MANAGED BY:
SELASA
23 JANUARI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Jumat, 25 Agustus 2017 10:00
Miliki Dua SPBU, Bulungan Masih Kesulitan BBM

Dewan Minta Pengetap Ditindak

DIKELUHKAN:Sejak dua hari lalu kondisi SPBU Jalan Sengkawit ini selalu tutup karena kehabisan stok BBM. ISMAEL/RADAR KALTARA

PROKAL.CO, TANJUNG SELOR – Meski sudah memiliki dua SPBU di Jalan Katamso dan Sengkawit Tanjung Selor, masyarakat Bulungan masih kesulitan mendapatkan bahan bakar minyak (BBM), khususnya premium.

Dari pantauan wartawan Radar Kaltara di lapangan sekira pukul 08.45 Wita kemarin (24/8), kedua SPBU yang ada di Ibu Kota Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) ini tidak ada yang buka, membuat masyarakat kecewa.

Bima (24), mahasiswa Universitas Kaltara Tanjung Selor saat ditemui mengaku, dirinya sempat mendorong motornya karena dalam kondisi kehabisan BBM, sementara saat ingin mengisi BBM di SPBU yang ada di Jalan Katamso sedang tutup.

“Bensin motor saya memang sudah tinggal sedikit, pas ke SPBU ternyata tutup. Belum sempat dapat yang jualan bensin eceran sudah habis, terpaksa saya mendorong,” keluhnya.

Masyarakat lainnya, Imam juga mengatakan hal yang sama bahwa sudah beberapa pekan terakhir BBM jenis premium maupun pertalite sangat sulit ditemui di SPBU, yang memiliki banyak stok hanya pedagang bentol di pinggir jalan.

“Mau tidak mau beli bentol saja, soalnya di SPBU sering habis bahkan SPBU nya juga sering tutup,” tuturnya.

Menyikapi hal itu, Anggota Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bulungan, Sunaryo meminta agar pemerintah daerah dapat menindak lanjuti persoalan yang sudah sering terjadi di Tanjung Selor ini.

Setidaknya, kata dia, pihak terkait dapat segera menindak atau menertibkan seluruh pengetap maupun pedagang bensin botolan (bentol).

 “Pemerintah harus menertibkan kembali, sudah sejak beberapa bulan terakhir beredar di mana-mana tidak takut aturan,” ujarnya kepada Radar Kaltara, Kamis (24/8).

Menurutnya, jika perlu dipasang CCTV di area SPBU agar diketahui wajah-wajah pengetap, sehingga petugas tinggal menindak. Karena pengetap maupun pedagang ini ketika razia menghilang, namun setelah itu mulai bermunculan kembali.

“Penjual bensin sekarang menjamur, harusnya ditindak jangan dibiarkan begitu saja karena merugikan masyarakat termasuk saya,” ucapnya.

Dampaknya, meski SPBU sudah bertambah di Bulungan bukannya stok BBM mencukupi tapi malah semakin berkurang, SPBU sering tutup akibat kehabisan stok BBM.

“Soalnya bensin inikan begitu dibongkar oleh petugas, SPBU langsung dipadati oleh pengetap,” ujarnya.

Bahkan, kata dia, sebelum SPBU buka mereka sudah parkirkan kendaraannya di depan SPBU.”Baik kendaraan roda dua maupun roda empat,” pungkasnya.

Seperti beritakan sebelumnya, sejak resmi beroperasi awal Maret lalu, SPBU Jalan Sengkawit di rasa tidak maksimal melayani kebutuhan BBM masyarakat Bulungan.

Itu disebabkan jam buka SPBU tidak berjalan sesuai dengan jadwal. Yakni pagi hingga malam.

Sejauh ini SPBU buka pagi hanya sampai siang, atau justru baru buka siang  dan sampai malam. Bahkan, sehari tidak buka sama sekali atau tutup total.

Apiu pengelola SPBU mengaku kondisi selalu seperti itu sejak SPBU beroperasi.“Kan lucu seperti minyak langka, padahal tidak langka,”ungkapnya, Rabu (23/8).

Ia menyakini kondisi tersebut dapat mengganggu bahkan merugikan masyarakat selaku konsumen. “Masyarakat perlu beli waktu pagi. Kan mengganggu aktivitas mereka juga karena waktu pagi tidak ada,”tegas dia.

Sales Eksekutif Ritel Pertamina Tarakan Imam Bukhari mengatakan, BBM semua jenis tidak langka. Hanya saja proses pengiriman dari Kabupaten Berau Kaltim ke Bulungan sangat tergantung dengan kondisi jalan.

“Ada macet di jalan,”tegas Imam melalui pesan  WhatsApp miliknya.

Kata dia, setiap hari proses pengiriman sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan.“Mobil tanki keluar jam 7 pagi. Tapi pengaruh utama ada di jalan,”sebutnya.

Ia menambahkan, proses pengiriman BBM senantiasa on time atau tepat waktu. “Cuma kondisi jalan yang kadang tidak bisa diprediksi,”pungkasnya. (lee/ana)


BACA JUGA

Selasa, 23 Januari 2018 12:22

Dugaan Gratifikasi, Kadis ESDM: Itu Hoaks

TANJUNG SELOR - Demonstrasi yang dilakukan di depan kantor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI, Rabu…

Selasa, 23 Januari 2018 12:19

Batal Pindah, SMAN 2 Akan Dibangunkan RKB

TANJUNG SELOR – Persoalan lahan SMAN 2 Tanjung Selor di Selimau, Bulungan yang masih bersengketa…

Selasa, 23 Januari 2018 12:18

Rusak Parah, Jalan Seperti Kolam Lumpur

TANJUNG SELOR – Meski tak jauh dari pusat Ibu Kota Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara), Tanjung…

Selasa, 23 Januari 2018 12:16

Cuaca Buruk, Bulungan Masih Berpotensi Banjir

TANJUNG SELOR – Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Bulungan memprakirakan beberapa…

Selasa, 23 Januari 2018 12:15

Kelanjutan Taman Tergantung Kesiapan Lahan

TANJUNG SELOR - Realisasi proyek pembangunan Taman Sabanar Lama, Tanjung Selor, Bulungan sudah mencapai…

Selasa, 23 Januari 2018 12:13

TMT Pengangkatan CPNS Pemprov Terbit 1 Februari

TANJUNG SELOR – Jika sesuai rencana, terhitung mulai tanggal (TMT) pengangkatan 422 peserta Calon…

Senin, 22 Januari 2018 14:24

Faktor Penting Itu Rp 20 Miliar

TARAKAN – Tahun ini hanya Bumi Paguntaka saja yang melaksanakan pemilihan kepala daerah (pilkada)…

Senin, 22 Januari 2018 13:35

Jembatan Terpanjang di Indonesia Butuh Triliunan Rupiah

TANJUNG SELOR – Proses pembangunan Jembatan Bulungan-Tarakan (Bulan) yang merupakan salah satu…

Senin, 22 Januari 2018 13:29

Mampu Berikan Multiplier Effect

TANJUNG SELOR – Pemprov Kaltara berkomitmen mewujudkan percepatan realisasi pembangunan Jembatan…

Senin, 22 Januari 2018 13:23

Pemprov Bangun Jalan Koridor

TANJUNG SELOR – Percepatan terwujudnya pembangunan Jembatan Bulan terus diupayakan Pemprov Kaltara.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .