MANAGED BY:
SENIN
20 NOVEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV

RADAR KALTARA

Jumat, 08 September 2017 09:51
Perkara ABY Lanjut atau Tidak?

Eksepsi PH Dinilai Masuk Pokok Perkara

DENI PERDIANA - Kepala Seksi Pidana Khusus Kejari Bulungan

PROKAL.CO, TANJUNG SELOR – Perkara dugaan tindak pidana korupsi (tipikor) dana tidak terduga Pemerintah Kabupaten Tana Tidung (KTT) tahun 2015 yang disangkakan kepada mantan Penjabat (Pj) Bupati KTT, Achmad Bey Yasin (ABY) masih terus bergulir.

Setelah dilakukannya eksepsi atau tangkisan oleh penasihat hukum (PH) terdakwa pada Senin (4/9) lalu, selanjutnya akan dilakukan putusan sela pada Senin (11/9). Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Tipikor Samarinda akan memutuskan apakah perkara ABY tersebut dapat dilanjutkan atau tidak.

Menyikapi hal itu, Kepala Seksi Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Bulungan Deni Perdiana mengaku optimistis bahwa perkara yang menimbulkan kerugian negara sebesar Rp 945.629.000 akan tetap dilanjutkan.

“Di sini PH keberatan atas dakwaan jaksa penuntut umum (JPU) yang menyatakan adanya kerugian negara. PH menanyakan kerugian negara yang ditimbulkan itu dari mana,” ungkapnya kepada Radar Kaltara saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (6/9).

Tapi, kata dia, dirinya selaku JPU pada perkara tersebut tetap pada pendirian dengan mengatakan kerugian negara itu muncul atas tindakan yang dilakukan terdakwa saat menjabat sebagai pj bupati, yakni melakukan assesment dan pilkades. Sementara, dalam ketentuannya seorang pj tidak memiliki kewenangan untuk memutasi atau memberhentikan pegawai.

Sebab, ungkap dia, tugas seorang pj hanya ada dua, yakni menjalankan proses pemilihan kepala daerah (pilkada) definitif dan menjalankan roda pemerintahan sesuai dengan kewenangan serta memperhatikan batasan-batasan yang sudah ditetapkan.

“Di sini dia (ABY) memerintahkan untuk mencairkan dana tidak terduga untuk melaksanakan assesmentsebesar Rp 352.320.000 dan pilkades sebesar Rp 593.309.000, tindakan itu tidak dibenarkan,” jelasnya.

Disamping itu, dirnya juga menjelaskan bahwa eksepsi atau hak untuk mengajukan keberatan terhadap dakwaan sebagaimana diatur dalam Pasal 156 ayat (1) KUHP yang disampaikan oleh PH di persidangan pada 4 September 2017 lalu dianggap sudah masuk ke pokok perkara.

“Eksepsi itu hanya menentukan pengadilan mana yang memiliki kewenangan untuk mengadili perkara itu. Bukan pembuktian seperti yang ditanyakan oleh PH mengenai dimana letak kerugian negara pada kasus itu,” beber dia.

Sebab, lanjutnya, jika membahas masalah kerugian negara, maka sudah masuk ke pokok perkara. Jika demikian maka secara tidak langsung PH sudah menyatakan menerima perkara tersebut segera dilanjutkan ke tahap berikutnya yakni pembuktian.

Tidak hanya itu, soal waktu perkara juga ditetapkan pada eksepsi tersebut. Apakah sudah kadaluwarsa atau belum. “Nah, untuk perkara ini belum kadaluwarsa karena ancamannya 20 tahun. Karena perkara kedaluwarsa itu yang sudah melebihi masa ancaman,” sebutnya.

Dalam perkara ini, dia mengaku bahwa pihaknya sudah menyiapkan sekira 10 saksi dari Pemkab Tana Tidung termasuk ahli dari Kementerian Keuangan (Kemenkeu) yang telah menetapkan adanya kerugian negara pada perkara tersebut. “Pastinya untuk saksi fakta dari perkara ini semuanya dari Pemkab Tana Tidung,” pungkasnya. (iwk)


BACA JUGA

Sabtu, 18 November 2017 10:54

Karyawan Mulai di PHK Perusahaan

MESKI upah minimum kabupaten (UMK) Bulungan tahun 2018 yang masih menunggu penetapan dari Gubernur Kaltara…

Sabtu, 18 November 2017 10:51

Pesta Sabu, Warga Jl. H.Maskur Digerebek

TANJUNG SELOR – Satreskoba Polres Bulungan menggerebek pesta sabu di rumah AS (18) di Jalan H.…

Sabtu, 18 November 2017 10:48

Permintaan Tali Asih Tak Bisa Dipenuhi Pemkab

TANJUNG SELOR – Bangunan eks Transito milik Pemkab Bulungan di Kelurahan Kampung VI, Kota Tarakan…

Sabtu, 18 November 2017 10:46

Keluhkan Jalan Rusak dan Air Bersih

BEBERAPA ruas jalan mulai dari Selimau I hingga Selimau III, Kelurahan Tanjung Selor Timur rusak parah.…

Jumat, 17 November 2017 11:57

Pembunuh Arif Peragakan 54 Adegan

TANJUNG SELOR – Untuk melengkapi pemberkasan kasus pembunuhan Arif Maros (17) warga Desa Kelubir,…

Jumat, 17 November 2017 11:54

Tiga Parpol Belum Memenuhi Syarat

TANJUNG SELOR – Dari 13 partai politik (parpol) yang diverifikasi Komisi Pemilihan Umum (KPU)…

Jumat, 17 November 2017 11:47

Dikunjungi Pejabat, Belum Ada Solusi

TANJUNG SELOR – Sejak tiga pekan lalu hingga kini belum ada kejelasan dan solusi bagi 58 siswa…

Jumat, 17 November 2017 11:45

Pertama di Kaltara, Hemat Biaya Listrik

Era modern saat ini masih banyak yang tidak menyadari kecanggihan teknologi. Berbeda dengan SMK Negeri…

Jumat, 17 November 2017 11:43

Tahun 2018, Butuh 200 Formasi CPNS

TANJUNG SELOR – Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BK-PSDM) Bulungan…

Jumat, 17 November 2017 11:41

Tes Psikologi Digelar di Dua Tempat

SEMBARI menunggu kepastian jadwal pelaksanaan tes kompetensi bidang (SKB) rekrutmen CPNS di lingkungan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .