MANAGED BY:
SABTU
24 FEBRUARI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Sabtu, 12 Agustus 2017 10:02
BEBASSS...!! Kirim TBS ke Malaysia, Dianggap Perdagangan Tradisional

Aktivitas Tetap Dibebaskan

-

PROKAL.CO, NUNUKAN – Aktivitas perdagangan luar negeri di Sebatik, khususnya Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit yang dibawa ke Tawau, Malaysia tidak mengikuti prosedur yang ditetapkan. Ratusan ton TBS dari Pulau Sebatik pun harus ke Malaysia sia-sia, tanpa memberikan pendapatan bagi daerah ataupun negara.

Kepala Bidang (Kabid) Perdagangan Luar Negeri, Dinas Perdagangan (Disdag) Nunukan, Herri Ageng Santoso, SE mengungkapkan, untuk perdagangan resmi hanya berlaku untuk impor dan ekspor. Sedangkan di Sebatik aktivitas ekspor barang ke negara tetangga tidak ada.

“Selama ini aktivitas perdagangan di Sebatik khsususnya kelapa sawit yang dibawa ke Tawau, Malaysia tidak pernah dipungut biaya retribusi,” kata Herri Ageng Santoso kepada Radar Nunukan, Jumat (11/8).

Menurutnya, kendati demikian untuk ekspor dan impor bukan kewenangan daerah, karena pemerintah pusat yang langsung menangani. Disdag Nunukan tidak memiliki tupoksi untuk melakukan pengawasan aktivitas perdagangan di Sebatik.

Barang yang keluar dari Nunukan atau Sebatik, bukan kewenangan Disdag Nunukan, kecuali barang yang masuk ke Nunukan dari luar negeri tentu menjadi tugas Disdag Nunukan untuk melakukan pengawasan. Karena telah masuk di wilayah Indonesia.

“Jika perdagangan resmi, maka menjadi wewenang Bea Cukai dan wajib melalui pelabuhan resmi jika ingin membawa barang keluar dari Nunukan atau Sebatik,” ujarnya.

Lanjut dia, persoalan sawit yang diangkut ke Tawau, Malaysia karena dulu tidak ada pabrik yang dapat mengelola, berbeda saat ini. Apa lagi seperti kelapa sawit yang bersifat bahan mentah yang memang tidak dapat diekspor ke luar negeri.

Terpisah, Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean C Nunukan, Max Karel Franky Rory mengatakan, aktivitas perdagangan di Sebatik termasuk perdagangan lintas batas. Tidak dapat disebutkan perdagangan internasional.

“Yang disebut perdagangan internasional, seperti ekspor batu bara atau CPO ke Lahad Datu, Malaysia,” kata Max Karel Franky Rory kepada media ini kemarin.

Melihat kondisi aktvitas perdagangan di Sebatik, khususnya TBS kelapa sawit yang dirugikan adalah petani. Karena harga jual petani tentu sangat murah dan sangat tidak pantas. Sebab, Malaysia memiliki berbagai macam alasan terhadap TBS kelapa sawit dari Sebatik agar menghargai murah.

Melihat situasi tersebut, para petani tetap ingin menjual TBS kelapa sawit ke Tawau Malaysia. Maka KPPBC Nunukan masih memberikan izin melakukan aktivitas perdagangan tradisional. Tanpa menggunakan biaya dengan jumlah batasan barang yang harus dibawa ke Malaysia.

Ia menjelaskan, jumlah batasan yang dapat dibawa ke Tawau Malaysia, untuk TBS kelapa sawit hanya Rp 2,5 juta perorang. Di Sebatik perdagangan tidak dilakukan perusahaan, hanya perorangan. Sehingga jika ingin membawa TBS ke Tawau, Malaysia dapat dikatakan milik perorangan. “Ada juga yang membayar biaya ke KPPBC Nunukan, tapi tidak semuanya, sehingga saat ini tetap masih bebas,” ujarnya.

Menurutnya, untuk biaya yang dikenakan KPPBC Nunukan hanya dalam jumlah besar, namun untuk jumlah kecil dibebaskan tanpa biaya. Karena jika semua dikenakan biaya, kemungkinan para petani akan melakukan protes.

“Dibebaskan saja, daripada dikenakan biaya. Tapi, kasihan juga petaninya, karena harga yang dibeli dari Malaysia tidak terlalu tinggi juga,” jelasnya singkat. (nal/eza)


BACA JUGA

Jumat, 23 Februari 2018 10:25

Pasien Terima Obat Kedaluwarsa

NUNUKAN – Telah ditemukan obat-obatan dari salah satu Pusat Kesehatan Masyarakat (PKM) di Sebatik…

Jumat, 23 Februari 2018 10:23

Mantan TKI Ditemukan Meninggal Dunia

NUNUKAN – Masyarakat di sekitar Kantor Imigrasi Kelas II Nunukan, Jalan Ujang Dewa, Kelurahan…

Jumat, 23 Februari 2018 10:19

Perkuat Pengawasan, TNI Tambah Koramil

NUNUKAN – Untuk menjaga situasi dan keamanan wilayah perbatasan khusus di Kabupaten Nunukan, Komando…

Kamis, 22 Februari 2018 12:41

Sosok Mayat Ditemukan Depan Kantor Imigrasi

NUNUKAN - Sosok mayat tiba-tiba ditemukan di depan Kantor Imigrasi Kelas II B Nunukan. Jalan Ujang Dewa, …

Kamis, 22 Februari 2018 10:37

Dugaan Pungli PTSL Bakal Ditelusuri ORI

NUNUKAN – Ombudsman Republik Indonesia (ORI) Perwakilan Kalimantan Utara (Kaltara) akan menindaklanjuti…

Kamis, 22 Februari 2018 10:09

Masak Air Ditinggal, Rumah Jadi Arang

NUNUKAN – Amukan si jago merah melalap satu rumah warga di Jalan Cut Nyak Dien, Gang Bukit Indah,…

Kamis, 22 Februari 2018 10:08

Sekolah Tanpa Kursi dan Meja Direspons

NUNUKAN – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) akan mendistribusikan bantuan ke Sekolah…

Kamis, 22 Februari 2018 10:07

Desak Perusahaan Berkantor di Nunukan

NUNUKAN – Upaya Dinas Pertanian Ketahanan Pangan (DPKP) Nunukan agar perusahaan besar berkantor…

Rabu, 21 Februari 2018 11:13

Memprihatinkan, ke Sekolah Memakai Perahu

Berada di daerah pelosok memang segalanya masih serba tertinggal. Begitu pula dengan kondisi pendidikan.…

Rabu, 21 Februari 2018 10:54

NAH KENAPA INI..??? Kejari SP3 Kasus Rumjab Bupati

NUNUKAN - Hilangnya rumah jabatan (rujab) Bupati Nunukan sampai saat ini penuh misteri. Entah, pembongkaran…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .