MANAGED BY:
RABU
25 APRIL
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Senin, 31 Juli 2017 11:52
Soal BBM, Krayan Mulai Mandiri
DISTRIBUSI BBM: Armada PAS yang mengangkut BBM dari Tarakan tiba di Bandara Yuvai Semaring, Desa Long Bawan, Kecamatan Krayan untuk didistribusikan ke lima kecamatan di Krayan. ASRULLAH/RADAR NUNUKAN

PROKAL.CO, NUNUKAN – Bahan Bakar Minyak (BBM) yang dikeluhkan masyarakat Krayan berpuluh-puluh tahun lamanya mulai stabil. Ketergantungan BBM dari negeri jiran Malaysia mulai teratasi meski masih ada yang menggunakan BBM Malaysia.

Sejak pengiriman BBM ke Krayan dilakukan Pertamina melalui transportasi udara, yakni melalui Pelita Air Service (PAS), masyarakat Krayan tidak pusing lagi jika ada penutupan perbatasan yang dilakukan Pemerintah Malaysia. Bahkan, BBM yang dibeli masyrakat melalui Agen Penyalur Minyak Solar (APMS) di Krayan memiliki harga yang sama dengan di daerah lain.

Boy, salah seorang warga Desa Long Bawan mengungkapkan, sebelumnya memperoleh BBM dari negeri jiran sangat sulit. Warga Krayan tak jarang harus melewati medan yang terjal dengan jarak cukup jauh, serta harus kucing-kucingan dengan aparat Malaysia.

Namun, hal itu sudah tidak terjadi lagi dengan pendistribusian BBM dari Tarakan ke Krayan. “Kalau dulu itu dipikul lewat hutan. Harus sembunyi-sembunyi, namun sekarang sudah aman tidak seperti dulu,” bebernya kepada Radar Nunukan belum lama ini.

Selain itu, tergantungnya warga dengan BBM negeri jiran membuat harganya kerap melambung tinggi hingga Rp 50 perliter jika ketersediaannya menipis. Dengan adanya APMS, membuat masyarakat Krayan terbantu. Untuk itu, pihaknya berhadap situasi yang terjadi saat ini terus berlanjut.

“Kami pernah rasakan sulitnya mendapatkan BBM. Kalaupun ada harganya, pasti mahal sampai Rp 50 perliter. Itu sangat memberatkan, mudah-mudahan tidak terulang lagi,” harapnya.

Terpisah, salah seorang pria yang tak ingin namanya dikorankan mengatakan, pengiriman BBM menggunakan PAS hampir setiap hari dilakukan. Bahkan, jika permintaan masyarakat banyak, tentunya pengiriman terus dilakukan.

“Kadang setiap hari. Tapi kalau kebutuhan masyarakat banyak, pengiriman bisa dilakukan dua kali dalam sehari. Dan dijual dengan harga yang sama. Tidak ada perbedaan,” ungkap pria yang bekerja di Bandara Yuvai Semaring Long Bawan, Krayan ini.

Diketahui, jatah BBM untuk Krayan setiap bulannya sebanyak 70 kiloliter (kl), BBM jenis solar sebanyak 2,5 kl. Sedangkan, untuk jenis premium berdasarkan permintaan masyarakat.

Senada juga dikatakan Camat Krayan, Helmi Pudaaslikar. Krisis BBM sudah tidak dirasakan lagi masyarakat. Untuk itu, pihaknya berharap pengiriman terus dilakukan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang berada di beranda depan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Sudah aman, semoga terus berlanjut. Jadi masyarakat tidak bergantung lagi dengan BBM dari negeri jiran,” pungkasnya. (akz/eza)


BACA JUGA

Rabu, 25 April 2018 12:02
Dugaan Beras Selundupan dari Vietnam

Keuntungan Sudah Dibagi-bagi?

NUNUKAN – Beras Vietnam yang diangkut kapal MV Dong Thien Phu Golden masuk ke Sebatik diduga ada…

Rabu, 25 April 2018 11:08

Listrik Padam, UNBK SMP Terganggu

NUNUKAN – Hari kedua pelaksanaan Ujian Nasional Berbasik Komputer (UNBK) tingkat Sekolah Menengah…

Rabu, 25 April 2018 11:07

Harga Rumput Laut Anjlok

NUNUKAN – Sempat berada di harga Rp 20 ribu per kilogram, kini harga rumput laut kering anjlok…

Selasa, 24 April 2018 12:40

Bea Cukai Pasang Badan

NUNUKAN – Kapal MV Dong Thien Phu Golden yang mengangkut 2.900 ton beras asal Vietnam dengan tujuan…

Selasa, 24 April 2018 11:12

Tunjangan Khusus Guru Tak Diberikan

NUNUKAN - Sejumlah guru di Kecamatan Krayan kembali mengadukan nasib mereka di Dewan Perwakilan Rakyat…

Senin, 23 April 2018 12:23

Pos Imigrasi ‘Diserbu’ Warga

NUNUKAN – Pelayanan Imigrasi Kelas II Nunukan yang dilakukan di Pos Imigrasi Sungai Pancang Sebatik…

Senin, 23 April 2018 12:22

PR Kedua Negara Perbatasan

NUNUKAN – Permasalahan tenaga kerja Indonesia (TKI), penyelundupan barang haram hingga teroris…

Minggu, 22 April 2018 12:12

Kapal Berbendera Vietnam Dipaksa Sandar di Pelabuhan Tunon Taka

NUNUKAN - Kapal asal Vietnam dipaksa bersandar di Pelabuhan Tunon Taka, Nunukan. Kapal yang memiliki…

Sabtu, 21 April 2018 10:26

Warga Harus Segera Pindah

NUNUKAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nunukan dalam waktu dekat, akan segera membersihkan area…

Sabtu, 21 April 2018 10:14

Persoalan Lawas, Dideportasi Bukan TKI Resmi

NUNUKAN – Bekerja di luar negeri masih menjadi magnet tersendiri bagi para Warga Negara Indonesia…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .