MANAGED BY:
RABU
24 JANUARI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Kamis, 14 September 2017 14:23
Gubernur: Ditutup, Ribuan Orang Nganggur

Perintahkan Dinas ESDM dan DLH Tinjau Lokasi

TIDAK TINGGAL DIAM: Sejumlah pejabat pemerintah Kabupaten Malinau, termasuk Bupati Yansen TP, Ketua DPRD Wempi W.Mawa, anggota DPRD lainnya dan Kapolres Malinau meninjau tempat pengolahan limbah tambang batubara di Malinau Selatan, 29 Agustus lalu. FOTO DLH UNTUK RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, TARAKAN — Aksi demonstrasi memprotes salah satu perusahaan yang diduga mencemari sungai di Malinau oleh Jaringan Advokasi Tambang (Jatam) dan elemen mahasiswa di Simpang Empat GTM, Tarakan, pada Jumat (8/9) lalu, mendapat respons keras dari Gubernur Kaltara Irianto Lambrie.

Irianto Lambrie yang ditemui Radar Tarakan kemarin di salah satu hotel di Tarakan mengatakan, pihak perusahaan tambang batubara sudah melaksanakan komitmennya dan pihak perusahaan juga sudah melakukan tindakan sesuai apa yang sudah direkomendasikan dalam hal ini Pemprov Kaltara melalui dinas terkait. “Orang tindakannya sudah jelas dan ada aturannya. Jadi saya tidak perlu turun langsung ke lapangan,” ungkap orang nomor satu di Kaltara ini.

Dikatakan Irianto, ia sudah memerintahkan jajaran terkait seperti Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) untuk memantau kondisi yang sebenarnya di Malinau. Bahkan, jajarannya langsung melakukan penelitian. “Bisa saja orang mengatakan sungai ini tercemar. Tapi hasil uji lab membuktikan tidak ada. Kalau warna hitam ‘kan belum tentu beracun. Misalnya apakah betul orang gatal-gatal? Bisa saja belum tentu dari situ. Uji lab itulah yang secara objektif dan ilmiah bisa dipertanggungjawabkan,” jelasnya.

Dengan hasil uji laboratorium yang dilakukan dinas terkait, Irianto menjelaskan  bahwa cukup menjadi dasar baginya terhadap apa yang harus dilakukan Pemprov Kaltara untuk mengatasi persoalan tambang di Malinau. “Untuk sungai-sungai yang tercemar, Pemprov Kaltara sudah memberikan peringatan kepada pemilik tambang untuk melakukan perbaikan dengan membuang limbah tersebut. Selama perbaikan, kegiatan penambangan mereka dibekukan sementara,” katanya.

 Irianto menegaskan pembekuan bisa dilakukan hingga setahun. Namun karena ada niat baik perusahaan yang merespons cepat rekomendasi Pemprov Kaltara dengan melakukan berbagai upaya perbaikan pembuangan limbah, aktivitas penambangan akhirnya dibuka lebih cepat  dari yang dijadwalkan. Respons cepat ini membuat Irianto mengapresiasi kinerja perusahaan.
Gubernur pun meminta kepada pendemo untuk berpikir lebih arif ketimbang menuntut aktivitas tambang batubara ditutup. Sebab menurut mantan Sekretaris Provinsi Kalimantan Timur, akan banyak yang terdampak jika hal itu dilakukan. “Yang paling merasakan tentu saja para pekerja perusahaan tersebut. Diperkirakan ada ribuan tenaga kerja yang terancam tidak bisa memenuhi kebutuhan hidup keluarganya jika ditutup. Dan dapat menyebabkan ribuan pekerja  nganggur,” katanya.

Sebelumnya, dari aksi demonstrasi anggota Jatam dan mahasiswa pada Jumat itu, massa menuntut kepada gubernur untuk turun tangan dengan melihat langsung kondisi sebenarnya. Selain itu, pendemo juga meminta gubernur untuk menutup aktivitas penambangan batubara di Malinau. Karena hanya itu langkah satu-satunya yang dinilai paling tepat untuk menghentikan pencemaran sungai yang diakibatkan penambangan. (eru/ash)


BACA JUGA

Selasa, 23 Januari 2018 12:50

Rekor Awal Tahun, Empat Jam Padam

TARAKAN – Meski sudah berganti tahun, namun persoalan pemadaman listrik masih terjadi. Padahal…

Selasa, 23 Januari 2018 12:48

Lebih Banyak Menghabiskan Hari-Harinya di Rumah Sakit

Adam Al Fatah anak sulung pasangan Siti (28) dan Hery (38), harus merasakan sakit yang sudah dideritanya…

Selasa, 23 Januari 2018 12:47

Dana Suvenir Balon Capai Rp 100 Juta

TARAKAN – Memasuki masa kampanye Pilwali Tarakan para pengusaha jasa pembuatan spanduk, baliho…

Selasa, 23 Januari 2018 12:45

Enam Kelurahan Rawan Kecurangan

TARAKAN - Kecurangan pada proses pemilihan umum (Pemilu), menjadi atensi khusus yang harus disikapi…

Selasa, 23 Januari 2018 12:36

Tak Cukup Bukti, Laporan Dihentikan

TARAKAN - Gugatan pasangan Sabirin Sanyong dan Tajuddin Tuwo (Santun) kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU),…

Selasa, 23 Januari 2018 12:29

Hanura Terancam Jadi Penonton pada Pemilu di Kaltara, Kok Bisa?

TARAKAN - Konflik yang terjadi di Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) belum…

Selasa, 23 Januari 2018 12:27

Tegaskan Imunisasi Dihalalkan MUI

TARAKAN – Target 92 persen pemberian imunisasi kepada anak-anak hingga saat ini oleh Dinas Kesehatan…

Selasa, 23 Januari 2018 12:23

Drainase Tersumbat Pasir dan Sampah

TARAKAN – Pada umumnya permasalahan di setiap lingkungan rukun tetangga (RT) hampir sama. Jika…

Senin, 22 Januari 2018 14:22

Balon-Tim Sukses Harus Melek UU

PERSOALAN biaya kampanye memang rentan mengarah ke arah black campaign. Belajar dari pengalaman sebelum-sebelumnya,…

Senin, 22 Januari 2018 14:19

Arief Jadi Wali Kota Selama 130 Hari

TARAKAN – Sang petahana Sofian Raga yang memutuskan untuk ingin melanjutkan kerjanya, pada Pilwali…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .