MANAGED BY:
SELASA
23 JANUARI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Selasa, 22 Agustus 2017 10:38
Korek Informasi Melalui HP SL

SL Sering Beri Keterangan Berubah-ubah

PENDALAMAN KASUS: Terdapat kejanggalan dari keterangan SL yang dinilai penyidik sering berubah, sehingga diputuskan untuk dibongkarnya pembicaraan melalui HP SL. DOK

PROKAL.CO, TARAKAN – Penyidik Reskrim Polres Tarakan terus kerja keras membongkar motif di balik kasus bayi yang dimasukan ke dalam freezer. Kali ini, penyidik mengirimkan handphone milik tersangka SL ke Polda Kaltim untuk membongkar semua percakapan di telepon pintar tersebut.

Kapolres Tarakan AKBP Dearystone Supit melalui Paur Subbag Humas Polres Tarakan, Ipda Denny Mardiyanto mengataka,  hal ini dilakukan dalam tahap pengembangan dari keterangan SL yang dirasa ada yang janggal. Sehingga penyidik terpaksa harus mengirimkan handphone SL ke Polda Klatim. “Ini gunanya untuk membuka semua percakapan SL yang dulu. Kami sudah dapat informasi juga dari Polda Kaltim, semua percakapan di HP milik SL sudah berhasil dibuka,” ungkap Denny sapaan akrabnya, saat ditemui Radar Tarakan, Senin (21/8).

Lebih lanjut Denny menjelaskan, penyidik belum dapat memberikan keterangan terkait semua percakapan yang ada di dalam hp SL. “Nanti hasilnya masih terus kita lakukan analisis dulu. Jadi HP tersangka kita bongkar dan semua percakapannya akan kita analisis,” tutur Denny.

Adapun tujuan kepolisian membongkar semua percakapan SL selama ini, untuk mengetahui apakah ada percakapan SL dengan suaminya DH yang mengetahui bahwa SL hamil atau tidak.  Selain itu, penyidik juga ingin tahu apakah benar bayi yang dilahirkan SL itu anaknya dengan suaminya DH atau bukan. “Karena jangan-jangan itu anak orang, kita juga ingin tahu apakah benar dia melahirkan sendiri atau tidak. Percakapan sudah ada, namun belum kita terima dari Polda. Nanti kita tinggal Tinggal analisis keterkaitan yang ada di dalam percakapan itu,” urainya.

Sebelumnya, pengeledahan telah dilakukan penyidik di rumah dan tempat pencucian milik SL pada Jumat lalu (18/8), tambah Deny, pihaknya mencari barang-barang bukti terkait kehamilan dan saat SL melahirkan. “Kita mau tahu buktinya apa saat dia hamil atau tidak, misalnya ada obatan selama dia hamil dan itu ada kita temukan jamu, pakaian yang digunakannya selama hamil juga ada,” tegasnya.

Sementara itu, pengembangan kasus yang dilakukan tidak sampai di situ. Penyidik juga sudah memeriksa 7 saksi yang dianggap sudah cukup untuk melengkapi berkas penyidikan. Dari ketujuh saksi tersebut di antaranya terdapat teman-teman SL dan ibu kandung SL.

Diungkapkan Deny, dari keterangan salah seorang teman Sl, pernah melihat perubahan tubuh SL saat hamil, namun ia tidak tahu apakah saat itu SL dalam kondisi hamil atau tidak. “Jadi dari pengakuan temanya itu, si pelaku saat kerja selalu memakai baju yang agak besar, jadi terlihat agak gemukan juga,” jelasnya.

Kejanggalan terus diseluri, SL selama penyidikan selalu memberikan keterangan yang berubah-ubah kepada penyidik. Bahkan SL sempat mengakui usai melahirkan dia menelpon suaminya untuk menjemput anak pertamanya agar dibawa ke rumah ibunya yang berada di wilayah Sebengkok. “Itu ganjal dari keterangan si pelaku. Kita belum mendalami ke sana karena saat ini anggota kita masih mutasi dan kita ke depannya agendakan ke sana,” pungkasnya.

Terpisah, Nunung Tri Sulistyawati, Penasehat Hukum (PH) S menuturkan saat penggeledahan kedua di rumah SL di Jalan Lestari RT 3, Kelurahan Karang Harapan, penyidik mengambil kotak berisi jamu untuk perempuan setelah melahirkan yang disembunyikan SL di bawah tumpukan pakaian dalam lemari baju.

“Lemari pakaian ada di kamar utama SL, memang waktu kita masuk ke dalam rumahnya itu saya juga tidak tahu apa yang mau disita. Tapi, saat ada perbincangan antara SL dengan penyidik memang SL langsung mengarahkan ke kamar tamu utama, jadi saya hanya menyaksikan saja,” ujarnya.

Selain kotak berisi jamu habis melahirkan, penyidik sebenarnya sempat menggeledah lemari, tas dan laci di dalam kamar. Namun, yang dibawa hanya kotak berisi jamu, baju daster, pakaian dalam S yang digunakan saat S melahirkan bayinya.

Sementara, penggeledahan di pencuian mobil di lokasi ditemukannya bayi di dalam freezer penyidik hanya menyita beberapa dokumen yang disimpan di dalam map warna coklat. “Kalau dokumen saya belum disampaikan penyidik apa saja yang dibawa itu, tapi sepertinya hanya dokumen kosong atau tanpa nama gitu saja,” kata dia.

Sementara, kondisi SL sendiri kata dia masih bisa diajak komunikasi dengan baik dan tampak tidak depresi. “Waktu melahirkan anak keduanya ini juga, pengakuan SL tidak ada air asi, jadi sehat saja sampai sekarang. Tapi, kan apa yang ada di dalam pikirannya cuma SL yang tahu, mungkin saja hanya tampaknya saja baik,” pungkasnya.(*/sep/nri)


BACA JUGA

Senin, 22 Januari 2018 14:22

Balon-Tim Sukses Harus Melek UU

PERSOALAN biaya kampanye memang rentan mengarah ke arah black campaign. Belajar dari pengalaman sebelum-sebelumnya,…

Senin, 22 Januari 2018 14:19

Arief Jadi Wali Kota Selama 130 Hari

TARAKAN – Sang petahana Sofian Raga yang memutuskan untuk ingin melanjutkan kerjanya, pada Pilwali…

Senin, 22 Januari 2018 14:07

Andalkan Sumbangan Sukarela Masyarakat-Gereja

KEBERADAAN maskapai Mission Aviation Fellowship (MAF), seolah menjadi penolong bagi masyarakat pedalaman…

Senin, 22 Januari 2018 14:04

Uang ATM Dibobol Pakai Lidi

TARAKAN – Masyarakat kudu waspada, khususnya saat akan melakukan transaksi tunai di mesin Anjungan…

Senin, 22 Januari 2018 13:52

Tingginya Kepedulian, Minim Keluhan

TARAKAN - Ketua RT 8 Kelurahan Pamusian Andi Laskariya mengatakan secara umum kondisi jalan yang berada…

Senin, 22 Januari 2018 11:45

MD Tak Diberi Akses Bertemu Anaknya

ANAK dari salah satu Warga Negara Asing (WNA) Filipina yang jadi kurir narkotika dititipkan Kepolisian…

Senin, 22 Januari 2018 11:28

Ular Hangus, Listik Padam

TARAKAN - Tidak ada hujan dan tak ada badai, tiba-tiba warga Bumi Paguntaka kembali merasakan listrik…

Senin, 22 Januari 2018 11:17

Siap Cabut Algaka Tak Berizin

TARAKAN – Menjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2018. Segala atribut berbagai macam alat…

Senin, 22 Januari 2018 11:08

Enam Tahun Menantikan Gapura

TARAKAN – Tidak banyak yang dikeluhkan oleh warga RT 14, Kelurahan Pamusian ini. Ruang lingkup…

Minggu, 21 Januari 2018 20:29

Harta Effendhi Rp 26 Miliar

TARAKAN – Hampir dipastikan seluruh Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) para bakal…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .