MANAGED BY:
SENIN
20 NOVEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV

RADAR KALTARA

Selasa, 08 Agustus 2017 11:21
Anak-Anak Masih Jualan di Lampu Merah, Satpol PP Kecolongan?

Diduga Aksi Tersebut Dikendalikan Oknum Warga

JUALAN: Meski sudah berulangkali diamankan, anak-anak yang berjualan di lampu merah masih menjajakan dagangannya dari pagi hari. GUNAWAN/RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, TARAKAN – Meski kerap kali dilakukan razia, masih ada saja anak-anak yang nekat berjualan kue di persimpangan empat lampu merah  yang mempertemukan Jalan Jenderal Sudriman, Jalan Yos Sudarso, Jalan Mulawarman dan Jalan Gaja mada.

Seperti yang terlihat  sekitar pukul 08.00 Wita, Senin (7/8). Dua anak laki-laki tampak asyik menenteng plastik berisi kue dan luwes menjajakan ke pengendara setiap kali lampu merah menyala.

Radar Tarakan pun melakukan konfirmasi kepada pihak Satpol PP Tarakan. Melalui Kepala Bidang Kesejahteraan, Ketertiban Umum dan Perlindungan Masyarakat pada Satpol PP Tarakan, Waridi justru  mengatakan bahwa pihaknya tak pernah lagi melihat anak-anak yang berjualan kue.

Memang sekitar Juli lalu pihaknya sempat mengamankan empat anak yang berjualan di lampu merah persimpangan Grand Tarakan Mall (GTM) dan di daerah Ladang. Keempat anak laki-laki tersebut diperkirakan berusia kurang lebih 10 tahun. Namun lanjutnya untuk saat ini pihaknya tak pernah lagi melihat anak-anak berjualan di lampu merah.

“Kita pernah menangkap empat anak bulan kemarin pas event STQ,” ungkapnya saat ditemui di kantornya, Senin (7/8).

Larangan berjualan tersebut sesuai peraturan daerah (Perda) nomor 13 tahun 2002 tentang Ketertiban, Kebersihan, dan Keindahan Kota Tarakan.

Sejauh ini pihaknya sudah mengamankan sebanyak sembilan anak yang didapati berjualan di lampu merah. Anak-anak yang diamankan biasanya pihaknya memberikan penyuluhan agar tidak berjualan disetiap titik lampu merah. Ditekankan Waridi, bahwa lampu merah bukan tempat berjualan, baik berjualan makanan, koran dan sebagainya yang melakukan transaksi jual beli. Yang dikhawatirkan karena daerah lampu merah rawan kecelakaan.

“Di sana tempat arus kendaraan siapa tahu ada kecelakaan, ada yang keserempet,” terang Waridi.

Anak-anak tersebut sudah diberi surat pernyataan dan teguran. Apabila ke depannya anak-anak tersebut masih bandel dan tetap berjualan pihaknya tetap akan mengamankan dan akan berkoordinasi dengan pihak Dinas Sosial. Belakangan ini pihaknya juga tidak pernah melihat anak-anak yang berjualan kue di lampu merah GTM maupun lampu merah Ladang. Meski demikian, pihaknya mengimbau agar masyarakat yang melihat anak-anak berjualan di lampu merah segera melaporkan ke instansi terkait.

Ditambahkannya bahwa apakah kemungkinan anak-anak tersebut melihat mobil patroli dan bersembunyi sehingga pihaknya tak menemukan anak-anak yang masih berjualan di lampu merah.

Nggak ada, mudahan ini dan seterusnya sudah tidak ada lagi yang berjualan di lampu merah,” tambahnya.

Di tempat terpisah, Satuan Bakti Pekerja Sosial Perlindungan Anak pada Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Kota Tarakan, Kuswadi Jakaria mengatakan bahwa melihat dari kasus seperti itu memang ada orang yang mengendalikan anak-anak tersebut untuk menghasilkan uang. Oleh sebab itu, alangkah baiknya jika instansi terkait berkoordinasi dengan pihaknya dalam memberikan pengarahan agar kesejahteraan sosial anak dapat diperhatikan.

“Biasanya Satpol PP akan serahkan anak tersebut ke Dinas Sosial untuk diberikan pengarahan agar fungsi kesejahteraan anak bisa kembali lagi seperti bersekolah,” ujar Jaka, sapaan akrabnya.

Anak yang berusia 0 (nol) hingga 18 tahun tidak diperkenankan untuk bekerja. Apabila memang ingin meringankan beban orang tua tetapi tidak melupakan kewajibannya sebagai anak sekolah. Sebab  setiap anak berhak atas kelangsungan hidup, tumbuh dan berkembang serta berhak atas perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi yang diatur dalam Undang-Undang nomor 35 tahun 2014 perubahan dari Undang-Undang nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

“Kita lakukan pembinaan, karena anak yang bekerja di bawah umur seperti perbudakan. Ada orang tua yang lebih pilih memperkerjakan anaknya dibanding disuruh ke sekolah,” jelasnya.

Dikatakan oleh Jaka, bahwa ini tidak dapat dibiarkan. Berdasarkan pengamatannya, di antara lima Kabupaten/kota yang ada di Kalimantan Utara (Kaltara), Tarakan merupakan kota yang dapat dikatakan kumuh dan padat. Dan anak-anak sudah mulai berani menunjukkan diri seperti meminta-minta di pinggir jalan bahkan berjualan. Oleh sebab itu dirinya mengimbau bahwa tanggung jawab ini tidak sepenuhnya dibebankan oleh Pemerintah Kota, tetapi peran orang tua sangat diperlukan oleh anak-anak.

“Di Tarakan ini yang paling kumuh dan sumpek. Nah orang tua itu adalah guru terbaik,” pungkasnya. (*/one/zia)


BACA JUGA

Sabtu, 18 November 2017 11:27

Baru Tiga Tahun Sudah Rusak

TARAKAN – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tarakan mendapat sorotan tajam karena dianggap tak refresentatif…

Sabtu, 18 November 2017 11:25

Terlalu Memilih Pekerjaan, Kesempatan Terbuang

TARAKAN – Dinas Ketenagakerjaan dan Perindustrian Tarakan mengungkap serapan tenaga kerja selama…

Sabtu, 18 November 2017 11:22

WADUH..!! Investor Pemasok Gas Mundur

TARAKAN – Sebelumnya banyak investor yang siap menyuplai gas ke PT PLN (Persero) Unit Layanan…

Sabtu, 18 November 2017 11:11

Dua Hari, Tiga Korban Tewas di Jalan

TARAKAN - Nahas, sebuah mobil Daihatsu Xenia dengan nomor polisi KT 1680 RE yang dikemudikan Muhammad…

Sabtu, 18 November 2017 11:10

Sentra Industri Telan Biaya Rp 20 Miliar

TARAKAN - Sentra indusri kecil dan menengah saat ini tengah dibangun di Jalan Hake Babu dengan luas…

Sabtu, 18 November 2017 11:08

Reklame Mendominasi Perizinan

TARAKAN – Sejak Kantor Pelayanan Perizinan Terpadu (KPPT) Tarakan menjadi Dinas Penanaman Modal,…

Sabtu, 18 November 2017 11:04

Dua Jembatan di Dua Gang Rusak

TARAKAN - Ketua RT 2, Kelurahan Karang Anyar Pantai, Ihsan mengatakan, terdapat dua titik jembatan yang…

Sabtu, 18 November 2017 11:03

Pedagang Berburu Uang Kecil

Tarakan-Dalam memenuhi kebutuhan masyarakat di Kota Tarakan,  pendistibusian uang baru terus dilakukan…

Sabtu, 18 November 2017 10:59

Genset Rp 2,9 Juta ‘Diembat’ Paman

TARAKAN – Entah apa yang ada di benak TC (nama diinsialkan), pelaku pencuri genset keponakan sendiri.…

Jumat, 17 November 2017 12:24

JANJI YA...!! Mulai Desember Tak Ada Pemadaman

TARAKAN – Persoalan listrik di Bumi Paguntaka memang belum berakhir. Kekurangan pasokan gas masih…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .