MANAGED BY:
RABU
19 JUNI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Selasa, 05 September 2017 20:18
Jalan Rusak, Warga Butuh Drainase

Gagal Panen karena Tergenang Air

MIRIS: Jalan berlubang dan berlumpur ketika hujan, menghambat keluar masuknya mobilisasi Program Sampah Semesta. Foto diabadikan Senin (4/9). Foto: Lisawan/Radar Tarakan

PROKAL.CO, TARAKAN – Kondisi jalan yang tak memadai di wilayah RT 9 Kelurahan Karang Harapan cukup dikeluhkan warga. Sebabnya, selain sulit dilewati pejalan kaki juga menganggu mobilisasi pengangkutan sampah yang dilakukan  dengan sistem door to door.

Padahal di RT 9, Program Sampah Semesta baru berjalan tiga bulan sejak dicanangkan Wali Kota Tarakan sekitar 2015 lalu. Dengan kondisi jalan berlubang dan berlumpur  saat hujan dirasakan warga begitu menghambat kelancaran Program Sampah Semesta yang masuk ke wilayah RT 9.

Diungkapkan Ketua RT 9, Thomas Tappi,  terdapat 60 kepala keluarga (KK) di lingkungan RT 9 yang selama berjalan tiga bulan  sebelumnya telah  ikut menyukseskan dan mendukung program tersebut. Namun karena kondisi jalan yang tidak memadai, khususnya di Jalan Sarani yang berlubang dan berlumpur saat hujan sehingga terkadang menghambat petugas menjemput sampah di rumah warga.

“Iya, semua warga ikut Program Sampah Semesta ini. Tapi ada sebagian rumah warga yang tidak bisa dijangkau,” ujar Thomas saat ditemui, Senin (4/9).

Meskipun demikian, petugas tetap mengupayakan agar sampah rumah tangga bisa terakomodir. Walaupun harus melewati jalan yang berlumpur dan berlubang.

“Daripada ditegur, jadi petugasnya paksa supaya bisa lewat,” terang Thomas

Kembali dijelaskan Thomas, dengan kondisi panjang Jalan Sarani sekitar 350 meter, setiap bulannya  dijadwalkan dua kali kerja bakti. Yakni pada  minggu pertama dan minggu ketiga, biasanya ia dan warganya gotong-royong menimbun jalan yang berlubang dengan tanah meski tidak maksimal.

“Jadi warga pernah kumpul uang sekitar Rp 15 hingga Rp 20 ribu untuk beli tanah, tapi kalau hujan kan terbawa air juga dan jadinya berlumpur,” lanjut Thomas.

Thomas melanjutkan, belakangan ini ada proyek perbaikan jalan dari Dinas Pekrjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) tepatnya di daerah Jalan TMD. Namun empat warga di daerah tersebut menolak perbaikan tersebut, sehingga ia khawatir jika berimbas ke wilayahnya lantaran pemerintah beranggapan warga akan menolak untuk peningkatan pembangunan di wilayahnya.

“Mungkin sebagian warga di Jalan TMD tidak suka kalau melihat jalan bagus, tapi jangan samakan kami sama mereka. Kami tetap ingin pemerintah memperhatikan wilayah kami,” terangnya.

Sekitar 300 warga dari 60 KK, hanya empat orang yang pekerjaannya sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS). Selebihnya adalah petani, sehingga pembangunan drainase juga sangat diperlukan oleh warganya. Sebab jika hujan, daratan rendah tempat ia dan warganya bercocok tanam tergenang air yang berasal dari pegunungan. Sehingga sangat disesalkan ketika gagal panen karena tanaman digenangi air.

“Warga RT 9 ini mayoritas petani, jadi kami sangat sedih kalau siap panen tapi gagal karena banjir, atau baru saja tabur bibit tapi terbawa air,” ucapnya merasa iba.

Ia mengatakan sesuai wacana pemerintah kota, kemungkinan drainase akan dikerjakan satu sisi yang panjangnya sekitar 350 meter. Walaupun hanya dikerjakan satu sisi, pihaknya sudah bersyukur karena setidaknya ada wadah untuk air mengalir.

“Kami tetap berterima kasih, kami tidak menuntut semuanya dibangun drainase tapi terserah dari pemerintah asalkan ada di satu sisi yang berguna menampung aliran air,” harapnya.

Ia mengatakan dalam 2017 ini ia maupun warganya merasa resah ketika hujan dan menggenangi perkebunannya. Ia berharap sekiranya  pemerintah kota dapat segera menanggapi dan menindaklanjuti. Agar 2018 mendatang pihaknya dapat bercocok tanam dengan tenang tanpa merasa was-was ketika hujan. (*/one/zia)

 


BACA JUGA

Selasa, 18 Juni 2019 12:26

2,5 Jam, 42 Rumah Ludes

TARAKAN – Si jago merah kembali mengamuk dan melahap permukiman…

Selasa, 18 Juni 2019 12:24

Tabung Gas Mahal, Disdagkop Malah Bilang Minim Laporan

TARAKAN – Keberadaan LPG 3 kg di Kota Tarakan dikeluhkan…

Selasa, 18 Juni 2019 12:23

WAJIB..!! Ikan dari Malaysia Diwaspadai

TARAKAN - Menindaklanjuti Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2017…

Selasa, 18 Juni 2019 12:22

Karya Menembus Ajang Bergengsi Nasional

Warga binaan pemasyarakatan (WBP) Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II-A Tarakan…

Selasa, 18 Juni 2019 11:51

Tarakan Dapat 55 Titik PJUTS

TARAKAN - Sebanyak 300 unit lampu penerangan jalan umum tenaga…

Selasa, 18 Juni 2019 11:49

Gagal Memerkosa, Pelaku Curi HP

TARAKAN – Personel dari unit Jatanras, Satreskrim Polres Tarakan berhasil…

Selasa, 18 Juni 2019 11:47

Pejalan Kaki Keluhkan Tidak Adanya Trotoar

TARAKAN – Pejalan kaki yang melewati Jalan Dipenogoro mengeluhkan tidak…

Selasa, 18 Juni 2019 11:46

Transaksi Tunai Capai Rp 643,4 Miliar

TARAKAN – Selama Ramadan hingga Idulfitri 1440 H, jumlah transaksi…

Selasa, 18 Juni 2019 11:45

Samsat Keliling Mulai Beroperasi

TARAKAN – Samsat Keliling yang dimiliki Kantor Pelayanan Samsat Induk…

Selasa, 18 Juni 2019 11:44

Pasar Kampung Empat Terkendala Jalan

TARAKAN - Pasar yang berada di Kelurahan Kampung Empat hingga…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*