MANAGED BY:
SABTU
24 FEBRUARI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Sabtu, 12 Agustus 2017 10:24
Hari Pertama, PDIP Diminati Kader Sendiri

Tak Ada Biaya Penjaringan untuk Kader

PEMBUKAAN: Penjaringan pendaftaran bakal calon wali kota dan wakil wali kota Tarakan di Sekretariat DPC PDIP Tarakan. YEDIDAH PAKONDO/RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, TARAKAN -  Hari pertama proses pembukaan penjaringan bakal calon (balon) pemilihan calon wali kota (pilwali) 2018, oleh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) kemarin, diminati kader PDIP sendiri.

Ketua Tim Penjaringan Balon PDIP Kota Tarakan, Edi Patanan mengatakan pembukaan penjaringan hari pertama yang dimulai pada pukul 10.00 hingga 15.00 wita, baru mendapatkan satu figur yang juga merupakan kader PDIP, yakni Norhayati Andris.

Diceritakan Edi, pada pukul 11.00 wita kemarin, Norhayati Andris bersama dengan para relawannya datang dan memenuhi sekretariat DPC PDIP. Untuk diketahui, selain menjadi anggota DPRD di Provinsi Kalimantan Utara, Norhayati Andris juga mengemban jabatan sebagai bendahara di Dewan Pimpinan Daerah PDIP Kaltara.

Meski baru satu figur yang melakukan proses pendaftaran, Edi mengaku hingga kemarin, belum ada figur lain yang mencoba untuk melakukan komunikasi kepada PDIP.

Pada mekanisme penjaringan balon PDIP, akan ada beberapa tahapan, yakni pembukaan penjaringan yang akan dilakukan pada 11 hingga 15 Agustus 2017, selanjutnya pengembalian berkas yang akan dilaksanakan 16 sampai 20 Agustus 2017, terkecuali pada 17 Agustus 2017 yang mana mereka akan fokus untuk memperingati hari kemerdekaan Indonesia.

Ia mengatakan PDIP sangat terbuka untuk umum, sehingga siapa saja yang ingin melakukan proses penjaringan dengan menggunakan PDIP, maka pihaknya akan menerima hal tersebut.

"Kami sangat terbuka untuk umum," ucapnya.

Jika berkas sudah dikembalikan, maka pihaknya akan melaksanakan verifikasi data, selanjutnya survei dan hasilnya akan diserahkan kepada DPD untuk kembali diverifikasi oleh DPD, kemudian DPP akan menentukan siapa yang akan diusung oleh PDIP untuk pilwali 2018 mendatang.

Untuk mengusung sebuah nama, pihaknya akan melihat dari hasil surveyi yang akan dilaksanakan oleh DPC, kemudian elektabilitas dan popularitas balon. Namun yang paling utama ialah hasil survey.

Sementara itu, saat ditanyakan tentang biaya administrasi yang akan dikenakan balon, Edi menyatakan bahwa hingga kini pihaknya belum menentukan hal tersebut."Nantilah kita bahas. Itu belum kami tentukan," pungkasnya.

Sementara itu, meski tak masuk dalam kepengurusan struktur Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), David Dodok tegas menyatakan dirinya masih kader PDIP yang siap untuk membesarkan nama partai.

Saat ditemui Radar Tarakan di kediamannya , pria berdarah etnis Tionghoa tersebut menyatakan sebagai salah satu kader PDIP, Ia ingin membesarkan nama PDIP melalui usahanya untuk memenangkan pemilihan calon wali kota (pilwali) di 2018 mendatang.

Terkait pembukaan penjaringan PDIP, ia mengaku sudah mengetahui hal tersebut. Untuk itu, dirinya juga ingin melakukan proses penjaringan di PDIP, sebab Ia sendiri sudah mendapatkan dukungan dari rekan-rekan PDIPnya untuk maju sebagai balon.

Tak hanya itu, Ia juga mengatakan, ada keistimewaan khusus yang diberikan bagi kader PDIP yang ingin melakukan proses penjaringan, yakni tidak membebankan biaya penjaringan. Sementara khusus non kader, Ia mengatakan tidak mengetahui apakah akan dikenakan biaya penjaringan atau tidak.

"Karena, kalau dari kader, biaya penjaringan itu tidak ada. Itu sih kata mereka" ungkapnya.

Selama proses pembukaan penjaringan balon ini dilaksanakan oleh PDIP, Ia berencana untuk melakukan pendaftaran dalam waktu dekat ini. Sementara itu, terkait penyampaian H. Abu Ramsyah yang tidak menyebutkan nama David di antara empat kader PDIP yang dianggap berpotensi, David tetap santai menanggapi hal tersebut.

Menurut David, penyampaian yang diberikan oleh H. Abu merupakan hak Abu. Sebab, dirinya sendiri belum melakukan komunikasi secara langsung kepada H. Abu, terkait keinginannya untuk maju dipilwali.

"Mungkin nama-nama yang disebut Pak Abu itu, sudah dianggap mampu. Nah, kalau untuk saya, mungkin beliau (H. Abu, Red) lupa. Tapi mungkin yang diutamakan adalah yang berada di dalam struktur. Kemungkinan begitu," tuturnya.

Meski tak masuk dalam struktur kepengurusan, David memastikan bahwa dirinya masih kader PDIP. Untuk itu, Ia memastikan akan tetap maju di pilwali. Namun, untuk kursi nomor satu atau nomor dua, David mengatakan akan melihat perkembangan politik lebih dulu. (*/yed/nri)


BACA JUGA

Jumat, 23 Februari 2018 10:49

Korban Salah Catat Bermunculan

TARAKAN – Ternyata tak hanya Lukas Yusuf, saja yang syok akan tagihan airnya yang melonjak senilai…

Jumat, 23 Februari 2018 10:45

Oleng Kiri, Terperosok ke Selokan

TARAKAN – Warga yang tinggal di daerah Jalan Kusuma Bangsa tepatnya di dekat gedung Polisi Militer…

Jumat, 23 Februari 2018 10:43

Besar di Tarakan, Tahu Seluk-beluk Perkembangan Kota

Tiga di antara empat pasangan calon (paslon) Pilwali Tarakan sudah berdiskusi langsung dengan kru dan…

Jumat, 23 Februari 2018 10:41

Menebus Dosa Proyek Raksasa

BEGITU banyak pertanyaan tentang siapa Robert Lai dan siapa Meiling yang sering saya sebut dalam tulisan…

Jumat, 23 Februari 2018 10:40

Bila Negatif, Penyelidikan Dihentikan

TARAKAN – Meski Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Samarinda merilis hasil lab atas makanan,…

Jumat, 23 Februari 2018 10:38

Anggaran Kurang-Kontur Tanah Jadi Penyebab

TARAKAN — Dari 5.000 sambungan jaringan gas (jargas) yang menjadi target Perusahaan Gas Negara…

Jumat, 23 Februari 2018 10:37

Butuh Perbaikan Jalan Akses ke Masjid

TARAKAN – Ketua RT 10, Kelurahan Selumit, Gunawan mengatakan, semenisasi jalan lingkungan layak…

Jumat, 23 Februari 2018 10:36

Jalan di Tarakan yang Rawan Kecelakaan

TARAKAN – Minimnya Penerangan Jalan Umum (PJU) menjadi salah satu penyebab seringnya terjadi kecelakaan…

Kamis, 22 Februari 2018 10:43

Pura-Pura Antar Teman

TARAKAN - Dalam 21 adegan rekonstruksi pada Rabu (21/2), terungkap bahwa Abdul Rajak (48) berhasil lolos…

Kamis, 22 Februari 2018 10:41

Dinkes Bingung Penyebab Keracunan

TARAKAN – Sungguh sangat mengejutkan, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Samarinda merilis…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .