MANAGED BY:
SENIN
22 JANUARI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Selasa, 22 Agustus 2017 10:11
Harga Rumput Laut Naik, Petani Ketiban Untung

meningkatAkibat Produksi di Daerah Lain Menurun

DIBERSIHKAN: Salah seorang petani rumput laut saat membersihkan rumput lautnya dari sisa-sisa kotoran yang menempel. RIKO ADITYA/WARDANA

PROKAL.CO, NUNUKAN – Dalam beberapa bulan terakhir harga komoditas unggulan Nunukan, yakni rumput laut sempat terpuruk. Namun, harga komoditas ini mulai membaik hingga menyentuh angka Rp 12 ribu perkilogram (kg).

Membaiknya harga rumput laut ini mulai dirasakan petani sejak Juli lalu. Dalam kesempatan itu pula, sejumlah pengusaha pun memanfaatkan kenaikan harga tersebut dengan meningkatkan budidaya rumput laut. Dampak dari peningkatan juga dirasakan sejumlah petani rumput laut yang melakukan proses budidaya hingga siap jual.

Salah seorang pekerja rumput laut, Bapak Fitri (biasa dirinya dipanggil) mengaku, dalam beberapa bulan ini, memang dirinya disibukkan dengan budibaya rumput laut. Alhasil dirinya mendapat sedikit tambahan dari aktivitas sehari-harinya itu.

“Ya Alhamdulillah, kalau naik harganya rumput laut adalah (tambahan, Red.). Kami ini petani rumput laut dapat sedikit-sedikit uang lebih. Mudah-mudahanlah terus seperti ini,” ujarnya kepada Radar Nunukan ketika diwawancarai, Senin (21/8).

Atas permintaan yang tinggi, petani disibukkan dengan kegiatan budidaya rumput laut tanpa kenal waktu. Meski begitu, hal itu tidak menjadi beban mereka. “Begitulah mas, kalau sudah kaya gini (bekerja, Red.) biar sampai malam kami rela kerja, namanya mencari uang beginilah risikonya,” tutur bapak yang memiliki anak satu tersebut.

Terpisah, Kepala Dinas Perikanan, Drs. H Sabaruddin juga membenarkan kenaikan harga rumput laut. Menurutnya, kenaikan harga rumput laut dipicu dengan menurunnya produksi rumput laut di daerah lain, khususnya di Pulau Jawa dan Sulawesi.

“Memang produksinya di daerah lain menurun, mungkin faktor cuaca di sana kurang baik, seperti ombak besar. Jadi, budidaya di sana menurun dan potensi kenaikan harga di sini sangat tinggi,” ujar Sabaruddin.

Namun, dirinya memastikan, jika produksi di daerah pengiriman tidak turun, harga rumput laut bisa saja tidak naik hingga seperti saat ini. Faktor kualitas menjadi alasan pihaknya menegaskan hal tersebut. Untuk itu, dirinya menekankan kepada sejumlah pembudidaya rumput laut untuk perlu peningkatan kualitas. “Harusnya ini kesempatan, jika kualitas rumput laut kita baik. Kami pastikan ini akan berlangsung lama,” ungkapnya.

Untuk mendukung peningkatan dan kualitas rumput laut, pihaknya juga sudah menyiapkan gudang penyimpanan rumput laut yang terletak di Kecamatan Nunukan Selatan berdekatan dengan Tempat Penyimpanan Ikan (TPI). Namun, gudang tersebut belum diresmikan, lantaran masih memerlukan kelengkapan seperti laboratorium uji mutu rumput laut.

“Karena kalau sudah masuk di gudang, rumput laut itu sudah dibayar, namun melalui uji lab dahulu. Maka dari itu, kualitas ini menjadi kuncinya, kami berharap pembudidaya rumput laut ini bisa meningkatkan kualitasnya,” tegas Sabaruddin.

Tambah Sabaruddin, tidak menutup kemungkinan gedung akan diresmikan segera. “Kalau memang sudah diresmikan, nanti uji rumput lautnya di Tarakan, karena ada laboratoriumnya di sana. Target kita akhir tahun peresmiannya, kita juga sudah koordinasi ke pusat. Untuk itu, peningkatan kualitas rumput laut juga menjadi PR kita bersama,” jelasnya. (raw/eza)


BACA JUGA

Minggu, 21 Januari 2018 20:36

Akhirnya...Bupati Bersedia Melantik Tiga ASN

NUNUKAN - Bupati Nunukan Hj. Asmin Laura Hafid memastikan tiga aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan…

Sabtu, 20 Januari 2018 11:48

Dilengkapi Ruang Menyusui dan Kios, Dirancang Modern

Tak lama lagi, masyarakat Nunukan bakal menikmati fasilitas bangunan pasar yang baru. Tak hanya itu,…

Sabtu, 20 Januari 2018 11:42

Enam Daerah ‘Disuntik’ SOA Barang

NUNUKAN – Subsidi Ongkos Angkut (SOA) barang Sembilan Bahan Pokok (Sembako) tahun ini dianggarkan…

Sabtu, 20 Januari 2018 11:18

Perlakuan Khusus bagi Sebatik

NUNUKAN – Sembilan bahan pokok (sembako) dari Tawau, Malaysia tak dapat lagi masuk ke Nunukan.…

Sabtu, 20 Januari 2018 11:16

Jalan ke RSUD Dianggarkan Rp 8 Miliar

NUNUKAN - Hampir empat tahun, akses menuju Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Nunukan masih memprihatinkan.…

Sabtu, 20 Januari 2018 11:15

Ditawari Kerja hingga Mau Pulkam Gratis

Pemerintah Malaysia tiap pekan memulangkan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang bermasalah. Setelah dideportasi,…

Kamis, 18 Januari 2018 10:57

Tak Gersang Semangat dan Prestasi

Sejumlah sekolah dasar negeri (SDN) di Nunukan, umumnya dibangun dengan mewah dan bertingkat.  Namun…

Kamis, 18 Januari 2018 10:54

Saksi Kasus Budiman Sakit

NUNUKAN – Sidang perkara dugaan korupsi pengadaan tanah yang rencananya kembali digelar Rabu (17/1),…

Kamis, 18 Januari 2018 10:50

Lima Kasus Pencurian Belum Terungkap

NUNUKAN – Setidaknya ada lima kasus pencurian yang hingga kini belum terungkap di tangan Kepolisian…

Kamis, 18 Januari 2018 10:33

Lahan Bermasalah, Rehab PPI Lanjut Terus

NUNUKAN – Rehab Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) di Desa Sei Pancang, Kecamatan Sebatik Utara terus…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .