MANAGED BY:
SENIN
20 NOVEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV

ADV

Selasa, 22 Agustus 2017 20:48
BPJS Kesehatan Tarakan Paparkan Capaian Program JKN-KIS
PEMAPARAN: Kepala BPJS Kesehatan Cabang Tarakan, Titus Sri Hardianto memaparkan capaian JKN-KIS sejak Januari - Juni 2017 ini di depan puluhan perwakilan media Tarakan, di kantor BPJS Kesehatan Tarakan, Jalan Diponegoro Nomor 06 Tarakan, Selasa (22/8). (untuk terbit online). KURNIAWAN/RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, TARAKAN  - Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Cabang Tarakan, Titus Sri Hardianto memaparkan capaian program JKN-KIS sejak Januari hingga Juni 2017, pada konferensi pers di depan puluhan awak media, Selasa (22/8). 

Titus memaparkan bahwa jumlah peserta JKN-KIS di BPJS Kesehatan Cabang Tarakan telah mencapai 487.251 jiwa.

Capaian kinerja program Jaminan Kesehatan Nasional  Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) BPJS Kesehatan Kantor Cabang Tarakan yang mencakup Kabupaten Bulungan, Nunukan, Malinau, Tana Tidung, dan Kota Tarakan terus mengalami peningkatan. 

Hingga 30 Juni 2017, peserta JKN-KIS telah mencapai angka 487.251 jiwa. Termasuk peserta yang didaftarkan dan diintegrasikan program JKN-KIS oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Tarakan sebanyak 6.316 jiwa, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bulungan 3.265 jiwa, Pemkab Nunukan 13.845 jiwa, Pemkab Malinau 31.178 jiwa dan Pemkab Tana Tidung sebanyak 4.770 jiwa. 

“Pertumbuhan jumlah peserta juga diiringi dengan pertumbuhan jumlah fasilitas kesehatan yang bekerjasama dengan kami,” ungkap Titus di ruang pertemuan lantai II Kantor BPJS Kesehatan Tarakan, Jalan Diponegoro Nomor 06 Tarakan, Selasa (22/8).

BPJS Kesehatan Tarakan bermitra dengan 103 fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP). Terdiri dari 49 puskesmas, 27 dokter praktik perorangan, 8 dokter praktik gigi perorangan, 3 klinik pratama, 12 fasilitas kesehatan (Faskes) TNI, dan 4 Faskes Polri.  

BPJS Kesehatan Tarakan juga bekerjasama dengan 7 fasilitas kesehatan rujukan tingkat lanjutan (FKRTL), terdiri dari 6 rumah sakit, 1 klinik utama, 7 apotek serta 5 optik.

“Kami ucapkan terima kasih pada Pemkab dan Pemkot, atas komitmen untuk menyukseskan program JKN-KIS. Selain komitmen dalam bentuk pembiayaan, serta perluasan akses pelayanan melalui penyediaan fasilitas kesehatan, kami harapkan peran pemerintah juga makin dioptimalkan. Dari sisi kualitas dan mutu pelayanan kesehatan, sehingga derajat kesehatan masyarakat semakin meningkat,” harapnya.

Karenanya, dapat bersama-sama memperkuat regulasi terkait kepatuhan pengusaha dan masyarakat dalam kepesertaan JKN-KIS. Cakupan kepesertaan yang makin luas, sehingga dapat diwujudkan universal health coverage atau cakupan semesta pada 2019.

Secara nasional, program JKN-KIS yang bergulir telah berdampak terhadap pelayanan kesehatan masyarakat luas. Program JKN-KIS membuka akses besar pada masyarakat untuk mendapat jaminan pelayanan kesehatan, tanpa terkecuali masyarakat miskin. Bertahap, program JKN-KIS terus berkembang dan bergerak menuju cakupan semesta. Secara nasional, jumlah masyarakat yang mengikuti program JKN-KIS mencapai 180 juta jiwa, atau sekitar 70 persen dari jumlah proyeksi penduduk Indonesia pada 2017. 

Laporan pada akhir 2016 memberi gambaran program JKN-KIS sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas. Secara nasional, terlihat dari pemanfataan kartu BPJS Kesehatan pada 2016 sebanyak 177,8 juta kunjungan ke fasilitas kesehatan. 

Meningkat dari 2014 sebanyak 92,3 juta, 2015 sebanyak 146,7 juta kunjungan. 

“Total pemanfaatan di 2016 ini terdiri dari kunjungan ke fasilitas kesehatan tingkat pertama, yaitu puskesmas, klinik pratama, dan dokter praktik perorangan sekitar 120,9 juta kunjungan. Untuk rawat jalan di poli klinik dan rumah sakit sebanyak 49,3 juta dan rawat inap sebanyak 7,6 juta kunjungan,” jelasnya. 

Komitmen pemerintah dalam keberlangsungan program JKN-KIS berwujud penyediaan APBN dalam bentuk iuran bagi 92,4 juta peserta penerima bantuan iuran (PBI), serta pemenuhan ketersediaan fasilitas kesehatan. Sumber APBN tersebut salah satunya berasal dari pajak.

Implementasi program JKN-KIS yang baru berjalan 3,5 tahun, tidak hanya berdampak terhadap pelayanan kesehatan masyarakat, tetapi juga perekonomian nasional. 

Menurut penelitian Lembaga Pengabdian Masyarakat (LPM) Fakultas Ekonomi Budaya (FEB) Universitas Indonesia (UI), kontribusi JKN-KIS terhadap perekonomian Indonesia pada 2016 sebesar Rp 152,2 triliun. 

Diperkirakan pada 2021 bisa mencapai Rp 289 triliun. Sehingga program ini bisa meningkatkan angka harapan hidup masyarakat Indonesia hingga 2,9 tahun.

“Untuk meningkatkan mutu pelayanan, serta mempercepat cakupan kepesertaan, berbagai terobosan dilakukan untuk dapat memenuhi target tersebut,” ujarnya. (adv/dae/har)


BACA JUGA

Minggu, 19 November 2017 21:18

Gelar Pendidikan Kader Pratama se-Kaltara

TANJUNG SELOR - Kegiatan pendidikan kader pratama dasar PDI-P se-Kalimantan Utara yang berlangsung selama…

Jumat, 17 November 2017 11:09

Ribuan Jagung Ditanam untuk Stok Tahun Baru

TARAKAN - Mengantisipasi besarnya permintaan pasar terhadap komoditas jagung manis pada acara pergantian…

Kamis, 16 November 2017 09:20

Dorong PLTA Mengurai Persoalan Listrik

NUNUKAN – Kedatangan mesin Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) sebanyak lima unit, akan menjadi…

Kamis, 16 November 2017 09:18

Pelayanan Kesehatan Jangkau Seluruh Kecamatan

NUNUKAN – Dibawa kepemimpinan Bupati Nunukan, Hj. Asmin Laura Hafid dan Wakilnya, H. Faridil Murad…

Kamis, 16 November 2017 09:17

Turun Lapangan, Disdukcapil Layani Ribuan Warga

NUNUKAN – Menjadi bagian dari elemen penting dalam hal pelayanan publik, Dinas Kependudukan dan…

Rabu, 15 November 2017 09:32

Asupan Bergizi Untuk Generasi Penerus Bangsa

TARAKAN — Joint Operating Body (JOB) Pertamina — Medco E & P Simenggaris kembali menunjukkan…

Rabu, 15 November 2017 09:25

Program Hibah Air Minum untuk MBR

JAKARTA - Pemerintah terus berupaya meningkatkan jumlah masyarakat di Indonesia yang mendapatkan akses…

Senin, 13 November 2017 21:45

Cakupan Kepesertaan JKN-KIS di Malinau Capai 99 Persen

Bupati Malinau Dr. Yansen TP, M.Si dan Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Cabang…

Senin, 13 November 2017 12:41

Defisit, Bupati Tegaskan Gaji Honorer Tak Dikurangi

NUNUKAN – Kondisi keuangan daerah di Kabupaten Nunukan terbilang masih mengalami defisit pada…

Senin, 13 November 2017 12:38

Survive Pemerintah di Tengah Defisit

NUNUKAN – Tak dapat dipungkiri defisit anggaran yang kini melanda Kabupaten Nunukan, dipastikan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .