MANAGED BY:
SENIN
20 NOVEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV

RADAR KALTARA

Kamis, 14 September 2017 14:15
Internet Down, Tuntut Perbaikan Pelayanan Telkom

Ratusan Mahasiswa dan Kelompok Masyarakat Turun ke Jalan

TUNTUT HAK: Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Tarakan Jupri Budiman, mendesak PT Telkom memperbaiki layanan internet yang dianggap sangat merugikan masyarakat Tarakan. RURY JAMIANTO/RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, TARAKAN – Kekecewaan masyarakat terhadap kurang baiknya pelayanan PT Telekomunikasi (Telkom) sejak beberapa pekan ini, ditunjukkan dengan aksi yang akan di gelar Kamis (14/9) hari ini.

Diperkirakan puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) cabang Tarakan dan Kelompok masyarakat akan menuju ke kantro cabang PT Telkom di Jalan Mulawarman.

PMII akan melakukan long march sekira pukul 08.00 Wita dari Kelurahan Kampung Empat,  lalu menuju pusat kota dan berhenti di Kantor PT Telkom. Hal ini dilakukan PMII Tarakan bersama kelompok masyarakat lainnya dikarenakan pelayanan Telkom berupa penyediaan fasilitas sambungan internet yang dianggap buruk.

Ketua PMII Tarakan Riko mengatakan, ada beberapa poin yang menjadi tuntutan masyarakat, di antaranya jaringan internet error yang berkepanjangan. Dan terkadang kadang bagus lalu tiba-tiba down. “Ini seolah-olah kami dibohongi dari Telkom bahwa ada kerusakan. Tapi ternyata masih bisa akses internet. Kalau memang benar-benar rusak, kenapa tidak rusak kesekian hari. Dan di sini dari pihak Telkom tidak ada pemberitahuan sama sekali yang jelas kepada masyarakat,” kata Riko.

Tak hanya itu, Riko menyayangkan sikap Telkom yang suka mengambil sikap sepihak. Hal itu terlihat ketika tanpa sepengetahuannya kabel Telkom yang tersambung di tempatnya tiba-tiba diputus tanpa ada pemberitahuan yang jelas. “Sejak 27 Juli lalu kami sudah mengumpulkan bukti, dimana saat itu kami menemukan lampu modem menjadi warna merah, setelah kami telusuri ternyata Kabel Telkom kami sudah dicabut dan dipasang ke pelanggan baru. Tanpa ada pemberitahuan,” bebernya.

PMII pun merasa selama ini Telkom kurang memberikan informasi kepada masyarakat terkait apa sebenarnya yang terjadi di lapangaan. Kemudian, terkait perjanjian berlangganan yang dijanjikan dengan kecepatan jaringan 10 Mbps. Namun, setelah dipakai dan diperiksa selama dua hari, ternyata kekuatannya hanya berkisar 1.8 Mbps. “Ini sudah jelas pembohongan publik. Ini yang terjadi pada kami selaku organisasi yang berlangganan dengan Telkom. Keluhan ini juga dirasakan masyarakat dengan menuaikan kekesalannya di medsos,” ujarnya.

Riko menuding apa yang dilakukan Telkom ini sungguh sangat berlebihan, terutama saat adanya pelanggan yang telat membayar yang layanannya langsung diputus. Padahal, jelasnya, jika pelanggan tidak mendapatkan pelayanan yang maksimal, pelanggan hanya duduk termenung tanpa adanya kompensasi dari Telkom. “Kita sudah bayar mahal, tapi jaringan buruk. Kita lambat bayar sehari sudah didenda dan ada juga kabel yang diputus. Ini ‘kan parah,” katanya lagi.

Karena itu, Riko selaku perwakilan PMII Tarakan, meminta kepada pihak Telkom untuk memperbaiki pelayanan. “Kami memegang bukti bahwa janji 10 Mbps itu tidak ada. Terkait sistem pembayaran juga yang berubah kami ada, dan kami sudah mempersiapkan itu. Dan terkait telat bayar, beberapa waktu lalu kami mencoba lakukan itu dan itu memang benar. Jadi apa yang kami lakukan ini ada buktinya,” tuturnya.

Pengusaha Dibikin Stres

JARINGAN internet yang mengalami gangguan sejak beberapa terakhir, berimbas pada usaha internet (warnet) di Tarakan. Seperti usaha warnet di Jalan Martadinata, tepat di belakanag SMA Hangtuah.

Ningsi (40) selaku pengusaha warnet di lokasi ini mengatakan sudah belakangan terakhir ini usahanya sepi. “Imbasnya pendapatan menurun, bahkan kadang tidak ada sama sekali konsumen yang masuk warnet. Bahkan dalam sehari tidak ada pemasukannya,” kata Ningsi saat ditemui di warnetnya.

Hal ini tentunya membuat Ningsi akan mendatangi Telkom untuk meminta kompensasi terkait layanan sambungan internet yang rusak, karena ia merasa pelayanan Telkom tidak terpenuhi. “Tahun lalu, saya sebagai pengusaha warnet merasa dirugikan. Saya minta kompensasi dan akhirnya dapat kurang lebih 25 persen dari pembayaran. Dan khusus di bulan ini saya belum bayar, maka dari itu saya berharap setidaknya Telkom memberikan kompensasi,” katanya.

Usaha warnet yang didirikannya sejak 2005 ini, dikatakan Ningsi, kembali harus mengalami kerugian kurang lebih 50 persen dari pendapatannya. Sementara dia harus membayar tagihan Telkom sebanyak Rp 2 juta lebih untuk setiap bulannya. “ini berapa ribu pelanggan yang dirugikan dan dua minggu ini jaringan down, dan kami sebagai pelanggan harus meminta hak kami,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Tarakan Jupri Budiman meminta kepada pihak PT Telkom, untuk segera membenahi jaringan telekomunikasi yang sudah sangat merugikan bagi pelaku usaha kecil dan menengah, serta seluruh lapisan masyarakat.

“Kami mendesak Telkom untuk dapat segera memperbaiki kerusakannya. Cari alternatif lain bila diperlukan agar kondisi seperti ini tidak terjadi lagi,  karena ini sangat berbahaya bagi perekonomian di Tarakan,” ungkap pria yang juga menjabat sebagai Kepala Direktur PT Mayon Samudara Pasifik ini.

Menurutnya, hampir seluruh anggota HIPMI Tarakan yang menggelar usahanya di kota ini membutuhkan listrik dan jaringan internet, baik untuk operasional hingga pengiriman data-data email penting kepada rekan kerja di luar daerah. Namun, karena kondisi jaringan yang amburadul membuat pelaku usaha mengalami kerugian yang tidak sedikit. “jelas ini sebuah kerugian, kami di HIPMI belum mendata berapa kerugian dari bisnis yang kami jalankan, namun kalau begini terus kondisi Tarakan maka pelaku usaha bisa angkat kaki dari Tarakan, yang tadinya mau buka kantor di Tarakan juga akan mikir-mikir,” jelasnya. (eru/ash)


BACA JUGA

Sabtu, 18 November 2017 11:27

Baru Tiga Tahun Sudah Rusak

TARAKAN – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tarakan mendapat sorotan tajam karena dianggap tak refresentatif…

Sabtu, 18 November 2017 11:25

Terlalu Memilih Pekerjaan, Kesempatan Terbuang

TARAKAN – Dinas Ketenagakerjaan dan Perindustrian Tarakan mengungkap serapan tenaga kerja selama…

Sabtu, 18 November 2017 11:22

WADUH..!! Investor Pemasok Gas Mundur

TARAKAN – Sebelumnya banyak investor yang siap menyuplai gas ke PT PLN (Persero) Unit Layanan…

Sabtu, 18 November 2017 11:11

Dua Hari, Tiga Korban Tewas di Jalan

TARAKAN - Nahas, sebuah mobil Daihatsu Xenia dengan nomor polisi KT 1680 RE yang dikemudikan Muhammad…

Sabtu, 18 November 2017 11:10

Sentra Industri Telan Biaya Rp 20 Miliar

TARAKAN - Sentra indusri kecil dan menengah saat ini tengah dibangun di Jalan Hake Babu dengan luas…

Sabtu, 18 November 2017 11:08

Reklame Mendominasi Perizinan

TARAKAN – Sejak Kantor Pelayanan Perizinan Terpadu (KPPT) Tarakan menjadi Dinas Penanaman Modal,…

Sabtu, 18 November 2017 11:04

Dua Jembatan di Dua Gang Rusak

TARAKAN - Ketua RT 2, Kelurahan Karang Anyar Pantai, Ihsan mengatakan, terdapat dua titik jembatan yang…

Sabtu, 18 November 2017 11:03

Pedagang Berburu Uang Kecil

Tarakan-Dalam memenuhi kebutuhan masyarakat di Kota Tarakan,  pendistibusian uang baru terus dilakukan…

Sabtu, 18 November 2017 10:59

Genset Rp 2,9 Juta ‘Diembat’ Paman

TARAKAN – Entah apa yang ada di benak TC (nama diinsialkan), pelaku pencuri genset keponakan sendiri.…

Jumat, 17 November 2017 12:24

JANJI YA...!! Mulai Desember Tak Ada Pemadaman

TARAKAN – Persoalan listrik di Bumi Paguntaka memang belum berakhir. Kekurangan pasokan gas masih…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .