MANAGED BY:
KAMIS
21 SEPTEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV

RADAR KALTARA

Kamis, 20 Juli 2017 10:49
Hukuman ke Siswa Harus Bermanfaat

Jangan Beri Hukuman Kekerasan Fisik

STOP KEKERASAN: Seminar tentang isu gender dan pemenuhan hak anak yang digelar Ikatan Guru Indonesia (IGI), Selasa (18/7). JANURIANSYAH/RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, TARAKAN - Mencuatnya kasus bullying yang terjadi di sebuah pusat perbelanjaan di Jakarta dan kampus Universitas Gunadharma Depok tentu harus menjadi pelajaran bagi semua pihak agar kasus serupa tidak terjadi di Kaltara.

Gusti Suryan, Bendahara Ikatan Guru Indonesia (IGI) Pusat mengatakan, salah satu hal penting yang perlu dilakukan sekarang adalah merubah mindset guru dan pengawas untuk mencegah kekerasan dan bullying terhadap siswa di sekolah.

Menurutnya, guru jangan lagi terpaku dengan pola mendidik siswa di sekolah dan masih menggunakan pola zaman penjajahan Belanda dan Jepang, dimana pola pendidikannya menjadikan siswa sebagai obyek ketimbang subyek.

“Pola mengajar zaman penjajahan Belanda dan Jepang masih dilakukan kekerasan terhadap siswa dalam bentuk fisik maupun non fisik dengan alasan sebagai salah satu cara untuk menegakkan disiplin. Ini saya rasa tidak perlu dilakukan lagi di zaman ini,” kata Suryan dalam seminar yang diselenggarakan IGI dengan menggandeng Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA), Selasa (18/7).

Saat ini pola pendidikan siswa harus menjadikan siswa sebagai subyek, dimana siswa ikut serta mengembangkan bakatnya dan kemampuannya dengan didorong oleh guru. “Jangan lagi memberikan hukuman berupa kekerasan fisik dan non fisik kepada siswa. Kita bisa memberikan hukuman yang lebih bermanfaat dengan siswa. Contohnya memberikan hukuman untuk membuat tugas yang dapat menambah ilmu terhadap siswa tersebut. Intinya hukuman yang diberikan ke siswa tidak boleh lagi ada kekerasan fisik dan non fisik,” tegasnya.

Sebab kekerasan yang diterima siswa dapat memengaruhi perilakunya di masa depan. Tak jarang, siswa yang sebelumnya menjadi korban kekerasan, akan menjadi pelaku kekerasan. “Bisa jadi pelaku kekerasan dan bullying ini mengimplementasikan apa yang pernah dialaminya kepada orang lain,” bebernya.

Ia mengungkapkan, kekerasan tidak hanya bisa terjadi di lingkungan sekolah yang dilakukan oleh guru maupun siswa. Namun bisa juga terjadi di lingkungan sekitar yang dilakukan oleh orang terdekat.

“Guru sebagai orang tua yang melakukan pengawasan di sekolah harus menjadi orang yang menetralisir bila ada siswa yang mengalami kekerasan atau bullying di luar sekolahnya, bukan malah menjadi orang yang ikut menjadi pelaku kekerasan yang nantinya berdampak buruk pada siswa tersebut,” tuturnya.

Suryan mengajak semua elemen untuk ikut serta mencegah terjadinya kekerasan maupun bullying di lingkungan sekolah maupun di luar lingkungan sekolah, sebagai salah satu cara pencegahan agar tidak timbul lagi kasus kekerasan dan bullying.

“Mari kita bersama-sama, guru, orang tua maupun yang terkait di dalamnya untuk melakukan pengawasan, jangan sampai anak-anak kita menjadi korban ataupun pelaku kekerasan,” pungkasnya.(jnr/ddq)


BACA JUGA

Rabu, 20 September 2017 10:58

Harus Ada Pengecualian untuk DOB Kaltara

JAKARTA – Kebijakan pemerintah yang menunda pembentukan daerah otonomi baru (DOB) di tahun 2017…

Rabu, 20 September 2017 10:53

Hampir Tiap Hari Listrik Padam

TARAKAN – Kestabilan listrik di Tarakan nampaknya akan terus bergantung pada gas. Sebab, saat…

Rabu, 20 September 2017 10:50

Tak Terapkan HET, Pedagang Akan Disanksi

TARAKAN – Pengaturan Harga Eceran Tertinggi (HET) beras di Indonesia terlah diberlakukan, tak…

Rabu, 20 September 2017 10:47

Bibir Membiru Diredakan Hanya dengan Air Hangat

Jika dilihat sekilas, Atika Zahra Ratifa tampak seperti bayi sehat pada umumnya. Namun, siapa sangka…

Rabu, 20 September 2017 10:41

Warga KTT Terhipnotis Penampilan The Angelz

TANA TIDUNG – Tak hanya penyanyi-penyanyi dangdut dan melayu saja yang meramaikan pesta rakyat…

Rabu, 20 September 2017 10:38

APBD-P Belum Dibahas, Masih Menunggu Provinsi

TARAKAN - Pembahasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBDP) oleh Tim Anggaran Pemerintah…

Rabu, 20 September 2017 10:35

PJU Kurang, Anggaran Pengadaan Menipis

TARAKAN – Penerangan jalan umum (PJU) di Bumi Paguntaka masih terbilang minim, termasuk di daerah…

Rabu, 20 September 2017 10:33

Tigor Menolak Jika Jadi Wakil

TARAKAN – Keputusan DPP Golkar yang merekomendasikan Badrun untuk diusung pada pilwali tahun depan,…

Rabu, 20 September 2017 10:31

Dua Mucikari Diringkus Tim Polda

TARAKAN – Maraknya karaoke dewasa yang tersebar di beberapa titik di Tarakan akhirnya menjadi…

Rabu, 20 September 2017 04:15

Api 'Mengamuk", Bakar Sejumlah Kios di Pasar Gusher

TARAKAN - Insiden nahas mewarnai pertengahan September. Sekitar pukul 01.00 dini hari, warga dihebohkan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .