MANAGED BY:
SENIN
20 NOVEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV

RADAR KALTARA

Kamis, 14 September 2017 14:06
Hujan, Longsor Menghantui
BELUM DIBERSIHKAN: Meski sudah menerima bantuan dari pemerintah kota maupun pihak kelurahan, rumah warga yang tertimpa longsor belum dilakukan pembersihan. JOHANNY/RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, TARAKAN – Membangun rumah di daerah pegunungan memang sangat berisiko. Apalagi saat musim hujan, rawan longsor sehingga menghantui warga setempat. Hal tersebut yang dirasakan oleh warga RT 14, Kelurahan Sebengkok.

Seperti yang dikatakan Ketua RT 14, Kelurahan Sebengkok, Aminah. Ia menjelaskan beberapa bulan lalu rumah warganya tertimpa longsor. Saat itu memang musim hujan sehingga sangat rawan. “Biasanya hujan tapi tidak longsor, tidak tahu kenapa pada saat itu ada rumah warga kena longsor,” ujarnya kepada Radar Tarakan.

Di daerah tersebut terdapat tiga rumah warga yang berada di bawah pegunungan. Namun saat kejadian beberapa bulan lalu hanya satu rumah warga yang tertimpa longsor. Aminah mengatakan, bagian dapur rumah warga tersebut tertimbun longsor dan pintunya tidak bisa terbuka. “Bagian dapurnya itu tertutup sama tanah,” lanjutnya.

Diceritakan Aminah secara singkat, setelah mendapatkan laporan dari warganya tersebut, dirinya langsung melaporkan ke Kantor Kelurahan Sebengkok dan langsung mendapatkan tanggapan. Pihak kelurahan langsung menindaklanjuti ke pemerintah kota. “Jadi saat itu juga sudah ditinjau sama pemerintah dan dapat bantuan uang tunai juga. Dari kelurahan juga memberikan sembako,” tuturnya.

Namun hingga saat ini bekas longsor tersebut belum dibersihkan, lantaran ia hanya tinggal bersama anaknya. Aminah bermaksud agar dilakukan penyiringan di daerah tersebut. Oleh karena itu dirinya pernah mengajukan untuk dilakukan penyiringan sepanjang 10 meter dengan tinggi tiga meter.

“Kalau penyiringan belum ditindaklanjuti, soalnya kan yang bantuan dari pemerintah juga tidak mencukupi kalau mau buat penyiringan sendiri. Belum lagi materialnya, pekerjanya,” jelasnya.

Ia mengatakan satu titik saja yang menimpa rumah warga, sedangkan yang lainnya hanya terkikis. Sehingga masih bisa ditanggulangi. Meskipun demikian warganya juga merasa was-was jika sewaktu-waktu terjadi longsor. “Yang kena rumah saja saya laporkan, karena yang terkikis masih bisa ditanggulangi,” bebernya.

Selain itu, warganya juga mempermasalahkan mengenai parit yang sering tersumbat sehingga air mudah meluap saat hujan. Karena luapan air tersebut sering menggenangi halaman rumah warga. Padahal sebelumnya pihaknya pernah kerja bakti bersama Ketua FKKRT. “Padahal kami pernah kerja bakti sama Pak Rusli Jabba dan staf lainnya, tapi tersumbat lagi,” kata Aminah.

Ia mengatakan kemungkinan parit yang dialiri air dari pegunungan terhalang oleh batu sehingga tidak lancar. Lebar parit tersebut sekiranya 1,5 meter. Warganya juga pernah bertanya bagaiaman solusinya, sebab jika ingin membongkar parit yang tertutup itu otomatis akan membutuhkan dana saat dilakukan semenisasi ulang.

“Kalau jembatannya mau dibongkar kan harus cari dana dulu untuk semenisasi ulang. Jadi sampai sekarang belum dikerjakan,” ucapnya.

Dengan demikian dirinya berharap, dua dari beberapa permasalahan di wilayahnya segera mendapatkan perhatian dari pemerintah. Khususnya penyiringan sebab sangat memprihatinkan bagi warga setempat.

“Kalu hujan kan takutnya rumah warga di belakang, kasihan kalau longsor,” pungkasnya. (*/one/udn)


BACA JUGA

Sabtu, 18 November 2017 11:27

Baru Tiga Tahun Sudah Rusak

TARAKAN – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tarakan mendapat sorotan tajam karena dianggap tak refresentatif…

Sabtu, 18 November 2017 11:25

Terlalu Memilih Pekerjaan, Kesempatan Terbuang

TARAKAN – Dinas Ketenagakerjaan dan Perindustrian Tarakan mengungkap serapan tenaga kerja selama…

Sabtu, 18 November 2017 11:22

WADUH..!! Investor Pemasok Gas Mundur

TARAKAN – Sebelumnya banyak investor yang siap menyuplai gas ke PT PLN (Persero) Unit Layanan…

Sabtu, 18 November 2017 11:11

Dua Hari, Tiga Korban Tewas di Jalan

TARAKAN - Nahas, sebuah mobil Daihatsu Xenia dengan nomor polisi KT 1680 RE yang dikemudikan Muhammad…

Sabtu, 18 November 2017 11:10

Sentra Industri Telan Biaya Rp 20 Miliar

TARAKAN - Sentra indusri kecil dan menengah saat ini tengah dibangun di Jalan Hake Babu dengan luas…

Sabtu, 18 November 2017 11:08

Reklame Mendominasi Perizinan

TARAKAN – Sejak Kantor Pelayanan Perizinan Terpadu (KPPT) Tarakan menjadi Dinas Penanaman Modal,…

Sabtu, 18 November 2017 11:04

Dua Jembatan di Dua Gang Rusak

TARAKAN - Ketua RT 2, Kelurahan Karang Anyar Pantai, Ihsan mengatakan, terdapat dua titik jembatan yang…

Sabtu, 18 November 2017 11:03

Pedagang Berburu Uang Kecil

Tarakan-Dalam memenuhi kebutuhan masyarakat di Kota Tarakan,  pendistibusian uang baru terus dilakukan…

Sabtu, 18 November 2017 10:59

Genset Rp 2,9 Juta ‘Diembat’ Paman

TARAKAN – Entah apa yang ada di benak TC (nama diinsialkan), pelaku pencuri genset keponakan sendiri.…

Jumat, 17 November 2017 12:24

JANJI YA...!! Mulai Desember Tak Ada Pemadaman

TARAKAN – Persoalan listrik di Bumi Paguntaka memang belum berakhir. Kekurangan pasokan gas masih…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .