MANAGED BY:
SABTU
23 MARET
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Sabtu, 05 Agustus 2017 19:05
Berawal dari Kecintaan, Kini Miliki 260 Jenis Tanaman

Mengenal Lebih Dekat dengan Lefran Singal, Peraih Kalpataru

MEMBANGGAKAN: Lefran Singal ketika menerima piala Kalpataru dari Presiden Joko Widodo pada puncak Hari Lingkungann yang dilaksanakan di Jakarta, Rabu (2/8). Lefran Singal untuk Radar Kaltara

PROKAL.CO, Satu dari 10 penghargaan Kalpataru yang diserahkan Presiden Joko Widodo pada puncak Peringatan Hari Lingkungan Hidup di  Gedung Manggala Wanabakti, Rabu (2/8) lalu diberikan kepada Lefran Singal (59), pria asal Kabupaten Bulungan mewakili Kalimantan Utara. Apa saja yang sudah dilakukan pemiliki kebun seluas 20 hekatare hingga upayanya dihargai dengan Kalpataru. Berikut liputannya?

 

SOPIAN HADI, Tanjung Selor

 

KALPATARU  merupakan penghargaan yang diberikan kepada kelompok atau perorangan yang telah berjasa dalam melestarikan lingkungan. Nah, tahun ini penghargaan tersebut salah satunya diterima Lefran Singal untuk kategori Pembina Lingkungan dan satu-satunya di Kalimantan Utara.

Namun Kalpataru bagi pria kelahiran Pujungan (dulu Bulungan kini Malinau), 20 mei 1958 itu bukanlah tujuan utamanya membuka lahan 20 hektare untuk menaman sekira 260 jenis tanaman yang sudah teridentifikasi, termasuk tanaman buah maupun pohon hutan yang bermanfaat namun sudah sulit ditemukan. Terlebih tidak jauh dari pusat kota, seperti kebun milik suami dari Julan Tigang ini di RT 4 Desa Gunung Seriang, Kecamatan Tanjung Selor.

Apalagi pria yang sebelumnya pernah berprofesi sebagai pedagang babi ini tidak memiliki ilmu soal tanam-menanam.”Otodidak saja, saya tidak pernah berlajar soal budidaya tanaman,” kata Lefran saat dihubungi melalui teleponnya yang kemarin (4/8) masih di Jakarta bersama istri tercintanya.

Namun hasilnya tidak terduga dan cukup membanggakan. Bahkan dari usahanya menanaman buah-buahan seperti durian, jeruk, merica, cempedak, buah lapiu, dan lainnya bisa mencukupi hidupnya bersama istri dan tiga orang putranya serta tanaman-tanamannya. Karena hasil kebun buah dijual di sekitaran Tanjung Selor.

 

Bahkan jerih payah yang mulai direncanakan tahun 2003 juga menghasilkan penghargaan bergengsi yang kali pertama diterimanya.

Penghargaan yang diterimannya itu, aku dia karena dirinya dinilai dapat membina dan melestarikan lingkungan dengan mengembangankan atau mengintegrasikan berbagai jenis tanaman buah-buahan dan pohon hutan yang kini mulai sulit ditemukan, seperti kayu kapur, keruing, bengkirai, kayu hitam, kayu gaharu, kayu ulin dan lainnya. Selain itu dirinya juga aktif memelihara hutan yang ditanam di lahan seluas 4 hektare dari 20 hektare lahan yang sudah ditanami ratusan tanaman tersebut dengan rutin melakukan reboisasi.

“Tapi semua ini datangnya dari rasa kecintaan saya terhadap semua jenis tanaman, termasuk  tanaman hutan,” ujarnya.

Sekarang dengan adanya hutan di komplek kebun yang disebutnya sebagai kebun integrasi karena di dalamnya juga terdapat ternak kambing ini dengan sendirinya hewan-hewan liar, khususnya burung berdatangan untuk hidup tenang di hutan budidayanya. Bahkan salah satu burung yang betah berteduh di hutan yang kerap juga menjadi lokasi peneliti mahasiswa dari universitas dalam maupun luar Kaltara ini adalah burung enggang.

Burung enggang merupakan burung khas yang menjadi simbol masyarakat Kalimantan.”Tentu tidak hanya burung itu, banyak lagi burung lainnya,” sebut pria tamatan salah satu SMA di Bulungan ini.

Pria yang mulai membudidaya berbagai jenis tanaman pada tahun 2005 inipun ingin menghabiskan sisa hidupnya di kebun yang baru-baru ini mulai diintegrasikan dengan ternak kambing yang kotorannya akan dimanfaatkan jadi pupuk organik itu.

“Tidak ada pilihan lain, ya mungkin sepanjang hayatlah saya di sini (berkebun),” pungkasnya.(**)


BACA JUGA

Kamis, 21 Maret 2019 11:03

Aksi 12 Kementerian Diundur

TANJUNG SELOR – Aksi percepatan pembangunan Kota Baru Mandiri (KBM)…

Kamis, 21 Maret 2019 11:02

Bangun Ruang dan Alkes, Gunakan DAK Rp 16 Miliar

TANJUNG SELOR – Melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2019…

Kamis, 21 Maret 2019 11:00

Setahun Pembangunan PLTSa Harus Berprogres

TANJUNG SELOR – Sebelum penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKA) pembangunan…

Kamis, 21 Maret 2019 10:53

Rekam Biometrik, CJH Dilarang Keluar Kota

TANJUNG SELOR – Selama beberapa bulan ke depan Calon Jamah…

Kamis, 21 Maret 2019 10:51

Bandar Kupon Putih Berhasil Dibekuk

TANJUNG SELOR – Usahabandar kupon putih yang dijalankan AT berakhir…

Kamis, 21 Maret 2019 10:44

Jamin Keamanan, Polda Kerahkan Ribuan Personel

Jelang pelaksanaan pesta demokrasi 17 April mendatang, Kepolisian Daerah (Polda)…

Rabu, 20 Maret 2019 11:07

Rekrutmen Transparan, Seleksi JPT Terbuka

PEMERINTAH Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) melalui Gubernur Kaltara Dr.…

Rabu, 20 Maret 2019 11:04

ASN Dilarang Ikut Naik Panggung

TANJUNG SELOR - Berbagai upaya terus dilakukan Badan Pengawasan Pemilihan…

Rabu, 20 Maret 2019 11:03

Utamakan Putra Daerah

TANJUNG SELOR – Kepolisian Daerah (Polda) Provinsi Kaltara mempersiapkan kuota…

Rabu, 20 Maret 2019 11:01

Pemprov Akan Bersurat ke KKP

TANJUNG SELOR - Kehadiran Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan RI…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*