MANAGED BY:
SENIN
20 NOVEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV

RADAR KALTARA

Kamis, 31 Agustus 2017 10:44
Perdagangan Masyarakat Perbatasan Harus Legal

Pemprov Bentuk Tim Pengawasan di Lintas Batas Negara

PEMBENTUKAN TIM: Kasatpol PP Kaltara Datu Balam memimpin rapat koordinasi sekaligus pembentukkan Tim Pengawasan di Lintas Batas Negara, di Kabupaten Nunukan. SATPOL PP KALTARA UNTUK RADAR KALTARA

PROKAL.CO, TANJUNG SELOR – Pemerintah Provinsi Kaltara terus berupaya agar perdagangan lintas negara Indonesia-Malaysia yang kerap dijumpai di daerah berbatas menjadi perdagangan legal dengan memiliki izin resmi dari pemerintah.

Karena itu, belum lama ini Gubernur Kaltara H. Irianto Lambrie mengeluarkan Surat Keputusan tentang Tim Pengawasan di Lintas Batas Negara  Tahun 2017. Tim yag yang dikoordinir Satpol PP Provinsi Kaltara dengan anggota Bea Cukai, Imigrasi, TNI/Polri, dan Disperindagkop baik provinsi maupun kabupaten ini sudah mulai bekerja, dengan langkah awal melakukan pengawasan sekaligus sosialisasi ke agen dan pedagang di Kabupaten Nunukan baru-baru ini.

Kepala Satpol PP Provinsi Kaltara Datu Balam mengatakan, sebagian besar pedagang di Nunukan menjual produk asal negara Malaysia, sehingga tak terelakkan lagi masyarakatpun banyak mengkonsumsi produk negara tentangga itu.

“Cuma yang menjadi masalah, perdagangan yang dilakukan pelaku usaha selama itu sudah sesuai regulasi atau belum,” ungkapnya kepada Radar Kaltara kemarin (30/8).

Karena itu, tim melakukan pengawasan langsung ke agen dan pemilik toko. Ada enam lokasi yang disambangi tim, di antaranya Pasar Inhutani, Jembatan Bongkok, Pasir Putih.

“Dari enam lokasi pusat keramaian yang kami kunjungi, sebagian besar pedagangnya tidak memiliki izin untuk mendatangkan produk Malaysia, bahkan ada yang dari Thailand,” ungkapnya.

Sebenarnya, kata Datu Balam, para pedagang bersedia mengurus izin ke pemerintah, hanya saja selama ini pedagang tak tahu harus ke mana.

“Kalau mereka mengikuti regulasi, bisa mendatangkan sumber pendapatan daerah (PAD) bagi Nunukan,” sebutnya.

Di Kabupaten Nunukan sendiri, kata dia, sudah ada peraturan daerah yang mengatur soal perdagangan lintas batas, hanya saja belum berjalan maksimal.

“Kami melakukan pengawasan ini juga untuk mengindetifikasi masalah yang ada,” ungkapnya.

Setelah itu, sambung dia, hasil identifikasi ini akan dilaporkan ke Gubernur Kaltara untuk ditindak lanjuti.

Namun sebelum dilaporkan, semua permasalahan akan dikompilasi baik yang ada di Nunukan maupun Malinau, sekaligus masukan dari instansi terkait dengan upaya melegalkan usaha perdagangan masyarakat perbatasan yang sudah berlangsung puluhan tahun.

“Apa yang dimau Imigrasi, Bea Cukai, TNI/Polri  dan Disperindagkop,”  bebernya.

Selain di Kecamatan Nunukan, tim juga akan melakukan pengidentifikasi masalah perdagangan lintas negara di Sebatik. Ada dua pusat lintas perdagangan Indonesia-Malaysia di Sebatik yang harus disambangi. Yakni, Seimenggaris dan Sungai Nyamuk.

“Ke Malinau juga nanti, cuma tidak di perbatasan yang kami kunjungi, tapi di pusatnya saja,” ungkapnya.

Program ini baru kali pertama dilaksanakan. Meski masih ada kendala terutama soal anggaran, tapi tetap bisa dimaksimalkan.Terlebih ada dukungan dari Kecamatan Nunukan sebagai pemilik wilayah.

“Karena kita ingin para pedagang bisa berjualan dengan tenang, karena punya legalitas,” tuturnya.

Tidak hanya itu, Satpol PP Nunukan bisa mengangkatnya menjadi perda, sehingga bisa menjadi sumber PAD.

Datu Balam menambahkan, dalam pengawasan ini pihak tak melakukan penertiban tapi berupaya memfasilitasi pelaku usaha agar berdagang secara legal.

“Makanya dalam tim ini, masing-masing instansi punya tugas sendiri, yang nantinya dikompilasi untuk dilaporkan ke gubernur,” pungkasnya.(ana)


BACA JUGA

Sabtu, 18 November 2017 10:54

Karyawan Mulai di PHK Perusahaan

MESKI upah minimum kabupaten (UMK) Bulungan tahun 2018 yang masih menunggu penetapan dari Gubernur Kaltara…

Sabtu, 18 November 2017 10:51

Pesta Sabu, Warga Jl. H.Maskur Digerebek

TANJUNG SELOR – Satreskoba Polres Bulungan menggerebek pesta sabu di rumah AS (18) di Jalan H.…

Sabtu, 18 November 2017 10:48

Permintaan Tali Asih Tak Bisa Dipenuhi Pemkab

TANJUNG SELOR – Bangunan eks Transito milik Pemkab Bulungan di Kelurahan Kampung VI, Kota Tarakan…

Sabtu, 18 November 2017 10:46

Keluhkan Jalan Rusak dan Air Bersih

BEBERAPA ruas jalan mulai dari Selimau I hingga Selimau III, Kelurahan Tanjung Selor Timur rusak parah.…

Jumat, 17 November 2017 11:57

Pembunuh Arif Peragakan 54 Adegan

TANJUNG SELOR – Untuk melengkapi pemberkasan kasus pembunuhan Arif Maros (17) warga Desa Kelubir,…

Jumat, 17 November 2017 11:54

Tiga Parpol Belum Memenuhi Syarat

TANJUNG SELOR – Dari 13 partai politik (parpol) yang diverifikasi Komisi Pemilihan Umum (KPU)…

Jumat, 17 November 2017 11:47

Dikunjungi Pejabat, Belum Ada Solusi

TANJUNG SELOR – Sejak tiga pekan lalu hingga kini belum ada kejelasan dan solusi bagi 58 siswa…

Jumat, 17 November 2017 11:45

Pertama di Kaltara, Hemat Biaya Listrik

Era modern saat ini masih banyak yang tidak menyadari kecanggihan teknologi. Berbeda dengan SMK Negeri…

Jumat, 17 November 2017 11:43

Tahun 2018, Butuh 200 Formasi CPNS

TANJUNG SELOR – Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BK-PSDM) Bulungan…

Jumat, 17 November 2017 11:41

Tes Psikologi Digelar di Dua Tempat

SEMBARI menunggu kepastian jadwal pelaksanaan tes kompetensi bidang (SKB) rekrutmen CPNS di lingkungan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .