MANAGED BY:
RABU
22 MEI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Sabtu, 12 Agustus 2017 10:29
Prioritaskan Kebutuhan Sekolah Cindy dan Andini
BERIKAN BANTUAN: Gubernur Kaltara Irianto Lambrie mengunjungi dan memberikan santunan korban kebakaran di Jalan Aki Balak RT 01, kemarin (11/8). ANTHON JOY/RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, TARAKAN – Kemarin, Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) Irianto Lambrie mengunjungi para korban kebakaran yang berada di Jalan Aki Balak RT 1, Kelurahan Karang Harapan, Tarakan, untuk memberikan santunan. Terutama untuk Cindy dan Andini agar bisa digunakan membeli peralatan sekolah.

“Ini digunakan untuk membeli peralatan sekolah yah, belikan seragam, alat tulis dan kebutuhan lainnya,” tutur Irianto sapaan akrabnya, yang kemarin menyempatkan datang di tengah kesibukannya.

Sementara itu, Salah seorang korban terbakarnya dua unit rumah tersebut Dewi mengatakan, masih tidak percaya tempat dia berlindung telah habis dimakan si jago merah. Dia dan keluarganya saat ini masih merasakan trauma akibat kejadian itu.

Kendati begitu, Dewi mewakili keluarga berterimakasih atas perhatian yang diberikan Gubernur Kaltara kepada keluarganya, terutama dua keponakannya yang tidak bisa sekolah karena peralatan sekolah mereka ikut hangus terbakar.

“Pak Gubernur menyampaikan agar kami memberikan perhatian kepada dua orang keponakan saya. Saya akan menggunakan santunan ini untuk keperluan keluarga termasuk membeli keperluan sekolah Cindy dan Andini,” tutur perempuan berhijab itu kepada Radar Tarakan.

Untuk diketahui, 2 orang keponakannya merupakan kakak beradik bernama Candy (10) dan Andini (8) yang merupakan anak yatim. Saat ini keduanya sama-sama bersekolah di SDN 011 Karang Balik, Tarakan. Cindy duduk di kelas 5 dan Andini duduk kelas 2.

“Setelah kebakaran itu, sampai hari ini (kemarin) mereka berdua belum bisa bersekolah karena semua peralatan sekolah baik itu buku, tas dan lainnya terbakar. Insya Allah setelah ini, Senin mereka akan bisa sekolah lagi,” ungkap Dewi, kemarin (11/8).

Bukan itu saja, saat ini Dewi tengah dihadapkan dengan kondisi mertuanya bernama Tugiyem yang masih menjalani pengobatan di rumah medis tersebut masih mengalami trauma akibat kebakaran. Tugiyem juga berada di dalam rumah saat kejadian. “Obat-obatan untuk penyakit jantung mertua saya (Tugiyem) habis semua terbakar. Yang hanya bisa kami selamatkan baju di badan,” tuturnya.

Ia menceritakan kembali bagaimana kebakaran tersebut terjadi. Ketika sedang beristirahat malam, ia melihat ada listrik tiba-tiba padam. Lalu ketika dirinya membuka mata ia melihat ada bayangan merah pada rumah yang ditempatinya. Sontak saja tanpa berpikir lama ia langung bangun dan mengetahui hal itu adalah kebakaran.

“Langsung saya bawa anak-anak dan keluarga keluar rumah. Yang penting nyawa selamat. Barang –barang dan surat-surat banyak yang terbakar. Hanya ada sedikit barang yang saya selamatkan,” tuturnya.

Si jago merah meratakan 2 unit rumah mereka. Rumah yang pertama berukuran 7 meter x 14 meter dimana didalamnya terdapat 1 ruang tamu, 2 kamar tidur, 1 ruang keluarga, 1 ruang dapur, dan 1 kamar mandi. Sedangkan rumah kedua yang hangus dimana jaraknya 2 meter dari rumah pertama berukuran 9 meter x 4 meter. 

“Rumah kedua hanya dipergunakan untuk beristirahat,” tuturnya.

Mengenai penyebab kebakaran, dirinya menegaskan bahwa ia dan keluarganya tidak pernah melakukan pencurian listrik. Pada rumah yang telah terbakar tersebut, ia dan keluarga  menggunakan listrik sesuai dengan prosedur pemakaian yang ada.

“Setahu saya penyebabnya masih dalam penyelidikan. Untuk diketahui tagihan listrik saya saja hampir sekitar Rp 1 juta perbulannya,”  tegasnya.

Ditambahkan Feri yang juga merupakan korban kebakaran, mereka terpaksa tinggal di rumah kecil yang berada tepat disebelah lokasi kebakaran. Rumah yang sebelumnya mereka gunakan saat rumah yang terbakar tersebut belum dibangun. Di dalam rumah itu ditinggali 3 kepala keluarga yang berjumlah 8 orang.

“Beruntung orang yang menyewa rumah ini mengerti keadaan kami, sehingga dia mengalah agar kami bisa menempati rumah ini untuk sementara,” pungkas Feri. (*/jhn/nri)


BACA JUGA

Rabu, 22 Mei 2019 10:28

Mari Kita Bersatu!

GUBERNUR Kalimantan Utara (Kaltara) mengeluarkan surat edaran berisi imbauan kepada…

Rabu, 22 Mei 2019 10:26

Masjid Baburrahim Dibangun 1957

Masjid Baburrahim terletak di Jalan Palem, RT 02,  Kelurahan Lingkas…

Rabu, 22 Mei 2019 10:25

Bangun Keakraban di Lapangan Futsal Barean

Manisnya senyum yang terukir diwajah para anak yatim piatu yang…

Rabu, 22 Mei 2019 10:07

Dituntut 19 Tahun, Hendrik Divonis Cuma 9 Tahun Penjara

TARAKAN – Terdakwa perkara kepemilikan sabu 1 kg yaitu Hendrik,…

Rabu, 22 Mei 2019 10:04

KURANG KERJAAN..!! Telinga Anak Tiga Tahun Disundut Pakai Korek

TARAKAN – Akibat menyulut telinga anak berumur 3 tahun menggunakan…

Rabu, 22 Mei 2019 10:03

Muhammadiyah Beri Sinyal Menuju Pilgub

TARAKAN - Muhammadiyah menginginkan bakal calon gubernur maupun wakil gubernur…

Rabu, 22 Mei 2019 10:03

Positif Narkoba, Surat Kecakapan Dicabut

MENJELANG arus mudik Lebaran tahun ini, Kantor Kesyahbandaraan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas…

Rabu, 22 Mei 2019 10:00

Penumpang Diprediksi Meningkat 4,80 Persen

TARAKAN – Apel Kesiapan Angkutan Laut Lebaran dan Pembukaan Posko…

Selasa, 21 Mei 2019 12:39
Bursa pada Pilkada Kaltara

Undunsyah Cooling Down, Laura Dua Periode

TARAKAN - Bursa bakal calon gubernur dan wakil gubernur Kalimantan…

Selasa, 21 Mei 2019 12:36

Dua Pemda WTP Lima Kali

TARAKAN – Pada 2018 lalu, opini wajar tanpa pengecualian (WTP)…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*