MANAGED BY:
JUMAT
22 JUNI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Rabu, 27 September 2017 13:05
Pemkab Nonaktifkan Kepala Desa Buong Baru

Imbas Tuntutan Warga yang Tidak Lagi Percaya

PROTES: Masyarakat desa Buong Baru saat menggelar aksi demo di halaman kantor Desa Buong Baru. Warga meminta agar kepala desa setempat diturunkan dari jabatannya. RIKO/RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, TANA TIDUNG – Ratusan warga berbondong-bondong mendatangi kantor Kepala Desa Buong Baru, Kecamatan Betayau, Kabupaten Tana Tidung, Senin (25/9). Kedatangan warga ini buntut penilaian warga bahwa kepala desa setempat sering mengatasnamakan masyarakat untuk kepentingan pribadi.

Aksi demo berlangsung di bawah pengawalan ketat dari aparat Polsek Sesayap, Polsek Sesayap Hilir, dan Satuan Polisi Pamong Praja. Demopun berjalan dalam koridor kondusif tanpa terjadi aksi anarkis. “Unjuk rasa pada prinsipnya dilindungi oleh Undang-Undang, kepolisian berkewajiban mengawal, menjaga, dan mengayomi dalam pelaksanaan unjuk rasa," kata Kapolses Sesayap Iptu Hadi Sucipto.

Sebagian warga bersama unsur Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dipersilakan bermusyawarah dengan unsur perwakilan pemerintah kabupaten serta dihadiri langsung wakil bupati Markus SE, MM. Dalam musyawarah tersebut, warga menuntut kades untuk mengundurkan diri dari jabatannya, karena warga menilai tidak ingin dipimpin oleh kades yang tidak jujur dan selalu mengatasnamakan masyarakat. “Kami sengaja datang ke sini untuk menuntut Kades Buong Baru untuk turun dari jabatannya, kami tidak mau dipimpin oleh kades yang tidak jujur dan selalu mengatasnamakan warga Buong Baru,” pinta Butet, salah satu warga yang ikut dalam aksi demo tersebut.

Ketua Adat Desa Buong Baru Samsudin juga mengatakan alasan pihaknya menggelar demonstrasi karena kepercayaan masyarakat sudah luntur. “Dalam hal ini kami juga mengerti Kades Buong Baru adalah perpanjangan tangan dari pemerintah daerah, tetapi jika perpanjangan pemerintah daerah ini tidak berjalan dengan baik buat apa dipertahankan. Apabila pemerintah daerah mau mempertahankan kades kami masyarakat Buong Baru sepakat akan keluar dari pemerintahan Buong Baru," kata Samsudin. 

Menanggapi keluhan warga Buong Baru, Wakil Bupati Tana Tidung Markus memutuskan mulai kemarin kepala desa Buong Baru dinonaktifkan dari jabatannya untuk sementara waktu. Sembari pemerintah menunggu proses selanjutnya. “Nanti pemerintah akan menunjuk penanggung jawab sementara (pjs) kepala desa sementara. Saya minta waktu 180 hari untuk melakukan proses kepada yang bersangkutan," tegas wakil bupati.

Sementara itu, Ketua BPD Desa Buong Baru Apdul Rasid menjelaskan, sejak 2 Agustus lalu pihaknya sudah memberhentikan yang bersangkutan sebagai kades di desa tersebut. “Langkah ini bukan semata-mata dari lembaga-lembaga tetapi atas dorongan masyarakat yang tidak ada lagi kepercayaan kepemimpinan kades ini," ujarnya.

Kepala Dinas PMD Syahrin mengatakan, langkah sementara kades akan dinonaktifkan. “Ada mekanisme yang diatur dalam pengangkatan dan penurunan kepala desa. Kalau sudah sesuai baru bisa dilakukan dan itupun kapasitasnya bupati, yang dalam hal ini diwakili wabup dan keputusannya ialah menonaktifkan yang bersangkutan," jelas Syahrin.

Ada enam poin permasalahan yang membuat masyarakat Buong Baru sudah tidak lagi mempercayai kades tersebut. Pertama terkait surat pernyataan bersama masyarakat tertanggal 10 Juli 2017. Kedua warga menilai tidak adil dan tidak ada pemerataan. Ketiga kurangnya pelayanan terhadap masyarakat selama bekerja menjadi kontraktor di perusahaan tertentu. Keempat mengalokasikan lahan kepada masyarakat Malinau tanpa ada kesepakatan dan persetujuan masyarakat setempat yang dianggap menguntungkan sepihak. Kelima terkait surat pelimpahan hak atas tanah kepada warga tertentu pada 10 Oktober 2015. Terakhir terkait proposal dua kali meminta bantuan kepada perusahaan tertentu dengan alasan pembelian kambing untuk acara adat pengobatan kampung setiap tahunnya, yang dianggap warga sebagai penipuan membawa-bawa acara adat untuk memenuhi kepentingan pribadi. (*/rko/ash)


BACA JUGA

Sabtu, 09 Juni 2018 11:03

H-6 Mulai Meningkat, H-3 Bakal Melonjak

TANA TIDUNG — Enam hari (H-6) jelang Idul Fitri 1439 Hijriah, Pelabuhan Tunon Taka Kabupaten Tana…

Sabtu, 09 Juni 2018 11:01

Berkah Lebaran, Tukang Cukur ‘Panen’ Pelanggan

TANA TIDUNG – Jika di momen Ramadan, penjual takjil kebanjiran omzet, sama halnya pula yang dialami…

Rabu, 06 Juni 2018 11:16

Siapkan 1,5 M untuk Penukaran Uang

TANA TIDUNG – Penukaran uang pecahan menjelang Idul Fitri juga terjadi di Tana Tidung. Sejumlah…

Selasa, 08 Mei 2018 13:11

Pemkab Terapkan Transaksi Non Tunai

TANA TIDUNG – Tata kelola keuangan sangat perlu dilakukan, guna menciptakan laporan yang bersih,…

Selasa, 24 April 2018 10:58

Operasi Cipta Kondisi, Sita Puluhan Liter Ciu

TANA TIDUNG – Polisi menggiatkan razia penyakit masyarakat di wilayah Kecamatan Sesayap, KTT,…

Selasa, 03 April 2018 09:37

Sidak Sarden, Justru Ketemu Makanan Kedaluwarsa

TANA TIDUNG - Tim gabungan Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop), Dinas Kesehatan,…

Rabu, 07 Maret 2018 10:50

Telur yang Diduga Palsu Akan Diuji di Tarakan

TANA TIDUNG – Dinas Pertanian dan Peternakan (Dispertanak) Tana Tidung langsung melakukan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .