MANAGED BY:
SENIN
21 MEI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Sabtu, 19 Agustus 2017 11:06
Diduga Depresi, Deportan Terjun dari Lantai 3
JATUH: Lokasi jatuhnya BA, WNI yang baru menjalani proses deportasi Pemerintah Malaysia menjadi tanggungan BP3TKI Nunukan. Insert. Korban saat akan dievakuasi ke RSUD Nunukan. SYAMSUL/RADAR NUNUKAN

PROKAL.CO, NUNUKAN – Diduga depresi, Bukhori Alfan (22), seorang korban deportasi yang ditampung di Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa), Jalan Ujang Dewa, RT 5, Kelurahan Nunukan Selatan, Kecamatan Nunukan Selatan melakukan perbuatan nekat. Pria asal Jawa Timur (Jatim) ini terjun dari lantai 3 hingga lantai dasar setinggi 10 meter, Kamis (17/8).

Kepala Seksi Perlindungan Balai Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BP3TKI) Nunukan, Arbain membenarkan kejadian tersebut. Ia mengatakan, kaki dan tangan kanan patah, lalu gigi bagian depan lepas. Namun, kondisi korban saat ini sudah berangsur membaik meskipun masih berada di ruang ICU. “Waktu dievakuasi ke rumah sakit pingsan. Setelah 15 menit ditangani, sadar dan dapat diajak berbicara,” ungkap Arbain kepada media ini kemarin.

Dikatakan, informasi mengenai adanya gangguan kejiwaan atau depresi terhadap korban belum dapat dipastikan. Sebab, sejauh ini hanya keterangan teman-temannya saja. Belum ada keterangan resmi dari dokter. “Termasuk kondisi detailnya. Belum ada keterangan resmi dokter bagaimana kondisinya. Karena doternya belum ada. Sementara perawat juga tidak berhak menyampaikan,” beber Arbain yang ditemui di Rusunawa, sekira pukul 11.45 Wita kemarin.

Menurut Arbain, jika BA sejak awal terdeteksi mengalami gangguan kejiwaan di Konsulat Republik Indonesia (KRI) Tawau, Malaysia, maka pemulangannya tidak bersamaan dengan rekan-rekannya yang sehat. Namun, dipulangkan secara khusus. “Bisa saja, setelah di Nunukan depresinya itu muncul. Karena berbagai macam tekanan yang dialami,” jelasnya.

Mengenai biaya perawatan, lanjutnya, menjadi tanggung jawab negara. Pihaknya akan melaporkan kejadian ini ke Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Sehingga, seluruh pembiayaan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Nunukan ditanggung. “Tapi, sebelumnya, kami membuat rekomendasi bahwa orang tersebut benar WNI yang menjadi korban deportasi dengan bukti surat dari konsulat RI di Tawau,” bebernya.

Di tempat yang sama, Bintara Pembina Desa (Babinsa), Sertu Muksin mengisahkan, kejadian tersebut cukup menggegerkan penghuni Rusunawa. Sebab, di tengah keramaian tiba-tiba ada yang terjatuh dari Rusunawa. “Waktu kejadian, saya sedang umumkan kepada mereka (deportan) untuk bersiap-siap ke Islamic Centre yang Muslim dan ke gereja yang Nasrani. Karena ada kegiatan doa serentak. Tiba-tiba, TKI itu jatuh di depan saya,” kata Sertu Muksin, yang juga bertindak sebagai seksi keamanan yang ditunjuk BP3TKI Nunukan.

Dalam kondisi kaget, akhirnya bersama deportan lainnya mengevakuasi korban ke rumah sakit. Dari keterangan teman sekamarnya, kata Muksin, sebelum kejadian korban memang tidak seperti hari biasanya. Bahkan, meminta rokok ke salah seorang temannya padahal selama ini tidak pernah merokok dan jarang berkomunikasi.

“Usai merokok, korban pamit sama teman sekamar untuk turun ke lantai dasar. Ternyata tidak lewat tangga, tapi langsung terjun,” ungkap Muksin menceritakan pengakuan Jusran, teman sekamar korban.

Muksin mengatakan, sebelum korban terjatuh, Anwar, deportan lainnya sempat melihat Bukhori Alfan naik dan berdiri di atas pagar lantai 3 bangunan. Korban terlihat seperti mengambil sesuatu. Tapi, tiba-tiba loncat ke lantai dasar.

“Waktu jatuh, pingsan. Pas di rumah sakit setelah sadar sempat ditanya. Kenapa terjun, korban malah mengaku tidak terjun. Dia justru terlihat heran kenapa bisa berada di rumah sakit,” ujar Muksin mengisahkan. (oya/eza)


BACA JUGA

Senin, 21 Mei 2018 12:19

Ditinggal Kerja, Rumah Dilahap Api

NUNUKAN – Rumah salah seoang warga di Jalan Membunut, Nunukan Selatan ludes dilahap sijago merah…

Senin, 21 Mei 2018 12:15

Lima Bulan, 1.000 BMI Dihalau

NUNUKAN – Sejak awal Januari hingga Mei setiap pekan tepatnya hari Kamis pemerintah Malaysia selalu…

Sabtu, 19 Mei 2018 08:46

Warga di Sini Jadi Incaran Buaya dan Ular Sembakung

NUNUKAN – Warga di Desa Tepian, Kecamatan Sembakung membutuhkan perhatian dari pemerintah. Sebab…

Sabtu, 19 Mei 2018 08:44

Layanan Belum Memenuhi Keinginan Masyarakat

NUNUKAN – Sistem birokrasi dalam tubuh pemerintah, masih banyak yang dikeluhkan oleh masyarakat.…

Jumat, 18 Mei 2018 12:38

Defisit, Pembangunan Sulit Terlaksana

NUNUKAN - Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP) Nunukan…

Jumat, 18 Mei 2018 12:13

Pengecer Gas Melon Ilegal Segera Ditangani Tim Satgas

NUNUKAN – Persoalan gas melon 3 kilogram (kg) di wilayah perbatasan belum berakhir. Sampai saat…

Jumat, 18 Mei 2018 12:08

Calon Anggota Legislatif Dilarang Kampanye

NUNUKAN – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Nunukan telah menyampaikan larangan kampanye melalui…

Jumat, 18 Mei 2018 12:06

Pencuri Handphone di Jok Motor Dibekuk

NUNUKAN – Salah seorang pelaku pencurian sejumlah handphone yang diletakkan di kantong serta jok…

Jumat, 18 Mei 2018 12:04

Terjadi Gangguan, Maskapai Ini Gagal Terbang Perdana

NUNUKAN – Maskapai Aviastar yang ditetapkan sebagai pememang lelang Subsidi Ongkos Angkut (SOA)…

Kamis, 17 Mei 2018 11:17

Temukan Barang Terlarang di Lapas

NUNUKAN – Tak ingin kejadian kerusuhan di Rumah Tahanan (Rutan) Mako Brimob, Depok, beberapa waktu…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .