MANAGED BY:
JUMAT
20 JULI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Sabtu, 12 Agustus 2017 10:02
BEBASSS...!! Kirim TBS ke Malaysia, Dianggap Perdagangan Tradisional

Aktivitas Tetap Dibebaskan

-

PROKAL.CO, NUNUKAN – Aktivitas perdagangan luar negeri di Sebatik, khususnya Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit yang dibawa ke Tawau, Malaysia tidak mengikuti prosedur yang ditetapkan. Ratusan ton TBS dari Pulau Sebatik pun harus ke Malaysia sia-sia, tanpa memberikan pendapatan bagi daerah ataupun negara.

Kepala Bidang (Kabid) Perdagangan Luar Negeri, Dinas Perdagangan (Disdag) Nunukan, Herri Ageng Santoso, SE mengungkapkan, untuk perdagangan resmi hanya berlaku untuk impor dan ekspor. Sedangkan di Sebatik aktivitas ekspor barang ke negara tetangga tidak ada.

“Selama ini aktivitas perdagangan di Sebatik khsususnya kelapa sawit yang dibawa ke Tawau, Malaysia tidak pernah dipungut biaya retribusi,” kata Herri Ageng Santoso kepada Radar Nunukan, Jumat (11/8).

Menurutnya, kendati demikian untuk ekspor dan impor bukan kewenangan daerah, karena pemerintah pusat yang langsung menangani. Disdag Nunukan tidak memiliki tupoksi untuk melakukan pengawasan aktivitas perdagangan di Sebatik.

Barang yang keluar dari Nunukan atau Sebatik, bukan kewenangan Disdag Nunukan, kecuali barang yang masuk ke Nunukan dari luar negeri tentu menjadi tugas Disdag Nunukan untuk melakukan pengawasan. Karena telah masuk di wilayah Indonesia.

“Jika perdagangan resmi, maka menjadi wewenang Bea Cukai dan wajib melalui pelabuhan resmi jika ingin membawa barang keluar dari Nunukan atau Sebatik,” ujarnya.

Lanjut dia, persoalan sawit yang diangkut ke Tawau, Malaysia karena dulu tidak ada pabrik yang dapat mengelola, berbeda saat ini. Apa lagi seperti kelapa sawit yang bersifat bahan mentah yang memang tidak dapat diekspor ke luar negeri.

Terpisah, Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean C Nunukan, Max Karel Franky Rory mengatakan, aktivitas perdagangan di Sebatik termasuk perdagangan lintas batas. Tidak dapat disebutkan perdagangan internasional.

“Yang disebut perdagangan internasional, seperti ekspor batu bara atau CPO ke Lahad Datu, Malaysia,” kata Max Karel Franky Rory kepada media ini kemarin.

Melihat kondisi aktvitas perdagangan di Sebatik, khususnya TBS kelapa sawit yang dirugikan adalah petani. Karena harga jual petani tentu sangat murah dan sangat tidak pantas. Sebab, Malaysia memiliki berbagai macam alasan terhadap TBS kelapa sawit dari Sebatik agar menghargai murah.

Melihat situasi tersebut, para petani tetap ingin menjual TBS kelapa sawit ke Tawau Malaysia. Maka KPPBC Nunukan masih memberikan izin melakukan aktivitas perdagangan tradisional. Tanpa menggunakan biaya dengan jumlah batasan barang yang harus dibawa ke Malaysia.

Ia menjelaskan, jumlah batasan yang dapat dibawa ke Tawau Malaysia, untuk TBS kelapa sawit hanya Rp 2,5 juta perorang. Di Sebatik perdagangan tidak dilakukan perusahaan, hanya perorangan. Sehingga jika ingin membawa TBS ke Tawau, Malaysia dapat dikatakan milik perorangan. “Ada juga yang membayar biaya ke KPPBC Nunukan, tapi tidak semuanya, sehingga saat ini tetap masih bebas,” ujarnya.

Menurutnya, untuk biaya yang dikenakan KPPBC Nunukan hanya dalam jumlah besar, namun untuk jumlah kecil dibebaskan tanpa biaya. Karena jika semua dikenakan biaya, kemungkinan para petani akan melakukan protes.

“Dibebaskan saja, daripada dikenakan biaya. Tapi, kasihan juga petaninya, karena harga yang dibeli dari Malaysia tidak terlalu tinggi juga,” jelasnya singkat. (nal/eza)


BACA JUGA

Kamis, 19 Juli 2018 11:18

KPK Tegur Syarat Pemberian TTP ASN

NUNUKAN – Pemberian Tunjangan Tambahan Penghasilan (TTP) Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan…

Kamis, 19 Juli 2018 11:04

Pastikan Normal Pertengahan Agustus

NUNUKAN – Masyarakat Nunukan khususnya warga daerah Nunukan Selatan serta Nunukan Timur mempertanyakan…

Kamis, 19 Juli 2018 11:03

TKI di Wilayah Sabah Dinilai Tersiksa

NUNUKAN – Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Malaysia sebagai pahlawan devisa kerap kurang mendapatkan…

Kamis, 19 Juli 2018 11:01

Rutin Pemeliharaan, Listrik PLN Mulai Tahan Banting

NUNUKAN – Sedikit perubahan memang diperlihatkan oleh PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Nunukan…

Rabu, 18 Juli 2018 23:32

Perpindahan Pelabuhan Perlu Kajian

NUNUKAN – Perpindahan pelabuhan speedboat dari Pos Lintas Batas Laut (PLBL) Liem Hie Djung ke…

Rabu, 18 Juli 2018 23:02

Perpindahan Pelabuhan Perlu Kajian

NUNUKAN – Perpindahan pelabuhan speedboat dari Pos Lintas Batas Laut (PLBL) Liem Hie Djung ke…

Rabu, 18 Juli 2018 11:32

Kejari Kembali Tetapkan Tersangka Korupsi

NUNUKAN – Kejaksaan Negeri (Kejari) Nunukan kembali menetapkan satu orang tersangka atas dugaan…

Rabu, 18 Juli 2018 11:31

Caleg Bebas Kampanye di Media Sosial

NUNUKAN – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Nunukan telah menyampaikan larangan kampanye sebelum…

Rabu, 18 Juli 2018 11:30

Kembali Raih Juara di Event Internasional

NUNUKAN – Dua pembalap sepeda asal Kabupaten Nunukan yang membawa bendera Tunontaka Mountain Bike…

Selasa, 17 Juli 2018 10:34

Baru Dua Parpol Mendaftar

NUNUKAN – Masa pendaftaran calon legislatif (caleg) akan berakhir hari ini, Selasa (17/7). Namun…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .