MANAGED BY:
RABU
13 DESEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV

RADAR KALTARA

Kamis, 20 Juli 2017 10:49
Hukuman ke Siswa Harus Bermanfaat

Jangan Beri Hukuman Kekerasan Fisik

STOP KEKERASAN: Seminar tentang isu gender dan pemenuhan hak anak yang digelar Ikatan Guru Indonesia (IGI), Selasa (18/7). JANURIANSYAH/RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, TARAKAN - Mencuatnya kasus bullying yang terjadi di sebuah pusat perbelanjaan di Jakarta dan kampus Universitas Gunadharma Depok tentu harus menjadi pelajaran bagi semua pihak agar kasus serupa tidak terjadi di Kaltara.

Gusti Suryan, Bendahara Ikatan Guru Indonesia (IGI) Pusat mengatakan, salah satu hal penting yang perlu dilakukan sekarang adalah merubah mindset guru dan pengawas untuk mencegah kekerasan dan bullying terhadap siswa di sekolah.

Menurutnya, guru jangan lagi terpaku dengan pola mendidik siswa di sekolah dan masih menggunakan pola zaman penjajahan Belanda dan Jepang, dimana pola pendidikannya menjadikan siswa sebagai obyek ketimbang subyek.

“Pola mengajar zaman penjajahan Belanda dan Jepang masih dilakukan kekerasan terhadap siswa dalam bentuk fisik maupun non fisik dengan alasan sebagai salah satu cara untuk menegakkan disiplin. Ini saya rasa tidak perlu dilakukan lagi di zaman ini,” kata Suryan dalam seminar yang diselenggarakan IGI dengan menggandeng Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA), Selasa (18/7).

Saat ini pola pendidikan siswa harus menjadikan siswa sebagai subyek, dimana siswa ikut serta mengembangkan bakatnya dan kemampuannya dengan didorong oleh guru. “Jangan lagi memberikan hukuman berupa kekerasan fisik dan non fisik kepada siswa. Kita bisa memberikan hukuman yang lebih bermanfaat dengan siswa. Contohnya memberikan hukuman untuk membuat tugas yang dapat menambah ilmu terhadap siswa tersebut. Intinya hukuman yang diberikan ke siswa tidak boleh lagi ada kekerasan fisik dan non fisik,” tegasnya.

Sebab kekerasan yang diterima siswa dapat memengaruhi perilakunya di masa depan. Tak jarang, siswa yang sebelumnya menjadi korban kekerasan, akan menjadi pelaku kekerasan. “Bisa jadi pelaku kekerasan dan bullying ini mengimplementasikan apa yang pernah dialaminya kepada orang lain,” bebernya.

Ia mengungkapkan, kekerasan tidak hanya bisa terjadi di lingkungan sekolah yang dilakukan oleh guru maupun siswa. Namun bisa juga terjadi di lingkungan sekitar yang dilakukan oleh orang terdekat.

“Guru sebagai orang tua yang melakukan pengawasan di sekolah harus menjadi orang yang menetralisir bila ada siswa yang mengalami kekerasan atau bullying di luar sekolahnya, bukan malah menjadi orang yang ikut menjadi pelaku kekerasan yang nantinya berdampak buruk pada siswa tersebut,” tuturnya.

Suryan mengajak semua elemen untuk ikut serta mencegah terjadinya kekerasan maupun bullying di lingkungan sekolah maupun di luar lingkungan sekolah, sebagai salah satu cara pencegahan agar tidak timbul lagi kasus kekerasan dan bullying.

“Mari kita bersama-sama, guru, orang tua maupun yang terkait di dalamnya untuk melakukan pengawasan, jangan sampai anak-anak kita menjadi korban ataupun pelaku kekerasan,” pungkasnya.(jnr/ddq)


BACA JUGA

Rabu, 13 Desember 2017 11:19

Ngerii...Pekerja Bangunan Kesetrum Gara-Gara Ini...

TARAKAN - Salah seorang pekerja bangunan yang belum diketahui identitasnya tak sadarkan diri akibat…

Rabu, 13 Desember 2017 11:08

Penerbangan Masih Dilakukan Terbatas

TARAKAN – Solusi pemerintah kepada manajemen Mission Aviation Fellowship (MAF), ternyata tidak…

Rabu, 13 Desember 2017 11:06

Tarakan Black Out Lagi

TARAKAN – Pemadaman listrik lagi-lagi terjadi di Bumi Paguntaka. Kurang lebih satu jam aktivitas…

Rabu, 13 Desember 2017 11:05

Tarakan Black Out Lagi

TARAKAN – Pemadaman listrik lagi-lagi terjadi di Bumi Paguntaka. Kurang lebih satu jam aktivitas…

Rabu, 13 Desember 2017 11:05

Tarakan Black Out Lagi

TARAKAN – Pemadaman listrik lagi-lagi terjadi di Bumi Paguntaka. Kurang lebih satu jam aktivitas…

Rabu, 13 Desember 2017 11:04

Polisi Pastikan Murni Bunuh Diri

TARAKAN – Polisi memastikan meninggalnya Sebastian Selle (31) yang ditemukan gantung diri Senin…

Rabu, 13 Desember 2017 11:02

Sempat Ricuh, PH Enggan Dampingi Terdakwa

TARAKAN - Kasus pembunuhan yang terjadi pada Sabtu (24/7) lalu di Jalan Wijaya Kusuma, Kelurahan Karang…

Rabu, 13 Desember 2017 10:59

Lima Jasad Menyusul Dipindahkan, Satu Belum Ditemukan

Longsor menerjang sejumlah kawasan, Minggu 3 Desember lalu. Sekira pukul 05.30 Wita, tak lama setelah…

Rabu, 13 Desember 2017 10:43

Badrun Setuju Ince Dipertimbangkan

TARAKAN - Hingga kini penentuan wakil H. Badrun masih belum mendapatkan jawaban pasti. Meski sebelumnya…

Rabu, 13 Desember 2017 10:40

Job Fair Efektif Kurangi Angka Pengangguran

TARAKAN- Berbagai upaya terus dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) Tarakan dalam menekan angka pengangguran.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .