MANAGED BY:
KAMIS
19 JULI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Kamis, 24 Agustus 2017 09:50
Alana “Serbu” Tarakan

Karantina Perketat Pengawasan Produk Ilegal

HARUS BERSAING: Daging sapi lokal harus kuat bersaing dengan datangnya daging kerbau merek Alana. BANK DATA RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, TARAKAN – Jelang Idul Adha, tidak hanya daging sapi yang diburu oleh masyarakat. Namun, daging kerbau (Alana) ternyata juga menjadi primadona. Melalui hasil tinjau lapangan yang dilakukan Radar Tarakan, diketahui permintaan Alana mengalami peningkatan yang signifikan dan siap “menyerbu” Kota Tarakan sebanyak satu kontainer.

 

Hal itu diketahui dari Sri, salah satu distributor resmi Alana di Kota Tarakan. Sri menjelaskan, Alana didatangkan langsung dari Jakarta. Alasan mendatangkan satu kontainer atau sekitar 28 ton Alana cukup jelas, yaitu dari tingginya permintaan masyarakat Kota Tarakan.

“Dalam waktu dekat ini, sudah akan dilakukan bongkar muat di pelabuhan besar. Setelah itu akan didistribusikan ke daerah-daerah Kaltara,” ungkap Sri, di rumahnya yang berada di Jalan Batang nomor 56 RT 11, kepada Radar Tarakan, Rabu (23/8).

 

Sri mengatakan, pemesanan Alana dilakukan sejak Mei. Sehingga mendekati hari Idul Adha, masyarakat Tarakan dan sekitarnya sudah bisa membeli. “Permintaan memang sangat banyak, karena masyarakat Tarakan juga ingin mengkonsumsi Alana. Namun, dengan keadaan sehat tanpa berpenyakit. Sehingga saya juga menyiapkan kebutuhan ini dari jauh-jauh hari,” jelasnya.

Dikatakan Sri, ia sudah mendatangkan daging Alana ke Tarakan sebanyak tiga kali. Pertama sebanyak 15 ton, kedua 20 ton dan ketiga kalinya sebanyak 28 ton, sesuai permintaan pasaran. “ Daging-daging ini selain di jual ke pasar Tarakan seperti Guser dan Tenguyun, juga akan didistribusikan ke wilayah Tanjung Selor dan Malinau, dan ini akan dilakukan terus menerus,” ujarnya lagi.

Sehingga, masyarakat Tarakan tak perlu lagi cemas dan membeli daging Alana ilegal yang dibawa dari Tawau, Malaysia. “Daging Ilegal memang tidak menjamin higenisnya dan sangat meragukan. Karena barang ini tidak dalam keadaan beku sehingga dapat merubah struktur dan kualitas dagingnya, karena lama dalam perjalanan,”ucapnya.

Harga Alana resmi, cukup di bandrol Rp 75-80 ribu, hal ini disesuaikan dengan harga pasaran. “Dari awal saya jual harganya sudah segitu,” tambahnya.

Diungkapkan Sri, mengurus dokumen untuk membawa Alana masuk ke Tarakan, tidaklah mudah. ditambah lagi, butuh proses dan waktu untuk mengurus kelengkapan dokumen Daging tersebut. “Kalau resmi memang yah harus sabar, karnea harus mengurus segala dokumen yang ada,” kata Sri

Berbeda hal jika membawa daging secara Ilegal dari Tawau, cukup dipasok lalu dibawa ke Tarakan. “Bisanya ada oknum yang tidak mau ribet, mereka tidak mau berpikir panjang, dalam hal masalah keamanan dan masalah kehigenasan daging, yang mereka pikir dapat Alana maka sudah bisa di bawa ke Tarakan,”Tuturnya.

Sri menceritakan, di mana dirinya harus dari satu kantor ke kantor lain untuk melengkapi surat hewan, sebelum akhirnya ia pun bisa mendatangkan Alana yang kini sudah mencapai 63 Ton. “Memberikan kepuasan ke masyarakat adalah kebaikan buat diri sendiri,’ jelasnya.

Sementara itu, untuk meminimalisir masuknya barang ilegal dan Alana melalui jalur-jalur tikus, Kepala Seksi Karantina Tumbuhan Balai Karantina Pertanian Kelas II Tarakan, Mustamin mengungkapkan, sudah melakukan persiapan untuk mejaga ketat masuknya barang ilegal di Tarakan. Meski, kemungkinan-kemungkinan masuknya barang ilegal tersebut akan masih ada.

“Masalah penyelundupan daging Ilegal, kemungkinan besar pasti ada, karena disikonkan dengan kebutahan daerah yang ada. Mereka akan mulai memasukan daging-daging ini, saat mereka sedang berangkat misalnya ke Tawau-Malaysia,” kata Mustamin.

Sehingga, pengawasan dari Balai Karantina, beserta pihak terkait seperti Kepolian, TNI, dan sebagainya akan membantu untuk meminimalisir masuknya produk ilegal ini. “Berdasarkan kasus-kasu yang ada, biasanya mereka membawa malam hari, dan ini tentunya menjadi pelajaran bagi kami,” ucapnya.


BACA JUGA

Kamis, 19 Juli 2018 11:34

Ratusan Sopir Angkot Demo Tolak Grab

TARAKAN - Ratusan sopir  angkot yang tergabung dalam SPTI dan sopir angkutan konvensional lainnya, Kamis…

Kamis, 19 Juli 2018 11:21

Presiden Jokowi Belum Dipastikan Datang

TARAKAN – Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi)…

Kamis, 19 Juli 2018 11:19

200 Pelanggan Alami Gangguan Token Listrik

TARAKAN – Tak hanya merasakan pemadaman listrik saja, masyarakat Tarakan juga sempat tidak bisa…

Kamis, 19 Juli 2018 11:17

Tiga Daerah Raih WDP

TARAKAN -  Tiga dari lima kabupaten di Provinsi Kalimantan Utara mendapat opini Wajar Dengan…

Kamis, 19 Juli 2018 11:16

Tak Penuhi Kuota, Selektif Pilih Bacaleg

TARAKAN – Bertambahnya jumlah daerah pemilihan (dapil) di Bumi Paguntaka membuat para legislator…

Kamis, 19 Juli 2018 09:56

Lapas Penuh, Hak Tahanan Tak Terpenuhi

TARAKAN - Kondisi lembaga pemasyarakatan (lapas) cukup memprihatinkan. Tak hanya kapasitasnya, namun…

Kamis, 19 Juli 2018 09:48

Drainase Minim, Percepat Kerusakan Jalan

TARAKAN – Ketua RT 63, Kelurahan Karang Anyar, Maria Renius mengatakan, belum lama ini beberapa…

Rabu, 18 Juli 2018 23:06

Antisipasi Lonjakan Harga Sembako

TARAKAN – Mengatasi lonjakan harga kebutuhan pokok di Bumi Paguntaka, terutama menjelang pelaksanaan…

Rabu, 18 Juli 2018 11:50

Tambah Flight di Rakernas Apeksi

TARAKAN – Jelang Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi)…

Rabu, 18 Juli 2018 11:47

Karena Rindu Orang Tua, Pulang ke Tarakan Bermalam

Rasa kaget dan tidak percaya, ketika mendengar kabar bahwa Muhammad Riharja sudah berpulang menghadap…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .