MANAGED BY:
KAMIS
21 SEPTEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV

RADAR KALTARA

Sabtu, 19 Agustus 2017 11:06
Diduga Depresi, Deportan Terjun dari Lantai 3
JATUH: Lokasi jatuhnya BA, WNI yang baru menjalani proses deportasi Pemerintah Malaysia menjadi tanggungan BP3TKI Nunukan. Insert. Korban saat akan dievakuasi ke RSUD Nunukan. SYAMSUL/RADAR NUNUKAN

PROKAL.CO, NUNUKAN – Diduga depresi, Bukhori Alfan (22), seorang korban deportasi yang ditampung di Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa), Jalan Ujang Dewa, RT 5, Kelurahan Nunukan Selatan, Kecamatan Nunukan Selatan melakukan perbuatan nekat. Pria asal Jawa Timur (Jatim) ini terjun dari lantai 3 hingga lantai dasar setinggi 10 meter, Kamis (17/8).

Kepala Seksi Perlindungan Balai Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BP3TKI) Nunukan, Arbain membenarkan kejadian tersebut. Ia mengatakan, kaki dan tangan kanan patah, lalu gigi bagian depan lepas. Namun, kondisi korban saat ini sudah berangsur membaik meskipun masih berada di ruang ICU. “Waktu dievakuasi ke rumah sakit pingsan. Setelah 15 menit ditangani, sadar dan dapat diajak berbicara,” ungkap Arbain kepada media ini kemarin.

Dikatakan, informasi mengenai adanya gangguan kejiwaan atau depresi terhadap korban belum dapat dipastikan. Sebab, sejauh ini hanya keterangan teman-temannya saja. Belum ada keterangan resmi dari dokter. “Termasuk kondisi detailnya. Belum ada keterangan resmi dokter bagaimana kondisinya. Karena doternya belum ada. Sementara perawat juga tidak berhak menyampaikan,” beber Arbain yang ditemui di Rusunawa, sekira pukul 11.45 Wita kemarin.

Menurut Arbain, jika BA sejak awal terdeteksi mengalami gangguan kejiwaan di Konsulat Republik Indonesia (KRI) Tawau, Malaysia, maka pemulangannya tidak bersamaan dengan rekan-rekannya yang sehat. Namun, dipulangkan secara khusus. “Bisa saja, setelah di Nunukan depresinya itu muncul. Karena berbagai macam tekanan yang dialami,” jelasnya.

Mengenai biaya perawatan, lanjutnya, menjadi tanggung jawab negara. Pihaknya akan melaporkan kejadian ini ke Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Sehingga, seluruh pembiayaan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Nunukan ditanggung. “Tapi, sebelumnya, kami membuat rekomendasi bahwa orang tersebut benar WNI yang menjadi korban deportasi dengan bukti surat dari konsulat RI di Tawau,” bebernya.

Di tempat yang sama, Bintara Pembina Desa (Babinsa), Sertu Muksin mengisahkan, kejadian tersebut cukup menggegerkan penghuni Rusunawa. Sebab, di tengah keramaian tiba-tiba ada yang terjatuh dari Rusunawa. “Waktu kejadian, saya sedang umumkan kepada mereka (deportan) untuk bersiap-siap ke Islamic Centre yang Muslim dan ke gereja yang Nasrani. Karena ada kegiatan doa serentak. Tiba-tiba, TKI itu jatuh di depan saya,” kata Sertu Muksin, yang juga bertindak sebagai seksi keamanan yang ditunjuk BP3TKI Nunukan.

Dalam kondisi kaget, akhirnya bersama deportan lainnya mengevakuasi korban ke rumah sakit. Dari keterangan teman sekamarnya, kata Muksin, sebelum kejadian korban memang tidak seperti hari biasanya. Bahkan, meminta rokok ke salah seorang temannya padahal selama ini tidak pernah merokok dan jarang berkomunikasi.

“Usai merokok, korban pamit sama teman sekamar untuk turun ke lantai dasar. Ternyata tidak lewat tangga, tapi langsung terjun,” ungkap Muksin menceritakan pengakuan Jusran, teman sekamar korban.

Muksin mengatakan, sebelum korban terjatuh, Anwar, deportan lainnya sempat melihat Bukhori Alfan naik dan berdiri di atas pagar lantai 3 bangunan. Korban terlihat seperti mengambil sesuatu. Tapi, tiba-tiba loncat ke lantai dasar.

“Waktu jatuh, pingsan. Pas di rumah sakit setelah sadar sempat ditanya. Kenapa terjun, korban malah mengaku tidak terjun. Dia justru terlihat heran kenapa bisa berada di rumah sakit,” ujar Muksin mengisahkan. (oya/eza)


BACA JUGA

Selasa, 19 September 2017 13:31

Tim Tujuh Akhirnya Direspons Pemkab

NUNUKAN – Setelah terbentuk dan lama menunggu reaksi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nunukan, tim…

Selasa, 19 September 2017 13:29

Lulus SD, Sempat Kabur dari Rumah karena Akan Dinikahkan

Yayasan Indonesia Tionghoa Culture Centre (ITCC) Jawa Pos kali ini memberangkatkan 60 pelajar dari Kalimantan…

Senin, 18 September 2017 10:24

Masalah Klasik, Siap-Siap Listrik Padam Bergilir

NUNUKAN – Dalam beberapa pekan terkahir, masyarakat Nunukan dibuat tidak nyaman dengan pelayanan…

Senin, 18 September 2017 10:24

Masalah Klasik, Siap-Siap Listrik Padam Bergilir

NUNUKAN – Dalam beberapa pekan terkahir, masyarakat Nunukan dibuat tidak nyaman dengan pelayanan…

Senin, 18 September 2017 10:21

Pemerintah Diminta Atasi Persoalan Beras dan Garam Krayan

NUNUKAN – Ketua Umum Persekutuan Dayat Lundayeh (PDL) Yansen TP mengharapkan Pemerintah Kabupaten…

Senin, 18 September 2017 10:19

Dari Perbatasan, Kuliah ke Luar Negeri Dianggap Keajaiban

Melanjutkan pendidikan hingga ke luar negeri, tak semua pelajar dapat merasakannya. Namun, tak disangka…

Senin, 18 September 2017 09:55

Warga Minta Aparat Lebih Aktif

NUNUKAN – Peredaran obat berbahaya kini semakin memprihatinkan. Peristiwa yang terjadi di Kota…

Senin, 18 September 2017 09:54

Sopir Angkot Cabuli Anak Di Bawah Umur

NUNUKAN –  Anak di bawah umur kembali menjadi korban pemerkosaan. Kali ini menimpa Bunga…

Sabtu, 16 September 2017 10:18

Hasil Pertanian Dilirik Investor Timur Tengah

NUNUKAN – Dinas Pertanian Ketahanan Pangan (DPKP) Nunukan melakukan pendataan terhadap lahan tidur…

Sabtu, 16 September 2017 10:15

Antisipasi Krisis Air Bersih, Tiga IPA Dioperasikan

NUNUKAN – Krisis air bersih mulai melanda sejumlah daerah di Indonesia. Untuk mengantisipasi persoalan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .