MANAGED BY:
JUMAT
20 JULI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Jumat, 11 Agustus 2017 11:52
Perbatasan ‘Sasaran Empuk’ Aksi Teror

Pos Satlantas Diserang Teroris

AMANKAN TARAKAN: Seorang pelaku teror pos Lantas Polres Tarakan akhirnya dilumpuhkan jajaran kepolisian dari Polres Tarakan dan Satbrimob Polda Kaltim kemarin (10/8). FOTO: JANURIANSYAH/RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, TARAKAN – Kesigapan kepolisian patut diapresiasi, sebab kemarin (10/8) saat penyerangan yang dilakukan kelompok teroris dapat dilumpuhkan. Dengan mengamankan tiga pelaku yang sempat menghancurkan pos lalu lintas di salah satu jalan protokol di Tarakan.

Penyerangan teroris kali ini  berawal dari razia kendaraan yang dilakukan oleh kepolisian dari Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Tarakan dibantu oleh Satuan Brimob Polda Kalimantan Timur (Kaltim. Saat itu seorang pria mengendarai sepeda motor yang terjaring razia tersebut tiba-tiba menyerang petugas dengan sebilah pisau, satu petugas mengalami luka tusukan sementara petugas lainnya  dengan sigap langsung mencoba melumpuhkan pelaku.

Belum sempat mengamankan pelaku penusukan polisi tersebut, tiba-tiba dua orang pria datang, dengan mengendarai  satu sepeda motor yang melaju kencang melewati petugas, menuju ke Pos Satlantas yang tak jauh dari petugas. Saat itu pria yang dibonceng sepeda melemparkan sebuah tas ke dalam Pos Satlantas, tak butuh waktu lama tas yang diketahui berisi bom tersebut hanya hitungan detik sudah menghancurkan Pos Satlantas.

Setelah menghancurkan Pos Satlantas, kedua pelaku teror langsung kabur menuju ke tempat persembunyiaannya, sementara petugas kepolisian yang menyaksikan kejadian tersebut langsung melapokan hal itu ke Mako Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) untuk meminta bantuan.

Mendapatkan laporan tersebut, BNPT langsung menurunkan jajaran unit intelijen untuk segera melakukan pengumpulan bahan keterangan (pulbaket), terkait tindakan penyerangan  petugas kepolisian dan pengeboman Pos Satlantas tersebut. Tak selang berapa lama, Unit injelijen dari BNPT akhirnya mengetahui posisi dua pelaku teror yang berhasil kabur setelah menghancurkan Pos Satlantas dan mengirimkan satu tim lawan teror (wanteror) berjumlah 15 orang dari Satuan Brimob Polda Kaltim dan Batalyon Raider 613/Raja Alam untuk melakukan penindakan di tempat persembunyian pelaku teror tersebut.

Tim wanteror langsung menuju lokasi persembunyian dengan menggunakan kendaraan APC(Armoured Personal Carrier) dan kendaraan roda dua, secara perlahan tim wanteror mendatangi lokasi persembunyian tersebut dengan melakukan penindakan yang menggunakan teknik Close Quarter Battle (CQB).

Dalam penindakan menggunakan teknik CQB dua pelaku berhasil dilumpuhkan, satu di antaranya meninggal ditempat karena berusaha melawan petugas, sementara seorang pelaku teroris yang masih hidup diamankan untuk dimintai keterangan.

Tak berselang lama, Tim Unit Identifikasi dari Polres Tarakan berserta paramedis mendatangi lokasi untuk melakukan olah TKP dan mengevakuasi tubuh pelaku teroris yang meninggal. Secara umum olah TKP dilakukan untuk mengamankan barang bukti dengan memberikan tanda-tanda serta membuat gambar atau sket TKP, sementara evakuasi tubuh pelaku yang meninggal dunia bertujuan untuk melakukan proses autopsi, identifikasi dan penyelidikan lebih lanjut kepada pelaku teror lainnya.

Penyerangan terhadap aparat kepolisian dan pengeboman Pos Satlantas oleh pelaku teror di atas merupakan simulasi yang dilakukan oleh tim Satgas BNPT dalam upaya mengantisipasi, menanggulangi gangguan kamtibmas dan aksi terorisme yang bisa saja terjadi setiap saat.

“Kegiatan simulasi ini merupakan kegiatan rutin yang dilakukan BNPT kordinator yang menanggulangi terorisme, ini adalah bentuk kesiapsiagaan kita dalam rangka  menghadapi ancaman terorisme,” tutur Brigjen Pol TorikTriono, Direktur Penindakan Terorisme BNPT.

Saat ditanyakan alasan melakukan simulasi di Tarakan, pria yang akrab disapa Torik ini menuturkan Kaltara khususnya Tarakan merupakan wilayah perbatasan yang menjadi salah satu pintu masuk kelompok teror dari Filipina, hal ini dibuktikan dari keterangan pelaku yang berhasil ditangkap. Selain itu penemuan berbagai pucuk senjata api milik kelompok teroris Poso yang setelah diselidiki ternyata sempat melewati Kaltara.

“Selain Tarakan, pintu masuk terorisme juga ada di Nunukan, Sulawesi Utara (Sulut) dan Maluku Utara yang berdekatan dengan Filipina, terlebih saat ini kondisi Filipina yakni di Kota Marawi sedang terjadi konflik bersenjata dengan kelompok teroris ISIS,” tuturnya.

BNPT bersama Densus 88 terus melakukan pengawasan dan pemetaan terhadap pergerakan kelompok terorisme yang ada di seluruh Indonesia, untuk mencegah terjadinya aksi terorisme. Mereka selalu melakukan pendekatan dengan kelompok tersebut, namun bila upaya itu tidak berhasil langkah terakhir yang dilakukan adalah penindakan agar kelompok yang dimaksudkan tidak menjalankan aksinya.

“Dulu kelompok terorisme seperti dari Al-Qaida yang menyasar hal-hal yang kebaratan dan sekarang berbeda kelompok teroris ISIS ini menyasar aparat keamanan, kita juga mengantisipasi agar TNI, Polri dan pemerintah di tiap daerah jangan sampai disusupi kelompok ini,” ujar Torik.

Selain itu dia berharap adanya sinergi antara aparat pemerintah dan masyarakat dalam hal mengantisipasi munculnya terorisme di lingkungan sekitar.

“BNPT tidak bisa sendirian untuk mencegah hal ini, sehingga kami berharap semua unsur dapat bersama-sama memerangi terorisme,” harapnya.

Terpisah Komandan Detasemen (Kaden) C Pelopor Brimob Polda Kaltim, AKBP Henzly Moningkey mengatakan,  penindakan yang dilakukan oleh tim wanteror merupakan teknik CQB atau lebih dikenal dengan pertempuran jarak dekat.

“Ketika terjadi aksi terorisme, tim wanteror yang melakukan penindakan diharuskan segera sampai ke TKP, tujuannya tidak lain untuk meminimalisir banyaknya jatuh korban dari aksi terorisme, bila kita lambat datang tentunya berdampak pada banyaknya korban yang jatuh,” ungkap Henzly.

Lambatnya kedantangan tim wanteror juga berdampak pada kesulitan untuk menangkap pelaku terorisme yang sudah menjalankan aksinya.“Kalau kita datang lambat membuat peluang pelaku kabur lebih besar,” tuturnya.

Dalam kesempatan ini, Henzly mengungkapkan seluruh wilayah memiliki potensi akan terjadinya aksi terorisme. Terlebih lagi Kaltara yang merupakan wilayah perbatasan yang mana ancaman aksi teror itu nyanta.

“Terlebih beberapa waktu lalu ada perampasan senjata dari aparat keamanan oleh kelompok diduga teroris, sehingga kami minta petugas untuk lebih meningkatkan kewaspadaan dan berhati-hati,” pungkasnya.(jnr/nri)


BACA JUGA

Kamis, 19 Juli 2018 21:15

Stok Air Tersisa untuk Tiga Hari

TARAKAN - Kondisi air bersih di Bumi Paguntaka kian krisis. Komposisi air di tiga embung sudah semakin…

Kamis, 19 Juli 2018 21:12

Transportasi Online Dianggap Ilegal

TARAKAN – Kemarin, aksi damai kembali dilakukan Serikat Pekerja Transportasi Indonesia (SPTI)…

Kamis, 19 Juli 2018 11:34

Ratusan Sopir Angkot Demo Tolak Grab

TARAKAN - Ratusan sopir  angkot yang tergabung dalam SPTI dan sopir angkutan konvensional lainnya, Kamis…

Kamis, 19 Juli 2018 11:21

Presiden Jokowi Belum Dipastikan Datang

TARAKAN – Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi)…

Kamis, 19 Juli 2018 11:19

200 Pelanggan Alami Gangguan Token Listrik

TARAKAN – Tak hanya merasakan pemadaman listrik saja, masyarakat Tarakan juga sempat tidak bisa…

Kamis, 19 Juli 2018 11:17

Tiga Daerah Raih WDP

TARAKAN -  Tiga dari lima kabupaten di Provinsi Kalimantan Utara mendapat opini Wajar Dengan…

Kamis, 19 Juli 2018 11:16

Tak Penuhi Kuota, Selektif Pilih Bacaleg

TARAKAN – Bertambahnya jumlah daerah pemilihan (dapil) di Bumi Paguntaka membuat para legislator…

Kamis, 19 Juli 2018 09:56

Lapas Penuh, Hak Tahanan Tak Terpenuhi

TARAKAN - Kondisi lembaga pemasyarakatan (lapas) cukup memprihatinkan. Tak hanya kapasitasnya, namun…

Kamis, 19 Juli 2018 09:48

Drainase Minim, Percepat Kerusakan Jalan

TARAKAN – Ketua RT 63, Kelurahan Karang Anyar, Maria Renius mengatakan, belum lama ini beberapa…

Rabu, 18 Juli 2018 23:06

Antisipasi Lonjakan Harga Sembako

TARAKAN – Mengatasi lonjakan harga kebutuhan pokok di Bumi Paguntaka, terutama menjelang pelaksanaan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .