MANAGED BY:
RABU
18 OKTOBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV

RADAR KALTARA

Rabu, 13 September 2017 09:20
Bai Ai Lian Jadi Dokter, Wang Xiao Hu Siap Bangun Papua

Calon Mahasiswa Penerima Beasiswa ITCC - Jawa Pos Merajut Mimpi di Tiongkok (1)

TIMBA ILMU: Dari kiri Crhist Alexander (Wang Xiao Hu), Gabriella Chastalina (Bai Ai Lian) dan Anggi Yusuf Devidson (Yusufu) di Graha Pena Surabaya beberapa waktu lalu. JP PHOTO

PROKAL.CO, Sudah tujuh tahun Yayasan Indonesia Tionghoa Culture Centre (ITCC)-Jawa Pos mengirimkan mahasiswa untuk belajar ke Tiongkok. Tahun ini mereka memberangkatkan 360 calon mahasiswa. Terselip kisah dan semangat luar biasa dari para calon mahasiswa penerima beasiswa.

GUNAWAN SUTANTO, Surabaya

GABRIELLA Chastalina Puhili tampil anggun dengan batik ungu bercorak burung cenderawasih. ABG kelahiran 1 Agustus 1998 itu seolah tak ingin menanggalkan kekhasan daerahnya. Tas noken pun diselempangkan di tubuhnya ketika dia mengunjungi redaksi Jawa Pos Sabtu (9/9).

Gabriel memang tengah berada di Surabaya. Dia sedang memperdalam kemampuan bahasa Mandarin-nya untuk persiapan berangkat ke Tiongkok. Gabriel adalah satu di antara ratusan anak Indonesia yang berhasil merajut mimpi ke luar negeri lewat beasiswa ITCC Sebuah yayasan yang digagas Dahlan Iskan.

Gadis kelahiran Kabupaten Jayapura itu sejak kecil bercita-cita menjadi dokter. Namun, begitu dewasa, Gabriel mulai berpikir realistis. Mimpinya makin pudar ketika mendengar dari banyak orang bahwa biaya kuliah kedokteran di Indonesia begitu mahal. "Sempat grogi dan mikir, bisa tidak ya sekolah kedokteran. Akhirnya, puji Tuhan, bisa lolos beasiswa ini," kata anak keempat di antara lima bersaudara itu.

Jalan mendapatkan beasiswa tersebut tidaklah mudah. Lulusan SMA YPPK Teruna Bakti Jayapura itu bersaing dengan 300 anak Papua lain. Jumlah itu disaring menjadi 20 anak. Lima terbaik berhak mendapatkan beasiswa ke Tiongkok. Sedangkan sisanya memperoleh beasiswa pendidikan di dalam negeri. Beasiswa ke Tiongkok yang didapat Gabriel itu merupakan kerja sama antara Pemkab Jayapura dan ITCC.

Di Negeri Panda, Gabriel akan masuk ke Shanxi Medical University. Semangatnya menggebu. Dia bertekad untuk bersungguh-sungguh menjalani kuliah. Ingin benar-benar lulus sebagai dokter. Lalu pulang dan mengabdi untuk Bumi Cenderawasih. "Papua itu kurang dokter. Saya ingin mengabdi," ungkapnya. Gabriel selama ini hanya bisa miris ketika mendengar persoalan minimnya tenaga medis di daerahnya.

Kemirisan itu juga pernah diungkapkan komunitas Book for Papua kepada Jawa Pos. Komunitas yang beranggota beberapa perawat tersebut pernah menceritakan, di daerah itu anak dengan luka robek sedikit saja bisa mendadak meninggal. Itu terjadi karena infeksi yang tidak tertangani karena minimnya jangkauan akses kesehatan.

Tekad bulat Gabriel sendiri sudah ditunjukkan dengan keseriusannya menekuni bahasa Mandarin. Sudah delapan bulan dia mengikuti pendidikan bahasa Mandarin. Padahal, sebenarnya beberapa kampus kedokteran di Tiongkok menggunakan bahasa Inggris sebagai pengantar. "Saya ingin serius. Sebab, ketika di luar kampus, kan tetap yang harus saya gunakan bahasa Mandarin," ujarnya.

Seperti kebanyakan orang yang belajar bahasa Mandarin, pelafalan menjadi salah satu kendala. "Susah. Salah sedikit saja berubah arti," imbuhnya. Namun, itu tak menyurutkan niat Gabriel. Bahkan, dia telah menyiapkan nama Mandarin agar lawan bicaranya di Tiongkok lebih mudah untuk melafalkannya.

"Saya punya nama Mandarin Bai Ai Lian," ucapnya dengan bangga. Para mahasiswa asal Indonesia yang akan belajar ke Tiongkok biasanya memang menyiapkan nama Mandarin. Terutama bagi mereka yang namanya susah untuk diucapkan dalam bahasa Mandarin.

Gabriel sendiri seorang yatim. Ayahnya yang seorang pegawai negeri sipil (PNS) sudah lama tiada. Ibunya yang seorang guru mengaku rela melepas Gabriel untuk merantau jauh ke luar negeri. "Dua kakak saya juga sedang kuliah di Solo," ujarnya.

 

Gabriel kemarin datang bersama temannya yang juga berasal dari Papua. Dia bernama Christ Alexander Sokoy. Di Tiongkok, Christ akan menempuh studi di Zhejiang University of Technology. "Saya ambil teknik sipil," kata pemuda yang punya nama Mandarin Wang Xiao Hu itu. Christ termasuk anak Papua yang cerdas. Sebab, dia sebenarnya lulus beberapa beasiswa dari perguruan tinggi negeri (PTN). Namun, alumnus SMA Negeri 3 Jayapura tersebut memutuskan untuk mengambil beasiswa ke Tiongkok.

"Saya ingin membangun jaringan di sana. Bagaimanapun, Tiongkok negara yang kini sangat maju," ujarnya. Karena itu, meskipun sulit, kini dia terus mengasah kemampuan bahasa Mandarin. Seperti Gabriel, Christ juga bercita-cita bisa membangun daerahnya sepulang dari Tiongkok.

Program beasiswa ITCC memang membuat banyak anak Indonesia mampu merajut lagi mimpinya. Terutama mereka yang ingin sekali menjadi dokter tapi terkendala mahalnya biaya pendidikan kedokteran atau regulasi di Indonesia. Tak ayal, jumlah peminat beasiswa kedokteran pun tiap tahun meningkat. Tahun ini saja ITCC memberangkatkan 360 calon mahasiswa. Sebanyak 160 anak memilih jurusan kedokteran.

Koordinator ITCC Andre So mengatakan, ITCC memang mendapatkan fasilitas khusus dari sejumlah kampus di Tiongkok. Kampus-kampus di sana memberikan subsidi dengan menyetarakan biaya mahasiswa dari ITCC seperti mahasiswa lokal pada umumnya. Tidak dikenakan biaya pendidikan untuk warga asing. Dengan begitu, jika dihitung, biaya pendidikan kedokteran di Tiongkok jauh lebih murah daripada biaya pendidikan kedokteran di dalam negeri.

Tahun ini calon mahasiswa yang mendapatkan beasiswa dari ITCC datang dari berbagai penjuru daerah. Bahkan, tidak sedikit yang berasal dari pedalaman atau wilayah perbatasan. Dari Papua, ada 28 calon mahasiswa yang berkesempatan mendapatkan beasiswa.

Dari Kalimantan Utara (Kaltara), ada 65 calon mahasiswa. Salah satu calon mahasiswa asal Kaltara yang bernama Hani Puspitaningrum Nur Mamuri mengaku sangat terbantu oleh beasiswa ITCC. Jika tak ada beasiswa tersebut, mungkin mimpinya menjadi dokter harus dikubur. Sebab, dia berasal dari SMK. "Kalau dari SMK, kan sulit masuk fakultas kedokteran di Indonesia," ujarnya.

Gozali, seorang PNS asal Pemkab Nunukan, Kaltara, mengatakan, dari perbatasan Nunukan juga banyak anak yang terjaring beasiswa ITCC. Beasiswa itu, menurut dia, sangat membantu anak-anak di daerahnya. Mereka yang bisa meraih beasiswa tersebut datang dari berbagai latar belakang keluarga. "Karena proses penyaringan beasiswa ini beda dengan beasiswa lainnya," kata pria yang pernah menjadi camat di Kabupaten Nunukan tersebut.

Dia selama ini banyak membantu Andre So untuk blusukan menyosialisasikan beasiswa ITCC. Gozali melihat sendiri hasilnya. Banyak anak yang sebelumnya tak pernah punya mimpi bersekolah di luar negeri bisa mewujudkan cita-cita lewat beasiswa ITCC. (*/c11/oki/nri)


BACA JUGA

Rabu, 18 Oktober 2017 14:00

24 SKPD Rebutan Mobil Bekas

TARAKAN – Mobil dinas yang sudah dikembalikan anggota DPRD Tarakan ke Pemkot Tarakan ternyata…

Rabu, 18 Oktober 2017 13:59

Jasad Bayi Pertama Kali Ditemukan Istri Karyawan

TARAKAN – Setelah kasusnya diproses hampir dua bulan, Selasa (17/10) kemarin polisi bersama Kejaksaan…

Rabu, 18 Oktober 2017 13:56

Target PBB Masih 50 Persen

TARAKAN – Masyarakat Bumi Paguntaka ternyata masih banyak yang belum melaksanakan kewajibannya…

Rabu, 18 Oktober 2017 13:54

Perbatasan ‘Dihantui’ Ancaman Kejahatan

TARAKAN – Kondisi wilayah perbatasan di Indonesia masih terbuka lebar, pengawasannya pun masih…

Rabu, 18 Oktober 2017 13:52

Partai Pika Tak Penuhi Persyaratan

TARAKAN – Partai Indonesia Kerja (PIKA) dan Partai Suara Rakyat Indonesia (Parsindo) akhirnya…

Rabu, 18 Oktober 2017 13:44

Hanya 100 Ormas yang Masih Aktif

TARAKAN – Dari 823 jumlah organisasi masyarakat (ormas), lembaga swadaya masyarakat (LSM) dan…

Rabu, 18 Oktober 2017 13:42

Pendaftar PPK dan PPS Masih Sepi Peminat

TARAKAN – Selain membuka pendaftaran partai politik (parpol) peserta Pemilu 2019, KPU Kota Tarakan…

Rabu, 18 Oktober 2017 13:41

Puskesmas Masih Kekurangan SDM

TARAKAN – Kepala Dinas Kesehatan Tarakan, Subono mengatakan, jika dilihat dari segi bangunan,…

Rabu, 18 Oktober 2017 13:40

Lagi, Air Meluap ke Badan Jalan

TARAKAN – aktivitas warga tentu terganggu jika jalan digenangi air, apalagi saat hujan. Biasanya…

Selasa, 17 Oktober 2017 14:18

Angin Kencang Akibatkan Kerugian Puluhan Juta

TARAKAN – Kemarin malam, angin kencang disertai ombak besar menghantam sejumlah kapal milik nelayan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .