MANAGED BY:
SABTU
24 FEBRUARI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Kamis, 20 Juli 2017 10:49
Hukuman ke Siswa Harus Bermanfaat

Jangan Beri Hukuman Kekerasan Fisik

STOP KEKERASAN: Seminar tentang isu gender dan pemenuhan hak anak yang digelar Ikatan Guru Indonesia (IGI), Selasa (18/7). JANURIANSYAH/RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, TARAKAN - Mencuatnya kasus bullying yang terjadi di sebuah pusat perbelanjaan di Jakarta dan kampus Universitas Gunadharma Depok tentu harus menjadi pelajaran bagi semua pihak agar kasus serupa tidak terjadi di Kaltara.

Gusti Suryan, Bendahara Ikatan Guru Indonesia (IGI) Pusat mengatakan, salah satu hal penting yang perlu dilakukan sekarang adalah merubah mindset guru dan pengawas untuk mencegah kekerasan dan bullying terhadap siswa di sekolah.

Menurutnya, guru jangan lagi terpaku dengan pola mendidik siswa di sekolah dan masih menggunakan pola zaman penjajahan Belanda dan Jepang, dimana pola pendidikannya menjadikan siswa sebagai obyek ketimbang subyek.

“Pola mengajar zaman penjajahan Belanda dan Jepang masih dilakukan kekerasan terhadap siswa dalam bentuk fisik maupun non fisik dengan alasan sebagai salah satu cara untuk menegakkan disiplin. Ini saya rasa tidak perlu dilakukan lagi di zaman ini,” kata Suryan dalam seminar yang diselenggarakan IGI dengan menggandeng Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA), Selasa (18/7).

Saat ini pola pendidikan siswa harus menjadikan siswa sebagai subyek, dimana siswa ikut serta mengembangkan bakatnya dan kemampuannya dengan didorong oleh guru. “Jangan lagi memberikan hukuman berupa kekerasan fisik dan non fisik kepada siswa. Kita bisa memberikan hukuman yang lebih bermanfaat dengan siswa. Contohnya memberikan hukuman untuk membuat tugas yang dapat menambah ilmu terhadap siswa tersebut. Intinya hukuman yang diberikan ke siswa tidak boleh lagi ada kekerasan fisik dan non fisik,” tegasnya.

Sebab kekerasan yang diterima siswa dapat memengaruhi perilakunya di masa depan. Tak jarang, siswa yang sebelumnya menjadi korban kekerasan, akan menjadi pelaku kekerasan. “Bisa jadi pelaku kekerasan dan bullying ini mengimplementasikan apa yang pernah dialaminya kepada orang lain,” bebernya.

Ia mengungkapkan, kekerasan tidak hanya bisa terjadi di lingkungan sekolah yang dilakukan oleh guru maupun siswa. Namun bisa juga terjadi di lingkungan sekitar yang dilakukan oleh orang terdekat.

“Guru sebagai orang tua yang melakukan pengawasan di sekolah harus menjadi orang yang menetralisir bila ada siswa yang mengalami kekerasan atau bullying di luar sekolahnya, bukan malah menjadi orang yang ikut menjadi pelaku kekerasan yang nantinya berdampak buruk pada siswa tersebut,” tuturnya.

Suryan mengajak semua elemen untuk ikut serta mencegah terjadinya kekerasan maupun bullying di lingkungan sekolah maupun di luar lingkungan sekolah, sebagai salah satu cara pencegahan agar tidak timbul lagi kasus kekerasan dan bullying.

“Mari kita bersama-sama, guru, orang tua maupun yang terkait di dalamnya untuk melakukan pengawasan, jangan sampai anak-anak kita menjadi korban ataupun pelaku kekerasan,” pungkasnya.(jnr/ddq)


BACA JUGA

Jumat, 23 Februari 2018 10:49

Korban Salah Catat Bermunculan

TARAKAN – Ternyata tak hanya Lukas Yusuf, saja yang syok akan tagihan airnya yang melonjak senilai…

Jumat, 23 Februari 2018 10:45

Oleng Kiri, Terperosok ke Selokan

TARAKAN – Warga yang tinggal di daerah Jalan Kusuma Bangsa tepatnya di dekat gedung Polisi Militer…

Jumat, 23 Februari 2018 10:43

Besar di Tarakan, Tahu Seluk-beluk Perkembangan Kota

Tiga di antara empat pasangan calon (paslon) Pilwali Tarakan sudah berdiskusi langsung dengan kru dan…

Jumat, 23 Februari 2018 10:41

Menebus Dosa Proyek Raksasa

BEGITU banyak pertanyaan tentang siapa Robert Lai dan siapa Meiling yang sering saya sebut dalam tulisan…

Jumat, 23 Februari 2018 10:40

Bila Negatif, Penyelidikan Dihentikan

TARAKAN – Meski Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Samarinda merilis hasil lab atas makanan,…

Jumat, 23 Februari 2018 10:38

Anggaran Kurang-Kontur Tanah Jadi Penyebab

TARAKAN — Dari 5.000 sambungan jaringan gas (jargas) yang menjadi target Perusahaan Gas Negara…

Jumat, 23 Februari 2018 10:37

Butuh Perbaikan Jalan Akses ke Masjid

TARAKAN – Ketua RT 10, Kelurahan Selumit, Gunawan mengatakan, semenisasi jalan lingkungan layak…

Jumat, 23 Februari 2018 10:36

Jalan di Tarakan yang Rawan Kecelakaan

TARAKAN – Minimnya Penerangan Jalan Umum (PJU) menjadi salah satu penyebab seringnya terjadi kecelakaan…

Kamis, 22 Februari 2018 10:43

Pura-Pura Antar Teman

TARAKAN - Dalam 21 adegan rekonstruksi pada Rabu (21/2), terungkap bahwa Abdul Rajak (48) berhasil lolos…

Kamis, 22 Februari 2018 10:41

Dinkes Bingung Penyebab Keracunan

TARAKAN – Sungguh sangat mengejutkan, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Samarinda merilis…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .