MANAGED BY:
SENIN
21 AGUSTUS
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV

RADAR KALTARA

Sabtu, 12 Agustus 2017 10:02
BEBASSS...!! Kirim TBS ke Malaysia, Dianggap Perdagangan Tradisional

Aktivitas Tetap Dibebaskan

-

PROKAL.CO, NUNUKAN – Aktivitas perdagangan luar negeri di Sebatik, khususnya Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit yang dibawa ke Tawau, Malaysia tidak mengikuti prosedur yang ditetapkan. Ratusan ton TBS dari Pulau Sebatik pun harus ke Malaysia sia-sia, tanpa memberikan pendapatan bagi daerah ataupun negara.

Kepala Bidang (Kabid) Perdagangan Luar Negeri, Dinas Perdagangan (Disdag) Nunukan, Herri Ageng Santoso, SE mengungkapkan, untuk perdagangan resmi hanya berlaku untuk impor dan ekspor. Sedangkan di Sebatik aktivitas ekspor barang ke negara tetangga tidak ada.

“Selama ini aktivitas perdagangan di Sebatik khsususnya kelapa sawit yang dibawa ke Tawau, Malaysia tidak pernah dipungut biaya retribusi,” kata Herri Ageng Santoso kepada Radar Nunukan, Jumat (11/8).

Menurutnya, kendati demikian untuk ekspor dan impor bukan kewenangan daerah, karena pemerintah pusat yang langsung menangani. Disdag Nunukan tidak memiliki tupoksi untuk melakukan pengawasan aktivitas perdagangan di Sebatik.

Barang yang keluar dari Nunukan atau Sebatik, bukan kewenangan Disdag Nunukan, kecuali barang yang masuk ke Nunukan dari luar negeri tentu menjadi tugas Disdag Nunukan untuk melakukan pengawasan. Karena telah masuk di wilayah Indonesia.

“Jika perdagangan resmi, maka menjadi wewenang Bea Cukai dan wajib melalui pelabuhan resmi jika ingin membawa barang keluar dari Nunukan atau Sebatik,” ujarnya.

Lanjut dia, persoalan sawit yang diangkut ke Tawau, Malaysia karena dulu tidak ada pabrik yang dapat mengelola, berbeda saat ini. Apa lagi seperti kelapa sawit yang bersifat bahan mentah yang memang tidak dapat diekspor ke luar negeri.

Terpisah, Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean C Nunukan, Max Karel Franky Rory mengatakan, aktivitas perdagangan di Sebatik termasuk perdagangan lintas batas. Tidak dapat disebutkan perdagangan internasional.

“Yang disebut perdagangan internasional, seperti ekspor batu bara atau CPO ke Lahad Datu, Malaysia,” kata Max Karel Franky Rory kepada media ini kemarin.

Melihat kondisi aktvitas perdagangan di Sebatik, khususnya TBS kelapa sawit yang dirugikan adalah petani. Karena harga jual petani tentu sangat murah dan sangat tidak pantas. Sebab, Malaysia memiliki berbagai macam alasan terhadap TBS kelapa sawit dari Sebatik agar menghargai murah.

Melihat situasi tersebut, para petani tetap ingin menjual TBS kelapa sawit ke Tawau Malaysia. Maka KPPBC Nunukan masih memberikan izin melakukan aktivitas perdagangan tradisional. Tanpa menggunakan biaya dengan jumlah batasan barang yang harus dibawa ke Malaysia.

Ia menjelaskan, jumlah batasan yang dapat dibawa ke Tawau Malaysia, untuk TBS kelapa sawit hanya Rp 2,5 juta perorang. Di Sebatik perdagangan tidak dilakukan perusahaan, hanya perorangan. Sehingga jika ingin membawa TBS ke Tawau, Malaysia dapat dikatakan milik perorangan. “Ada juga yang membayar biaya ke KPPBC Nunukan, tapi tidak semuanya, sehingga saat ini tetap masih bebas,” ujarnya.

Menurutnya, untuk biaya yang dikenakan KPPBC Nunukan hanya dalam jumlah besar, namun untuk jumlah kecil dibebaskan tanpa biaya. Karena jika semua dikenakan biaya, kemungkinan para petani akan melakukan protes.

“Dibebaskan saja, daripada dikenakan biaya. Tapi, kasihan juga petaninya, karena harga yang dibeli dari Malaysia tidak terlalu tinggi juga,” jelasnya singkat. (nal/eza)


BACA JUGA

Sabtu, 19 Agustus 2017 11:08

Pengembangan Runway Bandara Dihentikan

NUNUKAN – Pengembangan landasan pacu atau runway Bandar Udara (Bandara) Nunukan harus dihentikan…

Sabtu, 19 Agustus 2017 11:06

Diduga Depresi, Deportan Terjun dari Lantai 3

NUNUKAN – Diduga depresi, Bukhori Alfan (22), seorang korban deportasi yang ditampung di Rumah…

Sabtu, 19 Agustus 2017 11:05

Diduga Depresi, Deportan Terjun dari Lantai 3

NUNUKAN – Diduga depresi, Bukhori Alfan (22), seorang korban deportasi yang ditampung di Rumah…

Sabtu, 19 Agustus 2017 11:00

Maknai Kemerdekaan dengan Cara Berbeda

Nunukan – Berbagai cara dilakukan untuk memperingati hari Kemerdekaan ke-72 Republik Indonesia…

Jumat, 18 Agustus 2017 18:24

Sang Merah Putih di Perbatasan

NUNUKAN – Peringatan hari kemerdekaan Republik Indonesia digelar serentak di seluruh Indonesia.…

Jumat, 18 Agustus 2017 18:18

Terdakwa Sabu 7 Kg Jadi Saksi di Persidangannya

NUNUKAN – Sidang lanjutan perkara narkotika golongan satu jenis sabu seberat 7 kilogram (kg) berlanjut,…

Selasa, 15 Agustus 2017 15:32

Alkes Minim, Pasien Pilih Berobat ke Malaysia

NUNUKAN – Minimnya fasilitas kesehatan di wilayah perbatasan membuat masyarakatnya harus berobat…

Selasa, 15 Agustus 2017 15:31

Belum Ada Tanda-Tanda MEA di Perbatasan

NUNUKAN – Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) hingga saat ini belum berlaku untuk wilayah perbatasan,…

Senin, 14 Agustus 2017 11:25

PKL Eks Alun-Alun Keluhkan Sepi Pembeli

NUNUKAN – Pasca dipindahkan dari Alun-alun Nunukan ke halaman samping gedung UKM Centre Nunukan,…

Senin, 14 Agustus 2017 11:23

Jelang Hari Kemerdekaan, WNI Akan Banjiri KJRI

NUNUKAN - Jelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-72 Republik Indonesia (RI), Kamis (17/8) mendatang,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .