MANAGED BY:
JUMAT
24 NOVEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV

RADAR KALTARA

Rabu, 27 September 2017 13:17
Mahal, PLTD Bukan Solusi
PERBAIKAN: Petugas PLN saat mengecek salah satu mesin PLTD Sei Bilal beberapa waktu lalu. RADAR NUNUKAN

PROKAL.CO, NUNUKAN – Rencana penambahan enam unit mesin Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) di Sei Bilal yang dilakukan PT PLN (Persero) Rayon Nunukan, dikritisi Perusahaan Daerah (Perusda) Nusa Serambi Persada (NSP). Menurut Perusda NSP, penambahan enam unit PLTD diyakini bukanlah solusi tepat dalam mengatasi kelistrikan yang terjadi di daerah berbatasan dengan Malaysia ini.

Dirut Perusda NSP, Rismanto ST, MT, MPSDA mengatakan, alternatif lain masih dimungkinkan untuk dibangun dan dikembangkan di Nunukan. Ketika PLN dapat membuka peluang investasi kepada penyedia kelistrikan dari swasta.

Pernyataan Rismanto itu bukan tanpa alasan, pasalnya beberapa daerah di Pulau Kalimantan berhasil mengatasi persoalan listrik, dengan tidak lagi menggunakan PLTD sebagai sumber kelistrikannya. Pernyataan itu berdasarkan besarnya kos anggaran yang diperlukan dalam mengoperasikan mesin PLTD. Dari hitung-hitungannya saja, setidaknya PLN harus mengeluarkan uang yang tak sedikit dalam membeli Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar.

Jika penambahan enam unit PLTD direalisasikan PLN, maka total unit yang akan terpasang di PLTD Sei Bilal berjumlah 10 unit ditambah empat unit PLTD yang dikelola Perusda NSP. Maka total daya yang akan dihasilkan sebesar 11 Mega Watt (MW), tiap satu MW daya yang dihasilkan membutuhkan dua liter solar. Jika dikalikan 11 MW kemudian dikalikan harga solar saat ini per bulannya, dari hitungan kasar saja setidaknya PLN harus mengeluarkan dana sebesar Rp 114 juta lebih untuk mengoperasikannya. “Itu hitungan kasar untuk solar saja, belum termasuk perawatan dan perbaikan ketika ada kerusakan,”  kata Rismanto.

Pertanyaan yang muncul kemudian, lanjut Rismanto, apakah hal tersebut efektif dalam mengatasi permasalahan listik di Nunukan. Sementara tersedia beberapa perusahaan yang siap menyuplai listrik dengan kos lebih murah, dibanding mengoperasikan PLTD. Salah satunya Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) yang kini digagas beberapa daerah dan sumber penghasil listrik lainnya.

“Pertanyaan lain, kenapa PLN ngotot mau datangkan PLTD baru, kenapa tidak memaksimalkan kerja dari PLTMG saja. Subsidi perbaikan mesin mereka dan kalau memang perlu cari rekanan lain yang lebih siap,” cetus Risman, sapaan akrabnya.

Rendahnya nilai beli PLN, dipercaya Risman, membuat investor dari sektor kelistrikan sejauh ini kurang berminat berinvestasi di Nunukan. Ia meyakini jika PLN berani membeli listrik dengan kos yang tinggi, maka investor akan berlomba-lomba guna memenuhi kebutuhan listrik di Nunukan.

Selanjutnya, ketika kebutuhan listrik sudah dapat terpenuhi, maka geliat investasi dari sektor lainnya akan tumbuh menggeliat di Nunukan. Perekonomian Nunukan yang selama ini lesu bakal teratasi dengan menggeliatnya investor yang menanamkan investasinya.

“Listrik memang menjadi salah satu persoalan serius ketika kita berbicara tentang investasi. Investor-investor di luar sana akan melirik Nunukan dan tidak menutup kemungkinan Nunukan akan menjadi kota industri di Kaltara,” ujarnya.

Alasan itu bukan tanpa alasan, sebagai daerah yang berbatasan langsung dengan Malaysia. Menjadikan Nunukan daerah yang begitu seksi ketika berbicara investasi, pembangunan akan semakin menggeliat dan Nunukan akan siap bersaing dengan dunia luar.

Ditambahkan Risman, pihaknya berharap besar persoalan listrik di Nunukan bukan lagi menjadi persoalan klasik. Karena Nunukan sudah saatnya ke luar dari masalah-masalah kelistrikan dan fokus meningkatkan dunia investasi. “Semoga ke depan pemerintah dapat ikut memikirkan solusi terbaik keluar dari keterpurukan listrik ini,” harap Risman. (dia/eza)


BACA JUGA

Kamis, 23 November 2017 11:50

Pemilik RM Arema Beri Keterangan ke Penyidik

NUNUKAN – Kasus Bakso terkontaminasi spesies tikus memasuki babak baru. Setelah menggelar jumpa…

Kamis, 23 November 2017 11:49

Sabu Endusan Anjing Pelacak Dimusnahkan

NUNUKAN – Kepolisian Resor (Polres) Nunukan kembali melakukan pemusnahan Narkotika golongan satu…

Kamis, 23 November 2017 11:47

Insentif dan Tunjangan Guru PAUD Mandek 9 Bulan

NUNUKAN – Sejumlah guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) kembali galau. Menjelang akhir 2017 ini,…

Rabu, 22 November 2017 12:20

Pemilik Usaha Kuliner Diminta Teliti

NUNUKAN – Masyarakat, khususnya pengusaha kuliner diminta mengambil pelajaran penting terhadap…

Rabu, 22 November 2017 12:14

Lahan Bandara Diklaim Tak Bermasalah

NUNUKAN – Sebagian lahan Bandar Udara (Bandara) Nunukan yang sempat bermasalah antara Pemerintah…

Selasa, 21 November 2017 11:04

Besok, Budiman Arifin Jalani Sidang Kedua

NUNUKAN -Mantan Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Nunukan, H. Budiman Arifin yang juga mantan Bupati Bulungan…

Senin, 20 November 2017 12:13

Warga Ikut Antusias Meriahkan Pawai Tematik

NUNUKAN – Ribuan masyarakat Nunukan antusias memadati jalan protokol, Minggu (19/11). Hal itu…

Senin, 20 November 2017 12:12

Pemilik Warung Siap Duduk Bersama dengan Bupati

NUNUKAN – Permasalahan bakso tikus yang telah menjadi pembicaraan hangat dimasyarakat. Bahkan…

Senin, 20 November 2017 12:11

Tarian Khas Daerah Malaysia Meriahkan Panggung

NUNUKAN – Konsep yang dijanjikan Panitia Pelaksana (Panpel) di malam manggungnya artis ibu kota…

Senin, 20 November 2017 09:37

Bupati Tegaskan Tim Terpadu Kerja Profesional

NUNUKAN - Bupati Nunukan Hj. Asmin Laura angkat bicara soal kinerja Tim Terpadu Pemerintah Kabupaten…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .