MANAGED BY:
SENIN
22 JANUARI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Sabtu, 19 Agustus 2017 11:08
Pengembangan Runway Bandara Dihentikan

Anggaran dari Kemenhub Terancam Dikembalikan

TERHENTI: Pengembangan landasan pacu Bandara Nunukan harus dihentikan sementara waktu akibat pembayaran lahan kepada masyarakat belum lunas. ENAL/RADAR NUNUKAN

PROKAL.CO, NUNUKAN – Pengembangan landasan pacu atau runway Bandar Udara (Bandara) Nunukan harus dihentikan setelah lahan yang akan digunakan masih bermasalah. Padahal anggaran pembangunan bandara telah disiapkan dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub) sebesar Rp 75 miliar.

Kepala Bandara Nunukan, Nurul Anwar mengatakan, saat ini pembangunan landasan pacu bandara dihentikan. Karena ada permintaan dari pemilik lahan yang meminta diselesaikan sebelum pengembangan bandara dilanjutkan. “Jika tidak dilanjutkan pembangunannya anggarannya bisa saja dikembalikan,” kata Nurul Anwar.

Ia menjelaskan, pihaknya tidak menjadi masalah jika anggaran tersebut dikembalikan. Pengembangan landasan pacu bandara sepanjang 500 meter, sedangkan yang ditahan pembangunannya ada di posisi tengah antara jarak 500 meter tersebut.

Pembangunan landasan pacu bandara pun tidak mampu mencapai 500 meter. Karena jika lahan masih bermasalah tentu sulit untuk mecapai target 500 meter. Namun, untuk pekerjaan lain tetap dilanjutkan, seperti penambahan lampu penerangan lain dan perbaikan landasan lain.

“Yang dikembalikan anggarannya hanya perpanjangan saja jika benar-benar nanti tidak bisa dilanjutkan, anggaran perpanjangan sekira Rp 30 miliar,” ujarnya.

Saat ini pihaknya telah melakukan komunikasi dengan pihak yang mengaku pemilik lahan tersebut, bahkan telah dilakukan pertemuan dengan pemerintah daerah. Hanya saja belum ada hasil hingga saat ini terkait lahan yang bermasalah tersebut. “Harus dicari tahu dulu asal usul lahan ini, bagaimana saat pembebasannya sejak bandara ini mau dibangun,” tambahnya.

Terpisah, Syarifuddin, anak dari salah satu pemilik lahan mengatakan,  untuk lahan Bandara Nunukan tidak termasuk sengkata, hanya saja ada persoalan pembayaran yang belum dilunasi saat pembebasan dulu. “Saat ini telah dilakukan negosiasi dengan pemerintah daerah, agar segera menyelesaikan pembayaran yang belum dilunasi,” kata Syarifuddin kepada media ini kemarin.

Menurutnya, sebelum dilakukan pembangunan landasan pacu Bandara Nunukan, ada tambak milik masyarakat. Bahkan, berita acara pembebesan serta pengukuran lahan tersebut ada dan dilakukan pada 2008 lalu. Saat ini diminta untuk melakukan pergantian biaya pembuatan tambak tersebut. “Yang dituntut itu bukan ganti rugi tambak tersebut, tapi nilai pekerjaan pembuatan tambak tersebut,” ujarnya.

Lanjut dia, masyarakat tidak bermaksud untuk mengganggu pekerjaan Bandara Nunukan, hanya saja tepat momennnya untuk menagih kembali. Karena persoalan ini sejak lama belum ada titik penyelesaiannya. Ia pun tidak menginginkan banyak terkait permasalahan lahan tersebut. Jika ada kepastian untuk pembayaran dilakukan dan memiliki bukti tertulis dapat dilanjutkan pekerjaan Bandara Nunukan. Namun, jika hanya lisan tentu sulit untuk dipercaya.

“Pemilik lahan tidak banyak menuntut, pembayaran juga sisa Rp 250 juta. Hanya saja ini harus menjadi perhatian serius, agar segera bisa diselesaikan segera,” tambahnya. (nal/eza)


BACA JUGA

Minggu, 21 Januari 2018 20:36

Akhirnya...Bupati Bersedia Melantik Tiga ASN

NUNUKAN - Bupati Nunukan Hj. Asmin Laura Hafid memastikan tiga aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan…

Sabtu, 20 Januari 2018 11:48

Dilengkapi Ruang Menyusui dan Kios, Dirancang Modern

Tak lama lagi, masyarakat Nunukan bakal menikmati fasilitas bangunan pasar yang baru. Tak hanya itu,…

Sabtu, 20 Januari 2018 11:42

Enam Daerah ‘Disuntik’ SOA Barang

NUNUKAN – Subsidi Ongkos Angkut (SOA) barang Sembilan Bahan Pokok (Sembako) tahun ini dianggarkan…

Sabtu, 20 Januari 2018 11:18

Perlakuan Khusus bagi Sebatik

NUNUKAN – Sembilan bahan pokok (sembako) dari Tawau, Malaysia tak dapat lagi masuk ke Nunukan.…

Sabtu, 20 Januari 2018 11:16

Jalan ke RSUD Dianggarkan Rp 8 Miliar

NUNUKAN - Hampir empat tahun, akses menuju Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Nunukan masih memprihatinkan.…

Sabtu, 20 Januari 2018 11:15

Ditawari Kerja hingga Mau Pulkam Gratis

Pemerintah Malaysia tiap pekan memulangkan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang bermasalah. Setelah dideportasi,…

Kamis, 18 Januari 2018 10:57

Tak Gersang Semangat dan Prestasi

Sejumlah sekolah dasar negeri (SDN) di Nunukan, umumnya dibangun dengan mewah dan bertingkat.  Namun…

Kamis, 18 Januari 2018 10:54

Saksi Kasus Budiman Sakit

NUNUKAN – Sidang perkara dugaan korupsi pengadaan tanah yang rencananya kembali digelar Rabu (17/1),…

Kamis, 18 Januari 2018 10:50

Lima Kasus Pencurian Belum Terungkap

NUNUKAN – Setidaknya ada lima kasus pencurian yang hingga kini belum terungkap di tangan Kepolisian…

Kamis, 18 Januari 2018 10:33

Lahan Bermasalah, Rehab PPI Lanjut Terus

NUNUKAN – Rehab Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) di Desa Sei Pancang, Kecamatan Sebatik Utara terus…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .