MANAGED BY:
KAMIS
14 DESEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV

RADAR KALTARA

Kamis, 07 September 2017 09:32
Jaksa Masih Konsisten dengan Satu Tersangka
DENI PERDIANA - Kepala Seksi Pidana Khusus Kejari Bulungan

PROKAL.CO, TANJUNG SELOR – Hingga saat ini penanganan perkara dugaan tindak pidana korupsi (tipikor) penyelewengan retrebusi jasa tambat bongkar muat Pelabuhan Kayan I Tanjung Selor terus bergulir di  Pengadilan Negeri (PN) Tipikor Samarinda.

Dalam prosesnya, antara penasihat hukum (PH) terdakwa dan jaksa penuntut umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri Bulungan memiliki pandangan yang berbeda. Dari PH meyakini bahwa dalam kasus ini bakal ada tambahan tersangka baru, sementara dari JPU masih konsisten dengan satu tersangka yang diketahui oknum PNS di Dishub Bulungan berinisial S.

Fransisco, PH terdakwa sempat menegaskan dari fakta di persidangan bahwa calon tersangka baru dalam kasus yang terungkap pada tahun 2014 itu tak lain adalah saksi kunci dari JPU yang diketahui berinisial FR.

Bahkan keyakinannya bahwa FR bakal terlibat dalam kasus itu sudah 100 persen. Karena menurutnya tidak ada satupun kasus korupsi yang hanya melibatkan tersangka tunggal, pasti akan ada keterlibatan pihak lain di dalamnya.

“Kalaupun klien saya ini kena (terlibat,Red.), menurut saya itu tipis. Tapi yang lebih banyak menggunakan dana retribusi ini adalah FR,” tegasnya kepada Radar Kaltara saat dikonfirmasi belum lama ini.

Sementara, Kepala Seksi Pidana Khusus Kejari Bulungan, Deni Perdiana menyatakan, sementara ini pihaknya masih fokus terhadap satu tersangka atas kasus yang menimbulkan kerugian negara senilai Rp 282 juta itu.

“Jika PH beranggapan demikian itu hak dia. Tapi untuk sementara ini kami belum mengarah ke situ. Justru selama ini kami lebih banyak mendapatkan informasi dan bukti dari saksi kunci ini,” ungkapnya.

Oleh karena itu, dirinya menyebutkan bahwa itu merupakan hal yang biasa. Dirinya menyebutkan selain bukti di persidangan, dugaan yang disangkakan terhadap S tersebut juga dikuatkan dengan fakta lain, yakni sesuai informasi yang diterima bahwa saat menjabat sebagai kepala seksi, S sempat membeli sebuah mobil yang saat ini disita oleh kejaksaan.

“Meskipun pengakuan itu dengan dalil mobil tersebut dibeli dengan cara kredit,” sebutnya.

Lebih lanjut, dikatakan, mengenai elakan terdakwa di persidangan dengan pengakuan bahwa uang retribusi yang digunakan untuk down payment (DP) atau uang muka pembelian mobil itu hanya dipinjam olehnya, itu tetap tidak diperbolehkan.

“Terlebih saat di persidangan terdakwa tidak dapat menunjukkan bukti pinjaman dan pengembalian uang sebesar Rp 5 juta yang dikirimkan ke rekenig istrinya yang katanya dipinjam terdakwa. Jadi itu hanya alibi terdakwa saja,” katanya.

Dalam persidangan, lanjutnya, bukti transfer yang disampaikan oleh pihaknya sempat dipermasalahkan oleh PH karena hanya dalam bentuk fotokopi. Tapi bukti tersebut diakui oleh saksi FR yang melakukan transfer tersebut. Bahkan FR menjelaskan secara detil hingga waktu dilakukannya tranfer tersebut.

Disamping itu, dia juga mengatakan bahwa saat ini saksi kunci tersebut saat ini dilindungi oleh Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) dengan alasan bahwa saksi kunci tersebut sempat diteror oleh terdakwa.

Adapun pada persidangan berikutnya yang dilakukan pada Senin (11/9) mendatang pihaknya akan menghadirkan ahli dari Kementerian Keuangan (Kemenkeu) yang juga diketahui merupakan ahli dari perkara mantan Pj Bupati Kabupaten Tana Tidung (KTT), Achmad Bey Yasin (ABY).

Intinya pihaknya optimistis bahwa tuntutan terhadap tersangka itu akan terbukti. “Tapi untuk pastinya nanti kita lihat hasil dari persidangan saja seperti apa. Pastinya kita konsisten pada tuntutan yang sudah ditetapkan,” pungkansya. (iwk/ana)


BACA JUGA

Rabu, 13 Desember 2017 10:26

2018, Kaltara Kebagian 440 CJH

TANJUNG SELOR -  Meski musim haji 2018 masih lama, Kementerian Agama (Kemenag) RI telah merilis…

Rabu, 13 Desember 2017 10:24

Polsek Gerebek Empat Warga Bunyu Pasca Pesta Sabu

BUNYU - Maraknya peredaran narkotika jenis sabu di Kecamatan Bunyu menjadi perhatian aparat Polsek Bunyu.…

Rabu, 13 Desember 2017 10:08

Pemerintah Tanggung Pengobatan Umairah

TANJUNG SELOR – Masni (27), orang tua Umairah, bayi dua bulan pasien penyempitan usus Rumah Sakit…

Rabu, 13 Desember 2017 10:07

SMPN 1 Tanjung Selor Butuh Rp 6 M

KEMENTERIAN Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud)  memastikan SMPN 1 Tanjung Selor membutuhkan…

Selasa, 12 Desember 2017 10:18

Hasil Tes CPNS Sudah 'Dikantongi'

TANJUNG SELOR – Semua rangkaian pelaksanaan seleksi penerimaan calon pegawai negeri sipil (CPNS)…

Selasa, 12 Desember 2017 10:15

Kapolres Warning Pedagang Produk Malaysia

TANJUNG SELOR – Dari pengawasan harga dan stok sembako yang dilakukan Satgas Gabungan di Pasar…

Selasa, 12 Desember 2017 10:08

Diduga Ngantuk, Ka Masuk Parit hingga Tewas

TANJUNG SELOR – Kecelakaan lalu lintas (lakalantas) tunggal hingga merengut nyawa pengendaranya…

Selasa, 12 Desember 2017 10:07

Orang Tua Tolak Dirawat karena Tak Punya Biaya

Memasuki usia dua bulan biasanya bayi sudah bertambah kuat menopang kepalanya meski masih terhuyung,…

Selasa, 12 Desember 2017 10:05

Terbentur Minim Petugas dan Sapras

MASYARAKAT Kecamatan Bunyutampaknya harus bersabar. Sebab, keinginan agar Polsek Bunyu dapat membuka…

Senin, 11 Desember 2017 11:08

Mr X Dibunuh Temannya Sendiri

TANJUNG SELOR – Selang sehari dari penemuan mayat Mr X yang belakangan diketahui bernama Jumanto…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .