MANAGED BY:
SABTU
23 SEPTEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV

RADAR KALTARA

Selasa, 12 September 2017 11:30
Wakil Rakyat Kembali Jadi Korban Ujaran Kebencian

Anggota DPRD Pilih Bekerja daripada Gubris Akun Palsu

DIHINA: Lembaga legislatif kembali mendapat hujatan di medsos. Anggota DPRD Nunukan pun memilih tak menggubris sejumlah hujatan di medsos. RADAR NUNUKAN

PROKAL.CO, NUNUKAN – Sejumlah anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Nunukan kembali dicela atau menjadi korban ujaran kebencian di media sosial (medsos). Namun, para wakil rakyat ini memilih tidak menggubris ujaran kebencian melalui facebook itu.

Itu diungkapkan Wakil Ketua DPRD Nunukan, Hj. Nursan, SH, bahwa hal yang beredar di medsos tak perlu digubris, karena yang menghujat di medsos orang yang tak diketahui, bahkan menggunakan akun palsu. Bahkan, orang tersebut dinilainya termasuk pengecut.

“Jika orang tersebut berani tidak akan menggunakan nama samaran, hinaan yang disebar di medsos saya terima dengan ikhlas,” kata Hj. Nursan kepada Radar Nunukan, Senin (11/9).

Menurutnya, menggubris hal yang tidak jelas di medsos hanya akan menghabiskan energi. Ia pun memilih bekerja sebagai wakil rakyat di parlemen Nunukan daripada harus menggubris hal-hal yang tidak bermanfaat untuk kepentingan masyarakat.

Terkait laporan yang telah disampaikannya ke Polres Nunukan, itu akan menjadi pelajaran untuk ke depan. Lanjut dia, jika kali ini ada yang kembali melakukan hinaan di medsos, cukup dibiarkan dan tidak perlu digubris. “Jika itu tidak pantas dipuji tidak menjadi masalah, cukup masyarakat yang menilai sendiri kinerja para anggota DPRD Nunukan,” ujarnya.

Akun Raja Laut yang telah dilaporkan Hj. Nursan, kembali membuat status kontroversial, Minggu (10/9). Ia mempertanyakan terkait pengesahan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P). “Kenapa ya mereka (DPRD Nunukan, Red.) belum membahas dan mengesahkan APBD P 2017. Padahal pemerintah daerah telah  menyerahkan KUA PPAS DPRD Nunukan, namun sampai hari ini belum lagi dibahas. Ada apa dengan mu pak,” tulis akun Raja Laut di grup facebook Republik Demokrasi Sebatik.

Sambung dia, “Tahu ngak kalian pak dewan ***** pembayaran sisa ADD untuk desa dan staf gaji desa tahap dua ada dia APBD P. ***** kau anggota dewan yang sengaja menghambat pembangunan desa. Reses saja dapat menghabiskan anggaran Rp 20 miliar tidak jelas arah pembangunan, uang hanya dikantongi ******,” tambahnya.

Selain itu, akun Raja Laut memposting gambar dengan mencantumkan enam foto anggota DPRD Nunukan. Serta menuliskan beberapa tulisan di atas foto anggota DPRD yang dicantumkan tersebut. Tulisan tersebut mengarah ke negatif para anggota DPRD Nunukan.

Terkait pembahasan APBD-P, hingga saat ini Kebijakan Umum Anggaran dan Priorotas Plafon Anggaran Sementara (KUA PPAS) APBD-P 2017, ternyata belum diserahkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) ke DPRD Nunukan. “Belum ada masuk KUA PPAS masuk ke DPRD Nunukan, jika ada yang ingin menghina DPRD Nunukan dibiarkan saja,” tambah Ketua DPD Gerindra Kabupaten Nunukan ini.

Ia menambahkan, jika KUA PPAS diserahkan ke DPRD Nunukan, tidak langsung dibahas. Karena harus dipelajari terlebih dahulu. Jika ada yang mengkiritik DPRD Nunukan, namun tidak mengetahui pekerjaan dari DPRD Nunukan itu sendiri, tentu akan membicarakan sisi negatifnya terus. “Sebaik apapun para anggota DPRD Nunukan, pasti yang dinilai adalah sisi jeleknya saja,” jelasnya lagi. (nal/eza)


BACA JUGA

Jumat, 22 September 2017 11:31

Rute Nunukan-Surabaya Segera Dibuka

NUNUKAN – Aktivitas di Pelabuhan Tunon Taka Nunukan dipastikan akan semakin sibuk setelah dibukanya…

Jumat, 22 September 2017 11:27

Tumbang ke Jalan, Pohon Beringin Nyaris ‘Makan’ Korban

NUNUKAN – Salah seorang pengendara sepeda motor nyaris tertimpa pohon beringin yang tumbang karena…

Jumat, 22 September 2017 10:40

Tidak Diizinkan Orang Tua dan Jadikan Dahlan Iskan Sebagai Inspirasi

Sebagai warga yang tinggal desa terpencil dan pelosok di perbatasan RI-Malaysia tidak menyurutkan sejumlah…

Rabu, 20 September 2017 10:14

Perbatasan Nihil Tindakan dan Kelompok Radikal di Perbatasan

NUNUKAN – Gerakan radikalisme saat ini menjadi perhatian nasional. Sejumlah tindakan dan kelompok-kelompok…

Rabu, 20 September 2017 10:12

KJRI Nilai Malaysia Tak Bertanggung Jawab

NUNUKAN – Diperkirakan jumlah Warga Negara Indonesia (WNI) yang ditahan di Sabah, Malaysia sudah…

Selasa, 19 September 2017 13:31

Tim Tujuh Akhirnya Direspons Pemkab

NUNUKAN – Setelah terbentuk dan lama menunggu reaksi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nunukan, tim…

Selasa, 19 September 2017 13:29

Lulus SD, Sempat Kabur dari Rumah karena Akan Dinikahkan

Yayasan Indonesia Tionghoa Culture Centre (ITCC) Jawa Pos kali ini memberangkatkan 60 pelajar dari Kalimantan…

Senin, 18 September 2017 10:24

Masalah Klasik, Siap-Siap Listrik Padam Bergilir

NUNUKAN – Dalam beberapa pekan terkahir, masyarakat Nunukan dibuat tidak nyaman dengan pelayanan…

Senin, 18 September 2017 10:24

Masalah Klasik, Siap-Siap Listrik Padam Bergilir

NUNUKAN – Dalam beberapa pekan terkahir, masyarakat Nunukan dibuat tidak nyaman dengan pelayanan…

Senin, 18 September 2017 10:21

Pemerintah Diminta Atasi Persoalan Beras dan Garam Krayan

NUNUKAN – Ketua Umum Persekutuan Dayat Lundayeh (PDL) Yansen TP mengharapkan Pemerintah Kabupaten…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .