MANAGED BY:
SENIN
20 NOVEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV

RADAR KALTARA

Selasa, 12 September 2017 11:20
Pelajar Disabilitas Juarai O2SN Tingkat Nasional (Bagian 1) Wakili Kaltara di Medan, Fasilitas Latihan Sangat Terbatas
NAIK PODIUM: Evi Vania (tengah) saat naik podium juara setelah menjuarai O2SN untuk pelajar berkebutuhan khusus cabor Bocce di Medan, Suma tera Utara belum lama ini. SLB NUNUKAN UNTUK RADAR NUNUKAN

PROKAL.CO, EMPAT pelajar Sekolah Luar Biasa (SLB) Nunukan mewakili Kalimantan Utara (Kaltara), khususnya Kabupaten Nunukan dalam kejuaraan O2SN di Medan, Sumatera Utara (Sumut) Minggu (3/9) hingga Kamis (7/9) lalu. Satu di antara mereka berhasil menyabet juara dalam cabang olahraga (cabor) bocce untuk kategori Sekolah Menengah Atas (SMA) penyandang down syndrome.

Sebenarnya ada tiga cabor yang diikuti siswa dari sekolah berkebutuhan khusus ini. Selain bocce, badminton dan atletik juga diikuti. Untuk cabor atletik, sang atlet memang gagal menjuarai kejuaraan tersebut, sementara atlet dari cabor badminton terhenti lantaran mengalami cedera kaki. Tersisa dua atlet dari cabor bocce. Ya, dari dua atlet inilah salah satunya menyabet juaranya.

“Kerja keras kami dalam membimbing siswa akhirnya membuahkan hasil. Rasa bahagia sekaligus terharu bercampur menjadi satu saat salah satu siswi kami menjuarai kejuaraan tingkat nasional. Ini pencapaian luar biasa dan untuk pertama kalinya dari sekolah kami untuk tingkat nasional,” ujar Kepala SLB Nunukan, Simon kepada Radar Nunukan ketika diwawancarai media ini.

Kata Simon, tentu di balik semua itu ada pengorbanan yang dilakukan pihaknya, bagaimana cara membimbing siswa-siswi yang berkebutuhan khusus tersebut hingga berhasil menjuarai kejuaran tingkat provinsi dan mewakili Kaltara ke kejuaraan tingkat nasional bahkan menjadi juara.

“Namanya juga berkebutuhan khusus, jadi membimbingnya juga sangat khusus, serta butuh kesabaran. Dan guru-guru di sini sudah dibekali untuk membimbing mereka,” tutur Simon.

Simon pun terlebih dahulu menceritakan kerja keras atlet dari cabor badminton. Siswanya yang bernama Haerul Adam, penyandang tuna rungu atau gangguan pendengaran itu berhasil menjuarai kejuaraan tingkat provinsi setelah mengalahkan sejumlah atlet berkebutuhan khusus lainnya dari seluruh Kaltara.

Dari kejuaran itu, dirinya mendapatkan PR latihan lebih giat guna mewakili Kaltara untuk kejuaraan di tingkat nasional. Dalam waktu empat bulan, Haerul pun difokuskan untuk terus latihan. Kata Simon, meski harus lebih giat latihan, tapi jangan sampai mengganggu jam belajar di sekolah. “Jadi, kalau untuk badminton, kita atur waktu latihannya pada sore hari dan dilakukan tiga kali dalam seminggu,” kata Simon.

Dalam latihan, siswanya tersebut dibimbing gurunya di sekolah dalam berkomunikasi. Sebab, Haerul tidak akan bisa berkomunikasi dengan orang lain melainkan dengan pembimbingnya yang merupakan guru yang mengajar sehari-harinya di sekolah. Apalagi, saat latihan dirinya diikutkan dengan atlet normal lainnya.

Meski tak meraih emas, setidaknya Haerul telah masuk hingga enam besar saat penyisihan. Sangat disayangkan, saat pertandingan dirinya mengalami cedera otot kaki, hingga permainnya menurun drastis dan  gagal memenangi pertandingan.

“Ya, Haerul saat sampai di sini itu langsung menangis seperti merasa bersalah karena gagal juara, tapi kita berikan semangat karena tahun depan dia masih bisa mencobanya,” ungkap Simon.

Tak hanya itu, Simon menegaskan pihaknya juga berkoordinasi dengan orang tua untuk tetap mengawasi anaknya di rumah khususnya untuk pelajar yang akan mengikuti kejuaraan O2SN di Medan saat itu. “Memang kami meminta orang tua komitmen mengawasi anaknya dalam hal pola tidurnya harus teratur, pola makannya serta tidak membiarkan anaknya dibebaskan dari rumah, sebab jika terjadi sesuatu, bisa saja batal mewakili Kaltara,” tegas Simon.

Selayaknya cabor badminton, cabor lari serta bocce juga sedemikian sama pola latihan dan pengawasan di rumah oleh orang tua masing-masing siswa. Dari cabor atletik, siswi bernama Marse Simon penyandang tunagrahita atau keterbelakanan mental berhasil menjuarai di provinsi dan mewakili Kaltara di Medan. Namun sayang, juga gagal menang karena kurang latihan akibat kediamannya jauh dari tempat latihan saat persiapan kejuaraan.

Sementara di cabor bocce, diwakilkan dua atlet bernama Armida untuk kategori tingkat Sekolah Dasar (SD) dan Evi Vania untuk tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA). Keduanya penyandang down syndrome dan Evi Vania sang atlet dari SLB Nunukan yang menjuarai cabor bocce tingkat nasional.

Kata Simon, memang tempat latihan untuk cabor bocce tersebut hanya ada di sekolahnya saja. Memanfaatkan waktu istirahat untuk latihan setiap hari saat sekolah, tidak henti-hentinya dilakukan untuk asah kemampuan semua siswanya yang memiliki bakat di cabor itu. “Saat itulah kami melihat ada dua anak berpotensi dalam cabor ini. Kami akhirnya memilih Armida dan Evi,” aku Simon kepada media ini. (bersambung/eza)


BACA JUGA

Sabtu, 18 November 2017 10:43

Diisukan Pakai Tikus, Pemilik RM Arema Laporkan Tim Terpadu ke Polisi

NUNUKAN – Merasa nama baik dan reputasi usaha yang dilakukan tercemar, pemilik Rumah Makan (RM)…

Sabtu, 18 November 2017 10:39

Bukan Bakso Terbuat dari Daging Tikus, Hanya...

NUNUKAN – Simpang siurnya informasi yang tersebar di media sosial (medsos) mengenai daging tikus…

Jumat, 17 November 2017 11:39

Pembangunan Pasar Tradisional Terpadu Digenjot

NUNUKAN – Pembangunan Pasar Tradisional Terpadu terus di genjot, Dinas Perdagangan memastikan…

Jumat, 17 November 2017 11:37

PLN Masih Menunggu Penentuan Golongan Tarif Listrik

NUNUKAN – Wacana golongan tarif listrik yang bakal dikurangi, PT Perusahan Listrik Negara (PLN)…

Kamis, 16 November 2017 09:40

Hasil Sampel Positif Mengandung Daging Tikus

NUNUKAN – Isu tidak sedap kembali diterima warga Kabupaten Nunukan. Khususnya penggemar kuliner…

Kamis, 16 November 2017 09:38

Pemkab Selidiki Keaslian Hasil Laboratorium

NUNUKAN – Tak ingin gegabah langsung mengambil tindakan tegas, Pemerintah Kabupaten Nunukan memilih…

Rabu, 15 November 2017 13:00

Dua Pekan, Polisi Tilang 414 Pengendara

NUNUKAN – Berakhir sudah Operasi Zebra yang dilakukan serentak se-Indonesia selama 14 hari. Di…

Rabu, 15 November 2017 12:59

Pos Lintas Batas Negara Akan Dibangun

NUNUKAN – Rapat teknis dan sidang ke-22 Tim Sosial Ekonomi Malaysia Indonesia (Sosek Malindo),…

Selasa, 14 November 2017 10:29

KPU Temukan Data Ganda KTA Parpol

NUNUKAN – Proses verifikasi administrasi Komisi Pemilihan Umum (KPU) Nunukan terhadap sejumlah…

Selasa, 14 November 2017 10:20

Kelanjutan SOA Barang dan Penumpang Dipastikan Aman

NUNUKAN – Masalah klasik persoalan Subsidi Ongkos Angkutan (SOA) barang dan penumpang untuk wilayah…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .