MANAGED BY:
JUMAT
22 MARET
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Rabu, 20 September 2017 10:12
KJRI Nilai Malaysia Tak Bertanggung Jawab

Tak Pulangkan WNI yang Masa Tahanannya Habis

DIDATA: Puluhan WNI yang ditahan di salah satu PTS yang ada di Kota Kinabalu harus membiayai pemulangan ke tanah air. RADAR NUNUKAN

PROKAL.CO, NUNUKAN – Diperkirakan jumlah Warga Negara Indonesia (WNI) yang ditahan di Sabah, Malaysia sudah mencapai ribuan orang yang tertangkap tidak memiliki dokumen resmi. Jumlah tersebut tersebar di Pusat Tahanan Sementara (PTS) di Sabah. Banyaknya jumlah tahanan itu dikarenakan banyak WNI yang masa tahanannya habis namun tidak dideportasi Pemerintah Malaysia.

Kepala Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Kota Kinabalu, Akhmad DH Irfan mengungkapkan, pemulangan WNI yang ditahan di sejulah PTS di Sabah masih menjadi tanggungan WNI. Hal itu pula menjadi penyebab banyaknya WNI belum dideportasi. Ia menilai seharusnya sudah menjadi tanggung jawab Pemerintah Malaysia.

Dirincikan, jumlah WNI yang tersebar di empat PTS adalah Kota Kinabalu sebanyak 115 orang, Papar 160 orang, Sibuga 76 orang dan Tawau sebanyak 792 orang. “Sampai sekarang WNI yang menanggung biayanya untuk dipulangkan ke tanah air. Sedangkan, itu merupakan tanggung jawab Pemerintah Malaysia,” ujar Akhmad kepada Radar Nunukan, Selasa (19/9).

Dijelaskan, upaya KJRI Kota Kinabalu untuk memastikan agar pemulangan WNI ke tanah air telah dilakukan melalui Pemerintah Sabah, Malaysia. Untuk langsung ke Pemerintah Malasia, tentunya melalui Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Kuala Lumpur. 

Hingga saat ini Pemerintah Malaysia masih memberikan alasan untuk pembiayaan pemulangan WNI sedang dalam proses. Namun, proses tersebut telah berlangsung selama setahun dan belum juga melaksanakan kewajiban untuk memulangkan WNI yang ditahan.

“Sekarang sudah September, artinya sudah setahun proses tender berjalan. Namun, belum ada tanda-tanda untuk melakukan deportasi WNI yang telah habis masa tahanannya,” tambahnya ketika dikonfirmasi.

Senada yang dikatakan Kepala Konsulat Republik Indonesia (KRI) Tawau Krisna Djeilani, melalui Kepala Fungsi Sosial dan Budaya Firma Agustina mengatakan, untuk pemulangan WNI masih menjadi tanggungan para deportan.

Ketika ditanyai jumlah WNI yang ditahan di PTS Tawau, pihaknya mengaku masih melakukan pendataan kepada aparat Tawau yang menahan WNI. “Kami sudah tanyakan jumlah WNI yang berada di PTS. Namun, belum ada jawaban. Serta, hingga saat ini pola bayaran deportasi masih gunakan biaya sendiri,” ungkapnya.

Sebelumnya, Mustari (27) salah seorang deportan yang ditemui pewarta harian ini mengatakan, ia ditahan sekira empat bulan lamanya di PTS Tawau. Dikarenakan, tidak memperpanjang izin tinggal dan mengalami over stay.

Tak hanya itu, ia menceritakan jumlah WNI yang berada di PTS Tawau mencapai ratusan orang. “Masih banyak lagi kawan di sana masih ditahan karena tidak ada dokumen,” bebernya.

Lanjutnya, untuk kembali ke tanah air harus membayar tiket kapal dari Tawau menuju Nunukan. Sedangkan, salah seorang rekannya masih tertahan lantaran tidak memiliki uang untuk membeli tiket. Sedangkan, masa tahanannya telah selesai.

“Ada kawan sudah enam kali masuk daftar pemulangan harus ditunda lagi. Karena tidak ada uang untuk bayar tiket sebesar RM 90 atau senilai Rp 290. Ada juga yang masih tunggu keluarga kirim uang untuk bayar tiket,” pungkasnya. (akz/eza)


BACA JUGA

Kamis, 21 Maret 2019 11:21

Anggota Brimob Asal Nunukan Gugur di Papua

NUNUKAN – Muhammad Aldy, putra asal Kabupaten Nunukan berprofesi sebagai…

Kamis, 21 Maret 2019 10:41

Narkoba Ancaman Terbesar di Perbatasan

NUNUKAN – Sebagai wilayah perbatasan, Kabupaten Nunukan menjadi salah satu…

Kamis, 21 Maret 2019 10:39

Masih Sering Terjadi, DLH Klaim Sudah Mengimbau

NUNUKAN – Menghadapi maraknya pembakaran hutan dan lahan, yang sebelumnya…

Rabu, 20 Maret 2019 17:12

Baku Tembak dengan KKSB, Anggota Brimob Asal Nunukan Gugur di Papua

NUNUKAN – Muhammad Aldy, Putra Kabupaten Nunukan berprofesi sebagai salah…

Rabu, 20 Maret 2019 10:55

SKPT Tidak Dimanfaatkan Masyarakat

NUNUKAN – Permasalahan nelayan di Sebatik tak pernah berhenti. Walaupun…

Rabu, 20 Maret 2019 10:46

25 Maret, Terbang Perdana ke Krayan

NUNUKAN - Subsidi Ongkos Angkutan (SOA) penumpang tujuan Nunukan-Long Bawan,…

Rabu, 20 Maret 2019 10:43

Terlambat, Bupati Tegur ASN di Acara Musrenbang

NUNUKAN – Sikap dan tingkah laku aparatur sipil negara (ASN)…

Rabu, 20 Maret 2019 10:41

Data KPM Tak Menjadi Dasar Penyaluran LPG 3 Kg

NUNUKAN – Meskipun diklaim tak langka, keberadaan Liquefied Petroleum Gas…

Rabu, 20 Maret 2019 10:38

Persediaan Air Bersih PDAM Menipis

NUNUKAN – Persediaan air bersih di Perusahaan Daerah Air Minum…

Selasa, 19 Maret 2019 11:02

Proyek Dihentikan, Dermaga Terancam Mangkrak?

NUNUKAN – Rute penyeberangan kapal feri ke dermaga feri Semaja,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*