MANAGED BY:
MINGGU
19 NOVEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV

RADAR KALTARA

Sabtu, 19 Agustus 2017 12:08
Bercita-Cita Jadi Dokter Agar Bisa Sembuhkan Ibunda

Kisah Risna yang Harus Merawat Ibunya, Penyandang Tuna Netra

BERBAKTI: Risna (14) saat menyuapi ibunya yang mengalami tuna netra, saat sebelum berangkat ke sekolah, di SMPN 10 Tarakan. FOTO RURY JAMIANTO/RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, Masa-masa remaja memang menjadi masa yang memorable, sehingga kebanyakan para remaja menghabiskan waktunya untuk bermain dengan teman sebaya. Berbeda dengan Risna, dia lebih banyak menghabiskan waktu untuk merawat sang ibu dan bersekolah.

RURY JAMIANTO/RADAR TARAKAN

CUACA terik kala itu, baru saja menunjukan pukul 14.00 Wita. memasuki jalan setapak di wilayah Pantai Amal, penulis disuguhkan rumah-rumah panggung yang berbahan dasar kayu berderet satu persatu. Namun, untuk menuju kerumah Risna, penulis harus melalui jalan setapak yang becek nan belumpur terlebih dulu, maklum jalan itu saja yang bisa diakses menuju rumah pelajar SMPN 10 Tarakan itu.

Bila tak berhati-hati bisa saja, kaki terkilir karena licinnya medan jalan. Kurang lebih berjalan kaki 100 meter, penulis sudah dapat melihat rumah panggung dengan dinding yang terlihat tidak sudah bolong-bolong.

Penulis lalu, menjajaki anak tangga, terlihat seorang ibu dengan rambut sedikit memutih sedang sibuk mengayun anakknya yang kecil. Sementara di dalam rumah, terlihat seorang anak perempuan yang tengah sibuk belajar.

Yah, remaja perempuan itulah bernama Risna, di usianya yang masih sangat muda, Risna yang tinggal di wilayah Pantai Amal, RT 07 ini bersama kakak laki-lakinya Yakni Sudi (16), harus merawat dan membantu menafkahi ibunya yang menderita tuna netra, serta sang ayah yang kini sakit-sakitan.

ditemui di rumahnya, Risna mengaku sedang sakit gigi, sehingga membuatnya tak dapat pergi ke sekolah. Namun, bukan berarti ia akan berdiam diri di rumah, Risna memanfaatkan waktunya saat sakit dengan  mengerjakan tugas yang diberikan oleh gurunya.

Saat diwawancarai soal ibunya, Risna mengatakan, sejak berusia 14 Tahun, ibunya Hartati (40)  memang sudah mengalami kehilangan penglihatan,  sementara ayahnya Nurdin (42) saat ini sudah tidak bisa beraktivitas seperti biasa, karena sakit sang ayah hanya bisa tertidur, akibat penyakit stroke yang diderita sang ayah sejak tahun 2015.

Aktivitas harian Risna, selain bersekolah dia juga memasak dan mencuci pakaian sekeluarga. Hal ini dilakukan karena sang ibu, tak bisa banyak melakukan aktivitas karena tak lagi bisa melihat. Tak jarang Risa juga membimbing ibunya untuk sekedar berjalan-jalan keluar rumah, baik itu pagi, siang maupun di malam hari.

Risna memang memiliki tujuh orang kakak yang semuanya sudah bekerja. Dari hasil kerja keras kakanya itulah, yang juga turut membantu meringankan bebannya hingga saat ini. “Kakak saya juga ikut membantu, kadang kalau malam hari dia pergi memukat, lalu hasilnya di jual. Kadang kalau sudah ada hasil, biasanya saya dikasih uang untuk membeli peralatan sekolah,” Kata Risna, kepada Radar Tarakan.

Penghasilan kakanya itu juga kata Risna tak tentu, tak jarang dia juga ikut membantu mencari uang dengan pergi ke tempat-tempat warga sekedar untuk mengikat rumput laut, setelah ada hasil barulah uang itu dia gunakan untuk membeli beras, minyak goreng dan kebutuhan sembako lainnya.

“Yah, uang untuk beli lauk pauk untuk ibu dan bapak,”ucapnya.

Sebagai anak perempuan satu-satunya saat ini, sejak pagi Risna sudah bekerja di dapur menyiapkan makanan untuk keluarganya. Usai mengerjakan pekerjaan rumah tangga, Risna lalu menyiapkan seragam sekolah lalu berangkat menuju kesekolah.

Namun, perjuangan Risna tak usai sampai di situ. Risna juga harus berjuang agar bisa sampai kesekolah. "Biasanya saya pagi-pagi sudah menunggu Bis sekolah, tapi kalau tidak ada Bis yah, kadang numpang di kendaraan orang," tuturnya.

Diceritakan Risna, pernah saat itu karena tak ada yang mengantarnya ke sekolah, Risna harus berjalan kaki menuju ke Sekolahnya yang jaraknya lumayan jauh, agar dia tetap hadir untuk menuntut ilmu.

Setelah pulang dari sekolah, Risna tidak lantas bergabung bersama teman-temannya untuk bermain. Dia bergegas pulang hanya untuk merawat sang ibu. Risna mengaku tak mengetahui bagaimana dia bisa membiayai diri untuk menlanjutkan pendidikannya nanti.

“Baju sekolah, rok, dan dasi ini hanya pemberian orang, untuk membeli saja saya tidak sanggup, karena tidak ada uang. Kalau jilbab saya beli sendiri, ini hasil dari uang mengikat rumput laut yang saya bantu,” kata Risna dengan mata berkaca.

Pernah saat itu kata Risna, karena ia tidak memiliki perlengkapan Pramuka, ia harus pergi mendatangi rumah-rumah warga, untuk sekedar meminjam topi pramuka.

“Saya ngak punya topi, karena saya takut di hukum guru, jadi karena saya takut di hukum jadi saat itu saya pergi ke Rumah Pak RT 07, untuk meminjam topi Pramuka, syukurnya pak RT membelikan saya di pagi harinya untuk saya gunakan,” kata Risna dengan linangan air mata.

Risna pun berpikir,ia  semakin kebingungan jika memikirkan biaya untuk melanjutkan pendidikan dan menggapai cita-citanya menjadi seorang dokter. Untuk bisa sampai duduk di SMP saja, ia sudah sangat bersyukur.

“Kakak saya tidak ada yang melanjutkan sekolah, jadi saya satu-satunya yang menjadi harapan ibu dan bapak untuk bisa melanjutkan sekolah. Saya juga tidak mengharapkan belah kasihan dari orang, dan semoga apa yang harapkan bisa terkabulkan,” Beber Risna sambil memeluk Ibunya.

Sementara itu, Hartati sang ibu, sangat begitu menyayangi anak gadisnya ini. Karena inilah harapannya yang sangat membantunya hingga saat ini, bahkan setiap kakinya melangkah selalu ada anaknya yang menuntunnya.

“Hanya Risna yang bisa sampai duduk di bangku SMP, karena tekatnya untuk bisa menjadi orang yang lebih baik dari orang tuanya. Saya terkadang sedih, tidak bisa berbuat banyaknya untuknya, apalagi sekedar untuk menyiapkan baju seragam sekolahnya. Itu semua ia lakukan seorang diri,” kata Hartati sambil mengusap air matanya.

Hartati berharap, bila kelak umurnya panjang, dia bisa melihat anaknya mewjudkan mimpinya. “Semoga apa yang diharapkan anak saya, Risna. Bisa terwujud, dan selalu berbakti kepada orang tuanya,” kata Hartati kepada anaknya. (*/nri)


BACA JUGA

Sabtu, 18 November 2017 11:27

Baru Tiga Tahun Sudah Rusak

TARAKAN – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tarakan mendapat sorotan tajam karena dianggap tak refresentatif…

Sabtu, 18 November 2017 11:25

Terlalu Memilih Pekerjaan, Kesempatan Terbuang

TARAKAN – Dinas Ketenagakerjaan dan Perindustrian Tarakan mengungkap serapan tenaga kerja selama…

Sabtu, 18 November 2017 11:22

WADUH..!! Investor Pemasok Gas Mundur

TARAKAN – Sebelumnya banyak investor yang siap menyuplai gas ke PT PLN (Persero) Unit Layanan…

Sabtu, 18 November 2017 11:11

Dua Hari, Tiga Korban Tewas di Jalan

TARAKAN - Nahas, sebuah mobil Daihatsu Xenia dengan nomor polisi KT 1680 RE yang dikemudikan Muhammad…

Sabtu, 18 November 2017 11:10

Sentra Industri Telan Biaya Rp 20 Miliar

TARAKAN - Sentra indusri kecil dan menengah saat ini tengah dibangun di Jalan Hake Babu dengan luas…

Sabtu, 18 November 2017 11:08

Reklame Mendominasi Perizinan

TARAKAN – Sejak Kantor Pelayanan Perizinan Terpadu (KPPT) Tarakan menjadi Dinas Penanaman Modal,…

Sabtu, 18 November 2017 11:04

Dua Jembatan di Dua Gang Rusak

TARAKAN - Ketua RT 2, Kelurahan Karang Anyar Pantai, Ihsan mengatakan, terdapat dua titik jembatan yang…

Sabtu, 18 November 2017 11:03

Pedagang Berburu Uang Kecil

Tarakan-Dalam memenuhi kebutuhan masyarakat di Kota Tarakan,  pendistibusian uang baru terus dilakukan…

Sabtu, 18 November 2017 10:59

Genset Rp 2,9 Juta ‘Diembat’ Paman

TARAKAN – Entah apa yang ada di benak TC (nama diinsialkan), pelaku pencuri genset keponakan sendiri.…

Jumat, 17 November 2017 12:24

JANJI YA...!! Mulai Desember Tak Ada Pemadaman

TARAKAN – Persoalan listrik di Bumi Paguntaka memang belum berakhir. Kekurangan pasokan gas masih…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .