MANAGED BY:
SABTU
23 SEPTEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV

RADAR KALTARA

Kamis, 14 September 2017 14:21
Persoalan Tambang, DLH Malinau Tidak Tutup Mata
TIDAK TINGGAL DIAM: Sejumlah pejabat pemerintah Kabupaten Malinau, termasuk Bupati Yansen TP, Ketua DPRD Wempi W, Mawa dan anggota DPRD lainnya serta Kapolres Malinau meninjau tempat pengolahan limbah tambang batubara di Malinau Selatan beberapa waktu lalu. AGUSSALAM SANIP/RADAR TARAKAN

PROKAL.CO,  

 

 

MALINAU – Munculnya persoalan dugaan pencemaran lingkungan oleh salah satu perusahaan tambang batubara di Kabupaten Malinau, dinilai Kepala Dinas Lingkungan (DLH) Kabupaten Malinau Frent Tomi Lukas SHut MSi bukan karena DLH diam saja atau tutup mata.

 

Sejak awal, kata Tomi, pihaknya sudah memberi peringatan hingga mengeluarkan teguran, kemudian rekomendasi-rekomendasi. “Jika itu dipatuhi sejak awal, maka masalah pencemaran sungai tidak akan terjadi,” katanya.

 

Hal itu ditegaskan Tomi saat ditemui di ruang kerjanya sekaligus menjawab tudingan Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM)Provinsi Kaltara yang menilai bahwa muncul dan membesarnya persoalan pencemaran lingkungan berupa tercemarnya sungai Malinau dari aktivitas tambang batubara di Malinau karena ada pembiaran dari pemerintah daerah.

 

Namun demikian, Tomi enggan menanggapi tudingan pihak ESDM Kaltara tersebut. Tomi hanya menegaskan bahwa pihaknya tidak diam saja. Jika kemudian masih ada persoalan yang muncul, misalnya limbah masih mencemari sungai, itu dikarenakan perusahaan tidak bertanggung jawab. “Kalau perusahaan yang bertanggung jawab, ya patuh pada perintah dan rekomendasi pemerintah. Catatan dan dokumentasi kegiatan kami ada. Bisa dicek,” kata Tomi.

 

Karena itu, mantan Kepala Dinas Kehutanan Kabupaten Malinau ini menegaskan bahwa ia tidak pernah mendiamkan alias tutup mata terhadap permasalahan yang muncul dalam beberapa bulan terakhir ini, bahkansempat memanas hingga ke ranah publik. Tomi menegaskan sebelum persoalan ini mengemuka, pihaknya sudah membuka layanan pengaduan masyarakat sejak awal tahun ini. “Banyak laporan dan pengaduan masyarakat masuk. Nah, ini kami tindaklanjuti,” tuturnya.

 

Selain menyelesaikan persoalan teknis, pihaknya juga mengevaluasi masalah administrasi yakni masalah izin lingkungan dan dokumen lain. Menyusul instruksi dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) yang diedarkan ke daerah-daerah.

 

Terpisah, Kepala Bidang Tata Lingkungan Wahab Ardani mengungkapkan, sejak awal tahun pihaknya sudah mulai melakukan koordinasi dan pembinaan pada seluruh perusahaan tambang yang beroperasi di Malinau Selatan,yaitu PT Baradinamika Muda Sukses (BDMS) – Mitabara Adiperdana (MA), PT Kayan Putra Utama Coal (KPUC), dan PT Artha Marth Nahakramo (ANMK).

 

Wahab Ardani menegaskan bahwa evaluasi, pemberian peringatan atau teguran, dan rekomendasi, bahkan sudah dilakukan pihaknya sebelum kasus pencemaran sungai Malinaudari kejadian jebolnya kolam limbah hingga limbah merembet ke sungai.“Terakhir kami melakukan pertemuan bersama dengan semua perusahaan pada Juli lalu saat dilakukan penetapan DAS (Daerah Aliran Sungai) yang menjadi tanggungjawab setiap perusahaan,” ungkapnya.

 

Pembagian tanggungjawab DAS dilakukan agar perusahaan betul-betul bertanggungjawab dan komitmen dalam menjaga keamanan lingkungan. Juga agar jelas pihak mana yang bertanggungjawab ketika ada indikasi pencemaran sungai.

 

“Kami sudah melakukan evaluasi, mengeluarkan peringatan, teguran, dan rekomendasi-rekomendasi sejak Januari hingga Juli. Bahkan sampai sekarang kami terus bekerja. Kapan pun permasalahan muncul, ada laporan atau pengaduan, langsung kami tindaklanjuti,” tegasnya. 

 

Dari berbagai rekomendasi perbaikan yang diberikan pada perusahaan tambang, Wahab Ardani mengaku ada perusahaan yang memang sungguh-sungguh mematuhi dan ada yang terkesan tidak peduli. “Saya tidak membela salah satu perusahaan. Ini objektif kami lihat di lapangan dan bisa dicek oleh siapa pun. Yang bertanggung jawab menjalankan rekomendasi yaitu BDMS-MA. Misalnya dalam pengelolaan limbah.

 

Sekarang mereka menerapkan sistem mega flog,” jelas Wahab, seraya meemperlihatkan video sistem pengolahan limbah di BDMS-MA.

 

Hasilnya cukup ampuh. Air limbah yang dialirkan ke kolam penampungan dialiri cairan mega flog. Dalam hitungan detik air yang masuk ke kolam penampungan, yang semula bercampur lumpur (kotoran) terurai. Lumpur mengendap dan air yang mengalir ke kolam menjadi bersih (tidak keruh kental seperti sebelumnya). Lumpur yang mengendap di bibir kolam selanjutnya ditarik mesin penyedot ke kolam lainnya. (ida/puu/ash)

 


BACA JUGA

Jumat, 22 September 2017 22:10

WASPADA..!!! Pelaku Gendam di Tarakan Mulai Kelayapan

TARAKAN - Maraknya aksi kejahatan tidak mengenal waktu dan siapa korbannya.  Kali ini, Saleh yang…

Jumat, 22 September 2017 21:15

Penandatanganan NPHD Akhirnya Dilaksanakan

TARAKAN- Proses penandatanganan Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPDH), akhirnya resmi dilaksanakan pada…

Jumat, 22 September 2017 12:10

Kapal Pesiar Lady Candy “Enggan” Bersandar di Pelabuhan

TARAKAN – Kapal pesiar Lady  Candy berbendera Cayman Island, akhirnya tiba  perairan…

Jumat, 22 September 2017 12:08

Ratusan Anak Dicebur ke Laut

TARAKAN –Ratusananak dilempar ke laut saat jam masih menunjukan pukul 06.00 Wita kemarin (21/9)…

Jumat, 22 September 2017 12:06

Tahu Lewat Browsing Internet, Ingin Membangun Kaltara di Bidang Kesehatan

Memiliki pendidikan yang tinggi hingga ke luar negeri merupakan impian sebagian anak di Indonesia. Termasuk…

Jumat, 22 September 2017 12:02

Seleksi Sekkot Tarakan Menuju Masa Akhir

SELEKSI Sekertaris Kota (Sekkot) Tarakan sudah mencapai tahap assessment dan penulisan essay yang telah…

Jumat, 22 September 2017 11:58

Dua Tahun Vakum, PWI Tarakan Terbentuk Lagi

PENGURUSAN Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) perwakilan Tarakan yang vakum sejak 2015 lalu coba dihidupkan…

Jumat, 22 September 2017 11:56

Berkah CPNS, Tiket Tujuan Tanjung Selor Ludes

TARAKAN – Membludaknya peserta calon Pegawai Negeri Sipil yang ingin mengantarkan berkasnya ke…

Jumat, 22 September 2017 11:51

Rektor UBT: Alumni Tak Perlu Bayar Legalisir Ijazah

Rektor UBT Prof Dr. Adri Patton pun menegaskan bahwa selama kepemimpinannya di kampus ini, ia tidak…

Jumat, 22 September 2017 11:50

Lima Tahun Poskamling Vakum

TARAKAN – Ketua RT 14, Kelurahan Karang Rejo, Hamidah mengatakan, ada imbauan dari Pemerintah…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .