MANAGED BY:
JUMAT
27 APRIL
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Jumat, 11 Agustus 2017 11:52
Perbatasan ‘Sasaran Empuk’ Aksi Teror

Pos Satlantas Diserang Teroris

AMANKAN TARAKAN: Seorang pelaku teror pos Lantas Polres Tarakan akhirnya dilumpuhkan jajaran kepolisian dari Polres Tarakan dan Satbrimob Polda Kaltim kemarin (10/8). FOTO: JANURIANSYAH/RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, TARAKAN – Kesigapan kepolisian patut diapresiasi, sebab kemarin (10/8) saat penyerangan yang dilakukan kelompok teroris dapat dilumpuhkan. Dengan mengamankan tiga pelaku yang sempat menghancurkan pos lalu lintas di salah satu jalan protokol di Tarakan.

Penyerangan teroris kali ini  berawal dari razia kendaraan yang dilakukan oleh kepolisian dari Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Tarakan dibantu oleh Satuan Brimob Polda Kalimantan Timur (Kaltim. Saat itu seorang pria mengendarai sepeda motor yang terjaring razia tersebut tiba-tiba menyerang petugas dengan sebilah pisau, satu petugas mengalami luka tusukan sementara petugas lainnya  dengan sigap langsung mencoba melumpuhkan pelaku.

Belum sempat mengamankan pelaku penusukan polisi tersebut, tiba-tiba dua orang pria datang, dengan mengendarai  satu sepeda motor yang melaju kencang melewati petugas, menuju ke Pos Satlantas yang tak jauh dari petugas. Saat itu pria yang dibonceng sepeda melemparkan sebuah tas ke dalam Pos Satlantas, tak butuh waktu lama tas yang diketahui berisi bom tersebut hanya hitungan detik sudah menghancurkan Pos Satlantas.

Setelah menghancurkan Pos Satlantas, kedua pelaku teror langsung kabur menuju ke tempat persembunyiaannya, sementara petugas kepolisian yang menyaksikan kejadian tersebut langsung melapokan hal itu ke Mako Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) untuk meminta bantuan.

Mendapatkan laporan tersebut, BNPT langsung menurunkan jajaran unit intelijen untuk segera melakukan pengumpulan bahan keterangan (pulbaket), terkait tindakan penyerangan  petugas kepolisian dan pengeboman Pos Satlantas tersebut. Tak selang berapa lama, Unit injelijen dari BNPT akhirnya mengetahui posisi dua pelaku teror yang berhasil kabur setelah menghancurkan Pos Satlantas dan mengirimkan satu tim lawan teror (wanteror) berjumlah 15 orang dari Satuan Brimob Polda Kaltim dan Batalyon Raider 613/Raja Alam untuk melakukan penindakan di tempat persembunyian pelaku teror tersebut.

Tim wanteror langsung menuju lokasi persembunyian dengan menggunakan kendaraan APC(Armoured Personal Carrier) dan kendaraan roda dua, secara perlahan tim wanteror mendatangi lokasi persembunyian tersebut dengan melakukan penindakan yang menggunakan teknik Close Quarter Battle (CQB).

Dalam penindakan menggunakan teknik CQB dua pelaku berhasil dilumpuhkan, satu di antaranya meninggal ditempat karena berusaha melawan petugas, sementara seorang pelaku teroris yang masih hidup diamankan untuk dimintai keterangan.

Tak berselang lama, Tim Unit Identifikasi dari Polres Tarakan berserta paramedis mendatangi lokasi untuk melakukan olah TKP dan mengevakuasi tubuh pelaku teroris yang meninggal. Secara umum olah TKP dilakukan untuk mengamankan barang bukti dengan memberikan tanda-tanda serta membuat gambar atau sket TKP, sementara evakuasi tubuh pelaku yang meninggal dunia bertujuan untuk melakukan proses autopsi, identifikasi dan penyelidikan lebih lanjut kepada pelaku teror lainnya.

Penyerangan terhadap aparat kepolisian dan pengeboman Pos Satlantas oleh pelaku teror di atas merupakan simulasi yang dilakukan oleh tim Satgas BNPT dalam upaya mengantisipasi, menanggulangi gangguan kamtibmas dan aksi terorisme yang bisa saja terjadi setiap saat.

“Kegiatan simulasi ini merupakan kegiatan rutin yang dilakukan BNPT kordinator yang menanggulangi terorisme, ini adalah bentuk kesiapsiagaan kita dalam rangka  menghadapi ancaman terorisme,” tutur Brigjen Pol TorikTriono, Direktur Penindakan Terorisme BNPT.

Saat ditanyakan alasan melakukan simulasi di Tarakan, pria yang akrab disapa Torik ini menuturkan Kaltara khususnya Tarakan merupakan wilayah perbatasan yang menjadi salah satu pintu masuk kelompok teror dari Filipina, hal ini dibuktikan dari keterangan pelaku yang berhasil ditangkap. Selain itu penemuan berbagai pucuk senjata api milik kelompok teroris Poso yang setelah diselidiki ternyata sempat melewati Kaltara.

“Selain Tarakan, pintu masuk terorisme juga ada di Nunukan, Sulawesi Utara (Sulut) dan Maluku Utara yang berdekatan dengan Filipina, terlebih saat ini kondisi Filipina yakni di Kota Marawi sedang terjadi konflik bersenjata dengan kelompok teroris ISIS,” tuturnya.

BNPT bersama Densus 88 terus melakukan pengawasan dan pemetaan terhadap pergerakan kelompok terorisme yang ada di seluruh Indonesia, untuk mencegah terjadinya aksi terorisme. Mereka selalu melakukan pendekatan dengan kelompok tersebut, namun bila upaya itu tidak berhasil langkah terakhir yang dilakukan adalah penindakan agar kelompok yang dimaksudkan tidak menjalankan aksinya.

“Dulu kelompok terorisme seperti dari Al-Qaida yang menyasar hal-hal yang kebaratan dan sekarang berbeda kelompok teroris ISIS ini menyasar aparat keamanan, kita juga mengantisipasi agar TNI, Polri dan pemerintah di tiap daerah jangan sampai disusupi kelompok ini,” ujar Torik.

Selain itu dia berharap adanya sinergi antara aparat pemerintah dan masyarakat dalam hal mengantisipasi munculnya terorisme di lingkungan sekitar.

“BNPT tidak bisa sendirian untuk mencegah hal ini, sehingga kami berharap semua unsur dapat bersama-sama memerangi terorisme,” harapnya.

Terpisah Komandan Detasemen (Kaden) C Pelopor Brimob Polda Kaltim, AKBP Henzly Moningkey mengatakan,  penindakan yang dilakukan oleh tim wanteror merupakan teknik CQB atau lebih dikenal dengan pertempuran jarak dekat.

“Ketika terjadi aksi terorisme, tim wanteror yang melakukan penindakan diharuskan segera sampai ke TKP, tujuannya tidak lain untuk meminimalisir banyaknya jatuh korban dari aksi terorisme, bila kita lambat datang tentunya berdampak pada banyaknya korban yang jatuh,” ungkap Henzly.

Lambatnya kedantangan tim wanteror juga berdampak pada kesulitan untuk menangkap pelaku terorisme yang sudah menjalankan aksinya.“Kalau kita datang lambat membuat peluang pelaku kabur lebih besar,” tuturnya.

Dalam kesempatan ini, Henzly mengungkapkan seluruh wilayah memiliki potensi akan terjadinya aksi terorisme. Terlebih lagi Kaltara yang merupakan wilayah perbatasan yang mana ancaman aksi teror itu nyanta.

“Terlebih beberapa waktu lalu ada perampasan senjata dari aparat keamanan oleh kelompok diduga teroris, sehingga kami minta petugas untuk lebih meningkatkan kewaspadaan dan berhati-hati,” pungkasnya.(jnr/nri)


BACA JUGA

Kamis, 26 April 2018 13:51

Kapolres Baru, Fokus Suksesi Pilwali

TARAKAN – Rabu (25/4), nakhoda kepemimpinan Polres Tarakan secara resmi berganti dari AKBP Dearystone…

Kamis, 26 April 2018 13:49

Batu Lokal Diminati, Sempat Diundang Datu Bandar Tawau

Empat tahun lalu tren batu akik melejit, diburu para kolektor. Harganya pun tak main-main, sebuah batu…

Kamis, 26 April 2018 13:23

Stunting Serang 30 Persen Balita di Kaltara

TARAKAN - Kasus stunting yang menimpa 30 persen balita di Kalimantan Utara memang perlu segera ditangani.…

Kamis, 26 April 2018 13:17

Tiga Tahun Bangun 60 BTS, Medan Menyulitkan

TARAKAN -  Direktur Infrastruktur Balai Penyedia Pengelola Pembiayaan Telekomunikasi dan Informatika…

Kamis, 26 April 2018 13:16

Penertiban Allana, Prospek Cerah Daging Lokal

TARAKAN - Daging beku saat ini tidak semua ilegal. Tetapi karena banyaknya daging beku ilegal yang beredar,…

Kamis, 26 April 2018 13:11

SUDAH DARI DULU..!! KP Pertamina EP Dikuasai Warga

TARAKAN – Mendirikan bangunan di atas wilayah kerja pertambangan (WKP) cukup berbahaya. Berisiko…

Kamis, 26 April 2018 12:51

Stok Barang Aman, Harga Masih Normal

TARAKAN - Menjelang Ramadan dan Idul Fitri, Kementerian Perdagangan melakukan sidak ke beberapa pasar.…

Kamis, 26 April 2018 12:40

Salurkan 5.800 Tabung Per Hari

TARAKAN - Naiknya harga LPG 3 kg  di beberapa pangkalan dan terlihat langka memang masih menjadi…

Kamis, 26 April 2018 12:33

Rutin Melakukan Swadaya Setiap Bulan

TARAKAN – Inisiatif warga RT 2, Kelurahan Juata Kerikil untuk membangun lingkungan sangat tinggi.…

Kamis, 26 April 2018 12:24

Tidak Kapok, Residivis Berhasil Diringkus

TARAKAN – Meski sempat mendekam di penjara karena kasus pencurian, SN (29), kembali melakukan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .