MANAGED BY:
SABTU
23 SEPTEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV

RADAR KALTARA

Kamis, 14 September 2017 14:06
Hujan, Longsor Menghantui
BELUM DIBERSIHKAN: Meski sudah menerima bantuan dari pemerintah kota maupun pihak kelurahan, rumah warga yang tertimpa longsor belum dilakukan pembersihan. JOHANNY/RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, TARAKAN – Membangun rumah di daerah pegunungan memang sangat berisiko. Apalagi saat musim hujan, rawan longsor sehingga menghantui warga setempat. Hal tersebut yang dirasakan oleh warga RT 14, Kelurahan Sebengkok.

Seperti yang dikatakan Ketua RT 14, Kelurahan Sebengkok, Aminah. Ia menjelaskan beberapa bulan lalu rumah warganya tertimpa longsor. Saat itu memang musim hujan sehingga sangat rawan. “Biasanya hujan tapi tidak longsor, tidak tahu kenapa pada saat itu ada rumah warga kena longsor,” ujarnya kepada Radar Tarakan.

Di daerah tersebut terdapat tiga rumah warga yang berada di bawah pegunungan. Namun saat kejadian beberapa bulan lalu hanya satu rumah warga yang tertimpa longsor. Aminah mengatakan, bagian dapur rumah warga tersebut tertimbun longsor dan pintunya tidak bisa terbuka. “Bagian dapurnya itu tertutup sama tanah,” lanjutnya.

Diceritakan Aminah secara singkat, setelah mendapatkan laporan dari warganya tersebut, dirinya langsung melaporkan ke Kantor Kelurahan Sebengkok dan langsung mendapatkan tanggapan. Pihak kelurahan langsung menindaklanjuti ke pemerintah kota. “Jadi saat itu juga sudah ditinjau sama pemerintah dan dapat bantuan uang tunai juga. Dari kelurahan juga memberikan sembako,” tuturnya.

Namun hingga saat ini bekas longsor tersebut belum dibersihkan, lantaran ia hanya tinggal bersama anaknya. Aminah bermaksud agar dilakukan penyiringan di daerah tersebut. Oleh karena itu dirinya pernah mengajukan untuk dilakukan penyiringan sepanjang 10 meter dengan tinggi tiga meter.

“Kalau penyiringan belum ditindaklanjuti, soalnya kan yang bantuan dari pemerintah juga tidak mencukupi kalau mau buat penyiringan sendiri. Belum lagi materialnya, pekerjanya,” jelasnya.

Ia mengatakan satu titik saja yang menimpa rumah warga, sedangkan yang lainnya hanya terkikis. Sehingga masih bisa ditanggulangi. Meskipun demikian warganya juga merasa was-was jika sewaktu-waktu terjadi longsor. “Yang kena rumah saja saya laporkan, karena yang terkikis masih bisa ditanggulangi,” bebernya.

Selain itu, warganya juga mempermasalahkan mengenai parit yang sering tersumbat sehingga air mudah meluap saat hujan. Karena luapan air tersebut sering menggenangi halaman rumah warga. Padahal sebelumnya pihaknya pernah kerja bakti bersama Ketua FKKRT. “Padahal kami pernah kerja bakti sama Pak Rusli Jabba dan staf lainnya, tapi tersumbat lagi,” kata Aminah.

Ia mengatakan kemungkinan parit yang dialiri air dari pegunungan terhalang oleh batu sehingga tidak lancar. Lebar parit tersebut sekiranya 1,5 meter. Warganya juga pernah bertanya bagaiaman solusinya, sebab jika ingin membongkar parit yang tertutup itu otomatis akan membutuhkan dana saat dilakukan semenisasi ulang.

“Kalau jembatannya mau dibongkar kan harus cari dana dulu untuk semenisasi ulang. Jadi sampai sekarang belum dikerjakan,” ucapnya.

Dengan demikian dirinya berharap, dua dari beberapa permasalahan di wilayahnya segera mendapatkan perhatian dari pemerintah. Khususnya penyiringan sebab sangat memprihatinkan bagi warga setempat.

“Kalu hujan kan takutnya rumah warga di belakang, kasihan kalau longsor,” pungkasnya. (*/one/udn)


BACA JUGA

Jumat, 22 September 2017 22:10

WASPADA..!!! Pelaku Gendam di Tarakan Mulai Kelayapan

TARAKAN - Maraknya aksi kejahatan tidak mengenal waktu dan siapa korbannya.  Kali ini, Saleh yang…

Jumat, 22 September 2017 21:15

Penandatanganan NPHD Akhirnya Dilaksanakan

TARAKAN- Proses penandatanganan Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPDH), akhirnya resmi dilaksanakan pada…

Jumat, 22 September 2017 12:10

Kapal Pesiar Lady Candy “Enggan” Bersandar di Pelabuhan

TARAKAN – Kapal pesiar Lady  Candy berbendera Cayman Island, akhirnya tiba  perairan…

Jumat, 22 September 2017 12:08

Ratusan Anak Dicebur ke Laut

TARAKAN –Ratusananak dilempar ke laut saat jam masih menunjukan pukul 06.00 Wita kemarin (21/9)…

Jumat, 22 September 2017 12:06

Tahu Lewat Browsing Internet, Ingin Membangun Kaltara di Bidang Kesehatan

Memiliki pendidikan yang tinggi hingga ke luar negeri merupakan impian sebagian anak di Indonesia. Termasuk…

Jumat, 22 September 2017 12:02

Seleksi Sekkot Tarakan Menuju Masa Akhir

SELEKSI Sekertaris Kota (Sekkot) Tarakan sudah mencapai tahap assessment dan penulisan essay yang telah…

Jumat, 22 September 2017 11:58

Dua Tahun Vakum, PWI Tarakan Terbentuk Lagi

PENGURUSAN Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) perwakilan Tarakan yang vakum sejak 2015 lalu coba dihidupkan…

Jumat, 22 September 2017 11:56

Berkah CPNS, Tiket Tujuan Tanjung Selor Ludes

TARAKAN – Membludaknya peserta calon Pegawai Negeri Sipil yang ingin mengantarkan berkasnya ke…

Jumat, 22 September 2017 11:51

Rektor UBT: Alumni Tak Perlu Bayar Legalisir Ijazah

Rektor UBT Prof Dr. Adri Patton pun menegaskan bahwa selama kepemimpinannya di kampus ini, ia tidak…

Jumat, 22 September 2017 11:50

Lima Tahun Poskamling Vakum

TARAKAN – Ketua RT 14, Kelurahan Karang Rejo, Hamidah mengatakan, ada imbauan dari Pemerintah…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .