uang saku yang berikan oleh Angkatan Darat, Dandim Malinau Letkol Inf Yudha Sandi Purwana menjelaskan bahwa uang saku itu indeksnya dari Angkatan Darat itu sama saja. Namun yang menjadi kendala utama yaitu dana sarana dan prasarana, uang makan juga memang menjadi kendala. Karena uang prajurit itu hanya Rp.26 ribu per hari per anggota untuk 3 kali makan. "Sekarang untuk di Malinau, nilai Rp.26 ribu kalau dibawa ke perbatasan ituu cukup nggak?" Kata Dandim dengan nada bertanya.

Menurut Dandim, agar kegiatan TMMD ini juga dapat sampai dan dirasakan hasil kegiatannya di daerah perbatasan itu memang perlu masukan dari bawah. Dalam hal ini, pemerintah daerah bisa membantu untuk mengalokasikan lagi indeks uang makan itu mendapat tambahan uang makan menambah Rp.24 ribu misalnya jadi 50 ribu. Kemudian membantu dana untuk sarana dan prasarana termasuk transportasi ke daerah perbatasan. "Memang harus ada sinkronisasi dulu dibawah baru diusulkan ke atas. Artinya, tergantungan dari dukungan saja. Dari Angkatan Darat juga terbatas. Kayak uang makan tadi sangat kecil," tuturnya.(ida/puu)


BACA JUGA

Rabu, 20 Juni 2018 11:36

Penyuluh Terapkan Pendekatan Partisipatif

MALINAU - Seorang penyuluh sudah sepantasnya melakukan inovasi dan kreativitas untuk meningkatkan produksi…

Rabu, 20 Juni 2018 11:32

Program RT Bersih Menyadarkan Masyarakat

MALINAU - Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DKPPKB) Malinau menyukuri adanya…

Rabu, 20 Juni 2018 11:22

Jadi Percontohan, Semua Desa Dimampukan

MALINAU – Beberapa waktu lalu, Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) Dr. H. Irianto Lambrie, MM…

Rabu, 20 Juni 2018 11:21

21 Juni ASN Harus Masuk Kerja

MALINAU – Tinggal sehari lagi atau tepatnya Rabu (20/6), libur dan cuti bersama Hari Raya Idul…

Rabu, 20 Juni 2018 11:19

Tanpa Alasan Jelas, Sanksi Tegas Menanti!

MALINAU – Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kabupaten Malinau diimbau tepat waktu masuk kerja dan…

Rabu, 20 Juni 2018 11:18

Yansen TP: Sebarkan Berita Hoaks, Rugikan Diri Sendiri

MALINAU-Bupati Malinau Dr Yansen TP MSi kembali menegaskan agar masyarakat tidak lagi menyebarkan berita-berita…

Rabu, 20 Juni 2018 11:17

BNNK Malinau Tinggal Menunggu SK Menpan RB

MALINAU-Wakil Bupati Malinau Topan Amrullah S.Pd, M.Si menegaskan, status Badan Narkotika Nasional Kabupaten…

Selasa, 19 Juni 2018 12:17

BNNK Malinau Tinggal Menunggu SK Menpan RB

MALINAU-Wakil Bupati Malinau Topan Amrullah S.Pd, M.Si menegaskan, status Badan Narkotika Nasional Kabupaten…

Senin, 18 Juni 2018 10:45

Bupati Pimpin Rombongan Silaturahmi Keliling

MALINAU - Bupati Malinau Dr. Yansen T.P, M.Si beserta istri Ping Yansen memimpin rombongan pejabat…

Senin, 18 Juni 2018 10:42

Jika Puasanya Baik, Berdampak Positif Bagi Siapa Saja

MALINAU - Wakil Bupati Malinau Topan Amrullah S.Pd, M.Si menegaskan, makna Idul Fitri  itu adalah…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .