MANAGED BY:
JUMAT
23 FEBRUARI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Senin, 17 Juli 2017 12:08
Hasil Visum Korban Belum Diketahui

Kasus Cabul Akan Segera Dilimpahkan ke Kejaksaan

ILUSTRASI/INT

PROKAL.CO, TANJUNG SELOR –Satreskrim Polres Bulungan saat ini terus mendalami proses hukum dugaan tindakan pencabulan  yang diduga dilakukan oknum pejabat tinggi di Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Kelas III Tanjung Selor berinisial MNP (57) terhadap By (17).

Kapolres Bulungan AKBP Muhammad Fachry melalui Kasatreskrim AKP Gede Prasetia Adi Sasmita mengatakan, selama proses penyelidiki semua berlancar. Sehingga dia optimitis dalam waktu tidak terlalu lama kasus asusila yang terungkap atas laporan warga ini akan segera dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Bulungan.

“Saat ini kasusnya masih terus berjalan,” ujarnya kepada Radar Kaltara.

Lanjut dikatakan, dua saksi juga sudah diminta keterangan, termasuk visum juga sudah dilakukan kepada korban .

“Tapi hasil visumnya belum diambil. Nanti, segera akan kami ambil,’’ ujar pria gemar bermain futsal.

Namun untuk keterangan saksi, dirinya belum bisa menjelaskan karena masih akan dianalisa. Hal itu dilakukan agar data yang diperoleh dari saksi valid.

“Nanti sekalian menunggu hasil visum baru disampaikan,’’ jelasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Kapolres Bulungan AKBP Muhammad Fachry mengatakan, untuk pengamanan korban nantinya akan bekerja sama dengan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), karena korban masih di bawah umur, dan di internal Polres juga ada unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA).

“Pastinya juga akan diminta kepada orang tuanya. Adapun untuk korban sudah kita periksa,” tuturnya, seraya mengatakan bahwa tindakan yang dilakukan oleh MNP tersebut masuk ke pasal pidana pencabulan.

Sebenarnya, lanjut dia, ada sanksi yang lebih berat lagi yang ingin diberikan kepada pelaku mengingat korbannya masih di bawah umur. Artinya kasus itu akan dimasukkan pada pasal berlapis.

“Yang jelas pasalnya akan kita atur secara spesifik. Sekarang saya belum bisa menyebutkan secara pasti karena ini masih proses. Di sini unsur-unsurnya harus betul-betul kita dalami,” jelasnya.

“Sebab, kita tidak mau nanti salah menerapkan pasal, sudah ngomong begini tahu-tahunya pasalnya lain,” sambungnya.

Dijelaskannya, kasus pencabulan tersebut merupakan salah satu kasus delik aduan. Tentunya jika misalnya aduan itu dicabut bisa saja di SP3 (Surat Perintah Penghentian Penyidikan), tetapi akan terlihat sejauh mana tindakan tersebut bisa menimbulkan efek bagi maysraakat.

“Jadi kita harus benar-benar jeli juga menerapkan pasal yang dikenakan, karena kita tidak ingin nanti efeknya meluas. Jangan sampai ini (kesalahan penetapan pasal) terjadi, karena itu akan membuat masyarakat tidak percaya,” sebutnya.

Maka dari itu, setiap ada perkembangan akan ditindaklanjuti, karena tuntutan kepada penyidikan juga ada penyampaikan Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan (SP2HP).

Disamping itu, dirinya mengimbau kepada orang tua agar bisa memberikan serta melaksanakan fungsi pengawasannya. Selanjutnya, juga diharapkan dapat memberikan unsur pendidikan kepada anak-anaknya.

“Karena terkadang yang namanya orang tua hanya sibuk mengurus urusannya sehingga lupa untuk mengurusi anak-anaknya,” sebut dia.

Selain itu juga diharapkan program Polmas dalam bentuk patroli keliling dan lainnya bisa dimanfaatkan dengan baik oleh segenap masyarakat, khususnya para orang tua untuk bertukar pikiran dengan aparat kepolisian.

“Nah, apa yang didapat dari anggota polisi itu nantinya juga diharapakan dapat ditransfer ke anaknya. Paling tidak dari lingkungan keluarga sudah dapat mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan,” bebernya.

Dengan demikian, masyarakat diharapkan dapat menjadi polisi bagi dirinya sendiri. setidaknya bisa menjaga diri sendiri dan keluarga agar tidak menjadi korban serta tidak melakukan tindakan kriminalitas. Karena tidak mungkin polisi bisa mengawasi masyarakat tanpa ada kerja sama dari masyarakat itu sendiri. (don)


BACA JUGA

Jumat, 23 Februari 2018 14:46

Coba Kelabui Petugas, Sabu Disimpan di Bungkus Rokok

TANJUNG SELOR – Guna mengelabui pemeriksaan petugas kepolisian. Tersangka berinisial Fa (33) menyembunyikan…

Jumat, 23 Februari 2018 10:33

Tak Kunjung Diperbaiki, Warga Singgung Pemkab

TANJUNG SELOR - Di sejumlah titik ruas jalan dalam Kota Tanjung Selor, utamanya yang menjadi kewenangan…

Jumat, 23 Februari 2018 10:32

Ratusan Sekolah Rusak Berat

TANJUNG SELOR – Tahun ini Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bulungan mendapatkan bantuan…

Jumat, 23 Februari 2018 10:30

Peminjaman Panti Sosial hingga Jabatan Bupati Berakhir

TANJUNG SELOR - Setelah melalui berbagai persiapan dan mekanisme serta prosedur, serah terima pinjam…

Jumat, 23 Februari 2018 10:29

DLH Akui Belum Terima Laporan

TANJUNG SELOR - Dugaan pencemaran di muara Bulungan yang mengakibatkan banyaknya ikan mati beberapa…

Jumat, 23 Februari 2018 10:28

Pensiun Badrun Tunggu Persetujuan Presiden

TANJUNG SELOR - Setelah ditetapkan KPU Tarakan sebagai kandidat Walikota dalam Pemilihan Kepala Daerah…

Kamis, 22 Februari 2018 10:25

Oknum ASN Hadirkan Saksi Meringankan

TANJUNG SELOR – Sidang kasus dugaan pencabulan yang dilakukan oknum kepala instansi vertikal di…

Kamis, 22 Februari 2018 10:16

Cegah Konflik, Raperda Zona Wilayah Pesisir Dikebut

TANJUNG SELOR – Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau…

Kamis, 22 Februari 2018 10:14

Manfaatkan Sungai sebagai Sumber Daya Listrik

Sejak menjadi Provinsi Kaltara, wilayah utara Kalimantan ini terus berkembang. Kendati demikikan, infrastruktur…

Kamis, 22 Februari 2018 10:13

500 Kepala Keluarga Terbebas dari Ancaman Air Bersih

TANJUNG SELOR – Warga Desa Pimping, Kecamatan Tanjung Palas Utara akhirnya lepas dari ancaman…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .