MANAGED BY:
RABU
19 DESEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Rabu, 27 September 2017 13:17
Mahal, PLTD Bukan Solusi
PERBAIKAN: Petugas PLN saat mengecek salah satu mesin PLTD Sei Bilal beberapa waktu lalu. RADAR NUNUKAN

PROKAL.CO, NUNUKAN – Rencana penambahan enam unit mesin Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) di Sei Bilal yang dilakukan PT PLN (Persero) Rayon Nunukan, dikritisi Perusahaan Daerah (Perusda) Nusa Serambi Persada (NSP). Menurut Perusda NSP, penambahan enam unit PLTD diyakini bukanlah solusi tepat dalam mengatasi kelistrikan yang terjadi di daerah berbatasan dengan Malaysia ini.

Dirut Perusda NSP, Rismanto ST, MT, MPSDA mengatakan, alternatif lain masih dimungkinkan untuk dibangun dan dikembangkan di Nunukan. Ketika PLN dapat membuka peluang investasi kepada penyedia kelistrikan dari swasta.

Pernyataan Rismanto itu bukan tanpa alasan, pasalnya beberapa daerah di Pulau Kalimantan berhasil mengatasi persoalan listrik, dengan tidak lagi menggunakan PLTD sebagai sumber kelistrikannya. Pernyataan itu berdasarkan besarnya kos anggaran yang diperlukan dalam mengoperasikan mesin PLTD. Dari hitung-hitungannya saja, setidaknya PLN harus mengeluarkan uang yang tak sedikit dalam membeli Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar.

Jika penambahan enam unit PLTD direalisasikan PLN, maka total unit yang akan terpasang di PLTD Sei Bilal berjumlah 10 unit ditambah empat unit PLTD yang dikelola Perusda NSP. Maka total daya yang akan dihasilkan sebesar 11 Mega Watt (MW), tiap satu MW daya yang dihasilkan membutuhkan dua liter solar. Jika dikalikan 11 MW kemudian dikalikan harga solar saat ini per bulannya, dari hitungan kasar saja setidaknya PLN harus mengeluarkan dana sebesar Rp 114 juta lebih untuk mengoperasikannya. “Itu hitungan kasar untuk solar saja, belum termasuk perawatan dan perbaikan ketika ada kerusakan,”  kata Rismanto.

Pertanyaan yang muncul kemudian, lanjut Rismanto, apakah hal tersebut efektif dalam mengatasi permasalahan listik di Nunukan. Sementara tersedia beberapa perusahaan yang siap menyuplai listrik dengan kos lebih murah, dibanding mengoperasikan PLTD. Salah satunya Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) yang kini digagas beberapa daerah dan sumber penghasil listrik lainnya.

“Pertanyaan lain, kenapa PLN ngotot mau datangkan PLTD baru, kenapa tidak memaksimalkan kerja dari PLTMG saja. Subsidi perbaikan mesin mereka dan kalau memang perlu cari rekanan lain yang lebih siap,” cetus Risman, sapaan akrabnya.

Rendahnya nilai beli PLN, dipercaya Risman, membuat investor dari sektor kelistrikan sejauh ini kurang berminat berinvestasi di Nunukan. Ia meyakini jika PLN berani membeli listrik dengan kos yang tinggi, maka investor akan berlomba-lomba guna memenuhi kebutuhan listrik di Nunukan.

Selanjutnya, ketika kebutuhan listrik sudah dapat terpenuhi, maka geliat investasi dari sektor lainnya akan tumbuh menggeliat di Nunukan. Perekonomian Nunukan yang selama ini lesu bakal teratasi dengan menggeliatnya investor yang menanamkan investasinya.

“Listrik memang menjadi salah satu persoalan serius ketika kita berbicara tentang investasi. Investor-investor di luar sana akan melirik Nunukan dan tidak menutup kemungkinan Nunukan akan menjadi kota industri di Kaltara,” ujarnya.

Alasan itu bukan tanpa alasan, sebagai daerah yang berbatasan langsung dengan Malaysia. Menjadikan Nunukan daerah yang begitu seksi ketika berbicara investasi, pembangunan akan semakin menggeliat dan Nunukan akan siap bersaing dengan dunia luar.

Ditambahkan Risman, pihaknya berharap besar persoalan listrik di Nunukan bukan lagi menjadi persoalan klasik. Karena Nunukan sudah saatnya ke luar dari masalah-masalah kelistrikan dan fokus meningkatkan dunia investasi. “Semoga ke depan pemerintah dapat ikut memikirkan solusi terbaik keluar dari keterpurukan listrik ini,” harap Risman. (dia/eza)


BACA JUGA

Selasa, 18 Desember 2018 14:32

Pesawat Susi Air Tergelincir di Krayan

NUNUKAN – Pesawat Susi Air dengan nomor penerbangan SI-8342 dari…

Selasa, 18 Desember 2018 14:07

Positif Narkoba, Dua ASN Dipecat

NUNUKAN – Terbukti positif menggunakan narkoba, dua Aparatur Sipil Negara…

Selasa, 18 Desember 2018 14:05

Perangi Produk Malaysia dengan Rumah Pangan Kita

NUNUKAN – Ketergantungan warga perbatasan terhadap produk Malaysia masih sangat…

Selasa, 18 Desember 2018 14:04

BPN Belum Ambil Langkah

NUNUKAN - Badan Pertanahan Nasional (BPN) Nunukan, siap melakukan pengukuran…

Senin, 17 Desember 2018 20:54

BREAKING NEWS! Pesawat Susi Air Tergelincir di Krayan

NUNUKAN – Pesawat Susi Air dengan nomor penerbangan SI 8342…

Senin, 17 Desember 2018 12:57

TEGAS..!! Dua Wilayah Outstanding Boundary Problem Milik NKRI

NUNUKAN –  Dua dari 5 titik sengketa sebagai wilayah perbatasan…

Senin, 17 Desember 2018 12:39

Kades Jangan Campuri Pemilu

NUNUKAN –  Proses pemilihan umum (pemilu) 2019 mulai terasa, para…

Senin, 17 Desember 2018 12:37

BMI Harus Waspada Penculikan

NUNUKAN – Konsulat Republik Indonesia (KRI) mengeluarkan surat edaran kepada…

Senin, 17 Desember 2018 12:34

Warga Protes Dikenakan Pajak Restoran

NUNUKAN – Penolakan warga terhadap penarikan pajak restoran 10 persen…

Senin, 17 Desember 2018 11:43

Terjun dari Lantai Dua, Nyawa MS Tak Tertolong

NUNUKAN – Pria berinisial MS (25) nekat lompat dari lantai…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .