MANAGED BY:
SENIN
20 NOVEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV

RADAR KALTARA

Rabu, 13 September 2017 09:29
Pengusaha di Tarakan Bisa Mengikuti Jejak H.Sabran
TAAT PAJAK: Pengusaha asal Tarakan H. Sabran (dua dari kanan) yang selalu taat membayar kewajiban pajaknya. JOHANNY/RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, TARAKAN – Di tengah masih kurangnya kesadaran masyarakat terhadap wajib pajak, ternyata masih ada pengusaha yang secara kesadaran penuh menaati peraturan dan kewajibannya membayar pajak.

Ketua Asosiasi Perusahaan Bongkar Muat Tarakan, H Sabran menceritakan, awal mendirikan perusahaan dia termasuk salah satu orang yang belum memiliki keinginan untuk membayar pajak. Ada banyak hal yang membuatnya belum sadar bahwa pajak berperan penting bagi kas negara.

“Karena merasa takut dan rugi membayarkan pajak waktu itu,” cerita H. Sabran yang sudah menjadi pengusaha selama 20 tahun.

Bukan tanpa alasan, kurangnya informasi yang lengkap saat itu mengenai aturan kewajiban pajak juga menjadi kendala. Selain itu, pelayanan pajak pada waktu itu dianggap sangat rumit, tidak transparan dan kurang maksimal melayani masyarakat.

Ditambah dengan beredarnya informasi adanya oknum pajak yang tidak menjalankan tugas dengan baik, membuat Sabran dan pengusaha lainnya di Tarakan enggan untuk membayar pajak, meski usahanya sudah mulai berkembang.

“Tapi itu adalah metode pelayanan yang dulu. Jauh berbeda dengan pelayanan pajak saat ini,” jelas Sabran.

Ditambah lagi informasi adanya oknum pajak yang tidak menjalankan tugas dengan baik membuat dirinya dan pengusaha lainnya semakin enggan untuk membayarkan pajak. Hal tersebut menjadi stigma tersendiri, seolah-olah pajak merupakan sesuatu yang rumit dan tidak penting.

“Namun hal itu adalah pelayan yang dahulu. Pelayanan pajak sekarang sudah jauh berbeda,” tutur Sabran.

Lebih lanjut Sabran menjelaskan, stigma buruk terhadap pelayanan pajak ini berangsur-angsur berubah sejak dua tahun lalu. Berawal dari informasi yang diperolehnya dari berbagai sumber terkait informasi aturan wajib pajak, prosedur/tahapan pembayaran pajak, manfaat pajak, serta informasi-informasi lainnya, membuatnya Sabran mulai memahami kewajiban yang harus dilaksanakan oleh seorang wajib pajak kepada negara.

“Tadinya saya tidak mau tau mengenai pajak,” ujarnya.

Hingga akhirnya Sabran mulai menyadari betapa pentingnya pajak bagi negara. Di mana pajak dipergunakan untuk pembiayaan pelaksanaan pembangunan di suatu daerah. Pembangunan di suatu daerah tidak dapat berjalan dan negara tidak dapat berkembang tanpa adanya pajak. Sehingga masyarakat wajib berkontribusi terhadap pajak.

“Sebagai warga negara yang melaksanakan usaha atau istilahnya “mencari makan”, harus memenuhi kewajiban warga negara, salah satunya adalah kewajiban membayar pajak. Karena manfaatnya ke depannya juga untuk anak cucu kita sendiri,” tuturnya.

Sesuai dengan aturan yang ada, wajib pajak dihitung dari omzet yang didapatkan oleh pengusaha. Saat ini omzet yang diperoleh Sabran sekitar Rp 4,8 miliar sehingga dia termasuk pengusaha kena pajak (PKP). Sejak 2015 lalu, Sabran sudah mulai melaksanakan kewajibannya dengan membayarkan pajak di Kantor Pelayanan Pajak Pratama Tarakan.

“Saya mengajak masyarakat Tarakan agar menyadari betapa pentingnya membayar pajak. Pajak telah melatih kita untuk hidup jujur,” ujar Sabran.

Kepala Kanwil DJP Kaltim-Kaltara Samon Jaya mengakui jika selama inibanyak informasi yang tidak tersampaikan secara jelas (keliru) dan akurat di masyarakat mengenai pajak. Baik itu mengenai aturan, prosedur, besaran pajak yang dibayarkan, dan lain sebagainya.

Sehingga hal itu yang membuat tingkat kesadaran di masyarakat dalam membayarkan pajak masih rendah. Peranan media diakuinya sangat penting dalam menyampaikan informasi mengenai pajak khususnya upaya meningkatkan kesadaran membayar pajak.

“Semua pihak ikut berperan mengenai pajak ini,” tutur Samon Jaya, kemarin (11/9).

Untuk itu, Kementerian Keuangan dan Dirjen Pajak melakukan berbagai upaya dalam meningkatkan kesadaran masyarakat membayar pajak, khususnya di Kaltim dan Kaltara, salah satunya dengan melakukan moderenisasi dan reformasi. Terutama di 8 Kantor Pelayanan Pajak (KPP), yaitu KPP Pratama Balikpapan, KPP Pratama Samarinda, KPP Pratama Tarakan, KPP Pratama Bontang, KPP Pratama Penajam, KPP Pratama Tanjung Redeb, dan KPP Pratama Tenggarong.

“Perubahan yang paling utama itu terkait etika petugas pajak untuk menaati kode etik, yang tidak memperbolehkan menerima apalagi meminta kepada masyarakat. Misalnya, apabila Pak H. Sabran memenangi sebuah tender di tempat saya, maka yang bersangkutan tidak boleh sepersenpun memberikan uang kepada saya,” tutur Samon, sapaan akrabnya.

Dia mengapresiasi atas kesadaran H.Sabran selaku pengusaha jasa di Tarakan, yang secara keinginan dan kesadaran sendiri untuk mau membayarkan kewajibannya membayar pajak. Dia pun berharap agar para pengusaha di Tarakan bisa mengikuti jejak H.Sabran yang taat pajak. Sebab, pajak berperan penting dalam pembangunan di Indonesia.

“Pajak dipergunakan untuk memberikan pelayanan bagi masyarakat, mulai dari keamanan dan ketertiban yang dilakukan TNI-Polri di mana pembiayaannya bersumber dari pajak. Selain itu pembangunan jalan, jaringan irigasi, jaringan listrik, pendidikan, kesehatan dan segala hal lainnya juga bersumber dari pajak,” pungkas Samon. (*/jhn/nri/kpg/dd)


BACA JUGA

Sabtu, 18 November 2017 11:27

Baru Tiga Tahun Sudah Rusak

TARAKAN – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tarakan mendapat sorotan tajam karena dianggap tak refresentatif…

Sabtu, 18 November 2017 11:25

Terlalu Memilih Pekerjaan, Kesempatan Terbuang

TARAKAN – Dinas Ketenagakerjaan dan Perindustrian Tarakan mengungkap serapan tenaga kerja selama…

Sabtu, 18 November 2017 11:22

WADUH..!! Investor Pemasok Gas Mundur

TARAKAN – Sebelumnya banyak investor yang siap menyuplai gas ke PT PLN (Persero) Unit Layanan…

Sabtu, 18 November 2017 11:11

Dua Hari, Tiga Korban Tewas di Jalan

TARAKAN - Nahas, sebuah mobil Daihatsu Xenia dengan nomor polisi KT 1680 RE yang dikemudikan Muhammad…

Sabtu, 18 November 2017 11:10

Sentra Industri Telan Biaya Rp 20 Miliar

TARAKAN - Sentra indusri kecil dan menengah saat ini tengah dibangun di Jalan Hake Babu dengan luas…

Sabtu, 18 November 2017 11:08

Reklame Mendominasi Perizinan

TARAKAN – Sejak Kantor Pelayanan Perizinan Terpadu (KPPT) Tarakan menjadi Dinas Penanaman Modal,…

Sabtu, 18 November 2017 11:04

Dua Jembatan di Dua Gang Rusak

TARAKAN - Ketua RT 2, Kelurahan Karang Anyar Pantai, Ihsan mengatakan, terdapat dua titik jembatan yang…

Sabtu, 18 November 2017 11:03

Pedagang Berburu Uang Kecil

Tarakan-Dalam memenuhi kebutuhan masyarakat di Kota Tarakan,  pendistibusian uang baru terus dilakukan…

Sabtu, 18 November 2017 10:59

Genset Rp 2,9 Juta ‘Diembat’ Paman

TARAKAN – Entah apa yang ada di benak TC (nama diinsialkan), pelaku pencuri genset keponakan sendiri.…

Jumat, 17 November 2017 12:24

JANJI YA...!! Mulai Desember Tak Ada Pemadaman

TARAKAN – Persoalan listrik di Bumi Paguntaka memang belum berakhir. Kekurangan pasokan gas masih…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .