MANAGED BY:
SENIN
20 NOVEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV

RADAR KALTARA

Sabtu, 19 Agustus 2017 11:06
Diduga Depresi, Deportan Terjun dari Lantai 3
JATUH: Lokasi jatuhnya BA, WNI yang baru menjalani proses deportasi Pemerintah Malaysia menjadi tanggungan BP3TKI Nunukan. Insert. Korban saat akan dievakuasi ke RSUD Nunukan. SYAMSUL/RADAR NUNUKAN

PROKAL.CO, NUNUKAN – Diduga depresi, Bukhori Alfan (22), seorang korban deportasi yang ditampung di Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa), Jalan Ujang Dewa, RT 5, Kelurahan Nunukan Selatan, Kecamatan Nunukan Selatan melakukan perbuatan nekat. Pria asal Jawa Timur (Jatim) ini terjun dari lantai 3 hingga lantai dasar setinggi 10 meter, Kamis (17/8).

Kepala Seksi Perlindungan Balai Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BP3TKI) Nunukan, Arbain membenarkan kejadian tersebut. Ia mengatakan, kaki dan tangan kanan patah, lalu gigi bagian depan lepas. Namun, kondisi korban saat ini sudah berangsur membaik meskipun masih berada di ruang ICU. “Waktu dievakuasi ke rumah sakit pingsan. Setelah 15 menit ditangani, sadar dan dapat diajak berbicara,” ungkap Arbain kepada media ini kemarin.

Dikatakan, informasi mengenai adanya gangguan kejiwaan atau depresi terhadap korban belum dapat dipastikan. Sebab, sejauh ini hanya keterangan teman-temannya saja. Belum ada keterangan resmi dari dokter. “Termasuk kondisi detailnya. Belum ada keterangan resmi dokter bagaimana kondisinya. Karena doternya belum ada. Sementara perawat juga tidak berhak menyampaikan,” beber Arbain yang ditemui di Rusunawa, sekira pukul 11.45 Wita kemarin.

Menurut Arbain, jika BA sejak awal terdeteksi mengalami gangguan kejiwaan di Konsulat Republik Indonesia (KRI) Tawau, Malaysia, maka pemulangannya tidak bersamaan dengan rekan-rekannya yang sehat. Namun, dipulangkan secara khusus. “Bisa saja, setelah di Nunukan depresinya itu muncul. Karena berbagai macam tekanan yang dialami,” jelasnya.

Mengenai biaya perawatan, lanjutnya, menjadi tanggung jawab negara. Pihaknya akan melaporkan kejadian ini ke Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Sehingga, seluruh pembiayaan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Nunukan ditanggung. “Tapi, sebelumnya, kami membuat rekomendasi bahwa orang tersebut benar WNI yang menjadi korban deportasi dengan bukti surat dari konsulat RI di Tawau,” bebernya.

Di tempat yang sama, Bintara Pembina Desa (Babinsa), Sertu Muksin mengisahkan, kejadian tersebut cukup menggegerkan penghuni Rusunawa. Sebab, di tengah keramaian tiba-tiba ada yang terjatuh dari Rusunawa. “Waktu kejadian, saya sedang umumkan kepada mereka (deportan) untuk bersiap-siap ke Islamic Centre yang Muslim dan ke gereja yang Nasrani. Karena ada kegiatan doa serentak. Tiba-tiba, TKI itu jatuh di depan saya,” kata Sertu Muksin, yang juga bertindak sebagai seksi keamanan yang ditunjuk BP3TKI Nunukan.

Dalam kondisi kaget, akhirnya bersama deportan lainnya mengevakuasi korban ke rumah sakit. Dari keterangan teman sekamarnya, kata Muksin, sebelum kejadian korban memang tidak seperti hari biasanya. Bahkan, meminta rokok ke salah seorang temannya padahal selama ini tidak pernah merokok dan jarang berkomunikasi.

“Usai merokok, korban pamit sama teman sekamar untuk turun ke lantai dasar. Ternyata tidak lewat tangga, tapi langsung terjun,” ungkap Muksin menceritakan pengakuan Jusran, teman sekamar korban.

Muksin mengatakan, sebelum korban terjatuh, Anwar, deportan lainnya sempat melihat Bukhori Alfan naik dan berdiri di atas pagar lantai 3 bangunan. Korban terlihat seperti mengambil sesuatu. Tapi, tiba-tiba loncat ke lantai dasar.

“Waktu jatuh, pingsan. Pas di rumah sakit setelah sadar sempat ditanya. Kenapa terjun, korban malah mengaku tidak terjun. Dia justru terlihat heran kenapa bisa berada di rumah sakit,” ujar Muksin mengisahkan. (oya/eza)


BACA JUGA

Sabtu, 18 November 2017 10:43

Diisukan Pakai Tikus, Pemilik RM Arema Laporkan Tim Terpadu ke Polisi

NUNUKAN – Merasa nama baik dan reputasi usaha yang dilakukan tercemar, pemilik Rumah Makan (RM)…

Sabtu, 18 November 2017 10:39

Bukan Bakso Terbuat dari Daging Tikus, Hanya...

NUNUKAN – Simpang siurnya informasi yang tersebar di media sosial (medsos) mengenai daging tikus…

Jumat, 17 November 2017 11:39

Pembangunan Pasar Tradisional Terpadu Digenjot

NUNUKAN – Pembangunan Pasar Tradisional Terpadu terus di genjot, Dinas Perdagangan memastikan…

Jumat, 17 November 2017 11:37

PLN Masih Menunggu Penentuan Golongan Tarif Listrik

NUNUKAN – Wacana golongan tarif listrik yang bakal dikurangi, PT Perusahan Listrik Negara (PLN)…

Kamis, 16 November 2017 09:40

Hasil Sampel Positif Mengandung Daging Tikus

NUNUKAN – Isu tidak sedap kembali diterima warga Kabupaten Nunukan. Khususnya penggemar kuliner…

Kamis, 16 November 2017 09:38

Pemkab Selidiki Keaslian Hasil Laboratorium

NUNUKAN – Tak ingin gegabah langsung mengambil tindakan tegas, Pemerintah Kabupaten Nunukan memilih…

Rabu, 15 November 2017 13:00

Dua Pekan, Polisi Tilang 414 Pengendara

NUNUKAN – Berakhir sudah Operasi Zebra yang dilakukan serentak se-Indonesia selama 14 hari. Di…

Rabu, 15 November 2017 12:59

Pos Lintas Batas Negara Akan Dibangun

NUNUKAN – Rapat teknis dan sidang ke-22 Tim Sosial Ekonomi Malaysia Indonesia (Sosek Malindo),…

Selasa, 14 November 2017 10:29

KPU Temukan Data Ganda KTA Parpol

NUNUKAN – Proses verifikasi administrasi Komisi Pemilihan Umum (KPU) Nunukan terhadap sejumlah…

Selasa, 14 November 2017 10:20

Kelanjutan SOA Barang dan Penumpang Dipastikan Aman

NUNUKAN – Masalah klasik persoalan Subsidi Ongkos Angkutan (SOA) barang dan penumpang untuk wilayah…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .