MANAGED BY:
MINGGU
23 SEPTEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Rabu, 20 September 2017 10:12
KJRI Nilai Malaysia Tak Bertanggung Jawab

Tak Pulangkan WNI yang Masa Tahanannya Habis

DIDATA: Puluhan WNI yang ditahan di salah satu PTS yang ada di Kota Kinabalu harus membiayai pemulangan ke tanah air. RADAR NUNUKAN

PROKAL.CO, NUNUKAN – Diperkirakan jumlah Warga Negara Indonesia (WNI) yang ditahan di Sabah, Malaysia sudah mencapai ribuan orang yang tertangkap tidak memiliki dokumen resmi. Jumlah tersebut tersebar di Pusat Tahanan Sementara (PTS) di Sabah. Banyaknya jumlah tahanan itu dikarenakan banyak WNI yang masa tahanannya habis namun tidak dideportasi Pemerintah Malaysia.

Kepala Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Kota Kinabalu, Akhmad DH Irfan mengungkapkan, pemulangan WNI yang ditahan di sejulah PTS di Sabah masih menjadi tanggungan WNI. Hal itu pula menjadi penyebab banyaknya WNI belum dideportasi. Ia menilai seharusnya sudah menjadi tanggung jawab Pemerintah Malaysia.

Dirincikan, jumlah WNI yang tersebar di empat PTS adalah Kota Kinabalu sebanyak 115 orang, Papar 160 orang, Sibuga 76 orang dan Tawau sebanyak 792 orang. “Sampai sekarang WNI yang menanggung biayanya untuk dipulangkan ke tanah air. Sedangkan, itu merupakan tanggung jawab Pemerintah Malaysia,” ujar Akhmad kepada Radar Nunukan, Selasa (19/9).

Dijelaskan, upaya KJRI Kota Kinabalu untuk memastikan agar pemulangan WNI ke tanah air telah dilakukan melalui Pemerintah Sabah, Malaysia. Untuk langsung ke Pemerintah Malasia, tentunya melalui Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Kuala Lumpur. 

Hingga saat ini Pemerintah Malaysia masih memberikan alasan untuk pembiayaan pemulangan WNI sedang dalam proses. Namun, proses tersebut telah berlangsung selama setahun dan belum juga melaksanakan kewajiban untuk memulangkan WNI yang ditahan.

“Sekarang sudah September, artinya sudah setahun proses tender berjalan. Namun, belum ada tanda-tanda untuk melakukan deportasi WNI yang telah habis masa tahanannya,” tambahnya ketika dikonfirmasi.

Senada yang dikatakan Kepala Konsulat Republik Indonesia (KRI) Tawau Krisna Djeilani, melalui Kepala Fungsi Sosial dan Budaya Firma Agustina mengatakan, untuk pemulangan WNI masih menjadi tanggungan para deportan.

Ketika ditanyai jumlah WNI yang ditahan di PTS Tawau, pihaknya mengaku masih melakukan pendataan kepada aparat Tawau yang menahan WNI. “Kami sudah tanyakan jumlah WNI yang berada di PTS. Namun, belum ada jawaban. Serta, hingga saat ini pola bayaran deportasi masih gunakan biaya sendiri,” ungkapnya.

Sebelumnya, Mustari (27) salah seorang deportan yang ditemui pewarta harian ini mengatakan, ia ditahan sekira empat bulan lamanya di PTS Tawau. Dikarenakan, tidak memperpanjang izin tinggal dan mengalami over stay.

Tak hanya itu, ia menceritakan jumlah WNI yang berada di PTS Tawau mencapai ratusan orang. “Masih banyak lagi kawan di sana masih ditahan karena tidak ada dokumen,” bebernya.

Lanjutnya, untuk kembali ke tanah air harus membayar tiket kapal dari Tawau menuju Nunukan. Sedangkan, salah seorang rekannya masih tertahan lantaran tidak memiliki uang untuk membeli tiket. Sedangkan, masa tahanannya telah selesai.

“Ada kawan sudah enam kali masuk daftar pemulangan harus ditunda lagi. Karena tidak ada uang untuk bayar tiket sebesar RM 90 atau senilai Rp 290. Ada juga yang masih tunggu keluarga kirim uang untuk bayar tiket,” pungkasnya. (akz/eza)


BACA JUGA

Sabtu, 22 September 2018 20:25

Sungai Bernuansa Pantai di Sei Menggaris

SEJUMLAH objek wisata tersembunyi di balik lebatnya hutan di Nunukan. Seperti halnya salah satu objek…

Jumat, 21 September 2018 11:00

Anggaran Dipangkas, Satpol PP Jadi “Macan Ompong”

NUNUKAN – KinerjaSatuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Nunukan sebagai penegak peraturan daerah…

Jumat, 21 September 2018 10:57

Manfaatkan Belanja Alat Dapur

NUNUKAN – Kalender Islam 10 Muharam kemarin dijadikan momen unik oleh sebagian ibu-ibu di Nunukan,…

Jumat, 21 September 2018 10:56

Setelah DCT Ditetapkan, Pertarungan Dimulai

NUNUKAN – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Nunukan telah menetapkan 302 calon anggota Dewan Perwakilan…

Jumat, 21 September 2018 10:55

Minggu, Rombongan Asal Nunukan Tiba

JAMAAH haji asal Nunukan yang tergabung dalam kelompok terbang (kloter) 11 embarkasi haji Balikpapan,…

Jumat, 21 September 2018 10:54

Tak ada Formasi Bagi K2

NUNUKAN – Honorer kategori dua (K2) harus berkecil hati. Sebab, dari pengumunan formasi Calon…

Kamis, 20 September 2018 13:04

Alasan Anggaran, RS Tak Dioperasikan

PELAYANAN Kesehatan di 11 kecamatan yang berada di wilayah tiga di antaranya, Kecamatan Sebuku, Sembakung,…

Kamis, 20 September 2018 12:46

Jembatan Rp 7,5 Miliar Mulai Dikerjakan

NUNUKAN – Setelah menanti 13 tahun lamanya, jembatan permukiman warga di rukun tetangga (RT) 10,…

Kamis, 20 September 2018 12:28

Ketahuan Mencuri, Pemuda Divonis Penjara Satu Tahun

NUNUKAN – Terdakwa Jamal, pemuda berusia 18 tahun dengan perkara pencurian akhirnya menjalani…

Kamis, 20 September 2018 12:26

Tak Ditahan, HM Wajib Lapor

NUNUKAN – HM, seorang pendidik dari salah satu Sekolah Menengas Pertama (SMP) di Nunukan yang…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .