MANAGED BY:
RABU
13 DESEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV

RADAR KALTARA

Sabtu, 12 Agustus 2017 10:37
RICUH..!! 120 Penumpang Ditinggal Pesawat

Server Down, Check In Tiket Terpaksa Manual

BERIKAN SOLUSI: Manager Maskapai Lion Air, Moses mencoba menenangkan 120 penumpang yang ditinggalkan pesawat di Bandara Juwata Tarakan, kemarin (11/9) pagi. 120 penumpang ini akhirnya diberangkatkan pada penerbangan selanjutnya, di hari yang sama. DW UNTUK RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, TARAKAN – Kemarin, maskapai Lion Air JT 673 tujuan Tarakan-Balikpapan meninggalkan 120 penumpangnya di Bandara Juwata Tarakan, dengan alasan harus on schedule (tepat waktu). Akibatnya, sejak pagi ruang keberangkatan domestik ricuh. Ratusan penumpang protes gagal berangkat.

Kepala Bandara Juwata Tarakan, Hemi Pamuraharjo mengatakan, ini murni kesalahan pilot yang melanggar prinsip tanggung jawab pengangkut. Sebab pilot meninggalkan penumpang yang masih proses check in manual karena sistem check in online Lion Air sedang bermasalah. Harusnya sebagai pilot yang bertanggung jawab, tidak akan meninggalkan penumpang.

“Jadi ini bukan termasuk delay atau cancel flight, tetapi ini adalah tindakan semena-mena dari pilot yang tidak bertanggung jawab terhadap prinsip-prinsip tanggung jawab pengangkut. Ada 120 penumpang yang ditinggal dan saat itu masih dalam proses check in manual,” keluh Hemi.

Sekalipun alasan yang diberikan pilot karena harus menerbangkan pesawat dengan tepat waktu, bagi Hemi, itu tetap saja melanggar. Sebab telah menelantarkan penumpang. Sementara para penumpang tidak melanggar waktu batas check in yang seharusnya.

“Ini kan bukan kesalahan penumpang, mereka sudah datang tepat waktu. Tetapi karena masalah sistem dari pihak Lion Air, sudah sewajarnya pilot mengerti dan menunggu sampai selesai,” tutur Hemi.

Kendati begitu, untuk menindak pilot yang menurutnya semena-mena tersebut bukanlah kewenangan dari pihak bandara. Melainkan itu kewenangan dari maskapai yang harus menindak tegas karena telah melanggar prinsip penerbangan.

Hemi juga menampik kabar, jika terjadinya server down milik Lion Air tersebut merupakan tanggung jawab dari Bandara Juwata Tarakan.  Menurutnya itu bukanlah kesalahan dari jajarannya, karena maskapai-maskapai lain tidak mengalami gangguan.

Hemi mengaku telah mengetahui server milik Lion Air sudah mengalami gangguan sejak dua hari yang lalu. “Mereka itu memiliki sistem tersendiri dan sedang mengalami kerusakan, jadi bukan dari sistem yang disediakan oleh bandara. Sistem itu error murni dari Lion Air sendiri,” ungkapnya.

Harusnya, kata Hemi, Lion Air sudah memberikan informasi sebelum hari keberangkatan kepada penumpang untuk melakukan check in lebih awal dari biasanya, karena harus menggunakan sistem manual.

Atas insiden ini, Hemi meminta ke maskapai Lion Air, untuk memberikan prioritas penerbangan kepada penumpang yang ditinggalkan pesawat, untuk ke penerbangan berikutnya. Dengan catatan, tidak berimbas pada calon haji yang juga berangkat kemarin, menuju Balikpapan.

“Kami sudah berkoordinasi agar maskapai memberikan kompensasi kepada penumpang. Bukan itu saja, kami juga sudah berkoordinasi dengan manajemen pusat Lion Air agar mengambil tindakan kepada pilot yang bersangkutan, dan meminta untuk mengirim pesawat pengganti,” tegas Hemi.

Sementara itu, Manager Maskapai Lion Air, Moses membenarkan, Lion Air JT 673 rute penerbangan Tarakan – Balikpapan telah meninggalkan sebanyak 120 penumpang. Insiden itu berawal dari sistem check in  mengalami down sehingga proses check in dilakkan secara manual.

Moses menceritakan, saat proses check in belum selesai, ternyata jam sudah menunjukkan waktu boarding pukul 05.20.

Karena masih banyak calon penumpang yang mengantre, staf operasi kemudian menghubungi kapten pilot untuk meminta kesediaan menunggu. Namun sayang, sang kapten tidak mau menunggu. Pilot langsung terbang sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan.

“Jadi saat ditinggalkan pesawat, penumpang marah-marah, dan saya ditelepon untuk menangani masalah ini. Solusi yang kami tawarkan adalah memindahkan jadwal penerbangan,” tutur Moses.

Tetapi solusi itu tidak langsung diterima oleh penumpang yang saat itu sedang emosi. Hingga akhirnya, melakukan beberapa kali diskusi dengan penumpang dan petugas lainnya untuk bisa menemukan solusi.

Kekhawatiran penumpang semakin memuncak. Sebab di hari yang sama, juga harus berangkat ratusan calon haji dari Tarakan menuju Balikpapan.

Akhirnya, maskapai memutuskan untuk mengundur keberangkatan calon haji sementara dengan memberikan ekstra flight, untuk calon haji. Sehingga flight yang seharusnya digunakan calon haji, akan diisi terlebih dulu untuk 120 penumpang.

“Penumpang ini berangkat menggunakan pesawat JT 675 dan JT 267 yang mengangkut penumpang dengan Tujuan Balikpapan dan Surabaya,” ujar Moses.

Tak hanya menyediakan ekstra flight saja, Lion Air juga memberikan kompensasi bagi penumpang yang sudah menunggu selama 4 jam, yaitu cashback Rp 300 ribu dan konsumsi untuk penumpang. “Intinya yang terkena imbas hingga delay 4 jam akan diakomodir dengan kompensasi. Jadi semua sudah terakomodir,” jelasnya.

Moses memastikan, tidak akan ada penumpang Lion Air yang tidak terakomodir termasuk para calon haji yang akan ke Balikpapan kemarin. Tetapi dia meminta penumpang memaklumi jika penerbangan kemarin tidak tepat waktu. “Semuanya dipastikan terangkut hari ini (kemarin), dan calon haji ikut ekstra flight yang disediakan khusus,” bebernya. 

Atas insiden ini, maskapai akan melakukan teguran keras terhadap pilot yang enggan menunggu tersebut. Kemungkinan juga bisa dilakukan pemecatan.

Menurutnya, meskipun keberangkatan harus sesuai jadwal, tetapi itu bisa ditolerir jika keadaan sistem yang sedang down hingga menyebabkan ratusan penumpang tidak bisa melakukan check in, dan sudah seharusnya pilot menunggu. “Pilotnya memang menolak untuk menunggu dan langsung memberangkatkan 85 penumpang dan meninggalkan 120 penumpang yang sedang check in,” jelasnya.

Untuk diketahui, sistem milik Lion Air sudah sejak tiga hari mengalami gangguan. Maskapai telah melakukan perbaikan beberapa kali namun kondisi jaringan sedang tidak bagus. Mereka pun tidak mengetahui pasti kerusakan yang dialami itu, sebab terkadang server tersebut bisa digunakan meskipun hanya sebentar.

 

JARINGAN TELKOM TAK GANGGUAN

Pihak Lion Air menyebutkan sistem mereka down akibat jaringan internet yang tidak stabil di Tarakan. Humas PT Telkom Wilayah Kalimantan Utara (Kaltara), Mustadinata Moestafa yang dikonfirmasi mmebantah hal itu.

Kepada media, Mustadinata mengatakan, pada umumnya pelayanan informasi teknologi (IT) di Bandara Juwata Tarakan memang mengandalkan internet dari Telkom. Tetapi jika gangguan ini hanya terjadi pada satu maskapai, maka tidak bisa digeneralisirkan penyebabnya adalah Telkom.

Apalagi dalam sistem penjaringan internal bukanlah kewenangan dari penyedia jaringan internet, melainkan dari bandara yang mengaturnya.

“Kami menyediakan jaringannya, tapi dari bandara yang membagi jaringan tersebut, misalnya Lion Air berapa Mega Byte (MB), Garuda berapa begitupun yang lainnya,” terang Mustadinata, sapaan akrabnya.

Jika salah satu maskapai mengalami gangguan sistem jaringan online,kemungkinan terjadi dari internalnya. Namun, jika itu terjadi secara keseluruhan maka Telkom terlebih dulu harus memastikan penyebab gangguan tersebut, apakah memang berasal dari Telkom atau dari internal Bandara Juwata Tarakan.

Jika kesalahan murni dari internal, maka Telkom tidak bisa mencampuri. Sebab masing-masing ada yang menanganinya. “Kami menyediakan jaringan lebih dari 100 MB termasuk juga WiFi untuk penumpang, kalau ada gangguan satu atau dua maskapai mungkin dari internalnya,” pungkasnya. (*/yus/keg/nri/dd)


BACA JUGA

Rabu, 13 Desember 2017 11:19

Ngerii...Pekerja Bangunan Kesetrum Gara-Gara Ini...

TARAKAN - Salah seorang pekerja bangunan yang belum diketahui identitasnya tak sadarkan diri akibat…

Rabu, 13 Desember 2017 11:08

Penerbangan Masih Dilakukan Terbatas

TARAKAN – Solusi pemerintah kepada manajemen Mission Aviation Fellowship (MAF), ternyata tidak…

Rabu, 13 Desember 2017 11:06

Tarakan Black Out Lagi

TARAKAN – Pemadaman listrik lagi-lagi terjadi di Bumi Paguntaka. Kurang lebih satu jam aktivitas…

Rabu, 13 Desember 2017 11:05

Tarakan Black Out Lagi

TARAKAN – Pemadaman listrik lagi-lagi terjadi di Bumi Paguntaka. Kurang lebih satu jam aktivitas…

Rabu, 13 Desember 2017 11:05

Tarakan Black Out Lagi

TARAKAN – Pemadaman listrik lagi-lagi terjadi di Bumi Paguntaka. Kurang lebih satu jam aktivitas…

Rabu, 13 Desember 2017 11:04

Polisi Pastikan Murni Bunuh Diri

TARAKAN – Polisi memastikan meninggalnya Sebastian Selle (31) yang ditemukan gantung diri Senin…

Rabu, 13 Desember 2017 11:02

Sempat Ricuh, PH Enggan Dampingi Terdakwa

TARAKAN - Kasus pembunuhan yang terjadi pada Sabtu (24/7) lalu di Jalan Wijaya Kusuma, Kelurahan Karang…

Rabu, 13 Desember 2017 10:59

Lima Jasad Menyusul Dipindahkan, Satu Belum Ditemukan

Longsor menerjang sejumlah kawasan, Minggu 3 Desember lalu. Sekira pukul 05.30 Wita, tak lama setelah…

Rabu, 13 Desember 2017 10:43

Badrun Setuju Ince Dipertimbangkan

TARAKAN - Hingga kini penentuan wakil H. Badrun masih belum mendapatkan jawaban pasti. Meski sebelumnya…

Rabu, 13 Desember 2017 10:40

Job Fair Efektif Kurangi Angka Pengangguran

TARAKAN- Berbagai upaya terus dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) Tarakan dalam menekan angka pengangguran.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .