MANAGED BY:
RABU
26 SEPTEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Senin, 14 Agustus 2017 11:58
Tak Bijak Atur Keuangan Bisa Merugi
ILUSTRASI/INT

PROKAL.CO, TARAKAN – Dari sisi ekonomi, akademisi STIE Bulungan-Tarakan Dr. Ana Sriekaningsih menyikapi maraknya pembelian kendaraan secara kredit mengatakan, seharusnya masyarakat mempertimbangkan terlebih dulu untung ruginya jika ingin mengambil kredit.

“Harus bisa memilah, membeli motor atau barang mewah lainnya apakah itu kebutuhan atau sekadar karena eksistensi atau harga diri  saja agar terlihat berbeda dari orang lain,” ungkap perempuan yang akrab disapa Ana ini.

Ana mengaku, pernah melakukan survei  pada satu keluarga, yang mana mereka memiliki 3 motor dan ke semuanya dilakukan pengambilan melalui sistem cicil. Pada kasus tersebut jika penghasilan keluarga tersebut tak sampai pada angka UMK per bulan, yang sudah tentu akan memberatkan.

“Terkecuali jika memang kebutuhan silakan saja tapi jika untuk harga diri, misalnya si anak melihat kawannya bawa motor mungkin karena si kawan dari kalangan mampu, sebaiknya diremlah. Karena ini kan hanya keinginan emosional agar tidak berbeda dengan kawan-kawannya,” ujar Ana.

Jika tetap dipaksakan  akan berdampak pada orang tua yang akan kesulitan mencari dana sehingga, akan terbebani untuk menutup utang cicilan di samping pengeluaran kebutuhan lainnya juga harus ditutupi.

Beda halnya jika pada kasus pekerja. Menurutnya jika memang karena kebutuhan maka sah-sah saja, untuk membayar dengan cara kredit. Dengan konsekuensi siap menanggung rugi dan membayar setiap bulan tentu dengan bunga dan dalam jangka waktu beberapa tahun.

 “Sekali lagi lihat kebutuhan dan bukan karena eksistensi diri,” tegasnya.

Menyoal untung dan rugi, dalam hal ini lanjut Ana, akan melibatkan dua pihak yakni pembeli dan penjual. Melihat dari sisi kerugian, sudah pasti pembeli yang mengalami kerugian. Sebab, beberapa di antara calon kreditor hanya melihat DP rendah dan merasa diuntungkan padahal sebenarnya dirugikan. “Itu terjadi salah satu faktornya karena wawasan atau pengetahuian mengenai finance yang minim,” tutur Ana.

Misalnya pada kasus penjualan motor dengan DP murah bahkan jika sampai nol persen dan cukup membawa KTP atau iming-iming berbagai hadiah. Pada dasarnya menurut Ana, yang dilakukan leasing ini merupakan hal wajar. Karena itu merupakan strategi pemasaran yang dilakukan untuk menarik minat pembeli.

“Harga yang ditawarkan dealer wajar saja bahkan tanpa DP pun dia senang dan gak ada masalah,” ujar Ana.

Sehingga jika berbicara siapa yang diuntungkan dalam hal ini, dealer atau leasing-lah yang diuntungkan. Adapun keuntungannya semakin panjang jangka waktu yang diberikan dalam proses pembayaran cicilan, untung akan semakin besar. Berbeda jika jangka pembayarannya singkat.

“Sementara kalau kerugiannya pada pembeli, misalnya harga tunainya hanya Rp 20 juta tapi karena kredit jadinya berbeda sampai Rp 5 juta sampai Rp 10 juta. Dengan kisaran perbedaan itu dihitung dari lamanya jangka pembayaran dan juga pembayaran di awal,” ujar Ana lagi.

Untuk itu dengan melihat fenomena pembelian secara kredit ini, dikatakan Ana, masyarakat harus benar-benar berpikir lebih bijak sebelum memutuskan. Pernah diungkapkan sebelumnya pula, kredit untuk menghasilkan modal itu sangat diperbolehkan. Misalnya pada kasus seseorang tidak memiliki pekerjaan dan dia mau berniat kredit motor karena mau mengojek.

“Itu termasuk kredit tapi menghasilkan. Bisa menutupi biaya bulanan. Utang untuk modal tidak apa-apa. Karena ada hasil yang dikumpulkan. Tapi jika kredit hanya untuk pamer, sebaiknya jangan dilakukan,” jelasnya.

Namun kembali lagi, pada masing-masing individu yang harus bijak melihat kondisi. Sebab, masing-masing orang memiliki perspektif berbeda untuk urusan pembelian barang-barang yang mewah.

“Karena ketika tak bijak, tanpa perhitungan, pada saatnya tiba pembayaran tapi tak bisa membayar  akhirnya ditarik kembali dealer kan ruginya double. Gak dapat motornya, uang investasi yang dijadikan Dp di awal pun melayang,” tukasnya.

Ia juga mengimbau, akan lebih baik jika hendak memiliki motor atau barang mewah lainnya menambung sampai cukup terkumpul agar tidak memberatkan. Sehingga uang yang jika dibayarkan secara kredit semisal Rp 10 juta perbandingannya tadi bisa dialihkan ke pembayaran lainnya yang lebih fungsional. Untuk itu manajemen pengeluaran sangat wajib dilakukan setiap orang.

“Harus memahami perencanaan keuangan,” sebutnya.

Dalam hal kredit Ana juga menekankan agar masyarakat harus melakukan perencanaan keuangan yang akan dikeluarkan setiap bulan dari pemasukan yang diperoleh. Jika tak ada perencanaan, itu akan berimbas kepada kesulitan manajemen pengeluaran setiap bulannya.

“Kadang kita setengah mati berpikir cari uang tanpa melakukan perencanaan manajemen dan pengendalian pengeluaran. Kalau memang pendapatan lebih besar silakan saja kas. Kalau pendapatan tidak memungkinkan kas, silakan kredit tentu dengan perhitungan yang matang. Intinya jangan memberatkan si pembeli,” ungkap Ana mengakhiri. (zia/nri)


BACA JUGA

Selasa, 25 September 2018 22:00

Imunisasi MR Harus Diperpanjang, Reschedule Sekolah

TARAKAN – Masih rendahnya capaian target pelaksanaan imunisasi measles dan rubella (MR) secara…

Selasa, 25 September 2018 21:56

40 Persen Peserta JKN Tertunggak

DEFISIT keuangan yang dialami Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan yang terjadi secara…

Selasa, 25 September 2018 14:45

173 CDOB Serbu Istana dan DPR RI

NUNUKAN - Ratusan calon daerah otonomi baru (CDOB) yang tergabung dalam Forum Komunikasi Nasional Percepatan…

Selasa, 25 September 2018 14:43

Anak Petani yang Mendambakan Jadi Pebisnis

Sebanyak 34 pelajar dari Kalimantan Utara mendapat kesempatan menempuh pendidikan di Tiongkok dengan…

Selasa, 25 September 2018 14:42

Jual Daging Tak Layak Bisa Dipidana

SUDAH menjadi kewajiban setiap pedagang menjamin kualitas dan mutu daging yang dijual. Kepala Bidang…

Selasa, 25 September 2018 14:38

Giliran Jadi Saksi, Keterangan Amelia Berbelit

TARAKAN - Sidang terdakwa kasus sabu 1,08 kg yang diduga melibatkan seorang wanita yaitu Lia Lusiana…

Selasa, 25 September 2018 14:36

Pembahasan KUA PPAS APBD-P Terlambat

TARAKAN– Draf Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) untuk…

Selasa, 25 September 2018 14:32

Arief Yakin Sofian Tuntaskan Amanah

MUNDURNYA Khaerudin Arief Hidayat dari jabatannya sebagai Wakil Wali Kota Tarakan, menimbulkan pertanyaan…

Selasa, 25 September 2018 14:11

Nekat Mencuri, Tak Sadar Wajah Terekam

TARAKAN – Aksi pencurian yang dilakukan pria berinisial OS (22) pada 13 September lalu cukup lihai…

Selasa, 25 September 2018 14:09

Kabur ke Tarakan, Pelaku Penganiyaan di Bontang Tertangkap

TARAKAN – Tim gabungan dari unit Jatanras Polres Tarakan dan Polres Bontang mengamankan tiga orang…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .