MANAGED BY:
SENIN
18 JUNI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Kamis, 10 Agustus 2017 10:07
Ratusan Ton Sawit Lolos ke Tawau

Dihargai Lebih Murah dan Berlangsung Sejak Lama

PANGKALAN: Dermaga Lalesalo, Kecamatan Sebatik Utara yang kerap digunakan untuk mengangkut TBS dari Sebatik menuju Tawau, Malaysia. RADAR NUNUKAN

PROKAL.CO, NUNUKAN – Hasil perkebunan kelapa sawit, yakni Tandan Buah Segar (TBS) di Pulau Sebatik justru banyak dijual ke negara tetangga Malaysia. Hampir ratusan ton TBS tiap harinya dibawa ke luar dari Sebatik tanpa ada pemasukan untuk daerah dan negara yang berlangsung sejak lama.

Ketua Asosiasi Petani Kelapa Sawit (Apkasi) Sebatik, H. Andi Kasim mengungkapkan, bahwa petani menjual kelapa sawit ke Malaysia bukan hal yang baru. Karena saat ini belum ada pilihan lain untuk petani menjual hasil perkebunan kelapa sawit tersebut.

“Ini untuk kepentingan masyarakat Sebatik juga, jadi hanya satu pilihan untuk dijual, karena lebih mudah diangkut ke Tawau, Malaysia,” kata H. Andi Kasim kepada Radar Nunukan, Selasa (8/7).

Menurutnya, harga jual kelapa sawit disesuaikan dengan harga internasional. Sehingga harga tidak dapat dipermainkan oleh pembeli kelapa sawit di Sebatik dan tak dapat membodohi petani kelapa sawit di Sebatik yang umumnya dimiliki masyarakat.

Lanjut dia, dijual ke ke Tawau, Malaysia bukan berarti bagus, namun lebih menjamin keuntungan. Harga beli tidak terlalu tinggi, karena mengikuti harga internasional. Sehingga, saat ini tetap bertahan untuk menjual TBS kelapa sawit ke negara tetangga.

“Jika dijual ke Malaysia disesuaikan dengan umur tanaman kelapa sawit atau sering disebut grade dan selalu stabil,” ujar mantan anggota DPRD Provinsi Kaltara ini.

Harga beli TBS kepada petani sering berubah, terkadang ada RM 30 sen  atau setara Rp 1.000 perkilogram. Namun, harga tersebut tidak dapat diambil menjadi patokan, karena dapat mendadak turun hingga RM 20 sen perkilogram. “Harga TBS kelapa sawit tidak bisa ditetapkan untuk petani, tiap saat bisa berubah harganya terkadang naik, kadang juga turun,” tuturnya.

Sementara, Kepala Bidang (Kabid) Perkebunan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Nunukan, Eko Budi Santoso mengatakan, untuk pembelian TBS kelapa sawit di Sebatik memang tidak sesuai yang telah ditetapkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara).

“Jauh berbeda harganya, untuk umur TBS kelapa sawit 3 tahun harganya Rp 1.466,06, sedangkan di Sebatik dijual tidak pernah sampai Rp 1.000,” kata Eko Budi Santoso kepada media ini kemarin.

Menurutnya, harga pembelian TBS kelapa sawit dibedakan dengan umurnya. Semakin tua kelapa sawit tersebut, maka semakin mahal harga belinya. Sedangkan, di Sebatik TBS kelapa sawit dibeli tidak berdasarkan dengan umur tanaman kelapa sawit atau berdasarkan grade.

Lanjut dia, untuk TBS kelapa sawit hampir 50 persen dijual ke Tawau, Malaysia. Dalam sehari ada 10 perahu yang membawa TBS kelapa sawit ke Tawau Malaysia. Dalam satu perahu dapat memuat 10 ton, jika dijumlahkan dalam sehari sekira 100 ton TBS kelapa sawit yang dijual ke Tawau, Malaysia. “Di Sebatik itu perdagagan tradisional, jadi sebagian hasil pertanian masyarakat Sebatik dibawa ke Tawau Malaysia,” bebernya. (nal/eza)


BACA JUGA

Senin, 18 Juni 2018 13:23

Diterkam Buaya, Sudding Nyaris Meregang Nyawa

NUNUKAN - Seorang warga Tanjung Harapan Mamolo, Kecamatan Nunukan Selatan, Kaltara diserang buaya mengakibatkan…

Senin, 18 Juni 2018 11:00

Ribuan Miras Ilegal Nyaris Lolos Edar

NUNUKAN - Belasan ribu botol Minuman Keras (Miras) ilegal asal Malaysia yang akan diselundupkan ke Berau,…

Senin, 18 Juni 2018 10:55

Pelabuhan Sei Jepun Dipadati Penumpang

SEBATIK - Transportasi laut dengan tujuan Nunukan-Sebatik, ramai dimanfaatkan warga Nunukan untuk berkunjung…

Sabtu, 16 Juni 2018 22:53

Wabup Suguhkan Gado-Gado dan Coto Makassar saat Open House

NUNUKAN - Open house yang digelar Wakil Bupati Nunukan H. Faridil Murad di rumah jabatannya, Jalan Ujang…

Jumat, 15 Juni 2018 21:56
Idulfitri 1439 Hijriah

Bupati Cantik Ini Layani Tamunya hingga Malam

NUNUKAN - Bupati Nunukan Hj. Asmin Laura Hafid, menggelar open house di kediamannya di Jalan Ujang Dewa,…

Jumat, 15 Juni 2018 08:28

Datang Subuh demi Saf Terdepan

NUNUKAN - Masjid Islamic Center Hidayaturahhman Nunukan dipadati masyarakat yang antusias melaksanakan…

Kamis, 14 Juni 2018 21:35

Begini Euforia Warga Sebatik Rayakan Takbiran

SEBATIK - Warga di perbatasan Indonesia-Malaysia, tepatnya di Desa Aji Kuning, Kecamatan Sebatik Tengah,…

Kamis, 14 Juni 2018 20:22

Malam Takbiran, Personel Gabungan Sasar Titik Rawan

NUNUKAN - Setidaknya 300 personel gabungan yang TNI, Polri, Dishub Nunukan, Satpol PP Nunukan dan Pemadam…

Kamis, 14 Juni 2018 19:34
Idulfitri 1439 Hijriah

Diundang Mentan, Ustaz Das'ad Malah ke Perbatasan

NUNUKAN - Dai kondang DR. H. Da'sad Latif S. Sos. S. Ag. MSI Ph.D dijadwalkan menjadi khotib salat Idulfitri…

Kamis, 14 Juni 2018 19:25

Diundang Mentan, Ustad Das'ad Pilih Lebaran di Perbatasan

NUNUKAN - Dai kondang, DR. H. Da'sad Latif S. Sos. S. Ag. MSI Ph.D dijadwalkan menjadi khatib salat…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .