MANAGED BY:
SENIN
20 NOVEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV

RADAR KALTARA

Sabtu, 19 Agustus 2017 11:30
Meninggal karena Konsumsi Mie Instan dan Cokelat?
INT

PROKAL.CO, TARAKAN – Adanya informasi yang beredar melalui media sosial (medsos) bahwa mengkonsumsi mie instan dan dilanjutkan mengkonsumsi cokelat akan menyebabkan kematian, disanggah oleh Kementerian Kesehatan. Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan
Masyarakat Kementrian Kesehatan, Oscar Primadi membatah jika Kemenkes mengeluarkan informasi tersebut. Dirinya mengatakan jika pesan yang beredar tersebut merupakan berita hoax yang tidak bisa dipertanggung jawabkan.

“Kemenkes tidak pernah posting berita seperti itu, ini jelas cirinya hoax,” ungkapnya kepada Radar Tarakan.

Dirinya menuturkan, berita yang tidak dapat dipertanggung jawabkan bersifat sensasional yang artikelnya menggugah perasaan dan emosi pembaca secara berlebihan. “Seperti pesan itu yang sifatnya menakuti, info kesehatan kemenkes bisa diakses di web Kemenkes,” terang Oscar. Sementara itu, saat ditemui di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Tarakan, dr.Ni Putu Merlynda Pusvita Dewi, Sp.PD mengatakan, dirinya baru mengetahui jika mengkonsumsi mie instan dan dilanjutkan dengan makan cokelat dapat menimbulkan reaksi kimia. “Menimbulkan reaksi kimia, sampai ada yang meninggal? Saya baru dengar,” ujar dokter spesialis penyakit dalam ini.

dr.Dewi,menjelaskan bahwa, mie instan memang mengandung pengawet yang tidak baik untuk kesehatan jika dikonsumsi
terus-menerus, karena bisa memicu maag dan kanker. Sebab efek mie dapat dirasakan dalam waktu jangka panjang. “Makan mie
sesekali boleh yah, seperti sebulan sekali tapi jangan terus menerus. Efeknya nggak sekarang, tapi nanti dikemudian hari,” terang
Dewi. Mie instan mengandung bahan kimia, sehingga jika beraksi dengan air panas bahan kimia akan keluar dan saat dikonsumsi efeknya untuk kesehatan sangat buruk karena dapat menyebabkan karsinogenik yang dapat menyebabkan kanker pencernaan.

“Biasanya itu rebusan air pertama dibuang untuk menghilangkan bahan kimia, karena bahan untuk merekatkan mie ada bahan kimia
seperti plastik,” jelas dokter berhijab ini. Sama halnya dengan cokelat, konsumen yang memiliki riwayat penyakit lambung, sangat tidak dianjurkan untuk mengkonsumsi cokelat secara berlebihan. Sehingga ia menganjurkan agar konsumen yang memiliki riwayat penyakit lambung, tidak mengkonsumsi mie maupun cokelat secara berlebihan.(*/one/udn)


BACA JUGA

Sabtu, 18 November 2017 11:27

Baru Tiga Tahun Sudah Rusak

TARAKAN – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tarakan mendapat sorotan tajam karena dianggap tak refresentatif…

Sabtu, 18 November 2017 11:25

Terlalu Memilih Pekerjaan, Kesempatan Terbuang

TARAKAN – Dinas Ketenagakerjaan dan Perindustrian Tarakan mengungkap serapan tenaga kerja selama…

Sabtu, 18 November 2017 11:22

WADUH..!! Investor Pemasok Gas Mundur

TARAKAN – Sebelumnya banyak investor yang siap menyuplai gas ke PT PLN (Persero) Unit Layanan…

Sabtu, 18 November 2017 11:11

Dua Hari, Tiga Korban Tewas di Jalan

TARAKAN - Nahas, sebuah mobil Daihatsu Xenia dengan nomor polisi KT 1680 RE yang dikemudikan Muhammad…

Sabtu, 18 November 2017 11:10

Sentra Industri Telan Biaya Rp 20 Miliar

TARAKAN - Sentra indusri kecil dan menengah saat ini tengah dibangun di Jalan Hake Babu dengan luas…

Sabtu, 18 November 2017 11:08

Reklame Mendominasi Perizinan

TARAKAN – Sejak Kantor Pelayanan Perizinan Terpadu (KPPT) Tarakan menjadi Dinas Penanaman Modal,…

Sabtu, 18 November 2017 11:04

Dua Jembatan di Dua Gang Rusak

TARAKAN - Ketua RT 2, Kelurahan Karang Anyar Pantai, Ihsan mengatakan, terdapat dua titik jembatan yang…

Sabtu, 18 November 2017 11:03

Pedagang Berburu Uang Kecil

Tarakan-Dalam memenuhi kebutuhan masyarakat di Kota Tarakan,  pendistibusian uang baru terus dilakukan…

Sabtu, 18 November 2017 10:59

Genset Rp 2,9 Juta ‘Diembat’ Paman

TARAKAN – Entah apa yang ada di benak TC (nama diinsialkan), pelaku pencuri genset keponakan sendiri.…

Jumat, 17 November 2017 12:24

JANJI YA...!! Mulai Desember Tak Ada Pemadaman

TARAKAN – Persoalan listrik di Bumi Paguntaka memang belum berakhir. Kekurangan pasokan gas masih…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .