MANAGED BY:
RABU
19 DESEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Senin, 18 September 2017 09:57
Pelaku Pembakar Lahan Kocar-Kacir

Tim Karhutla Tetap Intens Melakukan Pengawasan

BERLADANG: Salah seorang warga di Bulungan terlihat sedang membuka lahan untuk bercocok tanam. RACHMAD RHOMADHANI/RADAR KALTARA

PROKAL.CO, TANJUNG SELOR – Pelaku pembakar hutan dan lahan di Kabupaten Bulungan dibuat kocar-kacir. Ini setelah aksi mereka membakar lahan diketahui aparat kepolisian Polres Bulungan.

“Saat didatangi personel kepolisian di lapangan pada pelaku kabur kocar kacir,’’ ungkap AKBP Muhammad Fachry,  Kapolres Bulungan kepada Radar Kaltara (Radar Tarakan Group) saat ditemui di tempat kerjanya.

Fachry mengatakan, pihaknya tak segan memberikan tindakan tegas terhadap pelaku pembakar hutan.

Namun dalam kasus kali ini, pelaku hanya diberikan peringatan sekaligus imbauan agar tak mengulanginya kembali.

Kepolisian yang termasuk dalam Tim Siaga Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) memastikan pengawasan tetap dilakukan secara intens. Sebab, bisa saja aksi pembakaran dapat menimbulkan kabut asap jika timnya lengah.

“Kami tetap intens soal pengawasan. Tapi, mudahan masyarakat dapat menyadari dan tak ada lagi aksi membakar hutan dan lahan,’’ harapnya.

Terkait para pelaku yang sudah dikantongi identitasnya, kapolres menegaskan jika tertangkap melakukan pelanggaran serupa maka pelaku langsung dikenakan Undang-Undang Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan dengan ancaman pidana paling lama 15 tahun penjara dan denda Rp 5 miliar.

“Dalam KUHP pasal 187, bila pelaku pembakar hutan dengan sengaja juga bisa dikenakan pidana penjara 12 tahun,’’ jelasnya.

Sikap tegas ini dilakukan kepolisian bukan untuk membatasi aktivitas masyarakat, khususnya petani. Melainkan untuk menjaga kondisi lingkungan agar tetap sehat. Pasalnya, dampak dari kebakaran lahan cukup berbahaya.

“Bakar lahan, asapnya bisa menyebabkan penyakit. Untuk itulah kami berupaya terus melakukan pencegahan-pencegahan,’’ tuturnya seraya mengatakan, buka lahan boleh asal tidak dibakar.

Untuk diketahui, selain pencegahan secara sweeping, tim Karhutla juga melakukan sosialisasi dengan cara memasang baliho atau poster besar di setiap kecamatan. Poster itu menjelaskan tentang dampak pembakaran hutan dan lahan disertai jenis pasal serta ancaman terhadap pelakunya.(omg/ddq)

loading...