MANAGED BY:
RABU
14 NOVEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Sabtu, 09 September 2017 10:31
TPA Baru Gunakan Sistem Pemrosesan Baru
PENGERJAAN: TPA Juata Laut yang sedang digarap akan menggunakan sistem pemrosesan baru dengan cara sampah akan ditimbun ke dalam tanah. JOHANNY/RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, TARAKAN – Pembuatan tempat pemrosesan akhir (TPA) yang rencananya akan dipindahkan ke Juata Laut mulai dikerjakan. 43 hektare tanah dipersiapkan untuk menampung sampah yang sudah tidak dapat lagi dimuat di TPA Hake Babu. Di TPA baru akan digunakan sistem controlled landfiil (penutupan tanah secara berkala).

Kepala UPT TPA Hake Babu, Abdul Muin mengatakan untuk luasan tanah memang sudah clear, hanya yang masih terkendala saat ini pembuatan akses jalan masuk yang banyak menuai protes. Padahal pihaknya hanya akan membuat jalan sementara saja untuk pengerjaan perataan tanah TPA.

“Sekarang itu memang masih membuat jalan untuk masuk saja agar dapat bekerja, tetapi sebenarnya hanya sebentar saja dan untuk sekedar dapat bekerja lewati jalan itu, bukan menjadi akses masuknya nanti,” kata Muin. 

Untuk tahapan persiapan TPA baru ini, sedang dilakukan proses pematangan lahan atau land clearing agar dapat menggali dan memasukkan sampah-sampah nantinya. Karena lokasi pembuangan sampah seluas 1 hektare itu berada di bukit yang jauh dari warga.

“Pembuangan sampahnya kan berada jauh di atas, jadi butuh akses masuk,” ujarnya.

Pihaknya berencana untuk membuat fasilitas pendukung TPA, seperti kantor dan Instalansi Pengolahan Air Limbah (IPAL) untuk mengolah air limbah sampah agar tidak merusak lingkungan sekitar. Tetapi memang saat ini masih akan memfokuskan pada perataan tanah saja agar nantinya dapat digunakan menaruh dan menimbun sampah-sampah yang ada.

Lebih lanjut Muin menjelaskan, meyoal IPAL nantinya akan dilakukan beberapa proses seperti, setiap pembusukan tumpukan sampah akan dicampurkan dengan air hujan dan akan menghasilkan air lindi. Air itulah yang nantinya akan diolah karena akan sangat berbahaya jika dibuang tanpa diolah terlebih dahulu.

“IPAL itu kalau sudah terlihat aman, baru akan dibuang ke badan air. Kami juga akan selalu memantau secara intens,” katanya.

Selain itu yang juga turut menjadi perhatian pemerintah terkait bau yang ditimbulkan nantinya, UPT TPA Hake Babu akan melakukan program meminimalisir bau dari tumpukan sampah tersebut. Namun, kecil kemungkinan warga akan terganggu dengan aroma khas dari sampa-sampah tersebut karena lokasi pembuangan akan jauh dari pemukiman warga sekitar 1 kilometer, ditambah lagi banyaknya hutan di lokasi, sehingga akan menekan bau sampah.

Untuk pengoperasionalannya nanti jikalau memang sudah jadi akan menggunakan sistem sanitary landfiil yang artinya setiap hari dilakukan penimbunan tanah urug di atas sampah yang telah diratakan, minimal dengan menggunakan sistem controlled landfiil yang artinya penutupan tanah dilakukan secara berkala

“Kami akan menimbun sampah itu secara berkala, agar bakteri tidak berkembang biak. Memang berkala, dan tidak bisa setiap hari, karena biaya pengoperasiannya lebih mahal,” ujarnya.

Tetapi memang untuk Kota sedang seperti Tarakan hanya cukup dengan sistem controlled sesuai dengan undang-undang persampahan no 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah.

Rencananya juga pemerintah menargetkan akan menjadikan lokasi pembuangan sampah sebagai tempat wisata atau green TPA agar menjadi TPA yang ramah akan lingkungan. Berbeda dengan TPA Hake Babu yang memang saat ini sudah over load, sehingga harus ditutup.

“Sekarang kami sedang benahi dulu sebelum ditutup, karena memang tidak boleh ada dua TPA,” pungkasnya.

Sementara itu, salah seorang warga Juata Laut yang berada di Jalan Bukit Indah, Iyus mengatakan dia tetap tidak setuju untuk pembangunan TPA, karena takut akan menimbulkan bau busuk seperti TPA sebelumnya. Tetapi kalaupun memang harus dibuat, diharapkan agar apa yang dikatakan pemerintah dapat terealisasi dengan baik.

“Kalau sampai tidak terealisasi, kami akan tuntut hak kami. Kalau memang akan dibuat serapi dan ramah lingkungan maka kami dukung,” ujarnya. (*/yus/nri)


BACA JUGA

Selasa, 13 November 2018 21:45

FINAL! DPT Tarakan 154.706 Pemilih

TARAKAN - Komisi Pemilihan Umum (KPU) memilih menunggu petunjuk teknis…

Selasa, 13 November 2018 15:34

Detik-Detik Mualim Tugboat Fortunesius 101 Terjebak dalam Kamar

TARAKAN – AR bernafas panjang. Anak buah kapal (ABK) Fortunesius…

Selasa, 13 November 2018 14:23

Mualim Kapal Terjebak dalam Kamar

TARAKAN – Dua awak tugboat atau kapal tunda Fortunesius 101…

Selasa, 13 November 2018 14:22

Diduga Menyeret Pejabat Pemkot

TARAKAN - Hasil perhitungan kerugian negara dugaan korupsi pengadaan lahan…

Selasa, 13 November 2018 14:21

Berharap Campur Tangan Pemerintah

TARAKAN - Persoalan harga udang windu atau udang tiger yang…

Selasa, 13 November 2018 14:18

Nelayan Keluhkan Solar Subsidi Cepat Ludes

NELAYAN kecil mengeluhkan jumlah bahan bakar minyak (BBM) jenis solar.…

Selasa, 13 November 2018 13:52

Pelabuhan Tengkayu II Resmi Diambil Alih Pemprov

TARAKAN – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara resmi mengambil alih aset…

Selasa, 13 November 2018 13:41

Ini Penyebab Tenggelamnya Tugboat Fortunesius 101

TARAKAN - Usai dievakuasi, keenam anak buah kapal (ABK) tugboat…

Selasa, 13 November 2018 11:45

Membacok karena Sakit Hati

TARAKAN – Hasil pemeriksaan terhadap pelaku penganiayaan terhadap korban bernama…

Selasa, 13 November 2018 11:44

PDAM Yakini Masih Terjadi Pencurian Air

TARAKAN – PDAM Tirta Alam meyakini sepanjang tahun 2018 masih…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .