MANAGED BY:
SELASA
26 JUNI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Selasa, 26 September 2017 13:34
Pusat Jangan Malu Belajar ke Malinau

Jadi Narasumber, Yansen TP Paparkan Gerdema di DPR-RI

JADI NARASUMBER : Bupati Malinau Dr. Yansen TP, M.Si bersama Mendagri Tjahjo Kumolo, SH. Prof. Dr. Ryaas Rasyid dan narasumber lainnya saat menyampaikan materi di hadapan anggota DPR-RI dan mahasiswa/I beberapa perguruan tinggi di Jakarta. Tampak juga Bupati Malinau Yansen TP bersama Ketua Faraksi Demokrat DPR RI Edhie Baskoro Yudhoyono di Gedung DPR-RI, Senin (25/9). ISTIMEWA

PROKAL.CO, JAKARTA - Bupati Malinau Dr. Yansen TP, M.Si kembali didaulat menjadi narasumber utama pada kegiatan Seminar Nasional Pembangunan perbatasan sebagai beranda depan NKRI, yang dilaksanakan di DPR RI, Jakarta, Senin (25/9). Hadir pada acara tersebut sekaligus juga bertindak sebagai narasumber adalah Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, S.H, pakar otonomi daerah Prof. Dr. Ryaas Rasyid dan Erma Suryani, S.H anggota Komisi III Fraksi Demokrat DPR-RI.

Selain menghadirkan keempat tokoh utama dalam acara tersebut, Seminar Nasional yang dibuka langsung oleh Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR RI, Edhie Baskoro Yudhoyono, juga dipadati oleh anggota komisi III DPR-RI serta mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Jakarta.

Kegiatan pelaksanaan seminar nasional ini membicarakan perihal pembangunan perbatasan Sebagai beranda depan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan mendudukkan model Gerakan Desa Membangun (Gerdema) sebagai model pembangunan daerah yang dinilai berhasil serta mampu mengubah perbatasan menjadi 'wajah negeri' yang sebenarnya. Seperti yang diungkapkan oleh Prof. Ryaas Rasyid, sebagai pakar otonomi daerah, bahwa model Gerdema dapat dijadikan role model pembangunan di Indonesia.

"Jakarta (pemerintah pusat) jangan segan dan malu untuk belajar ke Malinau bagaimana membangun desa sebenarnya. Tidak perlu lagi mencari model lain. Cukup adopsi dan lakukan penyesuaian seperlunya agar dapat juga diterapkan di daerah lain di Indonesia" ungkap Prof Ryaas yang merupakan mantan menteri di era kepemimpinan Presiden RI Abdurrahman Wahid ini.

Sebelumnya, mengawali penyampaian tentang arah kebijakan pembangunan wilayah perbatasan, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo menyampaikan kekaguman dan memuji bagaimana konsep Gerdema mampu merubah kondisi Malinau yang sebelumnya tertinggal menjadi daerah yang pesat perkembangannya. "Saya sudah beberapa kali ke wilayah Malinau, dan sudah terlihat bagaimana wajah perbatasan Indonesia di Malinau semakin membaik" Ujar Tjahjo Kumolo.

Sementara itu, dalam paparanya, Bupati Yansen TP mengungkapkan bagaimana kondisi awal Kabupaten Malinau yang masih dikategorikan sebagai daerah tertinggal, terpencil dan terbelakang. Namun, dengan menjalankan kebijakan dan melaksanakan program pembangunan dengan model Gerdema, secara signifikan merubah kondisi Malinau semakin membaik hingga tidak lagi dianggap sebagai daerah yang tertinggal.

“Walaupun Malinau dapat dikatakan sebagai daerah yang terus mengalami kemajuan, namun masih banyak hal yang prioritas dan sangat mendesak untuk dikerjakan, terutama membangun jalan dalam rangka membuka akses ke berbagai wilayah kecamatan dan desa di Kabupaten Malinau. Dan kegiatan Gerdema yang sebelumnya diarahkan ke desa, saat ini lebih dipertajam dan difokuskan ke RT (rukun tetangga), sebagai upaya agar gerak pembangunan benar-benar dirasakan oleh masyarakat dan mereka terlibat di dalamnya” Ujar Bupati Malinau dua periode ini menjelaskan.

Untuk diketahui, penyelenggaraan seminar nasional ini juga menghasilkan rekomendasi awal kepada para elit politik dan eksekutif untuk mewujudkan peraturan dalam bentuk undang-undang yang secara khusus mengatur perihal kebijakan pengelolaan kawasan perbatasan, menaikan peran Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) dan juga lembaga di daerah yang tidak hanya bertindak koordinatif namun juga memiliki fungsi eksekusi, karena memang kawasan perbatasan Indonesia dengan negara lain sangat luas dan membutuhkan pengelolaan yang benar-benar ekstra, tidak hanya mencakup pembangunan infrasturktur namun juga pembangunan sumber daya manusia yang ada di perbatasan. (fiter_diskominfo/ags/puu)


BACA JUGA

Sabtu, 23 Juni 2018 10:26

SOA Penerbangan Orang dan Barang Daerah Batal

MALINAU - Masyarakat daerah pedalaman dan perbatasan yang ada di wilayah Kabupaten Malinau dipastikan…

Sabtu, 23 Juni 2018 10:18

Seluruh Personel Dituntut Pertajam Intelejen

MALINAU – Anggota Kepolisian Resor (Polres) Malinau dituntut untuk selalu meningkatkan kewaspadaan…

Sabtu, 23 Juni 2018 10:09

Puncak Arus Balik, Pesawat ke Malinau Terisi Penuh

MALINAU - Penerbangan regular atau berjadwal di Malinau dilayani tiga maskapai, yaitu Wings Air, Xpress…

Sabtu, 23 Juni 2018 09:59

Sudah 3.250 Orang Naik Kapal Cepat

MALINAU - Penumpang mudik pada Hari Raya Idul Fitri 1439 Hijriah/2018 Masehi yang menggunakan transportasi…

Sabtu, 23 Juni 2018 09:56

3250 Orang Naik Kapal Cepat

MALINAU - Penumpang mudik pada Hari Raya Idul Fitri 1439 Hijriah/2018 Masehi yang menggunakan transportasi…

Jumat, 22 Juni 2018 11:12

Kehadiran Pegawai Mencapai 95 Persen

MALINAU - Tingkat kehadiran pegawai setelah liburan dan cuti bersama menyambut Idul Fitri 1439 Hijriah/2018…

Jumat, 22 Juni 2018 11:01

Hasil Langsung Dilaporkan ke Menpan-RB

MALINAU – Untuk memastikan kehadiran para pegawai di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab)…

Kamis, 21 Juni 2018 14:22

Batas Negara Segera Ditinjau Kembali

RADAR NUNUKAN Batas Negara Segera Ditinjau Kembali NUNUKAN – Garis perbatasan di Kabupaten Nunukan,…

Kamis, 21 Juni 2018 14:09

Dorong Kemampuan Anggota Kelola Koperasi

MALINAU - Dasar dilakukannya pelatihan perkoperasian untuk pengurus dan pengawasn koperasi, tidak lain…

Kamis, 21 Juni 2018 14:04

Semua Harus Tersentuh Pembangunan

  MALINAU – Program pembangunan Gerakan Desa Membangun (Gerdema) yang dilaksanakan oleh Pemerintah…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .