MANAGED BY:
KAMIS
20 SEPTEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Rabu, 27 September 2017 13:17
Mahal, PLTD Bukan Solusi
PERBAIKAN: Petugas PLN saat mengecek salah satu mesin PLTD Sei Bilal beberapa waktu lalu. RADAR NUNUKAN

PROKAL.CO, NUNUKAN – Rencana penambahan enam unit mesin Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) di Sei Bilal yang dilakukan PT PLN (Persero) Rayon Nunukan, dikritisi Perusahaan Daerah (Perusda) Nusa Serambi Persada (NSP). Menurut Perusda NSP, penambahan enam unit PLTD diyakini bukanlah solusi tepat dalam mengatasi kelistrikan yang terjadi di daerah berbatasan dengan Malaysia ini.

Dirut Perusda NSP, Rismanto ST, MT, MPSDA mengatakan, alternatif lain masih dimungkinkan untuk dibangun dan dikembangkan di Nunukan. Ketika PLN dapat membuka peluang investasi kepada penyedia kelistrikan dari swasta.

Pernyataan Rismanto itu bukan tanpa alasan, pasalnya beberapa daerah di Pulau Kalimantan berhasil mengatasi persoalan listrik, dengan tidak lagi menggunakan PLTD sebagai sumber kelistrikannya. Pernyataan itu berdasarkan besarnya kos anggaran yang diperlukan dalam mengoperasikan mesin PLTD. Dari hitung-hitungannya saja, setidaknya PLN harus mengeluarkan uang yang tak sedikit dalam membeli Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar.

Jika penambahan enam unit PLTD direalisasikan PLN, maka total unit yang akan terpasang di PLTD Sei Bilal berjumlah 10 unit ditambah empat unit PLTD yang dikelola Perusda NSP. Maka total daya yang akan dihasilkan sebesar 11 Mega Watt (MW), tiap satu MW daya yang dihasilkan membutuhkan dua liter solar. Jika dikalikan 11 MW kemudian dikalikan harga solar saat ini per bulannya, dari hitungan kasar saja setidaknya PLN harus mengeluarkan dana sebesar Rp 114 juta lebih untuk mengoperasikannya. “Itu hitungan kasar untuk solar saja, belum termasuk perawatan dan perbaikan ketika ada kerusakan,”  kata Rismanto.

Pertanyaan yang muncul kemudian, lanjut Rismanto, apakah hal tersebut efektif dalam mengatasi permasalahan listik di Nunukan. Sementara tersedia beberapa perusahaan yang siap menyuplai listrik dengan kos lebih murah, dibanding mengoperasikan PLTD. Salah satunya Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) yang kini digagas beberapa daerah dan sumber penghasil listrik lainnya.

“Pertanyaan lain, kenapa PLN ngotot mau datangkan PLTD baru, kenapa tidak memaksimalkan kerja dari PLTMG saja. Subsidi perbaikan mesin mereka dan kalau memang perlu cari rekanan lain yang lebih siap,” cetus Risman, sapaan akrabnya.

Rendahnya nilai beli PLN, dipercaya Risman, membuat investor dari sektor kelistrikan sejauh ini kurang berminat berinvestasi di Nunukan. Ia meyakini jika PLN berani membeli listrik dengan kos yang tinggi, maka investor akan berlomba-lomba guna memenuhi kebutuhan listrik di Nunukan.

Selanjutnya, ketika kebutuhan listrik sudah dapat terpenuhi, maka geliat investasi dari sektor lainnya akan tumbuh menggeliat di Nunukan. Perekonomian Nunukan yang selama ini lesu bakal teratasi dengan menggeliatnya investor yang menanamkan investasinya.

“Listrik memang menjadi salah satu persoalan serius ketika kita berbicara tentang investasi. Investor-investor di luar sana akan melirik Nunukan dan tidak menutup kemungkinan Nunukan akan menjadi kota industri di Kaltara,” ujarnya.

Alasan itu bukan tanpa alasan, sebagai daerah yang berbatasan langsung dengan Malaysia. Menjadikan Nunukan daerah yang begitu seksi ketika berbicara investasi, pembangunan akan semakin menggeliat dan Nunukan akan siap bersaing dengan dunia luar.

Ditambahkan Risman, pihaknya berharap besar persoalan listrik di Nunukan bukan lagi menjadi persoalan klasik. Karena Nunukan sudah saatnya ke luar dari masalah-masalah kelistrikan dan fokus meningkatkan dunia investasi. “Semoga ke depan pemerintah dapat ikut memikirkan solusi terbaik keluar dari keterpurukan listrik ini,” harap Risman. (dia/eza)


BACA JUGA

Kamis, 20 September 2018 12:46

Jembatan Rp 7,5 Miliar Mulai Dikerjakan

NUNUKAN – Setelah menanti 13 tahun lamanya, jembatan permukiman warga di rukun tetangga (RT) 10,…

Kamis, 20 September 2018 12:28

Ketahuan Mencuri, Pemuda Divonis Penjara Satu Tahun

NUNUKAN – Terdakwa Jamal, pemuda berusia 18 tahun dengan perkara pencurian akhirnya menjalani…

Kamis, 20 September 2018 12:26

Tak Ditahan, HM Wajib Lapor

NUNUKAN – HM, seorang pendidik dari salah satu Sekolah Menengas Pertama (SMP) di Nunukan yang…

Kamis, 20 September 2018 12:20

Pencarian Ditutup, Rini Azhara Belum Ditemukan

NUNUKAN – Tim SAR gabungan belum juga menemukan sosok Rini Azhara (7) yang hilang di pasar malam…

Kamis, 20 September 2018 12:17

Pilpres dan Pileg Dipastikan Tidak Saling Menganggu

NUNUKAN – Tim sukses untuk pemilihan presiden (pilpres) tak hanya heboh di tingkat nasional. Di…

Kamis, 20 September 2018 12:16

Satpol PP Akui Sulit Tangani Anjing Liar di Jalan Umum

NUNUKAN – Korban keberadaan anjing liar di Nunukan, baik kecelakaan lalu lintas maupun digigit…

Rabu, 19 September 2018 11:16

Tunggu Kepastian Penggunaan Jalan

NUNUKAN – Dinas Perdagangan (Disdag) Nunukan masih kesulitan dalam mengatur para pedagang ikan…

Rabu, 19 September 2018 11:13

Rini Azhara Diduga Diculik?

NUNUKAN – Kehilangan Rini Azhara (7) memasuki hari ketujuh sejak Rabu (12/9). Hingga kemarin pun…

Rabu, 19 September 2018 11:07

Produk Malaysia Memelihara Rantai Ekonomi

NUNUKAN – Sembilan bahan pokok (sembako) yang lebih mudah didapatkan dari Tawau, Malaysia membuat…

Rabu, 19 September 2018 11:03

Sembilan Puskesmas Belum Akreditasi

NUNUKAN – Peningkatan mutu kesehatan salah satunya melalui pelayanan ke masyarakat dengan akreditasi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .