MANAGED BY:
RABU
21 FEBRUARI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

ADV

Rabu, 13 September 2017 17:57
Ari Yusnita Dukung UU Konvensi Minamata Mengenai Merkuri
FOTO ARI YUSNITA UNTUK PROKAL RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, JAKARTA - Beberapa minggu terakhir DPR RI bersama Pemerintah intensif melakukan pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Pengesahan Konvensi Minamata mengenai Merkuri.

RUU ini pun telah disahkan menjadi Undang-Undang (UU) pada Rabu (13/9) melalui rapat Paripurna di gedung DPR RI, Jakarta. Salah satu agendanya adalah pembicaraan tingkat II/pengambilan keputusan terhadap Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Minamata Convention on Mercury (Konvensi Minamata mengenai Mercury). 

Anggota Komisi VII DPR RI asal Kaltim  Kaltara, Ari Yusnita menyambut baik disahkannya UU ini karena memberikan dampak positif dalam berbagai hal, terutama di bidang kesehatan dan lingkungan hidup. 

Menurutnya, Konvensi Minamata ini bertujuan untuk melindungi kesehatan manusia dan lingkungan hidup dari emisi dan lepasan merkuri maupun senyawa merkuri yang bersifat antropogenik. 

Konvensi ini mengatur pengadaan dan perdagangan merkuri dan senyawa merkuri, termasuk di dalamnya pertambangan merkuri, penggunaannya di dalam produk dan proses industri, pengelolaan merkuri di Pertambangan Emas Skala Kecil (PESK). 

Selain itu, UU ini juga bertujuan untuk pengendalian emisi dan lepasan merkuri dari industri ke udara, air dan tanah, penyimpanan stok merkuri dan senyawa merkuri sebagai bahan baku atau tambahan produksi, pengelolaan limbah merkuri dan bahan terkontaminasi merkuri serta kerja sama internasional dalam pengelolaan bantuan teknis, pendanaan dan pertukaran informasi.

“Dengan menimbang dan memperhatikan persoalan sebagai anggota Komisi VII dari Fraksi NasDem yang juga berlatarbelakang dokter, saya mendukung pengesahan rencana hasil tersebut menjadi undang-undang. Adanya Undang-Undang Mercury ini juga diharapkan dapat memperhatikan batasan-batasan penggunaan dan pelarangan penggunaan merkuri karena ternyata merkuri juga berguna dalam berbagai alat medis maupun peralatan pertukangan,” ujar anak mantan Wali Kota Tarakan Jusuf SK ini, dalam press rilisnya kepada Radar Tarakan, Rabu (13/9).

Merkuri atau biasa disebut juga airaksa (Hg) merupakan golongan logam berat yang jika digunakan dalam proses penambangan emas secara terus-menerus akan berakibat pada tingginya kosentrasi merkuri dalam air tanah dan air permukaan pada daerah pertambangan. 

Kandungan methyl apabila terkonsumsi oleh manusia maka akan terjadi penumpukan dalam organ tubuh dan secara lambat sekali akan menimbulkan berbagai masalah dengan kesehatan manusia. Seperti kerusakan permanen pada hati, otak dan ginjal yang pada akhirnya bisa berujung pada kematian. 

Dampak pada lingkungan yang dapat ditimbulkan bisa menyebabkan menurunnya hasil panen pertanian, rusaknya ekosistem perairan dan berbagai dampak lingkungan lainnya, maka dengan berbagai skema dan kampanye ke masyarakat luas, penggunaan merkuri pada tambang liar harus dihentikan. 

Indonesia dan masyarakat dunia harus mengambil pelajaran dari sebuah tragedi di tahun 1960-an di sekitar Minamata  Jepang akibat pencemaran merkuri di Teluk Minamata dalam skala yang besar oleh sebuah perusahaan kimia. 

Akibat dari pencemaran tersebut ikan-ikan di perairan bahkan burung-burung tercemar oleh merkuri yang kemudian mengkontaminasi manusia dan telah menyebabkan 900 orang meninggal serta 2.265 orang menderita karena kontaminasi tersebut.

Sebelumnya, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya telah menjelaskan, bahwa pelarangan penggunaan merkuri sejalan dengan tujuan bernegara. Hal tersebut disampaikannya saat diadakannya rapat bersama Komisi VII DPR RI mengenai ratifikasi konvensi minamata. Dimana merkuri digunakan untuk penambangan emas di Indonesia. 

Menurut Siti, pencemaran merkuri ini telah dinyatakan sebagai masalah yang besar sehingga dibutuhkan aksi dan komitmen nyata daripada negara-negara yang telah menandatangani konvensi minamata. 

“Secara sosiologis, pencemaran merkuri telah dinyatakan sebagai masalah internasional, sehingga dibutuhkan komitmen dan aksi nyata semua negara, termasuk Indonesia, untuk menurunkan risiko merkuri terhadap kesehatan manusia dan keselamatan lingkungan,” ujarnya. (adv/ww/har) 


BACA JUGA

Rabu, 07 Februari 2018 23:51

Baznas Hanya Melakukan Pemeliharaan Tanaman

TARAKAN - Kegiatan petani Baznas Tarakan dalam program zakat community development atau ZCD saat ini…

Rabu, 07 Februari 2018 13:52

Penandatanganan Perjanjian Jual Beli Gas Bumi PT Pertamina Hulu Energi Simenggaris & PT Medco E&P Simenggaris dengan PT PLN (Persero)

Nusa Dua, Bali—Pemerintah Indonesia saat ini berupaya untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi rakyat…

Selasa, 06 Februari 2018 20:08

Minggu Ketiga Februari, Baznas Jadwalkan Panen Kerapu

TARAKAN - Jika tidak ada kendala teknis atau gangguan, dijadwalkan ikan kerapu Baznas Tarakan akan dipanen…

Selasa, 06 Februari 2018 20:05

Layanan Home Care Baznas untuk Bu Enteng

TARAKAN - Lokasi pondok Bu Enteng yang terbilang jauh di pesisir Binalatung, RT 11, Pantai Amal membuat…

Minggu, 04 Februari 2018 20:57
Iklan

Iklan Paket


Rabu, 31 Januari 2018 10:54

Peduli Lingkungan, Pertamina Tanam 5.000 Bibit Mangrove

TARAKAN - PT Pertamina (Persero) kembali menunjukkan komitmennya untuk melestarikan lingkungan dan mencegah…

Jumat, 05 Januari 2018 11:26

Ary Yusnita Berharap Kesejahteraan Veteran Meningkat

TARAKAN - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) dr Ary Yusnita mengucapkan selamat…

Rabu, 03 Januari 2018 18:05

Ribuan Jagung dari Kebun Baznas Ludes Terjual

  TARAKAN - Besarnya permintaan pasar terhadap jagung manis pada acara pergantian malam Tahun Baru…

Selasa, 02 Januari 2018 10:44

Ribuan Jagung dari Kebun Baznas Ludes Terjual

TARAKAN - Besarnya permintaan pasar terhadap jagung manis pada acara pergantian malam Tahun Baru kemarin,…

Jumat, 29 Desember 2017 09:47

Baznas Panen Buah Serentak di Akhir Tahun

TARAKAN - Jelang tutup tahun, kebun binaan Baznas Tarakan di Juata Laut dan Mamburungan Timur panen…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .