MANAGED BY:
KAMIS
15 NOVEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Jumat, 18 Agustus 2017 10:23
Ada Makanan Tersebar HIV di Tarakan?

BPOM: Hanya Hoax

INT.

PROKAL.CO, TARAKAN - Beredarnya kabar tentang adanya larangan untuk memakan makanan kalengan khususnya produksi dari Thailand karena para pekerja yang positif HIV-AIDS memasukkan darahnya ke dalam kemasan makanan, ternyata hanya hoax saja. Pesan ini juga memang sudah lama beredar dan menakuti banyak masyarakat, karena itu Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) telah menyanggah hal ini.

“Memang media sosial ini terlalu banyak menyebarkan isu yang tidak benar, dan hal ini sudah lama dan sudah disanggah oleh BPOM bahwa itu hanya hoax atau isu menyesatkan,” kata Fanani Mahmud, Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Samarinda.

Fanani mengatakan bahwa BPOM telah merilis sanggahan tentang hoax tersebut melalui Kepala BPOM dr.Roy Sparringa pada 5 Juni 2014 lalu dengan mengatakan bahwa hal tersebut hanya hoax belaka. Dan BPOM tidak pernah menemukan hal-hal seperti yang disebutkan dalam pesan tersebut, termasuk kandungan darah dan virus HIV.

“Sudah ada rilisnya itu, dan memang disanggahi dari BPOM langsung, jadi masyarakat tidak perlu khawatir,” ujarnya.

Dalam penjelasan dr.Roy, virus HIV tidak bisa bertahan di luar tubuh manusia. Darah juga, jika keluar dari tubuh pasti akan kering, apalagi makanan kaleng yang melalui proses sterilisasi.

Sementara itu, Kasi Pengawasan Distribusi dan Harga, Dinas Perdagangan, Usaha Kecil dan Menengah Kota Tarakan, Ibrahim mengatakan bahwa semua barang yang ada tanggal kadaluarsa dan izin beredar dan masuknya resmi ke Indonesia pasti akan ada izin dari BPOM dan  Makanan Luar (ML). Sehingga jika sudah memiliki izin, bukti bahwa produk tersebut telah melalui pemeriksaan BPOM.

Sejauh ini, ia mengakui hanya melihat dari sisi tanggal kadaluarsa. Karena barang yang masuk secara resmi telah diperiksa oleh BPOM. “Kami tidak berwenang untuk memeriksa, kami hanya melihat saja. Kalau memang resmi masuknya, berarti pasti sudah diperiksa oleh BPOM,” ujarnya.

Dikatakannya, masyarakat tidak perlu khawatir dengan kabar hoax di media sosial, jika sudah melihat label makanan yang sudah diimpor oleh perusahaan di Indonesia, lalu terdapat keterangan BPOM, kesehatan RI, kemudian melihat tanggal kadaluarsa. Jika sudah memastikan hal itu, dipastikan akan aman dikonsumsi masyarakat.

“Yang pasti kalau sudah diperiksa hal-hal itu pasti sudah resmi, kalau tidak ada pasti tidak resmi. Jadi pandai-pandailah dalam membeli,” pungkasnya. (*/yus/udn)


BACA JUGA

Rabu, 14 November 2018 15:55
Dugaan Korupsi Lahan di Karang Balik

BPKP Bilang Tersangka di Tangan Penyidik

TARAKAN – Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Kalimantan Utara…

Rabu, 14 November 2018 15:54

Air Menyembur di Bagian Mesin Lampu

TARAKAN - Keenam anak buah kapal (ABK) tugboat atau kapan…

Rabu, 14 November 2018 15:52

Wisuda UBT, Lagu ‘Ayah’ untuk Orangtua Enggarsyah

TARAKAN - Universitas Borneo Tarakan mewisuda 262 mahasiswanya di Gedung…

Rabu, 14 November 2018 15:51

Canggung Hanya karena Anak dari Desa

Emha Bintang menerima predikat cum laude pada wisuda ke-XX Universitas…

Rabu, 14 November 2018 15:49

Perbatasan Rentan Kekerasan terhadap Perempuan

JOHANNY SILITONGA/RADAR TARAKAN BERI ORASI ILMIAH: Menteri Pemberdayaan Perempuan dan…

Rabu, 14 November 2018 15:48

UNTUNG NGGA DITUNTUT MATI..!! Dituntut 20 Tahun, Cewek Cantik Ini Syok

TARAKAN- Terdakwa kasus sabu 1,08 kg yaitu Andi Riski Amelia…

Rabu, 14 November 2018 11:53

Di Pesantren Lapas, BNNP Temukan Sabu

TARAKAN – Berkunjung ke Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Kelas II-A Tarakan,…

Rabu, 14 November 2018 11:51

Persoalan Sampah Masih Berlarut-larut

TARAKAN - RT 13 Kelurahan Selumit Pantai masih memiliki masalah…

Rabu, 14 November 2018 11:47

Wakil Menteri ESDM Harapkan Konversi BBM ke LPG Bisa Lebih Hemat

TARAKAN - Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM),…

Selasa, 13 November 2018 21:45

FINAL! DPT Tarakan 154.706 Pemilih

TARAKAN - Komisi Pemilihan Umum (KPU) memilih menunggu petunjuk teknis…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .