MANAGED BY:
SENIN
20 NOVEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV

ADV

Rabu, 13 September 2017 17:57
Ari Yusnita Dukung UU Konvensi Minamata Mengenai Merkuri
FOTO ARI YUSNITA UNTUK PROKAL RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, JAKARTA - Beberapa minggu terakhir DPR RI bersama Pemerintah intensif melakukan pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Pengesahan Konvensi Minamata mengenai Merkuri.

RUU ini pun telah disahkan menjadi Undang-Undang (UU) pada Rabu (13/9) melalui rapat Paripurna di gedung DPR RI, Jakarta. Salah satu agendanya adalah pembicaraan tingkat II/pengambilan keputusan terhadap Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Minamata Convention on Mercury (Konvensi Minamata mengenai Mercury). 

Anggota Komisi VII DPR RI asal Kaltim  Kaltara, Ari Yusnita menyambut baik disahkannya UU ini karena memberikan dampak positif dalam berbagai hal, terutama di bidang kesehatan dan lingkungan hidup. 

Menurutnya, Konvensi Minamata ini bertujuan untuk melindungi kesehatan manusia dan lingkungan hidup dari emisi dan lepasan merkuri maupun senyawa merkuri yang bersifat antropogenik. 

Konvensi ini mengatur pengadaan dan perdagangan merkuri dan senyawa merkuri, termasuk di dalamnya pertambangan merkuri, penggunaannya di dalam produk dan proses industri, pengelolaan merkuri di Pertambangan Emas Skala Kecil (PESK). 

Selain itu, UU ini juga bertujuan untuk pengendalian emisi dan lepasan merkuri dari industri ke udara, air dan tanah, penyimpanan stok merkuri dan senyawa merkuri sebagai bahan baku atau tambahan produksi, pengelolaan limbah merkuri dan bahan terkontaminasi merkuri serta kerja sama internasional dalam pengelolaan bantuan teknis, pendanaan dan pertukaran informasi.

“Dengan menimbang dan memperhatikan persoalan sebagai anggota Komisi VII dari Fraksi NasDem yang juga berlatarbelakang dokter, saya mendukung pengesahan rencana hasil tersebut menjadi undang-undang. Adanya Undang-Undang Mercury ini juga diharapkan dapat memperhatikan batasan-batasan penggunaan dan pelarangan penggunaan merkuri karena ternyata merkuri juga berguna dalam berbagai alat medis maupun peralatan pertukangan,” ujar anak mantan Wali Kota Tarakan Jusuf SK ini, dalam press rilisnya kepada Radar Tarakan, Rabu (13/9).

Merkuri atau biasa disebut juga airaksa (Hg) merupakan golongan logam berat yang jika digunakan dalam proses penambangan emas secara terus-menerus akan berakibat pada tingginya kosentrasi merkuri dalam air tanah dan air permukaan pada daerah pertambangan. 

Kandungan methyl apabila terkonsumsi oleh manusia maka akan terjadi penumpukan dalam organ tubuh dan secara lambat sekali akan menimbulkan berbagai masalah dengan kesehatan manusia. Seperti kerusakan permanen pada hati, otak dan ginjal yang pada akhirnya bisa berujung pada kematian. 

Dampak pada lingkungan yang dapat ditimbulkan bisa menyebabkan menurunnya hasil panen pertanian, rusaknya ekosistem perairan dan berbagai dampak lingkungan lainnya, maka dengan berbagai skema dan kampanye ke masyarakat luas, penggunaan merkuri pada tambang liar harus dihentikan. 

Indonesia dan masyarakat dunia harus mengambil pelajaran dari sebuah tragedi di tahun 1960-an di sekitar Minamata  Jepang akibat pencemaran merkuri di Teluk Minamata dalam skala yang besar oleh sebuah perusahaan kimia. 

Akibat dari pencemaran tersebut ikan-ikan di perairan bahkan burung-burung tercemar oleh merkuri yang kemudian mengkontaminasi manusia dan telah menyebabkan 900 orang meninggal serta 2.265 orang menderita karena kontaminasi tersebut.

Sebelumnya, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya telah menjelaskan, bahwa pelarangan penggunaan merkuri sejalan dengan tujuan bernegara. Hal tersebut disampaikannya saat diadakannya rapat bersama Komisi VII DPR RI mengenai ratifikasi konvensi minamata. Dimana merkuri digunakan untuk penambangan emas di Indonesia. 

Menurut Siti, pencemaran merkuri ini telah dinyatakan sebagai masalah yang besar sehingga dibutuhkan aksi dan komitmen nyata daripada negara-negara yang telah menandatangani konvensi minamata. 

“Secara sosiologis, pencemaran merkuri telah dinyatakan sebagai masalah internasional, sehingga dibutuhkan komitmen dan aksi nyata semua negara, termasuk Indonesia, untuk menurunkan risiko merkuri terhadap kesehatan manusia dan keselamatan lingkungan,” ujarnya. (adv/ww/har) 


BACA JUGA

Minggu, 19 November 2017 21:18

Gelar Pendidikan Kader Pratama se-Kaltara

TANJUNG SELOR - Kegiatan pendidikan kader pratama dasar PDI-P se-Kalimantan Utara yang berlangsung selama…

Jumat, 17 November 2017 11:09

Ribuan Jagung Ditanam untuk Stok Tahun Baru

TARAKAN - Mengantisipasi besarnya permintaan pasar terhadap komoditas jagung manis pada acara pergantian…

Kamis, 16 November 2017 09:20

Dorong PLTA Mengurai Persoalan Listrik

NUNUKAN – Kedatangan mesin Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) sebanyak lima unit, akan menjadi…

Kamis, 16 November 2017 09:18

Pelayanan Kesehatan Jangkau Seluruh Kecamatan

NUNUKAN – Dibawa kepemimpinan Bupati Nunukan, Hj. Asmin Laura Hafid dan Wakilnya, H. Faridil Murad…

Kamis, 16 November 2017 09:17

Turun Lapangan, Disdukcapil Layani Ribuan Warga

NUNUKAN – Menjadi bagian dari elemen penting dalam hal pelayanan publik, Dinas Kependudukan dan…

Rabu, 15 November 2017 09:32

Asupan Bergizi Untuk Generasi Penerus Bangsa

TARAKAN — Joint Operating Body (JOB) Pertamina — Medco E & P Simenggaris kembali menunjukkan…

Rabu, 15 November 2017 09:25

Program Hibah Air Minum untuk MBR

JAKARTA - Pemerintah terus berupaya meningkatkan jumlah masyarakat di Indonesia yang mendapatkan akses…

Senin, 13 November 2017 21:45

Cakupan Kepesertaan JKN-KIS di Malinau Capai 99 Persen

Bupati Malinau Dr. Yansen TP, M.Si dan Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Cabang…

Senin, 13 November 2017 12:41

Defisit, Bupati Tegaskan Gaji Honorer Tak Dikurangi

NUNUKAN – Kondisi keuangan daerah di Kabupaten Nunukan terbilang masih mengalami defisit pada…

Senin, 13 November 2017 12:38

Survive Pemerintah di Tengah Defisit

NUNUKAN – Tak dapat dipungkiri defisit anggaran yang kini melanda Kabupaten Nunukan, dipastikan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .