MANAGED BY:
SENIN
20 NOVEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV

RADAR KALTARA

Selasa, 22 Agustus 2017 10:58
Terbang: Menembus Langit

Film Layar Lebar Pertama yang Mengangkat Kehidupan Onggy Hianata di Tarakan

SYUTING LAYAR LEBAR: Artis-artis Indonesia seperti Baim Wong, Dion Wiyoko dan Delon saat pengambilan scene film di Jalan Imam Bonjol, Markoni dan Jembatan Bongkok Tarakan, kemarin. FOTO AYU LYSNA/ RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, TARAKAN –  Kemarin, sebagian Jalan Markoni ditutup dan dipadati masyarakat. Bukan karena ada insiden membahayakan di sana. Tetapi lokasi itu menjadi salah satu lokasi syuting film layar lebar berjudul Terbang: Menembus Langit, yang dibintangi para artis papan atas Indonesia. Beberapa artis yang terlibat dalam film tersebut di antaranya Baim Wong, Dion Wiyoko, Marcel Darwin, Delon, Aline Adita,Chew Kin Wah, Melisa Karim dan Erick Estrada. Syuting film ini dilakukan di dua kota, yakni Tarakan dan Surabaya.

Film ini mengangkat kisah nyata kehidupan seorang pria kelahiran Tarakan berdarah Tionghoa, bernama Onggy Hinata. Produser, Demi Istri Production Susanti Dewi mengatakan, ide awal pembuatan film ini bermula saat dia dan suaminya berlibur ke Pulau Derawan. Saat dia berlibur, kerabatnya banyak menceritakan tentang sosok Onggy Hinata yang gigih dalam meraih kesuksesannya dari nol.

“Kami sangat tertarik mendengar kisah perjalanan hidup Onggy, jadi kami memutuskan untuk menjadikan kisahnya dalam bentuk film,” ujar Dewi, kemarin (21/8).

Dalam film ini, menceritakan kisah perjuangan hidup Onggy yang dimulai pada tahun 60’an di Kota Tarakan. Masa remaja Onggi yang sudah memiliki impian yang sangat tinggi. Hingga berbagai rintangan hidup yang harus dilalui Onggi.

“Jadi ini salah satu film inspiratif. Dalam ceritanya terdapat banyak pembelajaran yang baik,” beber Dewi, kepada Radar Tarakan.

Dan untuk mewujudkan cita-citanya, Onggy memutuskan untuk merantau ke Surabaya. Di Surabaya, kehidupan yang dilaluinya cukup berat, sehingga Onggy memutuskan untuk merantau ke Jakarta. Kehidupan Onggy di Jakarta ternyata berbuah manis. Dia berhasil meraih impian dan akhirnya memutuskan kembali ke Bumi Paguntaka.

“Poin pentingnya sendiri, cerita ini kental dengan nilai-nilai kegigihan, keberagaman kekeluargaan dan nasionalisme. Ini salah satu gambaran dari film ini,” jelas Dewi.

30 menit pertama pada film ini akan dimulai dari gambaran kehidupan Onggy di Tarakan. “Aktor yang terpilih pun atas kesepakatan saya dan sutradara. Sesuai dengan bayangan karakter aslinya,” jelas Dewi lagi.

“Sejarah Tarakan juga ada di dalam cerita. Pokoknya filmnya akan dibuat sangat menarik. Durasi film sih maksimal 2 jam,” tambah Dewi.

Untuk pengambilan gambar film ini dilakukan di beberapa lokasi di Tarakan. Di antaranya di area Pantai Amal, perempatan lampu merah Markoni dan Jembatan Bongkok.

Tidak tanggung-tanggung, ada 100 orang kru dan 8 artis yang terlibat dalam pembuatan film ini ke Tarakan.

Di tempat terpisah, pemeran utama, Dion Wiyoko yang berperan sebagai Onggy mengatakan, ini sudah kedua kalinya ke Tarakan. Namun, baru kali ini mengerjakan proyek film layar lebar di Bumi Paguntka sehingga dia harus lebih lama dari biasanya di Tarakan. “Waktu pertama ke Tarakan bukan untuk syuting film sih,” papar lelaki keturunan Tionghoa ini.

Lelaki yang sebentar lagi akan melepas masa lajangnya ini menceritakan, makna dari film barunya itu sangat positif dan pastinya akan banyak memberikan inspirasi ke para pecinta film. “Perjuangan kehidupan dari nol hingga mencapai kesuksesan,” sambungnya.

Sementara itu Baim Wong berperan sebagai saudara Onggy. Kepada wartawan koran ini, Baim Wong mengaku tidak sulit dalam memainkan perannya. Meski baru kali pertama datang ke Tarakan, pria kelahiran Jakarta ini senang karena melihat masyarakat cukup antusias datang ke lokasi syuting.

“Suasananya panas sekali. Namun semangat masyarakat untuk menyaksikan syuting secara langsung tidak kalah semangat,” bebernya sembari tersenyum. Untuk diketahui para pemain dan kru film ini akan berada di Tarakan hingga 27 Agustus mendatang. (ays/nri/dd)


BACA JUGA

Sabtu, 18 November 2017 11:27

Baru Tiga Tahun Sudah Rusak

TARAKAN – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tarakan mendapat sorotan tajam karena dianggap tak refresentatif…

Sabtu, 18 November 2017 11:25

Terlalu Memilih Pekerjaan, Kesempatan Terbuang

TARAKAN – Dinas Ketenagakerjaan dan Perindustrian Tarakan mengungkap serapan tenaga kerja selama…

Sabtu, 18 November 2017 11:22

WADUH..!! Investor Pemasok Gas Mundur

TARAKAN – Sebelumnya banyak investor yang siap menyuplai gas ke PT PLN (Persero) Unit Layanan…

Sabtu, 18 November 2017 11:11

Dua Hari, Tiga Korban Tewas di Jalan

TARAKAN - Nahas, sebuah mobil Daihatsu Xenia dengan nomor polisi KT 1680 RE yang dikemudikan Muhammad…

Sabtu, 18 November 2017 11:10

Sentra Industri Telan Biaya Rp 20 Miliar

TARAKAN - Sentra indusri kecil dan menengah saat ini tengah dibangun di Jalan Hake Babu dengan luas…

Sabtu, 18 November 2017 11:08

Reklame Mendominasi Perizinan

TARAKAN – Sejak Kantor Pelayanan Perizinan Terpadu (KPPT) Tarakan menjadi Dinas Penanaman Modal,…

Sabtu, 18 November 2017 11:04

Dua Jembatan di Dua Gang Rusak

TARAKAN - Ketua RT 2, Kelurahan Karang Anyar Pantai, Ihsan mengatakan, terdapat dua titik jembatan yang…

Sabtu, 18 November 2017 11:03

Pedagang Berburu Uang Kecil

Tarakan-Dalam memenuhi kebutuhan masyarakat di Kota Tarakan,  pendistibusian uang baru terus dilakukan…

Sabtu, 18 November 2017 10:59

Genset Rp 2,9 Juta ‘Diembat’ Paman

TARAKAN – Entah apa yang ada di benak TC (nama diinsialkan), pelaku pencuri genset keponakan sendiri.…

Jumat, 17 November 2017 12:24

JANJI YA...!! Mulai Desember Tak Ada Pemadaman

TARAKAN – Persoalan listrik di Bumi Paguntaka memang belum berakhir. Kekurangan pasokan gas masih…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .