MANAGED BY:
SABTU
23 SEPTEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV

RADAR KALTARA

Kamis, 14 September 2017 14:15
Internet Down, Tuntut Perbaikan Pelayanan Telkom

Ratusan Mahasiswa dan Kelompok Masyarakat Turun ke Jalan

TUNTUT HAK: Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Tarakan Jupri Budiman, mendesak PT Telkom memperbaiki layanan internet yang dianggap sangat merugikan masyarakat Tarakan. RURY JAMIANTO/RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, TARAKAN – Kekecewaan masyarakat terhadap kurang baiknya pelayanan PT Telekomunikasi (Telkom) sejak beberapa pekan ini, ditunjukkan dengan aksi yang akan di gelar Kamis (14/9) hari ini.

Diperkirakan puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) cabang Tarakan dan Kelompok masyarakat akan menuju ke kantro cabang PT Telkom di Jalan Mulawarman.

PMII akan melakukan long march sekira pukul 08.00 Wita dari Kelurahan Kampung Empat,  lalu menuju pusat kota dan berhenti di Kantor PT Telkom. Hal ini dilakukan PMII Tarakan bersama kelompok masyarakat lainnya dikarenakan pelayanan Telkom berupa penyediaan fasilitas sambungan internet yang dianggap buruk.

Ketua PMII Tarakan Riko mengatakan, ada beberapa poin yang menjadi tuntutan masyarakat, di antaranya jaringan internet error yang berkepanjangan. Dan terkadang kadang bagus lalu tiba-tiba down. “Ini seolah-olah kami dibohongi dari Telkom bahwa ada kerusakan. Tapi ternyata masih bisa akses internet. Kalau memang benar-benar rusak, kenapa tidak rusak kesekian hari. Dan di sini dari pihak Telkom tidak ada pemberitahuan sama sekali yang jelas kepada masyarakat,” kata Riko.

Tak hanya itu, Riko menyayangkan sikap Telkom yang suka mengambil sikap sepihak. Hal itu terlihat ketika tanpa sepengetahuannya kabel Telkom yang tersambung di tempatnya tiba-tiba diputus tanpa ada pemberitahuan yang jelas. “Sejak 27 Juli lalu kami sudah mengumpulkan bukti, dimana saat itu kami menemukan lampu modem menjadi warna merah, setelah kami telusuri ternyata Kabel Telkom kami sudah dicabut dan dipasang ke pelanggan baru. Tanpa ada pemberitahuan,” bebernya.

PMII pun merasa selama ini Telkom kurang memberikan informasi kepada masyarakat terkait apa sebenarnya yang terjadi di lapangaan. Kemudian, terkait perjanjian berlangganan yang dijanjikan dengan kecepatan jaringan 10 Mbps. Namun, setelah dipakai dan diperiksa selama dua hari, ternyata kekuatannya hanya berkisar 1.8 Mbps. “Ini sudah jelas pembohongan publik. Ini yang terjadi pada kami selaku organisasi yang berlangganan dengan Telkom. Keluhan ini juga dirasakan masyarakat dengan menuaikan kekesalannya di medsos,” ujarnya.

Riko menuding apa yang dilakukan Telkom ini sungguh sangat berlebihan, terutama saat adanya pelanggan yang telat membayar yang layanannya langsung diputus. Padahal, jelasnya, jika pelanggan tidak mendapatkan pelayanan yang maksimal, pelanggan hanya duduk termenung tanpa adanya kompensasi dari Telkom. “Kita sudah bayar mahal, tapi jaringan buruk. Kita lambat bayar sehari sudah didenda dan ada juga kabel yang diputus. Ini ‘kan parah,” katanya lagi.

Karena itu, Riko selaku perwakilan PMII Tarakan, meminta kepada pihak Telkom untuk memperbaiki pelayanan. “Kami memegang bukti bahwa janji 10 Mbps itu tidak ada. Terkait sistem pembayaran juga yang berubah kami ada, dan kami sudah mempersiapkan itu. Dan terkait telat bayar, beberapa waktu lalu kami mencoba lakukan itu dan itu memang benar. Jadi apa yang kami lakukan ini ada buktinya,” tuturnya.

Pengusaha Dibikin Stres

JARINGAN internet yang mengalami gangguan sejak beberapa terakhir, berimbas pada usaha internet (warnet) di Tarakan. Seperti usaha warnet di Jalan Martadinata, tepat di belakanag SMA Hangtuah.

Ningsi (40) selaku pengusaha warnet di lokasi ini mengatakan sudah belakangan terakhir ini usahanya sepi. “Imbasnya pendapatan menurun, bahkan kadang tidak ada sama sekali konsumen yang masuk warnet. Bahkan dalam sehari tidak ada pemasukannya,” kata Ningsi saat ditemui di warnetnya.

Hal ini tentunya membuat Ningsi akan mendatangi Telkom untuk meminta kompensasi terkait layanan sambungan internet yang rusak, karena ia merasa pelayanan Telkom tidak terpenuhi. “Tahun lalu, saya sebagai pengusaha warnet merasa dirugikan. Saya minta kompensasi dan akhirnya dapat kurang lebih 25 persen dari pembayaran. Dan khusus di bulan ini saya belum bayar, maka dari itu saya berharap setidaknya Telkom memberikan kompensasi,” katanya.

Usaha warnet yang didirikannya sejak 2005 ini, dikatakan Ningsi, kembali harus mengalami kerugian kurang lebih 50 persen dari pendapatannya. Sementara dia harus membayar tagihan Telkom sebanyak Rp 2 juta lebih untuk setiap bulannya. “ini berapa ribu pelanggan yang dirugikan dan dua minggu ini jaringan down, dan kami sebagai pelanggan harus meminta hak kami,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Tarakan Jupri Budiman meminta kepada pihak PT Telkom, untuk segera membenahi jaringan telekomunikasi yang sudah sangat merugikan bagi pelaku usaha kecil dan menengah, serta seluruh lapisan masyarakat.

“Kami mendesak Telkom untuk dapat segera memperbaiki kerusakannya. Cari alternatif lain bila diperlukan agar kondisi seperti ini tidak terjadi lagi,  karena ini sangat berbahaya bagi perekonomian di Tarakan,” ungkap pria yang juga menjabat sebagai Kepala Direktur PT Mayon Samudara Pasifik ini.

Menurutnya, hampir seluruh anggota HIPMI Tarakan yang menggelar usahanya di kota ini membutuhkan listrik dan jaringan internet, baik untuk operasional hingga pengiriman data-data email penting kepada rekan kerja di luar daerah. Namun, karena kondisi jaringan yang amburadul membuat pelaku usaha mengalami kerugian yang tidak sedikit. “jelas ini sebuah kerugian, kami di HIPMI belum mendata berapa kerugian dari bisnis yang kami jalankan, namun kalau begini terus kondisi Tarakan maka pelaku usaha bisa angkat kaki dari Tarakan, yang tadinya mau buka kantor di Tarakan juga akan mikir-mikir,” jelasnya. (eru/ash)


BACA JUGA

Jumat, 22 September 2017 22:10

WASPADA..!!! Pelaku Gendam di Tarakan Mulai Kelayapan

TARAKAN - Maraknya aksi kejahatan tidak mengenal waktu dan siapa korbannya.  Kali ini, Saleh yang…

Jumat, 22 September 2017 21:15

Penandatanganan NPHD Akhirnya Dilaksanakan

TARAKAN- Proses penandatanganan Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPDH), akhirnya resmi dilaksanakan pada…

Jumat, 22 September 2017 12:10

Kapal Pesiar Lady Candy “Enggan” Bersandar di Pelabuhan

TARAKAN – Kapal pesiar Lady  Candy berbendera Cayman Island, akhirnya tiba  perairan…

Jumat, 22 September 2017 12:08

Ratusan Anak Dicebur ke Laut

TARAKAN –Ratusananak dilempar ke laut saat jam masih menunjukan pukul 06.00 Wita kemarin (21/9)…

Jumat, 22 September 2017 12:06

Tahu Lewat Browsing Internet, Ingin Membangun Kaltara di Bidang Kesehatan

Memiliki pendidikan yang tinggi hingga ke luar negeri merupakan impian sebagian anak di Indonesia. Termasuk…

Jumat, 22 September 2017 12:02

Seleksi Sekkot Tarakan Menuju Masa Akhir

SELEKSI Sekertaris Kota (Sekkot) Tarakan sudah mencapai tahap assessment dan penulisan essay yang telah…

Jumat, 22 September 2017 11:58

Dua Tahun Vakum, PWI Tarakan Terbentuk Lagi

PENGURUSAN Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) perwakilan Tarakan yang vakum sejak 2015 lalu coba dihidupkan…

Jumat, 22 September 2017 11:56

Berkah CPNS, Tiket Tujuan Tanjung Selor Ludes

TARAKAN – Membludaknya peserta calon Pegawai Negeri Sipil yang ingin mengantarkan berkasnya ke…

Jumat, 22 September 2017 11:51

Rektor UBT: Alumni Tak Perlu Bayar Legalisir Ijazah

Rektor UBT Prof Dr. Adri Patton pun menegaskan bahwa selama kepemimpinannya di kampus ini, ia tidak…

Jumat, 22 September 2017 11:50

Lima Tahun Poskamling Vakum

TARAKAN – Ketua RT 14, Kelurahan Karang Rejo, Hamidah mengatakan, ada imbauan dari Pemerintah…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .