MANAGED BY:
RABU
26 SEPTEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Kamis, 31 Agustus 2017 10:38
Puluhan WNI Kembali Dipulangkan Paksa ke Tanah Air
DITAMPUNG: Puluhan WNI yang dideportasi ditampung di Rusunawa dan dilakukan pendataan untuk selanjutnya dipulangkan ke daerah asalnya atau kembali bekerja di Malaysia. ASRULLAH/RADAR NUNUKAN

PROKAL.CO, NUNUKAN – Akibat tak memiliki dokumen resmi selama berada di Malaysia. Puluhan Warga Negara Indonesia (WNI) kembali dideportasi Malaysia. Sebanyak 56 orang yang terdiri dari 44 orang laki-laki, 11 orang perempuan dan satu anak laki-laki dipulangkan paksa ke tanah air melalui Pelabuhan Tawau ke Tunon Taka Nunukan, Selasa (29/8) petang.

Mustari (27) salah seorang deportan yang ditemui pewarta harian ini mengatakan, ia telah ditahan sekira empat bulan lamanya di Pusat Tahanan Sementara (PTS) Tawau. Selama di Sabah ia bekerja di perusahaan kelapa sawit di Sandakan sejak 2011 lalu.

“Sudah lama kerja di Sabah. Ini pertama kali ditangkap aparat Malaysia,” ujarnya kepada Radar Nunukan saat ditemui di Rusunawa sebagai tempat penampungan deportan, Rabu (30/8).

Lanjutnya, ia ditahan lantaran tidak memperjang izin tinggal. Dikarenakan, daftar tunggu yang diberikan untuk memperpanjang paspor miliknya cukup lama, sehingga over stay. Pria yang tinggal di Kecamatan Nunukan Selatan ini mengungkapkan, jumlah WNI yang berada di PTS Tawau sekira seribu orang.

Selain itu, ia juga mengaku untuk kembali ke tanah air harus membayar tiket kapal dari Tawau menuju Nunukan. “Ada kawan sudah enam kali masuk daftar pemulangan harus ditunda, karena tidak ada uang untuk bayar tiket sebesar RM 90,” tambahnya.

Sementara, Kepala Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) Pelabuhan Tunon Taka Nunukan, Nasution mengatakan, deportasi kali ini masih dengan persoalan yang sama. Rata-rata WNI yang dipulangkan tersandung kasus dokumen keimigrasian.

Ia juga mengungkapkan, selama Agustus setidaknya 403 WNI sudah dideportasi dari Malaysia. Terdiri 280 laki-laki dan 123 perempuan. Jumlah tersebut lebih banyak dibanding pada Juli lalu yang hanya 152 orang yang terdiri dari 112 laki-laki dan 40 perempuan.

“Jika dilihat selama sebulan terakhir, masih kasus yang sama terkait dokumen. Dan tentunya masih didominasi kasus dokumen jika dibandingkan jumlah deportasi yang dipulangkan,” pungkasnya.

Saat dilakukan pendataan, diketahui sebanyak tujuh orang yang ingin pulang ke kampung halamannya. Sedangkan, yang ingin bertahan di Nunukan untuk mencari kerja sebanyak 23 orang. Serta, yang ingin kembali ke negeri jiran untuk bekerja sebanyak 26 orang. (akz/eza)


BACA JUGA

Selasa, 25 September 2018 14:19

Fokus CPNS, Rekrut P3K Belum Pasti

NUNUKAN – Pegawai honorer di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nunukan yang berusia di…

Selasa, 25 September 2018 14:14

Kampanye Harus Ikuti Aturan

NUNUKAN – Sebanyak 16 partai politik (parpol) yang mengikuti pemilihan umum (pemilu) di Nunukan,…

Selasa, 25 September 2018 14:06

Terdakwa Kecelakaan Speedboat Didakwa Empat Pasal

NUNUKAN – Dua terdakwa perkara kecelakaan speedboat pengangkut Tenaga Kerja Indonesia (TKI) ilegal…

Selasa, 25 September 2018 14:04

Dua Pelaku Jambret Jadi Tersangka

NUNUKAN – Dua pelaku penjambretan handphone berinisial PY (19) dan SK (19), yang terjadi di depan…

Senin, 24 September 2018 13:50

Unggas Masih Dilarang Masuk

NUNUKAN – Flu burung yang menyerang ribuan unggas di Sabah, Malaysia membuat Balai Karantina Pertanian…

Senin, 24 September 2018 13:43

Penjemput Jemaah Haji Padati PLBL Liem Hie Djung

NUNUKAN – Tak berbeda jauh dengan tahun lalu, jemaah haji yang baru tiba di Pelabuhan Lintas Batas…

Senin, 24 September 2018 13:39

Gangguan Jaringan Internet Hal yang Wajar

NUNUKAN – Gangguan jaringan internet yang sering bermasalah, dianggap hal yang wajar terjadi di…

Senin, 24 September 2018 13:37

Data Pemilih yang Masih Bermasalah Segera Diselesaikan

Dengan berubahnya Data Pemilih Tetap (DPT) pasca dilakukan penetapan Daftar Pemilih Tetap Hasil Perbaikan…

Senin, 24 September 2018 13:27

Dipergoki Orang Tua, RL Langsung Dibui

AKSI bejat RL (inisial), pelaku pencabulan terhadap anak di bawah umur harus berakhir di jeruji besi.…

Senin, 24 September 2018 13:19

Aksi Jambret Terekam CCTV

NUNUKAN – Aksi penjambretan terjadi di depan Rumah Makan (RM) Arema, Jalan TVRI, Kelurahan Nunukan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .