MANAGED BY:
MINGGU
18 FEBRUARI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Rabu, 27 September 2017 13:05
Pemkab Nonaktifkan Kepala Desa Buong Baru

Imbas Tuntutan Warga yang Tidak Lagi Percaya

PROTES: Masyarakat desa Buong Baru saat menggelar aksi demo di halaman kantor Desa Buong Baru. Warga meminta agar kepala desa setempat diturunkan dari jabatannya. RIKO/RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, TANA TIDUNG – Ratusan warga berbondong-bondong mendatangi kantor Kepala Desa Buong Baru, Kecamatan Betayau, Kabupaten Tana Tidung, Senin (25/9). Kedatangan warga ini buntut penilaian warga bahwa kepala desa setempat sering mengatasnamakan masyarakat untuk kepentingan pribadi.

Aksi demo berlangsung di bawah pengawalan ketat dari aparat Polsek Sesayap, Polsek Sesayap Hilir, dan Satuan Polisi Pamong Praja. Demopun berjalan dalam koridor kondusif tanpa terjadi aksi anarkis. “Unjuk rasa pada prinsipnya dilindungi oleh Undang-Undang, kepolisian berkewajiban mengawal, menjaga, dan mengayomi dalam pelaksanaan unjuk rasa," kata Kapolses Sesayap Iptu Hadi Sucipto.

Sebagian warga bersama unsur Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dipersilakan bermusyawarah dengan unsur perwakilan pemerintah kabupaten serta dihadiri langsung wakil bupati Markus SE, MM. Dalam musyawarah tersebut, warga menuntut kades untuk mengundurkan diri dari jabatannya, karena warga menilai tidak ingin dipimpin oleh kades yang tidak jujur dan selalu mengatasnamakan masyarakat. “Kami sengaja datang ke sini untuk menuntut Kades Buong Baru untuk turun dari jabatannya, kami tidak mau dipimpin oleh kades yang tidak jujur dan selalu mengatasnamakan warga Buong Baru,” pinta Butet, salah satu warga yang ikut dalam aksi demo tersebut.

Ketua Adat Desa Buong Baru Samsudin juga mengatakan alasan pihaknya menggelar demonstrasi karena kepercayaan masyarakat sudah luntur. “Dalam hal ini kami juga mengerti Kades Buong Baru adalah perpanjangan tangan dari pemerintah daerah, tetapi jika perpanjangan pemerintah daerah ini tidak berjalan dengan baik buat apa dipertahankan. Apabila pemerintah daerah mau mempertahankan kades kami masyarakat Buong Baru sepakat akan keluar dari pemerintahan Buong Baru," kata Samsudin. 

Menanggapi keluhan warga Buong Baru, Wakil Bupati Tana Tidung Markus memutuskan mulai kemarin kepala desa Buong Baru dinonaktifkan dari jabatannya untuk sementara waktu. Sembari pemerintah menunggu proses selanjutnya. “Nanti pemerintah akan menunjuk penanggung jawab sementara (pjs) kepala desa sementara. Saya minta waktu 180 hari untuk melakukan proses kepada yang bersangkutan," tegas wakil bupati.

Sementara itu, Ketua BPD Desa Buong Baru Apdul Rasid menjelaskan, sejak 2 Agustus lalu pihaknya sudah memberhentikan yang bersangkutan sebagai kades di desa tersebut. “Langkah ini bukan semata-mata dari lembaga-lembaga tetapi atas dorongan masyarakat yang tidak ada lagi kepercayaan kepemimpinan kades ini," ujarnya.

Kepala Dinas PMD Syahrin mengatakan, langkah sementara kades akan dinonaktifkan. “Ada mekanisme yang diatur dalam pengangkatan dan penurunan kepala desa. Kalau sudah sesuai baru bisa dilakukan dan itupun kapasitasnya bupati, yang dalam hal ini diwakili wabup dan keputusannya ialah menonaktifkan yang bersangkutan," jelas Syahrin.

Ada enam poin permasalahan yang membuat masyarakat Buong Baru sudah tidak lagi mempercayai kades tersebut. Pertama terkait surat pernyataan bersama masyarakat tertanggal 10 Juli 2017. Kedua warga menilai tidak adil dan tidak ada pemerataan. Ketiga kurangnya pelayanan terhadap masyarakat selama bekerja menjadi kontraktor di perusahaan tertentu. Keempat mengalokasikan lahan kepada masyarakat Malinau tanpa ada kesepakatan dan persetujuan masyarakat setempat yang dianggap menguntungkan sepihak. Kelima terkait surat pelimpahan hak atas tanah kepada warga tertentu pada 10 Oktober 2015. Terakhir terkait proposal dua kali meminta bantuan kepada perusahaan tertentu dengan alasan pembelian kambing untuk acara adat pengobatan kampung setiap tahunnya, yang dianggap warga sebagai penipuan membawa-bawa acara adat untuk memenuhi kepentingan pribadi. (*/rko/ash)


BACA JUGA

Rabu, 14 Februari 2018 12:44

Berburu Mesin Genset,Warga Rela Menyelam

TANA TIDUNG -  Insiden olengnya kapal motor KM Bintang Timur di Pelabuhan Tunon Taka Kabupaten…

Selasa, 23 Januari 2018 10:54

Diharapkan Jadi Acuan di 2018

TANA TIDUNG - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Tana Tidung (KTT) melaksanakan rapat paripurna…

Selasa, 23 Januari 2018 10:52

Pengusaha Tambak Wajib Bayar Pajak!

TANA TIDUNG -  Upaya optimalisasi penerimaan pendapatan asli daerah (PAD) di sektor perikanan,…

Senin, 22 Januari 2018 12:33

Ajak ASN Tingkatkan Disiplin

TANA TIDUNG - Bupati Kabupaten Tana Tidung (KTT) H.Undunsyah, didampingi oleh wakilnya, Markus, memimpin…

Sabtu, 20 Januari 2018 10:48

Bersihkan Sisa Puing-Puing Pembongkaran PKL

TANA TIDUNG – Memberikan bukti nyata dan turun langsung ke lapangan terus dilakukan Pemerintah…

Kamis, 18 Januari 2018 10:14

Tinjau Progres Turap Kedua

TANA TIDUNG - Bupati Kabupaten Tana Tidung (KTT) Dr. H.Undunsyah, MH.MSI meninjau lokasi pembangunan…

Kamis, 18 Januari 2018 10:11

Wabup Tinjau Kesiapan Relokasi PKL

TANA TIDUNG - Wakil Bupati Kabupaten Tana Tidung (KTT), Markus, meninjau lokasi  pemindahan pedagang…

Rabu, 17 Januari 2018 20:57

ALAMAK!!! Kapal Pengangkut Barang Karam Saat...

TANA TIDUNG– Warga di sekitar Pelabuhan Tunon Taka Kabupaten Tana Tidung dikejutkan dengan tenggelamnya…

Rabu, 17 Januari 2018 13:38

Tegakkan Wilayah Bebas Korupsi

TANA TIDUNG - Kepala Perwakilan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi Kalimantan…

Senin, 15 Januari 2018 12:42

PKL Akhirnya Difasilitasi di Pasar Imbayud Taka

TANA TIDUNG- Setelah melakukan tahapan demi tahapan, serta sosialisasi. Akhirnya, belasan pedagang kaki…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .