MANAGED BY:
SABTU
20 OKTOBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Kamis, 24 Agustus 2017 09:50
Alana “Serbu” Tarakan

Karantina Perketat Pengawasan Produk Ilegal

HARUS BERSAING: Daging sapi lokal harus kuat bersaing dengan datangnya daging kerbau merek Alana. BANK DATA RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, TARAKAN – Jelang Idul Adha, tidak hanya daging sapi yang diburu oleh masyarakat. Namun, daging kerbau (Alana) ternyata juga menjadi primadona. Melalui hasil tinjau lapangan yang dilakukan Radar Tarakan, diketahui permintaan Alana mengalami peningkatan yang signifikan dan siap “menyerbu” Kota Tarakan sebanyak satu kontainer.

 

Hal itu diketahui dari Sri, salah satu distributor resmi Alana di Kota Tarakan. Sri menjelaskan, Alana didatangkan langsung dari Jakarta. Alasan mendatangkan satu kontainer atau sekitar 28 ton Alana cukup jelas, yaitu dari tingginya permintaan masyarakat Kota Tarakan.

“Dalam waktu dekat ini, sudah akan dilakukan bongkar muat di pelabuhan besar. Setelah itu akan didistribusikan ke daerah-daerah Kaltara,” ungkap Sri, di rumahnya yang berada di Jalan Batang nomor 56 RT 11, kepada Radar Tarakan, Rabu (23/8).

 

Sri mengatakan, pemesanan Alana dilakukan sejak Mei. Sehingga mendekati hari Idul Adha, masyarakat Tarakan dan sekitarnya sudah bisa membeli. “Permintaan memang sangat banyak, karena masyarakat Tarakan juga ingin mengkonsumsi Alana. Namun, dengan keadaan sehat tanpa berpenyakit. Sehingga saya juga menyiapkan kebutuhan ini dari jauh-jauh hari,” jelasnya.

Dikatakan Sri, ia sudah mendatangkan daging Alana ke Tarakan sebanyak tiga kali. Pertama sebanyak 15 ton, kedua 20 ton dan ketiga kalinya sebanyak 28 ton, sesuai permintaan pasaran. “ Daging-daging ini selain di jual ke pasar Tarakan seperti Guser dan Tenguyun, juga akan didistribusikan ke wilayah Tanjung Selor dan Malinau, dan ini akan dilakukan terus menerus,” ujarnya lagi.

Sehingga, masyarakat Tarakan tak perlu lagi cemas dan membeli daging Alana ilegal yang dibawa dari Tawau, Malaysia. “Daging Ilegal memang tidak menjamin higenisnya dan sangat meragukan. Karena barang ini tidak dalam keadaan beku sehingga dapat merubah struktur dan kualitas dagingnya, karena lama dalam perjalanan,”ucapnya.

Harga Alana resmi, cukup di bandrol Rp 75-80 ribu, hal ini disesuaikan dengan harga pasaran. “Dari awal saya jual harganya sudah segitu,” tambahnya.

Diungkapkan Sri, mengurus dokumen untuk membawa Alana masuk ke Tarakan, tidaklah mudah. ditambah lagi, butuh proses dan waktu untuk mengurus kelengkapan dokumen Daging tersebut. “Kalau resmi memang yah harus sabar, karnea harus mengurus segala dokumen yang ada,” kata Sri

Berbeda hal jika membawa daging secara Ilegal dari Tawau, cukup dipasok lalu dibawa ke Tarakan. “Bisanya ada oknum yang tidak mau ribet, mereka tidak mau berpikir panjang, dalam hal masalah keamanan dan masalah kehigenasan daging, yang mereka pikir dapat Alana maka sudah bisa di bawa ke Tarakan,”Tuturnya.

Sri menceritakan, di mana dirinya harus dari satu kantor ke kantor lain untuk melengkapi surat hewan, sebelum akhirnya ia pun bisa mendatangkan Alana yang kini sudah mencapai 63 Ton. “Memberikan kepuasan ke masyarakat adalah kebaikan buat diri sendiri,’ jelasnya.

Sementara itu, untuk meminimalisir masuknya barang ilegal dan Alana melalui jalur-jalur tikus, Kepala Seksi Karantina Tumbuhan Balai Karantina Pertanian Kelas II Tarakan, Mustamin mengungkapkan, sudah melakukan persiapan untuk mejaga ketat masuknya barang ilegal di Tarakan. Meski, kemungkinan-kemungkinan masuknya barang ilegal tersebut akan masih ada.

“Masalah penyelundupan daging Ilegal, kemungkinan besar pasti ada, karena disikonkan dengan kebutahan daerah yang ada. Mereka akan mulai memasukan daging-daging ini, saat mereka sedang berangkat misalnya ke Tawau-Malaysia,” kata Mustamin.

Sehingga, pengawasan dari Balai Karantina, beserta pihak terkait seperti Kepolian, TNI, dan sebagainya akan membantu untuk meminimalisir masuknya produk ilegal ini. “Berdasarkan kasus-kasu yang ada, biasanya mereka membawa malam hari, dan ini tentunya menjadi pelajaran bagi kami,” ucapnya.


BACA JUGA

Jumat, 19 Oktober 2018 21:13

Wali Kota dan Wawali Diminta Mundur

PALU - Ratusan masyarakat Palu menggelar aksi unjuk rasa di depan gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD)…

Jumat, 19 Oktober 2018 13:02

PENGLIHATAN SOPIR GELAP, PIKAP 'NYEMPLUNG'

 TARAKAN - Kecelakaan tunggal kembali terjadi di Jalan Aki Balak, Kelurahan Karang Harapan, Tarakan…

Jumat, 19 Oktober 2018 12:56

Disdukcapil Disorot Kemenkopolhukam

TARAKAN - Proses pelayanan publik di Kota Tarakan saat ini masih terkendala kurangnya fasilitas. Hal…

Jumat, 19 Oktober 2018 12:53

Tujuh Relawan PMI Kaltara Bertahan

TARAKAN – Sebanyak lima relawan Palang Merah Indonesia (PMI) Kaltara telah kembali ke Kaltara,…

Jumat, 19 Oktober 2018 12:51

Dominan Gugatan di Perkara Cerai

TARAKAN - Perceraian biasanya ditempuh pasangan menikah yang merasa sudah tidak sepaham lagi. Penyebabnya…

Jumat, 19 Oktober 2018 12:46

“Anak-Anakku Kalian di Mana?”

Sudahdua pekan pasca tragedi likuefaksi melanda Kelurahan Balaroa, Kecamatan Palu Barat, Kota Palu,…

Jumat, 19 Oktober 2018 12:43

Masih Sebatas Pedagang, Belum Pebisnis

TARAKAN- Pengembangan usaha saat ini tak bisa dilepaskan dengan perkembangan dunia digital. Kantor Perwakilan…

Jumat, 19 Oktober 2018 12:14

Risol Mayo

Diisi daging sapi dan irisan telur rebus, rasanya gurih dan nikmat disantap selagi masih hangat. Risol…

Jumat, 19 Oktober 2018 12:12

Martabak Green Tea

Kudapan kekinian yang penuh inovasi. Martabak yang berwarna hijau ini sangat nikmat dan menggoda selera.…

Jumat, 19 Oktober 2018 12:10

Gabin Tape Susu

Pesona kue gabin dengan isian tape yang disirami susu kental manis dan kejunya terkesan penuh nikmat.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .