MANAGED BY:
RABU
24 JANUARI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Rabu, 13 September 2017 09:29
Pengusaha di Tarakan Bisa Mengikuti Jejak H.Sabran
TAAT PAJAK: Pengusaha asal Tarakan H. Sabran (dua dari kanan) yang selalu taat membayar kewajiban pajaknya. JOHANNY/RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, TARAKAN – Di tengah masih kurangnya kesadaran masyarakat terhadap wajib pajak, ternyata masih ada pengusaha yang secara kesadaran penuh menaati peraturan dan kewajibannya membayar pajak.

Ketua Asosiasi Perusahaan Bongkar Muat Tarakan, H Sabran menceritakan, awal mendirikan perusahaan dia termasuk salah satu orang yang belum memiliki keinginan untuk membayar pajak. Ada banyak hal yang membuatnya belum sadar bahwa pajak berperan penting bagi kas negara.

“Karena merasa takut dan rugi membayarkan pajak waktu itu,” cerita H. Sabran yang sudah menjadi pengusaha selama 20 tahun.

Bukan tanpa alasan, kurangnya informasi yang lengkap saat itu mengenai aturan kewajiban pajak juga menjadi kendala. Selain itu, pelayanan pajak pada waktu itu dianggap sangat rumit, tidak transparan dan kurang maksimal melayani masyarakat.

Ditambah dengan beredarnya informasi adanya oknum pajak yang tidak menjalankan tugas dengan baik, membuat Sabran dan pengusaha lainnya di Tarakan enggan untuk membayar pajak, meski usahanya sudah mulai berkembang.

“Tapi itu adalah metode pelayanan yang dulu. Jauh berbeda dengan pelayanan pajak saat ini,” jelas Sabran.

Ditambah lagi informasi adanya oknum pajak yang tidak menjalankan tugas dengan baik membuat dirinya dan pengusaha lainnya semakin enggan untuk membayarkan pajak. Hal tersebut menjadi stigma tersendiri, seolah-olah pajak merupakan sesuatu yang rumit dan tidak penting.

“Namun hal itu adalah pelayan yang dahulu. Pelayanan pajak sekarang sudah jauh berbeda,” tutur Sabran.

Lebih lanjut Sabran menjelaskan, stigma buruk terhadap pelayanan pajak ini berangsur-angsur berubah sejak dua tahun lalu. Berawal dari informasi yang diperolehnya dari berbagai sumber terkait informasi aturan wajib pajak, prosedur/tahapan pembayaran pajak, manfaat pajak, serta informasi-informasi lainnya, membuatnya Sabran mulai memahami kewajiban yang harus dilaksanakan oleh seorang wajib pajak kepada negara.

“Tadinya saya tidak mau tau mengenai pajak,” ujarnya.

Hingga akhirnya Sabran mulai menyadari betapa pentingnya pajak bagi negara. Di mana pajak dipergunakan untuk pembiayaan pelaksanaan pembangunan di suatu daerah. Pembangunan di suatu daerah tidak dapat berjalan dan negara tidak dapat berkembang tanpa adanya pajak. Sehingga masyarakat wajib berkontribusi terhadap pajak.

“Sebagai warga negara yang melaksanakan usaha atau istilahnya “mencari makan”, harus memenuhi kewajiban warga negara, salah satunya adalah kewajiban membayar pajak. Karena manfaatnya ke depannya juga untuk anak cucu kita sendiri,” tuturnya.

Sesuai dengan aturan yang ada, wajib pajak dihitung dari omzet yang didapatkan oleh pengusaha. Saat ini omzet yang diperoleh Sabran sekitar Rp 4,8 miliar sehingga dia termasuk pengusaha kena pajak (PKP). Sejak 2015 lalu, Sabran sudah mulai melaksanakan kewajibannya dengan membayarkan pajak di Kantor Pelayanan Pajak Pratama Tarakan.

“Saya mengajak masyarakat Tarakan agar menyadari betapa pentingnya membayar pajak. Pajak telah melatih kita untuk hidup jujur,” ujar Sabran.

Kepala Kanwil DJP Kaltim-Kaltara Samon Jaya mengakui jika selama inibanyak informasi yang tidak tersampaikan secara jelas (keliru) dan akurat di masyarakat mengenai pajak. Baik itu mengenai aturan, prosedur, besaran pajak yang dibayarkan, dan lain sebagainya.

Sehingga hal itu yang membuat tingkat kesadaran di masyarakat dalam membayarkan pajak masih rendah. Peranan media diakuinya sangat penting dalam menyampaikan informasi mengenai pajak khususnya upaya meningkatkan kesadaran membayar pajak.

“Semua pihak ikut berperan mengenai pajak ini,” tutur Samon Jaya, kemarin (11/9).

Untuk itu, Kementerian Keuangan dan Dirjen Pajak melakukan berbagai upaya dalam meningkatkan kesadaran masyarakat membayar pajak, khususnya di Kaltim dan Kaltara, salah satunya dengan melakukan moderenisasi dan reformasi. Terutama di 8 Kantor Pelayanan Pajak (KPP), yaitu KPP Pratama Balikpapan, KPP Pratama Samarinda, KPP Pratama Tarakan, KPP Pratama Bontang, KPP Pratama Penajam, KPP Pratama Tanjung Redeb, dan KPP Pratama Tenggarong.

“Perubahan yang paling utama itu terkait etika petugas pajak untuk menaati kode etik, yang tidak memperbolehkan menerima apalagi meminta kepada masyarakat. Misalnya, apabila Pak H. Sabran memenangi sebuah tender di tempat saya, maka yang bersangkutan tidak boleh sepersenpun memberikan uang kepada saya,” tutur Samon, sapaan akrabnya.

Dia mengapresiasi atas kesadaran H.Sabran selaku pengusaha jasa di Tarakan, yang secara keinginan dan kesadaran sendiri untuk mau membayarkan kewajibannya membayar pajak. Dia pun berharap agar para pengusaha di Tarakan bisa mengikuti jejak H.Sabran yang taat pajak. Sebab, pajak berperan penting dalam pembangunan di Indonesia.

“Pajak dipergunakan untuk memberikan pelayanan bagi masyarakat, mulai dari keamanan dan ketertiban yang dilakukan TNI-Polri di mana pembiayaannya bersumber dari pajak. Selain itu pembangunan jalan, jaringan irigasi, jaringan listrik, pendidikan, kesehatan dan segala hal lainnya juga bersumber dari pajak,” pungkas Samon. (*/jhn/nri/kpg/dd)


BACA JUGA

Selasa, 23 Januari 2018 12:50

Rekor Awal Tahun, Empat Jam Padam

TARAKAN – Meski sudah berganti tahun, namun persoalan pemadaman listrik masih terjadi. Padahal…

Selasa, 23 Januari 2018 12:48

Lebih Banyak Menghabiskan Hari-Harinya di Rumah Sakit

Adam Al Fatah anak sulung pasangan Siti (28) dan Hery (38), harus merasakan sakit yang sudah dideritanya…

Selasa, 23 Januari 2018 12:47

Dana Suvenir Balon Capai Rp 100 Juta

TARAKAN – Memasuki masa kampanye Pilwali Tarakan para pengusaha jasa pembuatan spanduk, baliho…

Selasa, 23 Januari 2018 12:45

Enam Kelurahan Rawan Kecurangan

TARAKAN - Kecurangan pada proses pemilihan umum (Pemilu), menjadi atensi khusus yang harus disikapi…

Selasa, 23 Januari 2018 12:36

Tak Cukup Bukti, Laporan Dihentikan

TARAKAN - Gugatan pasangan Sabirin Sanyong dan Tajuddin Tuwo (Santun) kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU),…

Selasa, 23 Januari 2018 12:29

Hanura Terancam Jadi Penonton pada Pemilu di Kaltara, Kok Bisa?

TARAKAN - Konflik yang terjadi di Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) belum…

Selasa, 23 Januari 2018 12:27

Tegaskan Imunisasi Dihalalkan MUI

TARAKAN – Target 92 persen pemberian imunisasi kepada anak-anak hingga saat ini oleh Dinas Kesehatan…

Selasa, 23 Januari 2018 12:23

Drainase Tersumbat Pasir dan Sampah

TARAKAN – Pada umumnya permasalahan di setiap lingkungan rukun tetangga (RT) hampir sama. Jika…

Senin, 22 Januari 2018 14:22

Balon-Tim Sukses Harus Melek UU

PERSOALAN biaya kampanye memang rentan mengarah ke arah black campaign. Belajar dari pengalaman sebelum-sebelumnya,…

Senin, 22 Januari 2018 14:19

Arief Jadi Wali Kota Selama 130 Hari

TARAKAN – Sang petahana Sofian Raga yang memutuskan untuk ingin melanjutkan kerjanya, pada Pilwali…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .