MANAGED BY:
JUMAT
22 JUNI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Selasa, 12 September 2017 11:30
Wakil Rakyat Kembali Jadi Korban Ujaran Kebencian

Anggota DPRD Pilih Bekerja daripada Gubris Akun Palsu

DIHINA: Lembaga legislatif kembali mendapat hujatan di medsos. Anggota DPRD Nunukan pun memilih tak menggubris sejumlah hujatan di medsos. RADAR NUNUKAN

PROKAL.CO, NUNUKAN – Sejumlah anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Nunukan kembali dicela atau menjadi korban ujaran kebencian di media sosial (medsos). Namun, para wakil rakyat ini memilih tidak menggubris ujaran kebencian melalui facebook itu.

Itu diungkapkan Wakil Ketua DPRD Nunukan, Hj. Nursan, SH, bahwa hal yang beredar di medsos tak perlu digubris, karena yang menghujat di medsos orang yang tak diketahui, bahkan menggunakan akun palsu. Bahkan, orang tersebut dinilainya termasuk pengecut.

“Jika orang tersebut berani tidak akan menggunakan nama samaran, hinaan yang disebar di medsos saya terima dengan ikhlas,” kata Hj. Nursan kepada Radar Nunukan, Senin (11/9).

Menurutnya, menggubris hal yang tidak jelas di medsos hanya akan menghabiskan energi. Ia pun memilih bekerja sebagai wakil rakyat di parlemen Nunukan daripada harus menggubris hal-hal yang tidak bermanfaat untuk kepentingan masyarakat.

Terkait laporan yang telah disampaikannya ke Polres Nunukan, itu akan menjadi pelajaran untuk ke depan. Lanjut dia, jika kali ini ada yang kembali melakukan hinaan di medsos, cukup dibiarkan dan tidak perlu digubris. “Jika itu tidak pantas dipuji tidak menjadi masalah, cukup masyarakat yang menilai sendiri kinerja para anggota DPRD Nunukan,” ujarnya.

Akun Raja Laut yang telah dilaporkan Hj. Nursan, kembali membuat status kontroversial, Minggu (10/9). Ia mempertanyakan terkait pengesahan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P). “Kenapa ya mereka (DPRD Nunukan, Red.) belum membahas dan mengesahkan APBD P 2017. Padahal pemerintah daerah telah  menyerahkan KUA PPAS DPRD Nunukan, namun sampai hari ini belum lagi dibahas. Ada apa dengan mu pak,” tulis akun Raja Laut di grup facebook Republik Demokrasi Sebatik.

Sambung dia, “Tahu ngak kalian pak dewan ***** pembayaran sisa ADD untuk desa dan staf gaji desa tahap dua ada dia APBD P. ***** kau anggota dewan yang sengaja menghambat pembangunan desa. Reses saja dapat menghabiskan anggaran Rp 20 miliar tidak jelas arah pembangunan, uang hanya dikantongi ******,” tambahnya.

Selain itu, akun Raja Laut memposting gambar dengan mencantumkan enam foto anggota DPRD Nunukan. Serta menuliskan beberapa tulisan di atas foto anggota DPRD yang dicantumkan tersebut. Tulisan tersebut mengarah ke negatif para anggota DPRD Nunukan.

Terkait pembahasan APBD-P, hingga saat ini Kebijakan Umum Anggaran dan Priorotas Plafon Anggaran Sementara (KUA PPAS) APBD-P 2017, ternyata belum diserahkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) ke DPRD Nunukan. “Belum ada masuk KUA PPAS masuk ke DPRD Nunukan, jika ada yang ingin menghina DPRD Nunukan dibiarkan saja,” tambah Ketua DPD Gerindra Kabupaten Nunukan ini.

Ia menambahkan, jika KUA PPAS diserahkan ke DPRD Nunukan, tidak langsung dibahas. Karena harus dipelajari terlebih dahulu. Jika ada yang mengkiritik DPRD Nunukan, namun tidak mengetahui pekerjaan dari DPRD Nunukan itu sendiri, tentu akan membicarakan sisi negatifnya terus. “Sebaik apapun para anggota DPRD Nunukan, pasti yang dinilai adalah sisi jeleknya saja,” jelasnya lagi. (nal/eza)


BACA JUGA

Kamis, 21 Juni 2018 22:30

Transhipment Beras Batal Dilakukan

NUNUKAN – Kapal MV Dong Thien Phu Golden yang mengangkut beras 2.900 ton dari Vietnam, ingin melakukan…

Kamis, 21 Juni 2018 14:37

Solusi Bangun Penangkaran Buaya

NUNUKAN – Keberadaan hewan reptilia jenis buaya di wilayah pesisir, Kelurahan Tanjung Harapan,…

Rabu, 20 Juni 2018 15:36

Arus Balik Normal, Tak Ada Lonjakan Penumpang

  NUNUKAN - PT Perusahaan Pelayaran Nasional (Pelni) Cabang Nunukan, memastikan arus balik akan…

Rabu, 20 Juni 2018 15:16

IIH LEBAY..!! Buaya Ditangkap, Kok.. Tiga Warga yang Kerasukan

NUNUKAN - Buaya di sekitar pesisir Mamolo, Kelurahan Tanjung Harapan, Kecamatan Nunukan Selatan dinamai…

Rabu, 20 Juni 2018 15:11

Tujuan Utama Pengiriman Miras Belum Diketahui

NUNUKAN — Penyidikan terus dilakukan oleh pihal Lanal Nunukan terhadap juragan juga anak buah…

Rabu, 20 Juni 2018 11:32

Pasca Lebaran Harga Masih Stabil

NUNUKAN – Pasca lebaran Idulfitri, sejumlah harga sembilan bahan pokok (Sembako) yang diperjual…

Rabu, 20 Juni 2018 11:30

Tahun Ini, Tak Dapat Remisi

NUNUKAN-Sebanyak 111 warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas IIB Nunukan akan menerima remisi…

Rabu, 20 Juni 2018 11:28

Penyeberangan ke Negara Tetangga Kembali Dibuka

NUNUKAN - Pasca lebaran H+3 penyeberangan Nunukan-Tawau, Malaysia telah kembali normal. Aktivitas di…

Senin, 18 Juni 2018 13:23

Diterkam Buaya, Sudding Nyaris Meregang Nyawa

NUNUKAN - Seorang warga Tanjung Harapan Mamolo, Kecamatan Nunukan Selatan, Kaltara diserang buaya mengakibatkan…

Senin, 18 Juni 2018 11:00

Ribuan Miras Ilegal Nyaris Lolos Edar

NUNUKAN - Belasan ribu botol Minuman Keras (Miras) ilegal asal Malaysia yang akan diselundupkan ke Berau,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .