MANAGED BY:
SENIN
21 MEI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Selasa, 22 Agustus 2017 10:11
Harga Rumput Laut Naik, Petani Ketiban Untung

meningkatAkibat Produksi di Daerah Lain Menurun

DIBERSIHKAN: Salah seorang petani rumput laut saat membersihkan rumput lautnya dari sisa-sisa kotoran yang menempel. RIKO ADITYA/WARDANA

PROKAL.CO, NUNUKAN – Dalam beberapa bulan terakhir harga komoditas unggulan Nunukan, yakni rumput laut sempat terpuruk. Namun, harga komoditas ini mulai membaik hingga menyentuh angka Rp 12 ribu perkilogram (kg).

Membaiknya harga rumput laut ini mulai dirasakan petani sejak Juli lalu. Dalam kesempatan itu pula, sejumlah pengusaha pun memanfaatkan kenaikan harga tersebut dengan meningkatkan budidaya rumput laut. Dampak dari peningkatan juga dirasakan sejumlah petani rumput laut yang melakukan proses budidaya hingga siap jual.

Salah seorang pekerja rumput laut, Bapak Fitri (biasa dirinya dipanggil) mengaku, dalam beberapa bulan ini, memang dirinya disibukkan dengan budibaya rumput laut. Alhasil dirinya mendapat sedikit tambahan dari aktivitas sehari-harinya itu.

“Ya Alhamdulillah, kalau naik harganya rumput laut adalah (tambahan, Red.). Kami ini petani rumput laut dapat sedikit-sedikit uang lebih. Mudah-mudahanlah terus seperti ini,” ujarnya kepada Radar Nunukan ketika diwawancarai, Senin (21/8).

Atas permintaan yang tinggi, petani disibukkan dengan kegiatan budidaya rumput laut tanpa kenal waktu. Meski begitu, hal itu tidak menjadi beban mereka. “Begitulah mas, kalau sudah kaya gini (bekerja, Red.) biar sampai malam kami rela kerja, namanya mencari uang beginilah risikonya,” tutur bapak yang memiliki anak satu tersebut.

Terpisah, Kepala Dinas Perikanan, Drs. H Sabaruddin juga membenarkan kenaikan harga rumput laut. Menurutnya, kenaikan harga rumput laut dipicu dengan menurunnya produksi rumput laut di daerah lain, khususnya di Pulau Jawa dan Sulawesi.

“Memang produksinya di daerah lain menurun, mungkin faktor cuaca di sana kurang baik, seperti ombak besar. Jadi, budidaya di sana menurun dan potensi kenaikan harga di sini sangat tinggi,” ujar Sabaruddin.

Namun, dirinya memastikan, jika produksi di daerah pengiriman tidak turun, harga rumput laut bisa saja tidak naik hingga seperti saat ini. Faktor kualitas menjadi alasan pihaknya menegaskan hal tersebut. Untuk itu, dirinya menekankan kepada sejumlah pembudidaya rumput laut untuk perlu peningkatan kualitas. “Harusnya ini kesempatan, jika kualitas rumput laut kita baik. Kami pastikan ini akan berlangsung lama,” ungkapnya.

Untuk mendukung peningkatan dan kualitas rumput laut, pihaknya juga sudah menyiapkan gudang penyimpanan rumput laut yang terletak di Kecamatan Nunukan Selatan berdekatan dengan Tempat Penyimpanan Ikan (TPI). Namun, gudang tersebut belum diresmikan, lantaran masih memerlukan kelengkapan seperti laboratorium uji mutu rumput laut.

“Karena kalau sudah masuk di gudang, rumput laut itu sudah dibayar, namun melalui uji lab dahulu. Maka dari itu, kualitas ini menjadi kuncinya, kami berharap pembudidaya rumput laut ini bisa meningkatkan kualitasnya,” tegas Sabaruddin.

Tambah Sabaruddin, tidak menutup kemungkinan gedung akan diresmikan segera. “Kalau memang sudah diresmikan, nanti uji rumput lautnya di Tarakan, karena ada laboratoriumnya di sana. Target kita akhir tahun peresmiannya, kita juga sudah koordinasi ke pusat. Untuk itu, peningkatan kualitas rumput laut juga menjadi PR kita bersama,” jelasnya. (raw/eza)


BACA JUGA

Sabtu, 19 Mei 2018 08:46

Warga di Sini Jadi Incaran Buaya dan Ular Sembakung

NUNUKAN – Warga di Desa Tepian, Kecamatan Sembakung membutuhkan perhatian dari pemerintah. Sebab…

Sabtu, 19 Mei 2018 08:44

Layanan Belum Memenuhi Keinginan Masyarakat

NUNUKAN – Sistem birokrasi dalam tubuh pemerintah, masih banyak yang dikeluhkan oleh masyarakat.…

Jumat, 18 Mei 2018 12:38

Defisit, Pembangunan Sulit Terlaksana

NUNUKAN - Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP) Nunukan…

Jumat, 18 Mei 2018 12:13

Pengecer Gas Melon Ilegal Segera Ditangani Tim Satgas

NUNUKAN – Persoalan gas melon 3 kilogram (kg) di wilayah perbatasan belum berakhir. Sampai saat…

Jumat, 18 Mei 2018 12:08

Calon Anggota Legislatif Dilarang Kampanye

NUNUKAN – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Nunukan telah menyampaikan larangan kampanye melalui…

Jumat, 18 Mei 2018 12:06

Pencuri Handphone di Jok Motor Dibekuk

NUNUKAN – Salah seorang pelaku pencurian sejumlah handphone yang diletakkan di kantong serta jok…

Jumat, 18 Mei 2018 12:04

Terjadi Gangguan, Maskapai Ini Gagal Terbang Perdana

NUNUKAN – Maskapai Aviastar yang ditetapkan sebagai pememang lelang Subsidi Ongkos Angkut (SOA)…

Kamis, 17 Mei 2018 11:17

Temukan Barang Terlarang di Lapas

NUNUKAN – Tak ingin kejadian kerusuhan di Rumah Tahanan (Rutan) Mako Brimob, Depok, beberapa waktu…

Rabu, 16 Mei 2018 11:38

ANJING LIAR MENGGILA..!! Korban Gigitan Bertambah, Penindakan Stagnan

NUNUKAN — Kepala Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Nunukan dr. Ika Bihandayani tak menampik…

Rabu, 16 Mei 2018 11:24

Stok Blangko Cukup, Server Gangguan

NUNUKAN — Pencetakan Kartu Tanda Penduduk (KTP) elektronik atau e-KTP kembali terganggu. Server…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .