MANAGED BY:
JUMAT
20 JULI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Sabtu, 12 Agustus 2017 10:29
Prioritaskan Kebutuhan Sekolah Cindy dan Andini
BERIKAN BANTUAN: Gubernur Kaltara Irianto Lambrie mengunjungi dan memberikan santunan korban kebakaran di Jalan Aki Balak RT 01, kemarin (11/8). ANTHON JOY/RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, TARAKAN – Kemarin, Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) Irianto Lambrie mengunjungi para korban kebakaran yang berada di Jalan Aki Balak RT 1, Kelurahan Karang Harapan, Tarakan, untuk memberikan santunan. Terutama untuk Cindy dan Andini agar bisa digunakan membeli peralatan sekolah.

“Ini digunakan untuk membeli peralatan sekolah yah, belikan seragam, alat tulis dan kebutuhan lainnya,” tutur Irianto sapaan akrabnya, yang kemarin menyempatkan datang di tengah kesibukannya.

Sementara itu, Salah seorang korban terbakarnya dua unit rumah tersebut Dewi mengatakan, masih tidak percaya tempat dia berlindung telah habis dimakan si jago merah. Dia dan keluarganya saat ini masih merasakan trauma akibat kejadian itu.

Kendati begitu, Dewi mewakili keluarga berterimakasih atas perhatian yang diberikan Gubernur Kaltara kepada keluarganya, terutama dua keponakannya yang tidak bisa sekolah karena peralatan sekolah mereka ikut hangus terbakar.

“Pak Gubernur menyampaikan agar kami memberikan perhatian kepada dua orang keponakan saya. Saya akan menggunakan santunan ini untuk keperluan keluarga termasuk membeli keperluan sekolah Cindy dan Andini,” tutur perempuan berhijab itu kepada Radar Tarakan.

Untuk diketahui, 2 orang keponakannya merupakan kakak beradik bernama Candy (10) dan Andini (8) yang merupakan anak yatim. Saat ini keduanya sama-sama bersekolah di SDN 011 Karang Balik, Tarakan. Cindy duduk di kelas 5 dan Andini duduk kelas 2.

“Setelah kebakaran itu, sampai hari ini (kemarin) mereka berdua belum bisa bersekolah karena semua peralatan sekolah baik itu buku, tas dan lainnya terbakar. Insya Allah setelah ini, Senin mereka akan bisa sekolah lagi,” ungkap Dewi, kemarin (11/8).

Bukan itu saja, saat ini Dewi tengah dihadapkan dengan kondisi mertuanya bernama Tugiyem yang masih menjalani pengobatan di rumah medis tersebut masih mengalami trauma akibat kebakaran. Tugiyem juga berada di dalam rumah saat kejadian. “Obat-obatan untuk penyakit jantung mertua saya (Tugiyem) habis semua terbakar. Yang hanya bisa kami selamatkan baju di badan,” tuturnya.

Ia menceritakan kembali bagaimana kebakaran tersebut terjadi. Ketika sedang beristirahat malam, ia melihat ada listrik tiba-tiba padam. Lalu ketika dirinya membuka mata ia melihat ada bayangan merah pada rumah yang ditempatinya. Sontak saja tanpa berpikir lama ia langung bangun dan mengetahui hal itu adalah kebakaran.

“Langsung saya bawa anak-anak dan keluarga keluar rumah. Yang penting nyawa selamat. Barang –barang dan surat-surat banyak yang terbakar. Hanya ada sedikit barang yang saya selamatkan,” tuturnya.

Si jago merah meratakan 2 unit rumah mereka. Rumah yang pertama berukuran 7 meter x 14 meter dimana didalamnya terdapat 1 ruang tamu, 2 kamar tidur, 1 ruang keluarga, 1 ruang dapur, dan 1 kamar mandi. Sedangkan rumah kedua yang hangus dimana jaraknya 2 meter dari rumah pertama berukuran 9 meter x 4 meter. 

“Rumah kedua hanya dipergunakan untuk beristirahat,” tuturnya.

Mengenai penyebab kebakaran, dirinya menegaskan bahwa ia dan keluarganya tidak pernah melakukan pencurian listrik. Pada rumah yang telah terbakar tersebut, ia dan keluarga  menggunakan listrik sesuai dengan prosedur pemakaian yang ada.

“Setahu saya penyebabnya masih dalam penyelidikan. Untuk diketahui tagihan listrik saya saja hampir sekitar Rp 1 juta perbulannya,”  tegasnya.

Ditambahkan Feri yang juga merupakan korban kebakaran, mereka terpaksa tinggal di rumah kecil yang berada tepat disebelah lokasi kebakaran. Rumah yang sebelumnya mereka gunakan saat rumah yang terbakar tersebut belum dibangun. Di dalam rumah itu ditinggali 3 kepala keluarga yang berjumlah 8 orang.

“Beruntung orang yang menyewa rumah ini mengerti keadaan kami, sehingga dia mengalah agar kami bisa menempati rumah ini untuk sementara,” pungkas Feri. (*/jhn/nri)


BACA JUGA

Kamis, 19 Juli 2018 21:15

Stok Air Tersisa untuk Tiga Hari

TARAKAN - Kondisi air bersih di Bumi Paguntaka kian krisis. Komposisi air di tiga embung sudah semakin…

Kamis, 19 Juli 2018 21:12

Transportasi Online Dianggap Ilegal

TARAKAN – Kemarin, aksi damai kembali dilakukan Serikat Pekerja Transportasi Indonesia (SPTI)…

Kamis, 19 Juli 2018 11:34

Ratusan Sopir Angkot Demo Tolak Grab

TARAKAN - Ratusan sopirĀ  angkot yang tergabung dalam SPTI dan sopir angkutan konvensional lainnya, Kamis…

Kamis, 19 Juli 2018 11:21

Presiden Jokowi Belum Dipastikan Datang

TARAKAN – Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi)…

Kamis, 19 Juli 2018 11:19

200 Pelanggan Alami Gangguan Token Listrik

TARAKAN – Tak hanya merasakan pemadaman listrik saja, masyarakat Tarakan juga sempat tidak bisa…

Kamis, 19 Juli 2018 11:17

Tiga Daerah Raih WDP

TARAKAN -  Tiga dari lima kabupaten di Provinsi Kalimantan Utara mendapat opini Wajar Dengan…

Kamis, 19 Juli 2018 11:16

Tak Penuhi Kuota, Selektif Pilih Bacaleg

TARAKAN – Bertambahnya jumlah daerah pemilihan (dapil) di Bumi Paguntaka membuat para legislator…

Kamis, 19 Juli 2018 09:56

Lapas Penuh, Hak Tahanan Tak Terpenuhi

TARAKAN - Kondisi lembaga pemasyarakatan (lapas) cukup memprihatinkan. Tak hanya kapasitasnya, namun…

Kamis, 19 Juli 2018 09:48

Drainase Minim, Percepat Kerusakan Jalan

TARAKAN – Ketua RT 63, Kelurahan Karang Anyar, Maria Renius mengatakan, belum lama ini beberapa…

Rabu, 18 Juli 2018 23:06

Antisipasi Lonjakan Harga Sembako

TARAKAN – Mengatasi lonjakan harga kebutuhan pokok di Bumi Paguntaka, terutama menjelang pelaksanaan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .