MANAGED BY:
SABTU
23 SEPTEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV

RADAR KALTARA

Kamis, 14 September 2017 14:23
Gubernur: Ditutup, Ribuan Orang Nganggur

Perintahkan Dinas ESDM dan DLH Tinjau Lokasi

TIDAK TINGGAL DIAM: Sejumlah pejabat pemerintah Kabupaten Malinau, termasuk Bupati Yansen TP, Ketua DPRD Wempi W.Mawa, anggota DPRD lainnya dan Kapolres Malinau meninjau tempat pengolahan limbah tambang batubara di Malinau Selatan, 29 Agustus lalu. FOTO DLH UNTUK RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, TARAKAN — Aksi demonstrasi memprotes salah satu perusahaan yang diduga mencemari sungai di Malinau oleh Jaringan Advokasi Tambang (Jatam) dan elemen mahasiswa di Simpang Empat GTM, Tarakan, pada Jumat (8/9) lalu, mendapat respons keras dari Gubernur Kaltara Irianto Lambrie.

Irianto Lambrie yang ditemui Radar Tarakan kemarin di salah satu hotel di Tarakan mengatakan, pihak perusahaan tambang batubara sudah melaksanakan komitmennya dan pihak perusahaan juga sudah melakukan tindakan sesuai apa yang sudah direkomendasikan dalam hal ini Pemprov Kaltara melalui dinas terkait. “Orang tindakannya sudah jelas dan ada aturannya. Jadi saya tidak perlu turun langsung ke lapangan,” ungkap orang nomor satu di Kaltara ini.

Dikatakan Irianto, ia sudah memerintahkan jajaran terkait seperti Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) untuk memantau kondisi yang sebenarnya di Malinau. Bahkan, jajarannya langsung melakukan penelitian. “Bisa saja orang mengatakan sungai ini tercemar. Tapi hasil uji lab membuktikan tidak ada. Kalau warna hitam ‘kan belum tentu beracun. Misalnya apakah betul orang gatal-gatal? Bisa saja belum tentu dari situ. Uji lab itulah yang secara objektif dan ilmiah bisa dipertanggungjawabkan,” jelasnya.

Dengan hasil uji laboratorium yang dilakukan dinas terkait, Irianto menjelaskan  bahwa cukup menjadi dasar baginya terhadap apa yang harus dilakukan Pemprov Kaltara untuk mengatasi persoalan tambang di Malinau. “Untuk sungai-sungai yang tercemar, Pemprov Kaltara sudah memberikan peringatan kepada pemilik tambang untuk melakukan perbaikan dengan membuang limbah tersebut. Selama perbaikan, kegiatan penambangan mereka dibekukan sementara,” katanya.

 Irianto menegaskan pembekuan bisa dilakukan hingga setahun. Namun karena ada niat baik perusahaan yang merespons cepat rekomendasi Pemprov Kaltara dengan melakukan berbagai upaya perbaikan pembuangan limbah, aktivitas penambangan akhirnya dibuka lebih cepat  dari yang dijadwalkan. Respons cepat ini membuat Irianto mengapresiasi kinerja perusahaan.
Gubernur pun meminta kepada pendemo untuk berpikir lebih arif ketimbang menuntut aktivitas tambang batubara ditutup. Sebab menurut mantan Sekretaris Provinsi Kalimantan Timur, akan banyak yang terdampak jika hal itu dilakukan. “Yang paling merasakan tentu saja para pekerja perusahaan tersebut. Diperkirakan ada ribuan tenaga kerja yang terancam tidak bisa memenuhi kebutuhan hidup keluarganya jika ditutup. Dan dapat menyebabkan ribuan pekerja  nganggur,” katanya.

Sebelumnya, dari aksi demonstrasi anggota Jatam dan mahasiswa pada Jumat itu, massa menuntut kepada gubernur untuk turun tangan dengan melihat langsung kondisi sebenarnya. Selain itu, pendemo juga meminta gubernur untuk menutup aktivitas penambangan batubara di Malinau. Karena hanya itu langkah satu-satunya yang dinilai paling tepat untuk menghentikan pencemaran sungai yang diakibatkan penambangan. (eru/ash)


BACA JUGA

Jumat, 22 September 2017 22:10

WASPADA..!!! Pelaku Gendam di Tarakan Mulai Kelayapan

TARAKAN - Maraknya aksi kejahatan tidak mengenal waktu dan siapa korbannya.  Kali ini, Saleh yang…

Jumat, 22 September 2017 21:15

Penandatanganan NPHD Akhirnya Dilaksanakan

TARAKAN- Proses penandatanganan Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPDH), akhirnya resmi dilaksanakan pada…

Jumat, 22 September 2017 12:10

Kapal Pesiar Lady Candy “Enggan” Bersandar di Pelabuhan

TARAKAN – Kapal pesiar Lady  Candy berbendera Cayman Island, akhirnya tiba  perairan…

Jumat, 22 September 2017 12:08

Ratusan Anak Dicebur ke Laut

TARAKAN –Ratusananak dilempar ke laut saat jam masih menunjukan pukul 06.00 Wita kemarin (21/9)…

Jumat, 22 September 2017 12:06

Tahu Lewat Browsing Internet, Ingin Membangun Kaltara di Bidang Kesehatan

Memiliki pendidikan yang tinggi hingga ke luar negeri merupakan impian sebagian anak di Indonesia. Termasuk…

Jumat, 22 September 2017 12:02

Seleksi Sekkot Tarakan Menuju Masa Akhir

SELEKSI Sekertaris Kota (Sekkot) Tarakan sudah mencapai tahap assessment dan penulisan essay yang telah…

Jumat, 22 September 2017 11:58

Dua Tahun Vakum, PWI Tarakan Terbentuk Lagi

PENGURUSAN Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) perwakilan Tarakan yang vakum sejak 2015 lalu coba dihidupkan…

Jumat, 22 September 2017 11:56

Berkah CPNS, Tiket Tujuan Tanjung Selor Ludes

TARAKAN – Membludaknya peserta calon Pegawai Negeri Sipil yang ingin mengantarkan berkasnya ke…

Jumat, 22 September 2017 11:51

Rektor UBT: Alumni Tak Perlu Bayar Legalisir Ijazah

Rektor UBT Prof Dr. Adri Patton pun menegaskan bahwa selama kepemimpinannya di kampus ini, ia tidak…

Jumat, 22 September 2017 11:50

Lima Tahun Poskamling Vakum

TARAKAN – Ketua RT 14, Kelurahan Karang Rejo, Hamidah mengatakan, ada imbauan dari Pemerintah…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .