MANAGED BY:
KAMIS
21 SEPTEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV

RADAR KALTARA

Sabtu, 19 Agustus 2017 11:08
Pengembangan Runway Bandara Dihentikan

Anggaran dari Kemenhub Terancam Dikembalikan

TERHENTI: Pengembangan landasan pacu Bandara Nunukan harus dihentikan sementara waktu akibat pembayaran lahan kepada masyarakat belum lunas. ENAL/RADAR NUNUKAN

PROKAL.CO, NUNUKAN – Pengembangan landasan pacu atau runway Bandar Udara (Bandara) Nunukan harus dihentikan setelah lahan yang akan digunakan masih bermasalah. Padahal anggaran pembangunan bandara telah disiapkan dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub) sebesar Rp 75 miliar.

Kepala Bandara Nunukan, Nurul Anwar mengatakan, saat ini pembangunan landasan pacu bandara dihentikan. Karena ada permintaan dari pemilik lahan yang meminta diselesaikan sebelum pengembangan bandara dilanjutkan. “Jika tidak dilanjutkan pembangunannya anggarannya bisa saja dikembalikan,” kata Nurul Anwar.

Ia menjelaskan, pihaknya tidak menjadi masalah jika anggaran tersebut dikembalikan. Pengembangan landasan pacu bandara sepanjang 500 meter, sedangkan yang ditahan pembangunannya ada di posisi tengah antara jarak 500 meter tersebut.

Pembangunan landasan pacu bandara pun tidak mampu mencapai 500 meter. Karena jika lahan masih bermasalah tentu sulit untuk mecapai target 500 meter. Namun, untuk pekerjaan lain tetap dilanjutkan, seperti penambahan lampu penerangan lain dan perbaikan landasan lain.

“Yang dikembalikan anggarannya hanya perpanjangan saja jika benar-benar nanti tidak bisa dilanjutkan, anggaran perpanjangan sekira Rp 30 miliar,” ujarnya.

Saat ini pihaknya telah melakukan komunikasi dengan pihak yang mengaku pemilik lahan tersebut, bahkan telah dilakukan pertemuan dengan pemerintah daerah. Hanya saja belum ada hasil hingga saat ini terkait lahan yang bermasalah tersebut. “Harus dicari tahu dulu asal usul lahan ini, bagaimana saat pembebasannya sejak bandara ini mau dibangun,” tambahnya.

Terpisah, Syarifuddin, anak dari salah satu pemilik lahan mengatakan,  untuk lahan Bandara Nunukan tidak termasuk sengkata, hanya saja ada persoalan pembayaran yang belum dilunasi saat pembebasan dulu. “Saat ini telah dilakukan negosiasi dengan pemerintah daerah, agar segera menyelesaikan pembayaran yang belum dilunasi,” kata Syarifuddin kepada media ini kemarin.

Menurutnya, sebelum dilakukan pembangunan landasan pacu Bandara Nunukan, ada tambak milik masyarakat. Bahkan, berita acara pembebesan serta pengukuran lahan tersebut ada dan dilakukan pada 2008 lalu. Saat ini diminta untuk melakukan pergantian biaya pembuatan tambak tersebut. “Yang dituntut itu bukan ganti rugi tambak tersebut, tapi nilai pekerjaan pembuatan tambak tersebut,” ujarnya.

Lanjut dia, masyarakat tidak bermaksud untuk mengganggu pekerjaan Bandara Nunukan, hanya saja tepat momennnya untuk menagih kembali. Karena persoalan ini sejak lama belum ada titik penyelesaiannya. Ia pun tidak menginginkan banyak terkait permasalahan lahan tersebut. Jika ada kepastian untuk pembayaran dilakukan dan memiliki bukti tertulis dapat dilanjutkan pekerjaan Bandara Nunukan. Namun, jika hanya lisan tentu sulit untuk dipercaya.

“Pemilik lahan tidak banyak menuntut, pembayaran juga sisa Rp 250 juta. Hanya saja ini harus menjadi perhatian serius, agar segera bisa diselesaikan segera,” tambahnya. (nal/eza)


BACA JUGA

Selasa, 19 September 2017 13:31

Tim Tujuh Akhirnya Direspons Pemkab

NUNUKAN – Setelah terbentuk dan lama menunggu reaksi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nunukan, tim…

Selasa, 19 September 2017 13:29

Lulus SD, Sempat Kabur dari Rumah karena Akan Dinikahkan

Yayasan Indonesia Tionghoa Culture Centre (ITCC) Jawa Pos kali ini memberangkatkan 60 pelajar dari Kalimantan…

Senin, 18 September 2017 10:24

Masalah Klasik, Siap-Siap Listrik Padam Bergilir

NUNUKAN – Dalam beberapa pekan terkahir, masyarakat Nunukan dibuat tidak nyaman dengan pelayanan…

Senin, 18 September 2017 10:24

Masalah Klasik, Siap-Siap Listrik Padam Bergilir

NUNUKAN – Dalam beberapa pekan terkahir, masyarakat Nunukan dibuat tidak nyaman dengan pelayanan…

Senin, 18 September 2017 10:21

Pemerintah Diminta Atasi Persoalan Beras dan Garam Krayan

NUNUKAN – Ketua Umum Persekutuan Dayat Lundayeh (PDL) Yansen TP mengharapkan Pemerintah Kabupaten…

Senin, 18 September 2017 10:19

Dari Perbatasan, Kuliah ke Luar Negeri Dianggap Keajaiban

Melanjutkan pendidikan hingga ke luar negeri, tak semua pelajar dapat merasakannya. Namun, tak disangka…

Senin, 18 September 2017 09:55

Warga Minta Aparat Lebih Aktif

NUNUKAN – Peredaran obat berbahaya kini semakin memprihatinkan. Peristiwa yang terjadi di Kota…

Senin, 18 September 2017 09:54

Sopir Angkot Cabuli Anak Di Bawah Umur

NUNUKAN –  Anak di bawah umur kembali menjadi korban pemerkosaan. Kali ini menimpa Bunga…

Sabtu, 16 September 2017 10:18

Hasil Pertanian Dilirik Investor Timur Tengah

NUNUKAN – Dinas Pertanian Ketahanan Pangan (DPKP) Nunukan melakukan pendataan terhadap lahan tidur…

Sabtu, 16 September 2017 10:15

Antisipasi Krisis Air Bersih, Tiga IPA Dioperasikan

NUNUKAN – Krisis air bersih mulai melanda sejumlah daerah di Indonesia. Untuk mengantisipasi persoalan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .