MANAGED BY:
JUMAT
24 NOVEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV

RADAR KALTARA

Sabtu, 12 Agustus 2017 10:28
Agar Gamers Terhindar dari Penipuan Penjualan Online

Mengenal Kelvin, Si Pencipta Marketplace untuk Para Gamers

KELVIN. FOTO: AHMAD SYARIF/RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, Berawal dari melihat banyaknya masyarakat yang dirugikan dalam penjualan dan pembelian item dari game online secara bebas. Kelvin dan dua teman lainnya berinisiatif menciptakan wadah untuk membantu para gamer (istilah untuk para pemain game) agar tidak mengalami kecurangan dari para penipu yang memanfaatkan media online.

AHMAD SAYARIF HIDAYAT, Jakarta

KELVIN merupakan anak pertama dari dua bersaudara. Tidak seperti anak pada umumnya yang menghabiskan waktu untuk ke mal ataupun berjalan-jalan bersama teman ke cafe-cafe hanya untuk sekedar nongkrong dan menghabiskan waktu. Keseharian Kevin, diisi dengan mengejar target mingguannya, yakni menyempurnakan produk marketplace buatannya bersama dengan teman-temannya. 

Mahasiswa yang berkuliah di Universitas Bina Nusantara (Binus) ini memiliki timeline untuk dikejar dalam jangka waktu setiap bulannya. Selain itu, Kelvin juga lebih senang menghabiskan waktunya untuk membaca.

“Saya lebih saya lebih sering membaca review dan update tentang dunia games. Karena saya juga suka main game. Selain itu saya juga suka tertarik untuk membaca artikel tentang dunia startup ataupun enterpreneurship untuk self development,” tutur mahasiswa berusia 20 tahun tersebut.

Kevin dan kedua temannya, yakni Arfan dan Ayong yang sama-sama gemar bermain game bersepakat untuk membantu para gamers agar lebih mudah dalam mejual atau membeli item-nya. Dari sebuah marketplace tersebut Kevin dan kawan-kawannya mendapatkan keuntungan dari transaksi yang dilakukan.

“Jadi bagi yang belum tahu apa itu marketplace, yaitu wadah atau lokasi jual beli produk bagi penjual dan pembeli bertemu di suatu tempat. Dan kami menyediakan wadah tersebut di www.ggin.co yang siap untuk diakses oleh para gamers untuk bertransaksi,” jelas Kelvin.

Market yang dibuat oleh Kelvin dan teman-temannya tersebut dapat dianggap sebagai pihak ketiga yang dapat menjadi perantara, antara para gamers untuk bertransaksi jual-beli item secara aman. Ia menjelaskan, di Indonesia masih belum ada keterikatan jual beli yang dilindungi oleh hukum dengan menggunakan sistem online.

“Seperti misalnya ketika saya mengirim uang untuk membeli item kepada penjual yang biasanya berjualan lewat media sosial seperti Facebook. Tetapi barangnya tidak dikirim, dan si penjual tersebut malah kabur atau menghilang. Padahal kan itu merupakan kesepakatan dari kedua belah pihak. Tetapi karena tidak ada keterikatan diranah hukum, sehingga salah satunya bisa saja bermain curang,” ujar remaja kelahiran Tanjung Pinang, 15 Juni 1997 tersebut.

Contoh lainnya, lanjut Kelvin, ketika seseorang yang ingin membeli item dengan cara membayar sebanyak 50 persen terlebih dahulu dan kemudian item diberikan, malah si pembeli tersebut kabur sebelum melunasi pembayarannya. Hal tersebut juga dapat membuat kepercayaannya orang terhadap jual beli item secara online hilang karena tidak ada payung hukum yang jelas.

“Hal tersebut yang membuat kami berinisiatif untuk menciptakan marketplace yang berguna bagi para gamers tersebut. Jadi nantinya si penjual dan pembeli item akan berkumpul di marketplace yang kami sediakan untuk melakukan transaksi jual beli secara aman,” tuturnya.

Kevin juga menjelaskan, marketplace yang mereka buat tersebut di-desain agar mereka bisa langsung bertransaksi dengan aman tanpa harus takut, ada salah satu yang curang dengan pola yakni penjual mengirim item kepada marketplace yang disediakan, lalu kemudian dikirimkan kepada pembelinya.

“Mengenai market, kami lebih kepada online game dan PC player. Jadi untuk sementara ini kami masih belum mengembangkan untuk yang mobile,” imbuhnya.

Mengenai penggunaan website untuk marketplace tersebut juga dijelaskan dalam website, lanjut Kelvin. Dalam menjual item, pengguna marketplace harus terlebih dahulu masuk ke menu daftar produk, kemudian mengisi form produk yang telah tersedia.

“Untuk menjual item juga sudah dijelaskan di website. Bisa dengan mengunjungi daftar produk yang sudah ada, atau bisa mencarinya dengan menggunakan menu search item yang tersedia di page website. Tata cara menjual dan membeli item juga sudah kami sediakan di bagian bawah website,” jelas Kelvin.

Saat ini website marketplace yang dibuat oleh Kevin dan kedua temannya tersebut telah aktif untuk digunakan. Mereka juga telah me-listing puluhan item di dalamnya yang telah siap untuk digunakan oleh para gamers.

Website ini sudah beroperasi beberapa minggu, dan memang tepatnya sudah dilaksanakan pada awal bulan Juli lalu,” tegasnya.

Kevin bercerita, ide awal pembuatan marketplace tersebut didapatkan oleh temannya yang bernama Ayong. Karena ketiganya merupakan sesama gamers, akhirnya mereka sepakat untuk membantu gamers untuk mendapatkan item yang mereka inginkan dengan aman.

“Itu juga yang menjadi alasan kami kenapa lebih memilih membuat marketplace di bidang game. Karena selain kami senang bermain game, kami juga dapat mengerjakan apa yang menjadi passion kami. Sehingga walaupun sulit bagi kami untuk mengembangkan marketplace ini, tapi kami tetap bersemangat,” ungkapnya.

Ke depannya, Kelvin berencana akan lebih mengembangkan marketplace yang telah sama-sama mereka bangun. Selain itu, ia juga akan lebih banyak lagi belajar dan menambah pengetahuan. Setelah kuliah nanti, Kevin juga berencana mencoba untuk masuk ke dunia startup yang telah berjalan.

“Untuk motto hidup sih set goals untuk diri sendiri. Sebab saya yakin untuk don’t try to be the best, but do your best. Karena kalau be the best itu belum tentu udah keluarin maksimal effort-nya. Kalau udah do the best gimana hasilnya tetap udah merasa nyaman akan hasil itu karena full effort-nya,” ujar Kevin dengan semangat.(nri)


BACA JUGA

Jumat, 24 November 2017 14:04

Golkar Belum Tentukan Wakil Badrun

TARAKAN – Dua bulan lagi pendaftaran bakal calon (balon) Pilwali dibuka Komisi Pemilihan Umum…

Jumat, 24 November 2017 14:03

Warga Di-deadline hingga Desember

TARAKAN – Surat perintah pembebasan lahan di Kelurahan Pantai Amal RT 6 oleh Lantamal XIII telah…

Jumat, 24 November 2017 14:01

UMK 2018 Terlambat Diumumkan

TARAKAN – Kementerian Tenaga Kerja (Kemenaker) sebelumnya  sudah menjadwalkan pengumuman…

Jumat, 24 November 2017 13:59

Psikoterapi Ampuh Hilangkan Trauma

Tarakan—Kasus pencabulan yang menjerat seorang pemuda berprestasi baik tingkat nasional maupun…

Jumat, 24 November 2017 13:34

Dua Museum sebagai Laboratorium Sejarah

TARAKAN – Bertambah lagi museum di Bumi Paguntaka. Dua museum yang berisi benda peninggalan Perang…

Jumat, 24 November 2017 13:33

Slamet Riyadi Kembali Macet

TARAKAN - Jalan Slamet Riyadi kembali memusingkan pengguna jalan, pasalnya jalan itu kembali menjadi…

Jumat, 24 November 2017 13:32

Pelayanan antar Moda Harus Ditingkatkan

TARAKAN- Pembangunan moda transportasi khususnya laut saat ini akan mulai dilakukan. Perbaikan sistem…

Jumat, 24 November 2017 13:27

Program Sampah Semesta Dianggap Gagal

Tarakan—Program Sampah Semesta yang menjadi salah satu program unggulan Wali Kota Tarakan, dianggap…

Jumat, 24 November 2017 13:25

Tiga Pencuri Besi Penutup Selokan Berhasil Dibekuk

TARAKAN – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Tarakan berhasil mengungkap kasus pencurian…

Jumat, 24 November 2017 13:22

Asyik Nonton TV, Budak Sabu Digulung

TARAKAN – Air muka LF (38) lantas berubah, sesaat ia digertak beberapa pria dewasa Rabu (22/11)…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .