MANAGED BY:
RABU
24 JANUARI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Selasa, 12 September 2017 11:30
Wakil Rakyat Kembali Jadi Korban Ujaran Kebencian

Anggota DPRD Pilih Bekerja daripada Gubris Akun Palsu

DIHINA: Lembaga legislatif kembali mendapat hujatan di medsos. Anggota DPRD Nunukan pun memilih tak menggubris sejumlah hujatan di medsos. RADAR NUNUKAN

PROKAL.CO, NUNUKAN – Sejumlah anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Nunukan kembali dicela atau menjadi korban ujaran kebencian di media sosial (medsos). Namun, para wakil rakyat ini memilih tidak menggubris ujaran kebencian melalui facebook itu.

Itu diungkapkan Wakil Ketua DPRD Nunukan, Hj. Nursan, SH, bahwa hal yang beredar di medsos tak perlu digubris, karena yang menghujat di medsos orang yang tak diketahui, bahkan menggunakan akun palsu. Bahkan, orang tersebut dinilainya termasuk pengecut.

“Jika orang tersebut berani tidak akan menggunakan nama samaran, hinaan yang disebar di medsos saya terima dengan ikhlas,” kata Hj. Nursan kepada Radar Nunukan, Senin (11/9).

Menurutnya, menggubris hal yang tidak jelas di medsos hanya akan menghabiskan energi. Ia pun memilih bekerja sebagai wakil rakyat di parlemen Nunukan daripada harus menggubris hal-hal yang tidak bermanfaat untuk kepentingan masyarakat.

Terkait laporan yang telah disampaikannya ke Polres Nunukan, itu akan menjadi pelajaran untuk ke depan. Lanjut dia, jika kali ini ada yang kembali melakukan hinaan di medsos, cukup dibiarkan dan tidak perlu digubris. “Jika itu tidak pantas dipuji tidak menjadi masalah, cukup masyarakat yang menilai sendiri kinerja para anggota DPRD Nunukan,” ujarnya.

Akun Raja Laut yang telah dilaporkan Hj. Nursan, kembali membuat status kontroversial, Minggu (10/9). Ia mempertanyakan terkait pengesahan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P). “Kenapa ya mereka (DPRD Nunukan, Red.) belum membahas dan mengesahkan APBD P 2017. Padahal pemerintah daerah telah  menyerahkan KUA PPAS DPRD Nunukan, namun sampai hari ini belum lagi dibahas. Ada apa dengan mu pak,” tulis akun Raja Laut di grup facebook Republik Demokrasi Sebatik.

Sambung dia, “Tahu ngak kalian pak dewan ***** pembayaran sisa ADD untuk desa dan staf gaji desa tahap dua ada dia APBD P. ***** kau anggota dewan yang sengaja menghambat pembangunan desa. Reses saja dapat menghabiskan anggaran Rp 20 miliar tidak jelas arah pembangunan, uang hanya dikantongi ******,” tambahnya.

Selain itu, akun Raja Laut memposting gambar dengan mencantumkan enam foto anggota DPRD Nunukan. Serta menuliskan beberapa tulisan di atas foto anggota DPRD yang dicantumkan tersebut. Tulisan tersebut mengarah ke negatif para anggota DPRD Nunukan.

Terkait pembahasan APBD-P, hingga saat ini Kebijakan Umum Anggaran dan Priorotas Plafon Anggaran Sementara (KUA PPAS) APBD-P 2017, ternyata belum diserahkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) ke DPRD Nunukan. “Belum ada masuk KUA PPAS masuk ke DPRD Nunukan, jika ada yang ingin menghina DPRD Nunukan dibiarkan saja,” tambah Ketua DPD Gerindra Kabupaten Nunukan ini.

Ia menambahkan, jika KUA PPAS diserahkan ke DPRD Nunukan, tidak langsung dibahas. Karena harus dipelajari terlebih dahulu. Jika ada yang mengkiritik DPRD Nunukan, namun tidak mengetahui pekerjaan dari DPRD Nunukan itu sendiri, tentu akan membicarakan sisi negatifnya terus. “Sebaik apapun para anggota DPRD Nunukan, pasti yang dinilai adalah sisi jeleknya saja,” jelasnya lagi. (nal/eza)


BACA JUGA

Selasa, 23 Januari 2018 18:38

BREAKING NEWS!!! Speedboat Ditabrak, Penumpang Diduga TKI Yang...

NUNUKAN - Kecelakaan lalu lintas perairan kembali memakan korban, Selasa (23/1/2018). Satu unit speedboat …

Selasa, 23 Januari 2018 12:54

Menang PTUN, Tiga Pejabat Dilantik

NUNUKAN – Tiga aparatur sipil negara (ASN) yang memenangkan gugatan terhadap Bupati Nunukan, Hj.…

Selasa, 23 Januari 2018 12:52

AWAS KELUPAAN..ASN Dilarang Komentar di Facebook

NUNUKAN – Bupati Nunukan Hj. Asmin Laura yang baru saja melantik empat aparatur sipil negara (ASN)…

Selasa, 23 Januari 2018 12:30

Pemanfaatan Air Masih Sebatas Desa Lapri

EMBUNG Desa Lapri, Kecamatan Sebatik Utara mulai dapat dimanfaatkan warga. Saat ini sebanyak 170 rumah…

Selasa, 23 Januari 2018 12:09

APBD Lambat, SOA Terdampak

NUNUKAN - Subsidi Ongkos Angkut (SOA) Penumpang 2018 hingga saat ini belum juga berjalan. Padahal, aktivitas…

Selasa, 23 Januari 2018 12:08

12 Tahun Jembatan Tak Tersentuh Perbaikan

NUNUKAN - Dermaga Inhutani dan Sungai Bolong merupakan dermaga vital bagi petani dan pedagang. Sebab,…

Selasa, 23 Januari 2018 12:06

Aktifkan Pos Kamling, Tempatkan Personel Ronda Malam

Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Nunukan turun tangan menangani maraknya aksi pencurian akhir-akhir…

Selasa, 23 Januari 2018 11:58

Beras ‘Tetangga’ Makin Langka

MESKIPUN harga beras asal Tawau, Malaysia tak semahal beras dalam negeri, masyarakat Nunukan tetap bertahan…

Senin, 22 Januari 2018 14:13

Rp 250 Miliar untuk PLTMG Mansapa

NUNUKAN – Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) di Kelurahan Mansapa, Kecamatan…

Senin, 22 Januari 2018 14:02

Jangan Curhat di Medsos, Tapi Laporkan!

NUNUKAN – Ada banyak faktor yang melatarbelakangi sejumlah aksi kriminalitas akhir-akhir ini.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .