MANAGED BY:
RABU
24 JANUARI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Kamis, 14 September 2017 14:06
Hujan, Longsor Menghantui
BELUM DIBERSIHKAN: Meski sudah menerima bantuan dari pemerintah kota maupun pihak kelurahan, rumah warga yang tertimpa longsor belum dilakukan pembersihan. JOHANNY/RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, TARAKAN – Membangun rumah di daerah pegunungan memang sangat berisiko. Apalagi saat musim hujan, rawan longsor sehingga menghantui warga setempat. Hal tersebut yang dirasakan oleh warga RT 14, Kelurahan Sebengkok.

Seperti yang dikatakan Ketua RT 14, Kelurahan Sebengkok, Aminah. Ia menjelaskan beberapa bulan lalu rumah warganya tertimpa longsor. Saat itu memang musim hujan sehingga sangat rawan. “Biasanya hujan tapi tidak longsor, tidak tahu kenapa pada saat itu ada rumah warga kena longsor,” ujarnya kepada Radar Tarakan.

Di daerah tersebut terdapat tiga rumah warga yang berada di bawah pegunungan. Namun saat kejadian beberapa bulan lalu hanya satu rumah warga yang tertimpa longsor. Aminah mengatakan, bagian dapur rumah warga tersebut tertimbun longsor dan pintunya tidak bisa terbuka. “Bagian dapurnya itu tertutup sama tanah,” lanjutnya.

Diceritakan Aminah secara singkat, setelah mendapatkan laporan dari warganya tersebut, dirinya langsung melaporkan ke Kantor Kelurahan Sebengkok dan langsung mendapatkan tanggapan. Pihak kelurahan langsung menindaklanjuti ke pemerintah kota. “Jadi saat itu juga sudah ditinjau sama pemerintah dan dapat bantuan uang tunai juga. Dari kelurahan juga memberikan sembako,” tuturnya.

Namun hingga saat ini bekas longsor tersebut belum dibersihkan, lantaran ia hanya tinggal bersama anaknya. Aminah bermaksud agar dilakukan penyiringan di daerah tersebut. Oleh karena itu dirinya pernah mengajukan untuk dilakukan penyiringan sepanjang 10 meter dengan tinggi tiga meter.

“Kalau penyiringan belum ditindaklanjuti, soalnya kan yang bantuan dari pemerintah juga tidak mencukupi kalau mau buat penyiringan sendiri. Belum lagi materialnya, pekerjanya,” jelasnya.

Ia mengatakan satu titik saja yang menimpa rumah warga, sedangkan yang lainnya hanya terkikis. Sehingga masih bisa ditanggulangi. Meskipun demikian warganya juga merasa was-was jika sewaktu-waktu terjadi longsor. “Yang kena rumah saja saya laporkan, karena yang terkikis masih bisa ditanggulangi,” bebernya.

Selain itu, warganya juga mempermasalahkan mengenai parit yang sering tersumbat sehingga air mudah meluap saat hujan. Karena luapan air tersebut sering menggenangi halaman rumah warga. Padahal sebelumnya pihaknya pernah kerja bakti bersama Ketua FKKRT. “Padahal kami pernah kerja bakti sama Pak Rusli Jabba dan staf lainnya, tapi tersumbat lagi,” kata Aminah.

Ia mengatakan kemungkinan parit yang dialiri air dari pegunungan terhalang oleh batu sehingga tidak lancar. Lebar parit tersebut sekiranya 1,5 meter. Warganya juga pernah bertanya bagaiaman solusinya, sebab jika ingin membongkar parit yang tertutup itu otomatis akan membutuhkan dana saat dilakukan semenisasi ulang.

“Kalau jembatannya mau dibongkar kan harus cari dana dulu untuk semenisasi ulang. Jadi sampai sekarang belum dikerjakan,” ucapnya.

Dengan demikian dirinya berharap, dua dari beberapa permasalahan di wilayahnya segera mendapatkan perhatian dari pemerintah. Khususnya penyiringan sebab sangat memprihatinkan bagi warga setempat.

“Kalu hujan kan takutnya rumah warga di belakang, kasihan kalau longsor,” pungkasnya. (*/one/udn)


BACA JUGA

Selasa, 23 Januari 2018 12:50

Rekor Awal Tahun, Empat Jam Padam

TARAKAN – Meski sudah berganti tahun, namun persoalan pemadaman listrik masih terjadi. Padahal…

Selasa, 23 Januari 2018 12:48

Lebih Banyak Menghabiskan Hari-Harinya di Rumah Sakit

Adam Al Fatah anak sulung pasangan Siti (28) dan Hery (38), harus merasakan sakit yang sudah dideritanya…

Selasa, 23 Januari 2018 12:47

Dana Suvenir Balon Capai Rp 100 Juta

TARAKAN – Memasuki masa kampanye Pilwali Tarakan para pengusaha jasa pembuatan spanduk, baliho…

Selasa, 23 Januari 2018 12:45

Enam Kelurahan Rawan Kecurangan

TARAKAN - Kecurangan pada proses pemilihan umum (Pemilu), menjadi atensi khusus yang harus disikapi…

Selasa, 23 Januari 2018 12:36

Tak Cukup Bukti, Laporan Dihentikan

TARAKAN - Gugatan pasangan Sabirin Sanyong dan Tajuddin Tuwo (Santun) kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU),…

Selasa, 23 Januari 2018 12:29

Hanura Terancam Jadi Penonton pada Pemilu di Kaltara, Kok Bisa?

TARAKAN - Konflik yang terjadi di Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) belum…

Selasa, 23 Januari 2018 12:27

Tegaskan Imunisasi Dihalalkan MUI

TARAKAN – Target 92 persen pemberian imunisasi kepada anak-anak hingga saat ini oleh Dinas Kesehatan…

Selasa, 23 Januari 2018 12:23

Drainase Tersumbat Pasir dan Sampah

TARAKAN – Pada umumnya permasalahan di setiap lingkungan rukun tetangga (RT) hampir sama. Jika…

Senin, 22 Januari 2018 14:22

Balon-Tim Sukses Harus Melek UU

PERSOALAN biaya kampanye memang rentan mengarah ke arah black campaign. Belajar dari pengalaman sebelum-sebelumnya,…

Senin, 22 Januari 2018 14:19

Arief Jadi Wali Kota Selama 130 Hari

TARAKAN – Sang petahana Sofian Raga yang memutuskan untuk ingin melanjutkan kerjanya, pada Pilwali…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .