MANAGED BY:
SABTU
24 FEBRUARI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Sabtu, 12 Agustus 2017 09:49
Gara-Gara Burung, Dua ABK Ditangkap

Ditangkap di Tarakan, Dikejar Sampai Malinau

DIAMANKAN DI POLRES MALINAU: Barang bukti seekor burung nuri dan kakak tua diamankan berikut tersangka di Mapolres Malinau. WIDAYAT/RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, MALINAU - Gara-gara menjual burung kakaktua kecil jambul kuning dan burung nuri bayam hijau melalui media sosial, empat orang warga Malinau ditangkap polisi dan telah ditetapkan sebagai tersangka. Mereka adalah BU, SD, RD, dan DCS.

Keempat orang ini sehari-harinya adalah anak buah kapal (ABK) kapal di pelabuhan bongkar muat barang di Kelapis. Mereka dinyatakan melanggar undang-undang perlindungan satwa lantaran menjual hewan yang sangat langka.

Dari keterangan BU kepada penyidik Polres Malinau, dapat dipastikan bahwa burung memang akan dijual.

Kapolres Malinau, AKBP Wiwin Firta YAP melalui KBO Reskrim Malinau Ipda Ahmad Hadi mengatakan, berdasar data dari Balai Pengamanan dan Penegakan Hukum Lingkungan Hidup dan Kehutanan Wilayah Kalimantan di Samarinda, kedua jenis hewan tersebut masuk dalam deretan hewan langka dan dilindungi oleh negara.

Karena secara kebetulan, burung kakaktua dan nuri ini tidak ada di Kalimantan. Burung jenis ini hanya ada di wilayah Maluku dan Papua saja.

“Berdasarkan undang-undang nomor 50 tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati, pasal 40 ayat 2 huruf a, bahwa satwa yang dilindungi berupa burung kakaktua jambul kuning dan burung nuri bayam hijau,” terang Ahmad Hadi.

Dengan dasar undang-undang itu, keempat orang ABK kapal tersebut diamankan dan ditahan di Mapolres Malinau untuk kepentingan pemeriksaan lebih lanjut.

Polisi juga akan melakukan koordinasi dan bekerja sama dengan Balai Pengamanan dan Penegakan Hukum Lingkungan Hidup dan Kehutanan Wilayah Kalimantan Samarinda.

Setelah dilakukan penyidikan, semua berkas kemudian diserahkan ke tim dari Balai Konservasi dan Sumber Daya Alam (BKSDA) atau Balai Pengamanan dan Penegakan Hukum Lingkungan Hidup dan Kehutanan Wilayah Kalimantan untuk proses hukum selanjutnya. 

Surat pelimpahan perkara penangkapan melukai, memelihara, membunuh, menyimpan, mengangkut dan perniagaan satwa yang dilindungi dalam keadaan hidup dengan nomor: B87/VII/2017/Reskrim tanggal 15 Agustus 2017 diserahkan kepada Balai Konservasi dan Sumber Daya Alam (BKSDA) atau Balai Pengamanan dan Penegakan Hukum Lingkungan Hidup dan Kehutanan Wilayah Kalimantan di Samarinda.

“Jadi mereka yang datang ke sini (Polres Malinau) setelah mendapat kabar bahwa Polres Malinau mengamankan satwa yang dilindungi,” terangnya.

Diceritakan Ahmad Hadi, burung ini sebenarnya sudah sudah sempat dibawa ke Tarakan dan ditangkap oleh anggota Polres Tarakan.

Setelah dilakukan pengembangan, ternyata burung ini juga berasal dari Malinau. Tepatnya dari anak buah kapal Calvin 08 yang memuat minyak CPO dari Malinau ke daerah Sulawesi Utara.

Sedangkan burung ini, diambil dari Kota Bitung dan dibawa ke Malinau. Burung itu rencananya dijual, karena mereka mengaku sudah bosan memeliharanya, yang sebenarnya tidak boleh diperjual belikan. “Harga yang mereka beli itu untuk burung kakaktua jambul kuning Rp 900 ribu dari Bitung. Dan jenis lainnya harganya bervariatif. Ada yang Rp 600 ribu dan ada yang Rp 700 ribu. Burung ada 6 ekor. Tapi yang didapat di Malinau ada 2 dan di Tarakan 1 ekor,”  sebutnya.

Harga jualnya, sebut Ahmad Hadi, untuk jenis burung kakaktua jambul kuning mencapai Rp 1,8 juta hingga Rp 2 juta. Sedangkan untuk burung nuri sekitar Rp 600 ribu.

Tapi, nuri ini dibelinya seharga Rp 300 ribu. “Akibat perbuatan tersebut, tersangka harus mendekam di penjara dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun kurungan dan atau denda sebesar Rp 200 juta,” pungkasnya.(ida/ddq)


BACA JUGA

Jumat, 23 Februari 2018 10:44

Penerbangan Perdana, Seat Penuh

MALINAU – Harapan masyarakat Kabupaten Malinau dan sekitarnya memiliki pilihan moda transportasi…

Jumat, 23 Februari 2018 10:13

Kades Harus Paham UU tentang Desa

MALINAU – Sebagai penyelenggara pemerintahan di desa, Kepala Desa (Kades) harus paham Undang-undang…

Jumat, 23 Februari 2018 10:11

Puluhan PPL Terima SK Perpanjangan Kontrak Kerja

MALINAU - Sebanyak 24 orang Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) yang diperpanjang kontrak kerjanya oleh…

Jumat, 23 Februari 2018 10:03

Wings Air Layani Malinau, Pemkab Ucapkan Terima Kasih

MALINAU – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malinau melalui Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Malinau,…

Jumat, 23 Februari 2018 10:00

Yansen TP Tekankan Aparat Desa Bekerja Sesuai Aturan

MALINAU-Bupati Malinau Dr. Yansen TP, M.Si  kembali mengingatkan kepada seluruh aparat desa bahwa…

Kamis, 22 Februari 2018 10:04

Tingkatkan Kapasitas Aparat-Lembaga Desa

MALINAU – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malinau melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa…

Kamis, 22 Februari 2018 10:02

Pemerintahan Desa Harus Mampu

MALINAU – Pembangunan di Kabupaten Malinau bertumpu pada desa dan Rukun Tetangga (RT), untuk itu…

Kamis, 22 Februari 2018 10:01

Bupati Malinau Harapkan Berkelanjutan

MALINAU-Bupati Malinau Dr.Yansen TP,MSi menegaskan, penandatanganan  Memorandum of Understanding…

Kamis, 22 Februari 2018 09:56

Bupati Perkenalkan Dandim Baru

MALINAU – Pada kesempatan pembukaan pelatihan peningkatan kapasitas aparatur desa dan lembaga…

Rabu, 21 Februari 2018 10:45

Kepala Desa dan Aparat Desa Harus Semangat

MALINAU – Bupati Malinau Dr. Yansen TP, M.Si menegaskan bahwa dari awal ia menjabat sebagai Bupati…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .