MANAGED BY:
KAMIS
21 SEPTEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV

RADAR KALTARA

Sabtu, 19 Agustus 2017 11:59
Butuh Pemerintah, Selesaikan Sengketa WKP
FOTO: BANK DATA/RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, TARAKAN – Saat ini 80 persern wilayah kerja pertambangan (WKP) miliki Pertamina EP telah ditinggali oleh masyarakat. Sehingga untuk mengatasi hal itu, Pertamina meminta bantuan dari Pemerintah Kota (Pemkot) Tarakan turut andil dalam mengatasi hal ini.

Manager Legal and Relation Pertamina EP Asset 5 , Yossi ardilla mengatakan, lahan-lahan tersebut sangat dibutuhkan  untuk operasional yang akan dilakukan Pertamina. Jika WKP tidak kembali ke tangan Pertamina, dia memastikan aset yang dimiliki Pertamina akan terbengkalai dan dikuasai oleh orang lain. Bahkan yang lebih buruk ialah, mereka tidak dapat meningkatkan hasil produksi, sebab WKP tersebut sudah dikuasai oleh orang lain.

Diceritakan Yossi, pada tahun 2008, perusahaan migas yang lama akhirnya resmi diambil alih oleh BUMN. Saat berada di tangan BUMN, okupansi WKP sudah mencapai 85 persen. Namun pihaknya masih menerima dan mendapatkan hasil.

Nah, dari 1.004 jumlah sumur, hanya 50 sumur yang dapat diakses. Terkait hal tersebut, Pertamina berusaha agar bisa tetap beroperasi tanpa menimbulkan gesekan-gesekan yang kemudian akan menghambat operasi yang dikerjakan.

“Untuk itu, kami berusaha dengan sangat hati-hati agar tidak bermasalah,” katanya.

Ada dua treatment yang sudah dilakukan olehnya, yakni dengan meminta instruksi dari pusat dan membuat trigger dengan program membentuk tim kelompok kerja (pokja), dengan kesepakatan bahwa Gubernur atau Wali Kota yang akan menandatangani SK tersebut. Untuk itu, saat ini pihaknya sudah menunggu SK dari Wali Kota Tarakan, Sofian Raga tentang empat pokja tersebut.

Yang nantinya akan menjadi trigger, yaitu dengan mengelompokkan WKP mana yang akan diinginkan oleh Pemkot untuk digunakan, yang mana yang akan digunakan oleh pihaknya. Itulah yang akan menjadi solusi nantinya.

Untuk itu, Ia mengatakan bukan Pertamina EP yang meminta, namun justru diberikan amanah untuk mengamankan aset.

“Selama itu diamanahkan ke kami, ya kami akan mengamankan semuanya. Nggak bisa memilih,” katanya.

Untuk diketahui empat pokja tersebut, terdiri dari inventarisasi, penindakan, pelaporan dan sebagainya. Nah, dari trigger pokja tersebutlah yang akan menentukan apa saja yang akan dilakukan oleh pihaknya terhadap aset-aset negara.

Pertamina sudah menyampaikan perihal tentang tindak lanjut hal tersebut kepada wali kota saat masih berada di kegiatan mural 3D, lalu. Dalam pembicaraan tersebut, wali kota menjelaskan bahwa terkait pembahasan WKP tersebut, masih dalam tahap pembahasan bersama dengan DPUTR.

“Karena teman-teman dari dinas menginginkan pokja itu segera dibangun, begitu. Jika pokja nanti akan membuka semua data Pertamina EP, kami siap. Asal muaranya benar, dan ada dasar hukumnya,” jelasnya.

Sementara menunggu SK dari wali kota, mereka akan memberikan peringatan kepada si pemilik lahan, baik itu pemilik pada bangunan lama maupun baru dengan peringatan secara lisan. Namun, bila masih bertahan, maka terpaksa akan mengeluarkan surat peringatan.

“Supaya warga itu, tidak lagi membuat bangunan-bangunan di WKP kami,” tegasnya.

Setiap rumah sudah diberikan peringatan sebanyak tiga kali. Namun, karena pihaknya merupakan sebuah perusahaan yang bergerak di migas, maka urusan penindakan, Pertamina meminta tolong kepada pihak instansi terkait

Tak hanya rumah biasa, namun rumah dinas yang berada di kawasan Ladang, Markoni dan Kampung Satu, juga sudah ditindaklanjuti oleh Pertamina sampai ke ranah Kejaksanaan Negeri Tarakan.

“Jadi nantinya untuk rumah-rumah ini akan diambil alih penanganannya oleh teman-teman kejakasaan,” ucapnya. (*/riz/nri)


BACA JUGA

Rabu, 20 September 2017 10:58

Harus Ada Pengecualian untuk DOB Kaltara

JAKARTA – Kebijakan pemerintah yang menunda pembentukan daerah otonomi baru (DOB) di tahun 2017…

Rabu, 20 September 2017 10:53

Hampir Tiap Hari Listrik Padam

TARAKAN – Kestabilan listrik di Tarakan nampaknya akan terus bergantung pada gas. Sebab, saat…

Rabu, 20 September 2017 10:50

Tak Terapkan HET, Pedagang Akan Disanksi

TARAKAN – Pengaturan Harga Eceran Tertinggi (HET) beras di Indonesia terlah diberlakukan, tak…

Rabu, 20 September 2017 10:47

Bibir Membiru Diredakan Hanya dengan Air Hangat

Jika dilihat sekilas, Atika Zahra Ratifa tampak seperti bayi sehat pada umumnya. Namun, siapa sangka…

Rabu, 20 September 2017 10:41

Warga KTT Terhipnotis Penampilan The Angelz

TANA TIDUNG – Tak hanya penyanyi-penyanyi dangdut dan melayu saja yang meramaikan pesta rakyat…

Rabu, 20 September 2017 10:38

APBD-P Belum Dibahas, Masih Menunggu Provinsi

TARAKAN - Pembahasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBDP) oleh Tim Anggaran Pemerintah…

Rabu, 20 September 2017 10:35

PJU Kurang, Anggaran Pengadaan Menipis

TARAKAN – Penerangan jalan umum (PJU) di Bumi Paguntaka masih terbilang minim, termasuk di daerah…

Rabu, 20 September 2017 10:33

Tigor Menolak Jika Jadi Wakil

TARAKAN – Keputusan DPP Golkar yang merekomendasikan Badrun untuk diusung pada pilwali tahun depan,…

Rabu, 20 September 2017 10:31

Dua Mucikari Diringkus Tim Polda

TARAKAN – Maraknya karaoke dewasa yang tersebar di beberapa titik di Tarakan akhirnya menjadi…

Rabu, 20 September 2017 04:15

Api 'Mengamuk", Bakar Sejumlah Kios di Pasar Gusher

TARAKAN - Insiden nahas mewarnai pertengahan September. Sekitar pukul 01.00 dini hari, warga dihebohkan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .