MANAGED BY:
SABTU
23 SEPTEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV

RADAR KALTARA

Selasa, 12 September 2017 11:20
Pelajar Disabilitas Juarai O2SN Tingkat Nasional (Bagian 1) Wakili Kaltara di Medan, Fasilitas Latihan Sangat Terbatas
NAIK PODIUM: Evi Vania (tengah) saat naik podium juara setelah menjuarai O2SN untuk pelajar berkebutuhan khusus cabor Bocce di Medan, Suma tera Utara belum lama ini. SLB NUNUKAN UNTUK RADAR NUNUKAN

PROKAL.CO, EMPAT pelajar Sekolah Luar Biasa (SLB) Nunukan mewakili Kalimantan Utara (Kaltara), khususnya Kabupaten Nunukan dalam kejuaraan O2SN di Medan, Sumatera Utara (Sumut) Minggu (3/9) hingga Kamis (7/9) lalu. Satu di antara mereka berhasil menyabet juara dalam cabang olahraga (cabor) bocce untuk kategori Sekolah Menengah Atas (SMA) penyandang down syndrome.

Sebenarnya ada tiga cabor yang diikuti siswa dari sekolah berkebutuhan khusus ini. Selain bocce, badminton dan atletik juga diikuti. Untuk cabor atletik, sang atlet memang gagal menjuarai kejuaraan tersebut, sementara atlet dari cabor badminton terhenti lantaran mengalami cedera kaki. Tersisa dua atlet dari cabor bocce. Ya, dari dua atlet inilah salah satunya menyabet juaranya.

“Kerja keras kami dalam membimbing siswa akhirnya membuahkan hasil. Rasa bahagia sekaligus terharu bercampur menjadi satu saat salah satu siswi kami menjuarai kejuaraan tingkat nasional. Ini pencapaian luar biasa dan untuk pertama kalinya dari sekolah kami untuk tingkat nasional,” ujar Kepala SLB Nunukan, Simon kepada Radar Nunukan ketika diwawancarai media ini.

Kata Simon, tentu di balik semua itu ada pengorbanan yang dilakukan pihaknya, bagaimana cara membimbing siswa-siswi yang berkebutuhan khusus tersebut hingga berhasil menjuarai kejuaran tingkat provinsi dan mewakili Kaltara ke kejuaraan tingkat nasional bahkan menjadi juara.

“Namanya juga berkebutuhan khusus, jadi membimbingnya juga sangat khusus, serta butuh kesabaran. Dan guru-guru di sini sudah dibekali untuk membimbing mereka,” tutur Simon.

Simon pun terlebih dahulu menceritakan kerja keras atlet dari cabor badminton. Siswanya yang bernama Haerul Adam, penyandang tuna rungu atau gangguan pendengaran itu berhasil menjuarai kejuaraan tingkat provinsi setelah mengalahkan sejumlah atlet berkebutuhan khusus lainnya dari seluruh Kaltara.

Dari kejuaran itu, dirinya mendapatkan PR latihan lebih giat guna mewakili Kaltara untuk kejuaraan di tingkat nasional. Dalam waktu empat bulan, Haerul pun difokuskan untuk terus latihan. Kata Simon, meski harus lebih giat latihan, tapi jangan sampai mengganggu jam belajar di sekolah. “Jadi, kalau untuk badminton, kita atur waktu latihannya pada sore hari dan dilakukan tiga kali dalam seminggu,” kata Simon.

Dalam latihan, siswanya tersebut dibimbing gurunya di sekolah dalam berkomunikasi. Sebab, Haerul tidak akan bisa berkomunikasi dengan orang lain melainkan dengan pembimbingnya yang merupakan guru yang mengajar sehari-harinya di sekolah. Apalagi, saat latihan dirinya diikutkan dengan atlet normal lainnya.

Meski tak meraih emas, setidaknya Haerul telah masuk hingga enam besar saat penyisihan. Sangat disayangkan, saat pertandingan dirinya mengalami cedera otot kaki, hingga permainnya menurun drastis dan  gagal memenangi pertandingan.

“Ya, Haerul saat sampai di sini itu langsung menangis seperti merasa bersalah karena gagal juara, tapi kita berikan semangat karena tahun depan dia masih bisa mencobanya,” ungkap Simon.

Tak hanya itu, Simon menegaskan pihaknya juga berkoordinasi dengan orang tua untuk tetap mengawasi anaknya di rumah khususnya untuk pelajar yang akan mengikuti kejuaraan O2SN di Medan saat itu. “Memang kami meminta orang tua komitmen mengawasi anaknya dalam hal pola tidurnya harus teratur, pola makannya serta tidak membiarkan anaknya dibebaskan dari rumah, sebab jika terjadi sesuatu, bisa saja batal mewakili Kaltara,” tegas Simon.

Selayaknya cabor badminton, cabor lari serta bocce juga sedemikian sama pola latihan dan pengawasan di rumah oleh orang tua masing-masing siswa. Dari cabor atletik, siswi bernama Marse Simon penyandang tunagrahita atau keterbelakanan mental berhasil menjuarai di provinsi dan mewakili Kaltara di Medan. Namun sayang, juga gagal menang karena kurang latihan akibat kediamannya jauh dari tempat latihan saat persiapan kejuaraan.

Sementara di cabor bocce, diwakilkan dua atlet bernama Armida untuk kategori tingkat Sekolah Dasar (SD) dan Evi Vania untuk tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA). Keduanya penyandang down syndrome dan Evi Vania sang atlet dari SLB Nunukan yang menjuarai cabor bocce tingkat nasional.

Kata Simon, memang tempat latihan untuk cabor bocce tersebut hanya ada di sekolahnya saja. Memanfaatkan waktu istirahat untuk latihan setiap hari saat sekolah, tidak henti-hentinya dilakukan untuk asah kemampuan semua siswanya yang memiliki bakat di cabor itu. “Saat itulah kami melihat ada dua anak berpotensi dalam cabor ini. Kami akhirnya memilih Armida dan Evi,” aku Simon kepada media ini. (bersambung/eza)


BACA JUGA

Jumat, 22 September 2017 11:31

Rute Nunukan-Surabaya Segera Dibuka

NUNUKAN – Aktivitas di Pelabuhan Tunon Taka Nunukan dipastikan akan semakin sibuk setelah dibukanya…

Jumat, 22 September 2017 11:27

Tumbang ke Jalan, Pohon Beringin Nyaris ‘Makan’ Korban

NUNUKAN – Salah seorang pengendara sepeda motor nyaris tertimpa pohon beringin yang tumbang karena…

Jumat, 22 September 2017 10:40

Tidak Diizinkan Orang Tua dan Jadikan Dahlan Iskan Sebagai Inspirasi

Sebagai warga yang tinggal desa terpencil dan pelosok di perbatasan RI-Malaysia tidak menyurutkan sejumlah…

Rabu, 20 September 2017 10:14

Perbatasan Nihil Tindakan dan Kelompok Radikal di Perbatasan

NUNUKAN – Gerakan radikalisme saat ini menjadi perhatian nasional. Sejumlah tindakan dan kelompok-kelompok…

Rabu, 20 September 2017 10:12

KJRI Nilai Malaysia Tak Bertanggung Jawab

NUNUKAN – Diperkirakan jumlah Warga Negara Indonesia (WNI) yang ditahan di Sabah, Malaysia sudah…

Selasa, 19 September 2017 13:31

Tim Tujuh Akhirnya Direspons Pemkab

NUNUKAN – Setelah terbentuk dan lama menunggu reaksi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nunukan, tim…

Selasa, 19 September 2017 13:29

Lulus SD, Sempat Kabur dari Rumah karena Akan Dinikahkan

Yayasan Indonesia Tionghoa Culture Centre (ITCC) Jawa Pos kali ini memberangkatkan 60 pelajar dari Kalimantan…

Senin, 18 September 2017 10:24

Masalah Klasik, Siap-Siap Listrik Padam Bergilir

NUNUKAN – Dalam beberapa pekan terkahir, masyarakat Nunukan dibuat tidak nyaman dengan pelayanan…

Senin, 18 September 2017 10:24

Masalah Klasik, Siap-Siap Listrik Padam Bergilir

NUNUKAN – Dalam beberapa pekan terkahir, masyarakat Nunukan dibuat tidak nyaman dengan pelayanan…

Senin, 18 September 2017 10:21

Pemerintah Diminta Atasi Persoalan Beras dan Garam Krayan

NUNUKAN – Ketua Umum Persekutuan Dayat Lundayeh (PDL) Yansen TP mengharapkan Pemerintah Kabupaten…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .