MANAGED BY:
SABTU
23 JUNI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

ADV

Rabu, 13 September 2017 17:57
Ari Yusnita Dukung UU Konvensi Minamata Mengenai Merkuri
FOTO ARI YUSNITA UNTUK PROKAL RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, JAKARTA - Beberapa minggu terakhir DPR RI bersama Pemerintah intensif melakukan pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Pengesahan Konvensi Minamata mengenai Merkuri.

RUU ini pun telah disahkan menjadi Undang-Undang (UU) pada Rabu (13/9) melalui rapat Paripurna di gedung DPR RI, Jakarta. Salah satu agendanya adalah pembicaraan tingkat II/pengambilan keputusan terhadap Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Minamata Convention on Mercury (Konvensi Minamata mengenai Mercury). 

Anggota Komisi VII DPR RI asal Kaltim  Kaltara, Ari Yusnita menyambut baik disahkannya UU ini karena memberikan dampak positif dalam berbagai hal, terutama di bidang kesehatan dan lingkungan hidup. 

Menurutnya, Konvensi Minamata ini bertujuan untuk melindungi kesehatan manusia dan lingkungan hidup dari emisi dan lepasan merkuri maupun senyawa merkuri yang bersifat antropogenik. 

Konvensi ini mengatur pengadaan dan perdagangan merkuri dan senyawa merkuri, termasuk di dalamnya pertambangan merkuri, penggunaannya di dalam produk dan proses industri, pengelolaan merkuri di Pertambangan Emas Skala Kecil (PESK). 

Selain itu, UU ini juga bertujuan untuk pengendalian emisi dan lepasan merkuri dari industri ke udara, air dan tanah, penyimpanan stok merkuri dan senyawa merkuri sebagai bahan baku atau tambahan produksi, pengelolaan limbah merkuri dan bahan terkontaminasi merkuri serta kerja sama internasional dalam pengelolaan bantuan teknis, pendanaan dan pertukaran informasi.

“Dengan menimbang dan memperhatikan persoalan sebagai anggota Komisi VII dari Fraksi NasDem yang juga berlatarbelakang dokter, saya mendukung pengesahan rencana hasil tersebut menjadi undang-undang. Adanya Undang-Undang Mercury ini juga diharapkan dapat memperhatikan batasan-batasan penggunaan dan pelarangan penggunaan merkuri karena ternyata merkuri juga berguna dalam berbagai alat medis maupun peralatan pertukangan,” ujar anak mantan Wali Kota Tarakan Jusuf SK ini, dalam press rilisnya kepada Radar Tarakan, Rabu (13/9).

Merkuri atau biasa disebut juga airaksa (Hg) merupakan golongan logam berat yang jika digunakan dalam proses penambangan emas secara terus-menerus akan berakibat pada tingginya kosentrasi merkuri dalam air tanah dan air permukaan pada daerah pertambangan. 

Kandungan methyl apabila terkonsumsi oleh manusia maka akan terjadi penumpukan dalam organ tubuh dan secara lambat sekali akan menimbulkan berbagai masalah dengan kesehatan manusia. Seperti kerusakan permanen pada hati, otak dan ginjal yang pada akhirnya bisa berujung pada kematian. 

Dampak pada lingkungan yang dapat ditimbulkan bisa menyebabkan menurunnya hasil panen pertanian, rusaknya ekosistem perairan dan berbagai dampak lingkungan lainnya, maka dengan berbagai skema dan kampanye ke masyarakat luas, penggunaan merkuri pada tambang liar harus dihentikan. 

Indonesia dan masyarakat dunia harus mengambil pelajaran dari sebuah tragedi di tahun 1960-an di sekitar Minamata  Jepang akibat pencemaran merkuri di Teluk Minamata dalam skala yang besar oleh sebuah perusahaan kimia. 

Akibat dari pencemaran tersebut ikan-ikan di perairan bahkan burung-burung tercemar oleh merkuri yang kemudian mengkontaminasi manusia dan telah menyebabkan 900 orang meninggal serta 2.265 orang menderita karena kontaminasi tersebut.

Sebelumnya, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya telah menjelaskan, bahwa pelarangan penggunaan merkuri sejalan dengan tujuan bernegara. Hal tersebut disampaikannya saat diadakannya rapat bersama Komisi VII DPR RI mengenai ratifikasi konvensi minamata. Dimana merkuri digunakan untuk penambangan emas di Indonesia. 

Menurut Siti, pencemaran merkuri ini telah dinyatakan sebagai masalah yang besar sehingga dibutuhkan aksi dan komitmen nyata daripada negara-negara yang telah menandatangani konvensi minamata. 

“Secara sosiologis, pencemaran merkuri telah dinyatakan sebagai masalah internasional, sehingga dibutuhkan komitmen dan aksi nyata semua negara, termasuk Indonesia, untuk menurunkan risiko merkuri terhadap kesehatan manusia dan keselamatan lingkungan,” ujarnya. (adv/ww/har) 


BACA JUGA

Kamis, 14 Juni 2018 13:07

H-2 Baznas Sudah Kumpulkan Zis Rp 2,5 M

TARAKAN — Dua hari menjelang hari raya Idulfitri 1439 hijriah / 2018 masehi, Baznas Tarakan mencatat…

Kamis, 14 Juni 2018 13:02

Hari Terakhir Baznas Buka sampai Pukul 00.00

TARAKAN — Untuk memberikan kesempatan kepada masyarakat dalam menunaikan zakat, infaq dan sedekah…

Selasa, 12 Juni 2018 19:39

Baznas Bagikan Sumbangan Nasi Kotak

BERBAGAI sumbangan dari masyarakat yang diterima Baznas Tarakan.  Selain bantuan berupa uang dan…

Selasa, 12 Juni 2018 18:05

BMH Gelar Buka Puasa dan Salurkan Zakat di Komunitas Mualaf

KALTARA -  Lembaga Amil Zakat Nasional Baitul Maal Hidayatullah (BMH) terus menguatkan kiprah dengan…

Selasa, 12 Juni 2018 18:02

Hotel Duta Bantu Duafa Melalui Baznas

TARAKAN - Ramadan ini merupakan kali kedua manajemen Hotel Duta Tarakan memberikan donasinya kepada…

Selasa, 12 Juni 2018 17:59

Pengusaha Muda Tak Mau Lewatkan Ramadan Tanpa Berbagi

MENYUSUL donatur-donatur sebelumnya, kali ini acara buka puasa bersama (bukber) dan santunan anak yatim…

Selasa, 12 Juni 2018 17:55

Ketua Baznas Terjun Langsung Terimakan Zakat

KESIBUKAN pengurus Baznas Tarakan dalam melayani penerimaan zakat masyarakat di penghujung Ramadan ini…

Selasa, 12 Juni 2018 17:51

Baznas Santuni Para Lansia

JUMLAH lanjut usia (lansia) yang hidup sendiri di masa tuanya terbilang cukup banyak. Diantara mereka…

Senin, 11 Juni 2018 20:21

Komunitas Pengusaha Hotel Kunjungi Duafa Baznas

TARAKAN – Di bulan suci Ramadan para manajer hotel se Tarakan khususnya yang tergabung dalam Indonesia…

Senin, 11 Juni 2018 20:17

Berzakat ke Baznas Bisa Lewat ATM

TARAKAN – Di era teknologi seperti sekarang ini segala sesuatunya bisa dilakukan dengan praktis…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .