MANAGED BY:
MINGGU
23 JULI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV

RADAR KALTARA

Senin, 17 Juli 2017 12:34
10 Tahun Abdikan Diri untuk Alam, Booming Sejak Film 5 Cm

“Mencicipi” Pendakian Menuju Puncak Gunung Prau di Dieng, Jawa Tengah (1)

CICIPI: Rela mendaki Gunung Prahu di wilayah Dieng, Kabupaten Wonosobo, Provinsi Jawa Tengah, hanya untuk menikmati golden sunrise di puncak. AHMAD SYARIF HIDAYAT/RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, Pekan lalu, wartawan Radar Tarakan mendapat kesempatan mendaki ke Gunung Prau, Jawa Tengah. Di sana, bertemu dengan Misyadi, seorang pecinta alam yang sudah sepuluh tahun menjaga para pendaki yang mencari keindahan golden sunrise dari Puncak Gunung Prau.

AHMAD SYARIF HIDAYAT, Wonosobo

BAGI Anda yang hobi mendaki, pasti sering mendengar atau akrab dengan keindahan golden sunrise yang ada di wilayah Dieng, Kabupaten Wonosobo, Provinsi Jawa Tengah. Untuk melihat keindahan tersebut, para pendaki harus mendaki ke Gunung Prahu. Termasuk wartawan Radar Tarakan.

Kami memulai pendakian pada pukul 01.07 waktu setempat, masing-masing pendaki yang kala itu baru mulai perjalanan harus segera menyalakan penerangan yang mereka siapkan. Saya dan beberapa pendaki lainnya berjalan untuk sampai di posko pertama pendakian ke puncak Gunung Prau.

Ketika sampai di posko pertama pendakian yang jaraknya sekitar 430 meter, dari kejauhan terlihat beberapa orang yang sedang berjaga. Mereka sibuk memanggil para pendaki yang kebetulan lewat di sana untuk melapor kepada mereka tentang jumlah orang yang mendaki. 

Tampak Yadi (sapaan Misyadi) yang menggunakan jaket berwarna abu-abu dan hitam kembali menanyakan kepada kami berapa jumlah rombongan pendaki. Pria berumur 32 tahun tersebut merupakan salah satu ranger yang saat itu sedang bertugas menjaga para pendaki.

“Berapa orang yang naik. Kami catat dulu ya mas,” ujar Yadi.

Yadi merupakan salah satu anggota pecinta alam yang bertugas untuk mengawasi para pendaki agar tetap berada di jalur yang aman. Ia seringkali mengingatkan kepada para pendaki tentang apa saja yang harus dipersiapkan sebelum melakukan pendakian.

“Kalau mendaki disarankan tidak menggunakan celana Levi’s dan juga sandal ya,” tuturnya.

Menurut pengalaman Yadi, jika menggunakan celana Levis, suhu dingin pada saat pendakian akan meresap ke dalam tubuh. Selain itu, tidak pula disarankan menggunakan sandal, karena dapat membahayakan pendaki jika harus melewati medan pendakian yang licin.

“Pendakian ke puncak Prau ini memang harus menyiapkan pakaian yang tebal, karena di basecamp pertama saja suhunya sudah 10 derajat, dan makin naik ke atas sudah mencapai sekitar 5 derajat. Itu di musim kemarau. Bisa lebih dingin jika musim hujan. Selain itu, sebelum mendaki disarankan untuk mempersiapkan kondisi fisik. Melakukan streching atau pemanasan sebelum mendaki gunung itu penting,” tegas pria berkulit sawo matang tersebut.

Semua ranger di gunung ini rata-rata adalah pemuda daerah. Termasuk Misyadi yang lahir dan tinggal di wilayah Dieng.

Nama organisasi mereka adalah Kelompok Peduli Lingkungan (KPL). Dikatakannya, para anggota KPL dibagi menjadi anggota biasa dan anggota kehormatan.

“Ada banyak pecinta alam yang berjaga di daerah pegunungan ini. Mereka yang anggota biasa merupakan anggota yang aktif saat ini, walaupun ada juga beberapa anggota yang saat ini sudah kurang aktif. Dan untuk anggota kehormatan, kebanyakan sudah senior atau yang sudah lama di sini,” jelas Yadi.

Telah banyak pengalaman yang dialaminya selama sepuluh tahun berjaga di sana. Ia juga menceritakan dua kasus besar yang pernah memakan korban jiwa dari para pendaki selama bertugas di sana.

Yang pertama korban adalah warga Semarang, Aditya Ginanjar yang meninggal dikarenakan penyakit bawaannya. “Jadi selang seminggu opname, dia langsung mendaki ke puncak Prau ini. Ada 50 pendaki yang waktu itu mendaki bersama rombongannya. Sampai di atas puncak, karena mungkin terlalu lelah, pada sekitar pukul 07.30, dia meninggal,” kenang Yadi.

Kasus kedua, yakni pada tanggal 26 April 2017. Seorang pendaki meninggal dunia karena tersambar petir.

Sedikitnya ada 11 orang yang terkena sambaran petir. Tiga orang diantaranya meninggal dunia, dan sisanya selamat. “Dulu memang tidak banyak yang mendaki di Gunung Prau ini, tetapi lebih banyak digunakan untuk tempat konservasi saja. Tetapi semenjak booming tentang Semeru 5 cm, akhirnya jadi banyak yang menjadi pendaki, termasuk ke Gunung Prau ini,” ujar pria yang suka bercanda tersebut.

Banyak suka duka yang dialami Yadi selama menjadi ranger di sana. Karena, selain dapat merawat alam, ia juga senang dapat membantu orang lain yang membutuhkan bantuan. Ia juga senang karena mendapatkan banyak teman serta kenalan yang datang dari berbagai wilayah di Indonesia untuk mendaki.

“Tidak sedikit pula pengalaman yang didapatkannya selama sepuluh tahun menjadi pecinta alam di sini. Jadi saya senang sekali bisa membantu yang lain,” ungkap Yadi seraya tersenyum.

Yadi juga mengatakan, banyak tempat wisata yang ada di kawasan Dieng, seperti Telaga Warna, Kawah Sikidang, serta tempat menarik lainnya. Ia juga berpesan untuk para pendaki yang belum pernah atau pertama kalinya mendaki, untuk mempersiapkan mental sekaligus fisiknya.

“Sependek apapun yang namanya pendakian gunung harus safety-lah,” tegas Yadi dengan mantap.(bersambung)


BACA JUGA

Sabtu, 22 Juli 2017 10:21

Pajak Bioskop ‘Mencekik’, XXI Pikir-pikir Masuk ke Tarakan

TARAKAN – Kabar akan dioperasikannya Grand Tarakan Mall (GTM) memang begitu ditunggu-tunggu. Pengelola…

Sabtu, 22 Juli 2017 10:18

STQ Kaltara Panen Kritik dan Pujian

TARAKAN  – Tadi malam Seleksi Tilawah Quran (STQ) XXIV Nasional resmi ditutup oleh Wakil…

Sabtu, 22 Juli 2017 10:15

Minim Persiapan, Vendor Mundur di ‘Menit’ Terakhir

PELAKSANAAN Seleksi Tilawah Quran (STQ) memang menuai banyak kritik, sebab pergelaran event dua tahunan…

Sabtu, 22 Juli 2017 10:12

Siap-Siap, Kaltara Punya Kuota 3 Kursi DPR RI

TARAKAN – Akhirnya, pengesahan Undang-Undang (UU) Pemilihan Umum (Pemilu) sudah dilakukan. Meskipun…

Sabtu, 22 Juli 2017 10:10

Berawal dari Rekomendasi Peneliti Unmul Samarinda

Potensi hutan Kalimantan memang banyak ditumbuh-tumbuhi berbagai macam tumbuhan yang memiliki sejuta…

Sabtu, 22 Juli 2017 10:06

2107, 4 Kali Sita dan 8 Kali Blokir Rekening

TARAKAN – Direktorat Jenderal Pajak pada Kementerian Keuangan Republik Indonesia terus berusaha…

Sabtu, 22 Juli 2017 10:04

DPRD Masih Menunggu Surat dari Gubernur

TARAKAN – Usai memproses pergantian terhadap Alm. Freddy Layuk Allo, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah…

Sabtu, 22 Juli 2017 10:01

Masih Butuh 110 Ribu Blangko E-KTP

TARAKAN- Blangko Kartu Tanda Penduduk Elektronik (e-ktp) yang dibutuhkan untuk mencetak ktp baru sampai…

Sabtu, 22 Juli 2017 09:59

Anak Tidak Boleh Terabaikan, Keinginan Sekolah Harus Dituruti

TARAKAN- Tahun ajaran baru yang telah memasuki pekan kedua ini masih saja menyinggung masalah Penerimaan…

Sabtu, 22 Juli 2017 09:56

Inginkan Wadah untuk Anak Muda

TARAKAN – Dengan jumlah warga sekitar 150 kepala keluarga (KK) membuat warga RT 2, Kelurahan Mamburungan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .