MANAGED BY:
SELASA
21 AGUSTUS
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Jumat, 18 Agustus 2017 10:23
Ada Makanan Tersebar HIV di Tarakan?

BPOM: Hanya Hoax

INT.

PROKAL.CO, TARAKAN - Beredarnya kabar tentang adanya larangan untuk memakan makanan kalengan khususnya produksi dari Thailand karena para pekerja yang positif HIV-AIDS memasukkan darahnya ke dalam kemasan makanan, ternyata hanya hoax saja. Pesan ini juga memang sudah lama beredar dan menakuti banyak masyarakat, karena itu Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) telah menyanggah hal ini.

“Memang media sosial ini terlalu banyak menyebarkan isu yang tidak benar, dan hal ini sudah lama dan sudah disanggah oleh BPOM bahwa itu hanya hoax atau isu menyesatkan,” kata Fanani Mahmud, Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Samarinda.

Fanani mengatakan bahwa BPOM telah merilis sanggahan tentang hoax tersebut melalui Kepala BPOM dr.Roy Sparringa pada 5 Juni 2014 lalu dengan mengatakan bahwa hal tersebut hanya hoax belaka. Dan BPOM tidak pernah menemukan hal-hal seperti yang disebutkan dalam pesan tersebut, termasuk kandungan darah dan virus HIV.

“Sudah ada rilisnya itu, dan memang disanggahi dari BPOM langsung, jadi masyarakat tidak perlu khawatir,” ujarnya.

Dalam penjelasan dr.Roy, virus HIV tidak bisa bertahan di luar tubuh manusia. Darah juga, jika keluar dari tubuh pasti akan kering, apalagi makanan kaleng yang melalui proses sterilisasi.

Sementara itu, Kasi Pengawasan Distribusi dan Harga, Dinas Perdagangan, Usaha Kecil dan Menengah Kota Tarakan, Ibrahim mengatakan bahwa semua barang yang ada tanggal kadaluarsa dan izin beredar dan masuknya resmi ke Indonesia pasti akan ada izin dari BPOM dan  Makanan Luar (ML). Sehingga jika sudah memiliki izin, bukti bahwa produk tersebut telah melalui pemeriksaan BPOM.

Sejauh ini, ia mengakui hanya melihat dari sisi tanggal kadaluarsa. Karena barang yang masuk secara resmi telah diperiksa oleh BPOM. “Kami tidak berwenang untuk memeriksa, kami hanya melihat saja. Kalau memang resmi masuknya, berarti pasti sudah diperiksa oleh BPOM,” ujarnya.

Dikatakannya, masyarakat tidak perlu khawatir dengan kabar hoax di media sosial, jika sudah melihat label makanan yang sudah diimpor oleh perusahaan di Indonesia, lalu terdapat keterangan BPOM, kesehatan RI, kemudian melihat tanggal kadaluarsa. Jika sudah memastikan hal itu, dipastikan akan aman dikonsumsi masyarakat.

“Yang pasti kalau sudah diperiksa hal-hal itu pasti sudah resmi, kalau tidak ada pasti tidak resmi. Jadi pandai-pandailah dalam membeli,” pungkasnya. (*/yus/udn)


BACA JUGA

Selasa, 21 Agustus 2018 16:54

Kuota Angkutan Online Se-Kaltara 191 Unit

TARAKAN- Pengoperasian kendaraan online atau angkutan sewa khusus belum dibuka, kendati diketahui kuota…

Selasa, 21 Agustus 2018 16:12

Optimis PAD Sampai Target

TARAKAN - Meski jumlah Pendapatan Asli Daerah (PAD) saat ini baru mencapai 30 persen, namun pihak pemerintah…

Selasa, 21 Agustus 2018 16:09

Inginkan Wilayah Pesisir Diperhatikan

TARAKAN—Hingga 2018, wilayah RT 2 Kelurahan Karang Anyar Pantai, belum mendapat bantuan perbaikan…

Selasa, 21 Agustus 2018 16:00

Predikat SAKIP Tarakan Masih C

TARAKAN - Predikat Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) yang diperoleh Bumi Paguntaka…

Selasa, 21 Agustus 2018 14:28

Dua Pelaku Penerima Sabu 1 Kg Berhasil Dibekuk di Makassar

  TARAKAN - Polres Tarakan bekerja sama dengan Polda Sulsel, Kamis (16/8) berhasil membekuk dua…

Senin, 20 Agustus 2018 23:59

RASAKAN..!! Kapal Illegal Fishing Ditenggelamkan

TARAKAN – Penenggelaman kapal ikan asing (KIA) yang melakukan illegal fishing digelar serentak…

Senin, 20 Agustus 2018 23:43

SUDAH TAK WAJAR..!! Harga Ayam Potong di Tarakan

TARAKAN – Harga daging ayam di sejumlah pasar masih saja berpolemik. Berkaca dari Hari Raya Idulfitri…

Senin, 20 Agustus 2018 17:32

Sabu Dikirim via Kargo

Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kalimantan Utara (Kaltara) bersama Bandara Internasional Juwata…

Senin, 20 Agustus 2018 17:30

Jaringan Tiga Kabupaten Blackout

TARAKAN - Ruang baterai Site Telkom Mamburungan Minggu (19/8) malam hangus terbakar. Belum diketahui…

Senin, 20 Agustus 2018 17:23

Dilanda Suhu Panas, Jamaah Lebih Banyak di Hotel

SUHU panas di Kota Makkah yang mencapai 46 derajat celcius membuat para jamaah calon haji diimbau untuk…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .